
Waktu pun berlalu kini Aditya sedang berbaring di kasur empuk kesayangannya. Dia masih memikirkan apa yang dia dengar tadi siang, dia masih tidak percaya kalau jaman sekarang masih ada hal begituan, apa lagi di sekolah tempat milik keluarganya, dan dia juga tidak bisa tidak percaya. Lagian mana mungkin juga Seno berbohong tidak ada untung baginya.
“Ah, lupakan saja dit. Besok kamu tanyakan kepada Neta langsung.” Gumam Aditya yang kini memilih untuk main game dari pada memikirkan yang menurutnya akan membuat dia pusing tujuh keliling.
Sedangkan di rumah Neta lagi sibuk dengan mempersiapkan acara nanti, Neta tidak ingin ikut campur. Dia biarkan saja Mama Rika dan WO yang mengurus ya. Dan dia percaya kalau pilihan Mama Rika pasti tidak akan mengecewakan dirinya, apa lagi ini menyangkut Neta.
“Neta, sekarang kamu pasti bisa pergi dengan tenang. Karena aku akan menggantikan kehidupan kamu ini. Dan ya tuhan terima kasih engkau telah memberikan kehidupan kedua bagi ku. Meskipun aku melintas dimensi tapi aku yakin itu sudah jadi jalan takdirku.” Batin Neta dengan mengucapkan syukur karena di beri kesempatan oleh tuhan untuk hidup kembali. Meskipun dia hidup di tubuh baru bukan di tubuh lamanya.
Neta yang sedang asik dengan pikiran ya Sendiri, tidak menyadari kalau kedua Kakanya sedang memperhatikan dirinya. Yang sedang asik berdo’a, Seno menatap adik kesayangannya itu penuh cinta, banyak yang dia sesali karena terlalu sibuk dengan dirinya sendiri. Sehingga dia tidak sadar kalau adiknya sudah dewasa.
Sungguh kalau dia tau Waktu akan berlalu begitu cepat, banyak yang ingin Seno ajarkan kepada adiknya yang manis ini. Dan ingin rasanya dia membuat tubuh Neta kecil lagi karena dia tau hidup menjadi dewasa itu tidak begitu menyenangkan.
Sedangkan Jino berpikir bagaimana caranya agar Neta tidak ingin menikah begitu cepat, Sangat di sayangkan kalau Neta nikah begitu saja, dia tidak ingin nanti Neta menjadi janda jika suatu saat mereka cerai. (Emang somplak ini si Jino belum apa-apa sudah mikir Neta jadi janda. Bukannya mikir yang baik-baik gak ada akhlak emang punya Abang seperti Jino)- ini isi hati author ya yah. 😂
Neta yang merasa kalau dirinya sedang di tatap langsung melihat ke arah pintu sungguh membuat Neta kaget bukan main, melihat wajah tampan sang Kaka, meskipun sudah sering Neta melihat wajah bak model itu tapi tetap saja Neta masih tidak terbiasa dengan wajah kakaknya ini.
“Apa yang kalian lakukan di sana?”
Jino dan Seno tersenyum dan berjalan menghampiri Neta. “Ya tuhan, sungguh ciptaan mana yang engkau dustakan, kenapa mereka begitu sempurna tidak ada lecetnya sama sekali. Ibaratnya kek mau beli barang branded semua bahan berkualitas apa lagi tampangnya, apa ada garansinya yah itu?’’
__ADS_1
Seketika pikiran Neta buyar karena di jitak oleh Seno Kaka ke duanya. Emang Seno ini sering banget bikin Neta kesel. “Sakit tau,” ucap Neta yang mengelus jidatnya yang di centil oleh Seno.
“Mikirin apa sih adik Kaka satu ini?” tanya Jino yang duduk di samping Neta dan dia malah merebahkan kepalanya di pangkuan Neta dengan nyaman.
