
Ke esokan harinya, Leo terbangun. Dia merasakan badannya sudah pulih kembali setelah Viona memberikannya sebotol jus buah sebelum dia tidur.
Dia bergegas ke kamar mandi karena merasakan badannya sangat lengket. Tidak butuh waktu lama ritual mandinya selesai, dan keluar mencari Ibunya.
Tapi dia terkejut melihat tiga orang pria berbaring di ruang tengah beralaskan karpet bulu yang tebal, "Jadi mereka datang, menginap? Jadi Lilie?"
Leo menemui Ibunya yang ada di dapur, terlihat sedang menyiapkan sarapan, "Selamat pagi Bu!" sapanya.
Ibu Nur yang sedang fokus mengaduk nasi, karena saat itu dia sedang membuat nasi goreng. Dia mengecilkan api kompornya lalu berbalik. Dia tersenyum bahagia melihat Anaknya sudah sehat dan kembali ceria seperti dulu lagi. "Pagi Nak! Bagaimana kondisimu?"
Leo duduk di kursi lalu berkata " Leo sudah sehat Bu. Aku juga tidur sangat nyenyak setelah minum obat semalam."
Ibu Nur menata masakannya di atas meja, dan menyiapkan menu lainnya seperti telur mata sapi, kerupuk dan juga irisan timun. Lalu duduk di samping Leo. "Ya, saking pulasnya, kamu tidak bangun saat Ibu membangunkanmu untuk menemui orang tua Viona!"
Leo tersentak, dia lalu berkata, "Apa Orang tua Lilie datang Bu? Astaga aku jadi tidak enak! Nanti aku akan minta maaf ke pada mereka. Terus Lilie ke mana Bu? Apa dia tidak menginap?"
"Mereka memaklumi kondisimu saat itu, dan hanya melihatmu sebentar lalu keluar. Tapi tidak ada salahnya jika kamu ingin minta maaf. Emm Nak Viona pasti masih tidur di ruang tamu, kasihan dia pasti kelelahan."
"Hmm, biarkan dia tidur. Aku akan membangunkan yang lainnya saja" ucap Leo beranjak dan keluar di mana ketiga pria itu masih tertidur dengan gaya bebas mereka.
Pertama Leo membangunkan Raka, dia hanya menggoyangkan sedikit bahunya. "Bang bangun! Bangun ini sudah siang, apa tidak ke kantor?"
Merasa ada yang mengusik tidurnya Raka berusaha membuka matanya, "Ahh Leo, ini hari minggu, biarkan kami tidur lebih lama lagi, semalam kami begadang."
Leo menepuk jidatnya, padahal dirinya sendiri tidak ke Restoran karena hari minggu. "Astaga aku lupa, tapi bangun dulu! Ibu sudah siapkan sarapan nasi goreng, habis itu baru lanjut tidur."
Mendengar ucapan Leo, seketika ketiganya langsung bangun, dan duduk mengumpulkan nyawa yang belum stabil. Ya, karena Rian dan Tomi juga sudah terbangun saat Leo membangunkan Raka. "Jangan menghabiskan nasi gorengnya!"
__ADS_1
Leo tercengang lalu menggelengkan kepalanya. "Ya sudah, aku tunggu di dapur. Kamar mandi cuman ada dua, di kamarku sama di dapur."
Ketiganya langsung berdiri dan berlari, untuk masuk ke kamar mandi terlebih dahulu. Raka terpaksa mengalah, tidak sopan jika membuat kegaduhan pagi-pagi di rumah orang.
Dia duduk menunggu giliran di ruang makan. "Viona juga belum bangun?" tanyanya ke pada Leo.
"Belum, apa tidak masalah dibangunin? Takutnya dia marah jika tidurnya diganggu" balas Leo.
Raka menatap Leo, lalu menggeleng. "Dulu dia memang akan marah jika ada yang mengganggu tidurnya. Tapi semenjak bertemu dengan keluarganya dia akan marah jika tidak ada yang menunggunya untuk makan bersama, jadi dia harus di kasi bangun, kalau tidak! Dia akan merajuk."
Leo mengangguk mengerti. "Ya, sudah. Bang Raka ke kamar tamu bangunin Llilie" pintanya.
Raka beranjak lalu berkata. "Tidak Leo, aku sudah tidak tahan" balasnya langsung masuk ke kamar mandi setelah melihat Tomi keluar.
Leo jadi bingung, dia pergi mencari Ibunya di halaman belakang yang terlihat sedang membersihkan rerumputan yang mulai memanjang di kebun sayurnya. Dia menceritakan ke pada Ibunya, dan meminta, untuk membangunkan Viona.
"Leo! tangan Ibu sudah terlanjur kotor. Kalian sarapan saja ya! Soalnya Ibu sudah sarapan duluan tadi. Sampaikan maaf Ibu ke pada mereka, kamu taukan Ibu tidak boleh telat sarapan. Dan ini sudah mau jam sepuluh pagi!"
Leopun masuk ke dalam rumahnya, tapi dia masih melihat Tomi sendiri yang sedang memainkan ponselnya. "Bang Rian masih di kamar mandi?" tanyanya.
Tomi meletakkan ponselnya di atas meja, lalu dia berakata. "Kamu mau ke kamar mandi juga? Lebih baik kamu numpang WC tetangga! Dua orang itu seperti bersaing siapa yang paling lama."
Leo menghela nafas "Hm tidak,, jadi bagaimana dengan Lilie? Pasti mereka akan langsung makan jika sudah selesai."
"Astaga Leo! Kenapa membuat dirimu pusing? Kan kamu bisa bangunin Viona, tidak harus menunggu Kakaknya" ujar Tomi heran.
"Aku tidak enak, takutnya mereka bepikir yang tidak-tidak dan menilaiku kurang sopan."
__ADS_1
"Mereka sudah memberimu kepercayaan, jadi kamu jangan pernah merusak kepercayaan itu!" ucap Tomi yang mengerti kegelisahan Leo. "Bangunin sana! Pas dia bangun pasti mereka sudah keluar juga. Agar kita bisa sarapan, aku sudah sangat lapar."
Leo mengangguk, dia berjalan keluar menuju kamar tamu. Dia sedikit ragu untuk membuka pintu, dia mengetuk beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Akhirnya dia memberanikan diri untuk masuk.
Leo melihat Viona yang masih bergulum di bawah selimut. Dia tersenyum lalu berkata. "Dia memang suka tidur di ruangan yang dingin" sambil mengingat saat dia masuk ke kamar Viona di Menssionnya.
Leo sudah berada di samping Viona, dia menepuk pundaknya "Li bangun!" sahutnya.
Usaha pertama gagal, dia mencoba untuk kedua kalinya tapi gagal lagi. