KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
90. Kebersamaan


__ADS_3

"Kakaaaaak!" panggil Nora sambil memegang sebuah mainan bola yang sudah kempes. Tapi ketika melihat ada banyak orang dia berhenti dan menatap mereka.


"Dek sini! Panggil Viona yang sempat melihat wajah Nora yang sedih, pasti terjadi sesuatu lagi.


Nora berjalan mendekat dan duduk di pangkuan Viona, "Kakak! Lan mengempeskan bolaku lagi!" adunya sambil memperlihatkan bola yang ada di tangannya.


"Astaga, kenapa aku melupakan dua ekor kucing itu!" batin Viona berharap cemas, jangan sampai mereka keluar dari kandangnya.


Viona sudah mengajak Nora untuk ikut menunggu dan bergabung sebelumnya, tapi dia malah memilih untuk pergi bermain bersama Frisli di Paviliun, bosan bermain dia kembali tapi dia mampir lagi di kandang Lan dan Lin bermain bola, sampai bolanya meletus terkena gigi Lan yang tajam. Mungkin bola itu yang keseratus kalinya.


"Waah siapa anak cantik ini? Dan Lan itu siapa Nak? Kenapa tidak mengenalkan ke pada kami!" Tanya Momy Jeny mengusap kepala Nora.


"Momy! dia sangat menggemaskan! Jadi pengen Adik perempuan lagi" kodenya ke pada sang Dady.


"Ck, jangan harap! Seharusnya kami yang meminta cucu, ya kan Mom?" sindirnya balik.


"Ya benar sekali Dad! cucu yang cantik seperti ini dan juga sangat menggemaskan. Siapa namamu Sayang?"


"Nora Tante!" balasya sopan.


"Dek! Jangan panggil Tante! Panggil Momy ok? Karena dia Momy Kakak" jelas Viona "Nora ini Adik kandungnya Kak Raka, berarti dia juga Adikku" jelasnyanya sambil mencubit pipi yang makin gembul itu.


"Nanti aku kenalin ya Mom, cuman seekor kucing kok, ya kucing!"


"Waahh jadi aku punya Adik lagi tanpa di buat, hahaha ya kan Dad? Jadi minta Cucunya nanti belakangan ya? Untuk sementara Aku ingin menikmati, bagaimana rasanya punya Kakak dan juga Adik, pasti sangat menyenangkan."


"Ya baiklah, nikmati waktu kalian sebaik-baik mungkin, karena jika sudah berpasangan, kalian semua nanti sangat sulit untuk berkumpul seperti ini. Tapi ingat jangan terlalu lama!"

__ADS_1


"Ya Momy juga setuju, jangan terlalu lama" ulangnya memperingati. "Di antara kalian berempat, siapa yang memberikan Momy Cucu terlebih dahulu, akan mendapat hadiah"


"Siapa takut! Bagaimana apa kalian setuju?" tantang Rian ke pada yang lainnya.


Mereka semuanya hanya mengangguk mengiyakan, padahal itu adalah tantangan yang berat. Andaikan memberikan Cucu semudah membeli permen mungkin mereka berlomba-lomba untuk membelinya, dan memberikannya sebanyak mungkin.


Tapi itu adalah pemberian Tuhan, jika Tuhan berkehendak maka jadilah. Karena banyak yang terjadi di kalangan masyarakat sudah menikah selama belasan tahun tapi belum diberi momongan, dan juga sebaliknya, ada yang baru sebulan langsung diberi kepercayaan.


Pasangan saja mereka tidak punya bagaimana mau nikah dan punya Anak. Jadi siapa yang akan memberikan Cucu terlebih dahulu hanya Tuhan yang tau.


Setelah acara pertemuan yang penuh haru dan derain air mata, Viona mengajak keluarganya untuk makan malam bersama. Mereka makan dengan senyuman bahagia.


Viona mengajak untuk tinggal bersama di Menssionnya selama berada di negara itu, karena mereka akan balik ke negara X, untuk mengurus pekerjaan yang ada di sana. Viona meminta untuk memindahkan kantor pusat agar tidak berjauhan lagi, karena dirinya juga tidak bisa pergi, karena ada banyak bisnis dan orang-orang bekerja dengannya.


Tentu mereka tidak menolak, karena mereka ingin membayar waktu kebersamaan mereka yang terbuang. Acara makan selesai, dan semuanya lanjut berbincang kembali, Tuan Jack juga menanyakan bisnis apa saja yang Viona miliki sampai bisa membeli Menssion sebesar itu dan memperkerjakan banyak orang. Semua dijelaskan Viona satu persatu, mulai dari modal yang dia dapat dari mendiang Ibu Laras, berbisni kecil-kecilan dan membangun induk Perusahaan yang di pimpin oleh Raka.


