KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
130. Kemenangan


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan, terlihat ada Zoya dan Aiden yang menemani seorang wanita yang mungkin masih seumuran dengan Momu Jeny.


Dia menangis melihat di layar kaca, dia sangat kecewa karena selama ini dia merasa dibohongi. "Hiks hiks, Kenapa kamu membohongiku lucas, kamu bahkan terlihat seperti psikopat."


Ya, wanita itu adalah Ariana. Viona berhasil mendapatkan alamat rumahnya di Desa Permai, entah apa yang Viona katakan sampai Ariana ingin ikut dengannya ke kota.


Tapi dia sangat kecewa melihat sikap suami yang sangat berbanding terbalik saat bersamanya. Yang dia lihat sekarang bagaikan seorang penjahat. Yang manaruh dendam sampai beratahun-tahun lamanya.


"Ternyata kamu orang jahat, bagaimana bisa aku hidup dengan orang sepertimu? Biar, biarkan kamu mati, kamu pantas mendapatkannya."


...----------------...


Kembali di aula, terlihat Tuan King merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah benda kecil berbentuk remot yang hanya memiliki dua tombol.


"Kamu lihat kan? Hanya sekali tekan Kita akan mati bersama di tempat ini. Hanya dengan cara ini yang bisa membuat pertikaian belas dendam ini berakhir."


Viona baru saja ingin membalas ucapan Tuan King, tapi diurungkannya saat melihat seseorang masuk dengan gaya coolnya. "Ah nona, akhirnya Anda datang juga" gumanya pelan.


Tuan King tidak tau siapa orang itu, karena menggunakan masker, topi dan kaca mata hitam. "He apa kau meminta bantu orang lain? Cih, lemah!"


Orang itu berjalan, bagaikan sang pemimpin. Tidak ada keraguan dan ketakutan sama sekali. Dia berjalan menghampiri Tuan King.


"Apa kau sudah puas bermain Tuan King? Ah kayaknya sudah, aku lihat semuanya terluka. Jadi sekarang giliranku!" ucapnya sambil membuka masker dan kaca matanya.


Tuan King sangat terkejut, dia melihat Viona yang sedang tersenyum manis, dia menoleh ke Viona yang sudah dia lukai juga tersenyum manis ke padanya.


Dia menggeleng tak percaya apa yang dilihatnya. "Apa yang terjadi? Dasar licik, kau menipuku sampai membuat orang yang serupa."


Ya, wanita yang masuk adalah Viona yang asli, karena yang sebelumnya hanya seorang Mutan yang mirip dengannya.


"Cih, kau harus berkaca sebelum berkata seperti itu! Bukan kah kau sendiri yang bilang, berhati-hati memilih lawan, dan jangan mudah percaya ke pada orang lain meskipun orang terdekatmu" balasnya dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


Tuan King kemakan omongannya sendiri, tapi dia tidak peduli lagi. Dia ingin mengakhiri semuanya dengan meledakkan bom yang sudah terpasang di beberapa titik. "Aku akan menyiksa pemuda itu dengan Ibunya. Hahaha!"


"Oh silahkan! Jika kau ingin melihat bagaimana aku juga menyiksa Istrimu" balas Viona tak mau kalah, dan tiba-tiba muncul sebuah layar lebar yang mana memperlihatkan Istrinya Tuan King tidak sadarkan diri.


"Brengsek!" ucapnya marah. "Bagaimana dia bisa menemukan persembunyiannya?" lanjutnya bertanya dalam hati.


"Kayaknya kejutanku berhasil, karena kau sangat terkejut melihatnya. Jadi bagaimana? Masih ingin menyiksa keluargaku atau kita barter. Lepaskan Kak Leo dan Ibunya!"


Tuan King berpikir sejenak, lalu berkata. "Hahaha untuk apa? Bahkan aku tidak mencintainya sama sekali, dia hanya bonekaku saja, jadi jangan harap aku akan membebaskan kekasihmu itu"


Viona hanya mengangguk, lalu diam-diam mengambil pistol yang dia selipkan di celananya dan.


