
Beberapa hari berlalu di ruang kerja Viona, terlihat dia dengan Leo sedang berbincang sesuatu yang sangat serius.
"Li aku ingin cerita sesuatu!" ucapnya setelah malihat Viona telah menghabiskan makanannya.
Viona yang memang sangat jarang mendengar isi pikiran Leo sangat penasaran. "Cerita saja Kak! Aku akan mendengarnya."
Leo yang sebenarnya masih ragu untuk bercerita jadi terdiam, tapi dia berusaha meyakinkan dirinya, karena Viona bukan lagi orang lain baginya. "Sebenarnya aku bukan Anak kandung Ibu!"
Mendengar hal itu Viona tidak terkejut, karena dia sudah tau sejak lama, dia malah bahagia karena akhirnya Leo ingin berbagi masalah dan menceritakan hal itu ke padanya, tapi tidak ingin membuat Leo curiga diapun berpura-pura kaget. "Appa? Kak Leo jangan bercanda!"
Leo menggeleng lalu berkata, "Aku serius Li, aku juga baru mengetahuinya beberapa minggu yang lalu! Dan aku juga sempat tidak percaya, tapi Ibu menceritakan semuanya di mana dia menemukanku di hutan."
Mata Viona membulat, tak menyangka jika kehidupan Leo di masa kecilnya lebih rumit dari apa yang dia pikirkan. "Yang sabar Kak, kita memiliki nasib yang sama, dan aku yakin, suatu saat nanti Kak Leo pasti bertemu dengan mereka,"
Perasaannya sedikit lebih tenang setelah bercerita dengan Viona. "Tapi aku bingung, aku harus mencari mereka di mana?"
Tidak ingin melihat orang dicintainya bersedih Vionapun berkata. "Jangan khawatir! Aku akan membantu Kak Leo mencari mereka di manapun itu."
Itulah yang membuat Leo sebenarnya tidak ingin bercerita dengan Viona, dia tidak mau merepotkan Viona. "Jangan Li! Aku tidak ingin kamu jadi lebih banyak kerjaan."
"Tidak Kak, pokoknya aku ingin membantu Kak Leo" kekehnya, karena dia merasa itu bukanlah pekerjaan yang berat.
Tidak ingin Viona kecewa, terpakasa Leo mengiyakan. "Hmm, tapi jangan memaksakan diri, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa!"
Viona mengangguk bahagia, dia memeluk Leo dari samping, memberikan ketenangan dan semangat, agar Leo tidak bersedih lagi.
Beberapa menit berlalu Viona masih posisi yang sama, Leo yang merasakan tidak ada pergerakan menoleh yang mana membuatnya gemes melihat tingkah Viona yang tertidur di bahunya.
Dia menggendong Viona masuk ke dalam kamar agar Viona dapat tidur dengan nyenyak.
...----------------...
Ke esokan harinya, Leo mengajak Viona untuk makan siang bersama di rumahnya, sekaligus ingin memperlihatkan baju kecil miliknya.
__ADS_1
Ibu Nur yang melihat kedekatan keduanya merasa sangat bahagia, dia jadi senyum-senyum sendiri karena hal itu juga pernah dia rasakan di masa lalu.
Setelah selesai makan bersama Leo mengajak Viona ke halaman samping sambil membawa kotak itu. Lalu membukanya dan memperlihatkan ke pada Viona.
"Ini baju siapa Kak?" tanya Viona yang sudah membuka lipatan baju itu.
"Kata Ibu, itu baju yang aku pakai saat menemukanku di hutan! Siapa tau ini bisa dijadikan petunjuk."
Viona mengangguk dan memperhatikan kembali pakain itu, "Ya kamu benar Kak, jika ada yang mengaku-ngaku kita hanya perlu minta bukti, atau tidak kita langsung tes DNA."
"Tapi bagaimana caranya Li? Tidak mungkin kita menanyakan ke pada orang satu persatu!"
Viona memperlihatkan ponselnya, lalu berkata, "Inilah gunanya sosial media Kak, semuanya serba bisa dengan bantuan netizen"
Leo baru mengingat akan hal itu "Astaga, aku tidak kepikiran sampai situ, tapi bagaimana jika ada orang yang berniat untuk menipu?"
Viona yang sedang mangfoto isi dalam kotak itu jadi terhenti. "Jika ada yang berani, maka dia akan berurusan denganku!"