Rian dan Tomi juga sudah menceritakan, bagaimana dan di mana mereka bertemu Viona, tapi tidak menceritakan sampai dia diculik oleh pamannya Bora. Hanya berakhir dicerita, saat Tomi pergi ke kediaman Wijaya dan bertemu dengan Mira.


Viona masih belum bertanya ke pada orang tuanya, kenapa dirinya sampai dititip ke Mira. Dia akan menunggu waktu yang tepat untuk bertanya, biarlah untuk sekarang dia menikmati momen itu.


Berbicara soal Mira, apakah dia masih hidup atau sudah berada di neraka? Nanti, nanti kita pergi menjenguknya dan menceritakan ke padanya bahwa Viona sudah bertemu dengan kedua orang tua kandungnya. Tapi bagaimana jika dia sudah meninggal? Apakah balas dendam Viona juga sudah berakhir? entahlah hanya dia yang tau. Dan tinggal pembalasan ke pada Pak Doni.


...----------------...


Hari minggu pagi, hujan mengguyur bumi dengan tetesan air yang sangat deras. Mumpung hari minggu, bermalas-malasan adalah salah satu aktivitas yang sangat menyenangkan. Bergulum di dalam selimut sambil nonton drama favorit.


Di dapur semua para maid sudah sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan, karena ternyata mereka semua sama, sarapannya harus ada nasi atau semacamnya seperti nasi goreng, bubur, atau gado-gado. Baru setelah sarapan baru di lanjut ngopi atau ngeteh dengan pasangannya sesuai selera.

__ADS_1


Sarapan bersama untuk pertama kalinya dimasak oleh Momy Jeny untuk makanan utamanya yaitu ikan gurame goreng dan selebihnya dikerjakan oleh maid. Ternyata ikan gurame adalah makanan kesukaan mereka sekeluarga.


Selesai makanan di hidangkan, Momy Jeny segera membangunkan semua anak-anaknya untuk sarapan keburu ikannya dingin, karena lebih enak di santap saat ikannya masih hangat.


Tok tok tok.


Momy Jeny menghampiri Viona terlebih dahulu, mengetuk pintu dan tak lama dia mendengar sahutan dari dalam, "Masuk!"


Sang Momy masuk di kamar Viona dan melihat sang anak yang sedang mengiringkan rambut menggunakan hair dryer.


"Pagi Sayang! Wah anak gadis Momy sudah rapi, dan wangi aja! Mau ke mana hmm?" tanya sang Momy.


"Pagi Mom! Mau jenguk teman yang sedang sakit. Jadi ini lagi siap-siap" balasnya berkilah, padahal dia ingin pergi menemui Mira.


"Ya sudah, habis ini kamu turun ke bawah kita makan bersama! Momy mau bangunkan yang lainnya" katanya sambil mengusap kepala Viona dengan sayang.


Beberapa menit berlalu semua sudah berkumpul di meja makan. Semuanya sudah terlihat rapi dan wangi menandakan mereka sudah habis mandi kecuali si Rian.


"Nak! Kenapa belum mandi juga?" tanya sang Momy di sela suapannya.


"Bentar Mom, setelah sarapan. Kan juga tidak kemana-mana!" balasnya heran melihat yang lainnya sudah wangi. "Dek kamu mau ke mana? Kok sudah rapi?" tanyanya pada Viona.


"Aku ada urusan di luar Kak! Tidak lama kok" Kak Rian di rumah saja bermain bersama Nora! Nikmati kebersamaan sebelum memberikan Momy Cucu" balas Viona bercanda.


Semuanya tertawa mendengarnya, mereka kembali sarapan penuh senyum dan kebahagian. Tak ada yang lebih indah dibandingkan dengan kebersamaan bersama keluarga.


Saat Viona memakan ikan gurame masakan sang Momy, tiba-tiba dia teringat akan masakan Ibu Nur, rasanya hampir sama. "Rasanya kayak masakan Ibu Nur, " batinya.

__ADS_1


Keluarga jadi satu bagian penting dalam kehidupan seseorang. Pasalnya, dari keluarga seseorang pertama kali bisa merasakan cinta kasih yang tulus. Keluarga juga jadi tempat pertama kali seseorang belajar makna kehidupan. Hidup bersama keluarga yang harmonis jadi sebuah nikmat yang patut disyukuri.


__ADS_2