Dor


Satu tembakan mengenai tangan Tuan King yang membuat remot kontrol itu terjatuh. "Argghh" dia meringis menahan sakit, karena tembakan Viona hampir menembus sampi ke tulangnya.


Dia berusaha mengambil remot kontrol itu lagi, dia tidak ingin lagi menundah. Dia ingin semua orang yang ada di situ mati bersamanya. Tapi dia heran, karena remot kontrolnya tidak berfungsi lagi.


Tuan King sangat kesal, dia kembali memberi perintah ke pada Anak buahnya yang ada di lantai dua untuk segera menembak Viona. Tapi tak ada yang menurut sama sekali.


Dia memperhatikan baju yang mereka pakai sudah berbeda, dia baru sadar jika itu bukan Anak buahnya. "Kurang ajar! Kau membunuh semua Anak buahku."


"Ada yang Salah? Jika aku tidak membunuhnya, maka mereka yang akan membunuhku" balasnya santai. Ternyata para pengawal bayangan Viona yang sudah menghabiskan mereka semua dan menggantikan posisinya.


Tuan King sudah terpojok, tinggalah dirinya sendiri. Semua rencana yang sudah dia atur sebaik mungkin tidak ada yang berhasil.


Viona maju mendekat saat melihat Tuan King melamun, sambil merogoh belatinya di saku jaketnya. Dia yang ingin mengakhiri semuanya.


Jleb


"Arrggh," satu tusukan di bagian perutnya. "Arrghhh" teriaknya sekali lagi karena Viona memperdalam belatinya sampai ke organ pitalnya.

__ADS_1


"Kau harus mati di tanganku, aku tidak akan mengampunimu. Beruntung Istrimu tidak tau apa-apa, jadi aku bisa membebaskannya. Dan untuk anakmu, jika dia juga terlibat, aku akan mencarinya dan akan mati di tanganku juga"


Di sisa nyawanya, dia berusaha menahan lalu berkata. "Dia yang akan membalaskan semuanya!"


Set set, Viona merobek mulut Tuan King "Tidak akan ku biarkan lagi, dia juga akan mati."


Tak tak tak tak.


Viona mencincang jari-jari Tuan King samapi tak tersisa. "Tangan ini yang sudah berbuat banyak kesalahan."


Tuan King sudah tak berdaya, dia terlihat pasrah akan semua itu.


Viona mengeluarkan gergaji mesinnya, dia memotong badan Tuan King menjadi beberapa bagian. Bauh amis seketika meruak di indra penciumannya. Dia terlihat sangat ahli dalam melakukan hal itu.


Braakk


Viona menghampas gergajinya, dia tersenyum melihat hasil karyanya. "Lumayan bagus, sudah lama aku tidak melakukannya."


Viona melihat semua orang yang ada di situ, "Terima kasih sudah membantuku. Kalian semua boleh pergi!"


"Sama-sama nona, ini sudah jadi tugas kami" balasnya serempak.


Satu kali petikan jari, semua orang yang ada di dalam ruangan itu menghilang, termasuk keluarganya, kecuali sang Momy. Ya, semua itu hanyalah seorang Mutan yang sengaja Viona buat. Tapi tidak dengan Momynya.


Viona memegang tangan Momynya. Dari hitungan ketiga dia menekan remot kontrol dan seketika itu juga dia menghilang.


Booomm boommmm boommmm.


Suara dentuman bom yang sangat banyak, meledak di markas itu. Tak butuh waktu lama si jago merah memakannya dengan lahap. Tak ada orang lain yang mendengarnya, karena Viona sudah memasangkan perisai yang mana dari luar bangunan itu terlihat baik-baik saja.


**Ketika rasa sakit bertemu dengan dendam. Maka benci adalah keturunannya. Terkadang kamu harus ikhlas dan membiarkan karma mengambil alih.

__ADS_1


Dendam identik dengan rasa kebencian. Karena jika kita dendam dengan orang lain, itu berarti kita juga membenci orang tersebut. Namun ada pepatah mengatakan “manusia diciptakan berbeda-beda**”.


__ADS_2