"Hmm, baiklah. Mari kita coba langkah pertama!" sahut Leo, dia hanya menurut saja.
"Makasih Li, dan maaf sudah merepotkanmu lagi" ucapnya sedikit tidak enak hati.
Viona langsung menatap tajam Leo, dia sudah melarang Leo untuk mengatakan hal itu, karena dia sendirilah yang ingin membantunya tanpa Leo minta.
...----------------...
Di kediaman Duke, Momy Lidya sedang bersantai dengan Tuan Bas setelah mereka makan bersama. Terdengar keduanya sedang membahas Ray, yang tiba-tiba meminta untuk mengurus Perusahaan di luar negri.
"Bagaimana menurutmu Dad? Apa kita ijinkan dia pergi?"
"Entahlah Mom, Dady juga bingung, takutnya jika dilarang sikapnya malah makin berubah. Sekarang saja dia terlihat sangat pendiam."
"Hah, dia juga tidak menceritakan masalahnya ke pada siapapun, termasuk Tian yang sudah mati-matian membujuknya!"
__ADS_1
Tuan Bastian yang melihat Istrinya kembali bersedih langsung mengalihkan pembicaraan, "Ehh Mom, kemarin telponan sama Jeny bahas apa? Dady dengar sangat serius!"
"Em itu, kemarin dia cerita, Jika dia sudah bertemu dengan Kakaknya yang tidak ada kabar puluhan tahun" jawabnya.
"Oh Kakaknya yang sempat mengajak kita berkenalan saat main ke rumah Jeny ya? Tapi kok ada yang janggal ya, kenapa dia tiba-tiba menghilang dan tidak memberi kabar ke pada Jeny?"
Mereka memang tidak tau apa yang terjadi, karena Jeny tidak menceritakannya, dia hanya beralasan, jika sang Kakak mungkin pergi keluar negri mencari sang ke kasihnya yang kabur.
"Ya Momy juga curiga seperti itu, tapi itu bukan urusan kita, kita tidak boleh ikut campur, Jeny saja tidak menceritakan yang sebenarnya, yang berarti dia tidak ingin orang lain tau masalah keluarganya."
"Kamu benar sayang, kita sebagai sahabat hanya bisa bantu doa saja, agar masalah yang mereka punya cepat teratasi."
"Ya Dad!" balasnya singkat sambil mengambil ponselnya yang terletak di atas meja.
Di jaman sekarang para Ibu-ibu juga tidak mau kalah dengan Anak mudah yang bermain sosial media.
Nyonya Lidya tidak sengaja melihat status Viona yang baru beberapa menit yang lalu, padahal tadinya hanya ingin menghubungi Bundanya Kei melalui aplikasi hijau.
Dia terkejut, badannya bergetar melihat postingan foto Viona, dia beranjak lalu berlari ke kamarnya mencari sesuatu di dalam laci lemari.
Tuan Bas yang melihat Istrinya tiba-tiba berlari ikut menyusul, takut jika terjadi sesuatu "Momy cari apa?"
Momy Lidya yang masih sibuk mencari, tidak menghiraukan suaminya. Tapi dia masih membalas ucapannya "Momy cari foto terakhir Nico Dad! Apa Dady melihatnya?"
Sebenarnya sedikit heran, kenapa sang Istri tiba-tiba mencari foto itu, "Kenapa mesti foto itu Mom, kan banyak foto Nico yang lain!"
"Nanti Momy jelasin Dad, Momy butuh foto itu sekarang!" sahutnya dengan serius.
Tuan Bas tidak ingin bertanya lagi, meskipun dia sangat penasaran. Dia berjalan menuju brankas lalu membukanya dan mengambil sebuah album foto yang berisikan fota Ray dan Adiknya saat dia masih kecil.
...----------------...
Di Perusahaan Wijaya, baru saja menggelar pemimpin baru yang tak lain adalah Bora, Perusahaan itu sudah di bawah kendali Viona. Karena sebelum Pak Doni masuk penjara dia menyuruh pengacaranya agar semua harta yang dia miliki beralih atas nama Viona sebagai permintaan maafnya.
__ADS_1
Bora yang sudah memiliki pengalaman di waktu masa mudanya, tidak begitu sulit untuk menerima jabatan baru itu.