Dan dengan senang hati Neta pun mengelus kepala Jino dengan penuh kasih sayang, kalau orang lain yang melihat mungkin bakal baper dan tidak percaya kalau mereka adalah Kaka beradik. Seno yang tidak mau kalah pun ikut meletakkan kepalanya di pangkuan Neta, dan jadinya sekarang Neta sedang mengasuh dua bayi besar yang sedang dengan manjanya.
“Apa kamu benar-benar ingin menikah secepat itu dik?”
Mendengar pertanyaan dari Jino berhasil menghentikan kegiatan Neta yang mengelus kedua kepala kalanya itu. “Apa kalian tidak ingin aku menikah begitu cepat?” tanya Neta dan langsung di angguki oleh Seno dan Jino dengan cepat.
“Kenapa?”
“Karena kami tidak ingin kehilanganmu begitu CEO, apa lagi Waktu yang kita habiskan baru sebentar, masih banyak yang ingin Kaka lakukan untuk adik Kaka yang manis ini.” Jawab Jino sambil mencubit pipi Neta yang Chaby.
“Tenang, adik Kaka kan cantik, meskipun jadi janda di jamin masih banyak yang mau ngantri jadi suami aku,” jawab Neta yang tidak ingin membuat kakanya cemas.
Mendengar jawaban Neta yang seperti itu Jino tidak bisa mencuci otak Neta lagi agar dia mau membatalkan perjodohan itu. “Ingat yah Neta, kalau sampai dia membuat kamu menangis, akan aku pastikan masa depan dia bakal suram!!” Tegas Jino yang langsung di iyakan oleh Seno.
Hacchooo
Aditya langsung bersin “Udara malam ini dingin banget, lebih baik aku tidur sekarang, besok aku harus ke kantor.” Gumam Aditya, dia langsung logout dari permainan, dan menaruh handphone ke meja samping, segera dia tidur dengan memakai selimut yang lumayan tebal.
__ADS_1
Mendengar ucapan Jino Neta bergidik ngeri, karena dia tau apa yang Jino katakan itu bakal jadi kenyataan, Jino adalah tipe pria yang bakal mempertanggung jawab kan setiap perkataan dia.
“Net, bagaimana kalau kita nonton film sudah lama kita tidak nonton bareng,” ajak Seno yang tidak ingin membahas masa depan Aditya yang suram itu.
“Film apa? Tanya Neta yang ingin menonton film. “Horor gimana?” tanya Seno yang sibuk memilih film yang akan mereka tonton.
“Heleh kamu Sen, sok-sokan mau nonton film horor ntar pas lagi asik-asiknya, kamu malah berhenti nonton film lagi.” Ucap Jino dengan nada ngejek.
“Tau nih, ntar malah kek kemarin langsung di matiin, lagi menegangkan ih malah off,” ucap Neta yang juga ikut mengejek Seno.
“Asem kalian berdua, kali ini gak kok, aku emang lagi mau nonton sampai tamat, gak kek kemarin. Lagian kemarin ketahuan banget boongnya, dan mana itu setan munculnya suka mendadak lagi, yah wajar lah takut.” Kata Seno yang mencari pembenaran dia tidak ingin di cap sebagai pengecut. Apa lagi yang mengatakannya adalah adik tersayang nya.
“Yaudah ayok nonton.” Mereka bertiga menonton film horor sambil memakan camilan yang baru saja di sediakan oleh Maid di rumahnya.
Mereka tak lama menonton film mereka sampai tertidur dan berakhir tidak ada yang menonton sampai habis karena tertidur pulas di kasur besar milik Neta.
Mama Rika yang melihat ke tiga anaknya yang seperti bocah itu tersenyum membenarkan selimut Seno dan Jino dan juga Neta yang berada di tengah-tengah kakanya.
“Semoga mimpi indah sayang,” ucap mama Rika sambil mencium kening tiga bersaudara, ada rasa bersyukur karena mereka saling menyayangi satu sama lain dan saling melindungi. Sungguh Mama Rika sangat beruntung mempunyai anak seperti Jino, Seno dan juga Neta, mama Rika harap mereka akan terus saling menyayangi sampai tua nanti.
Aditya kalau senyum gantengnya kelewatan
__ADS_1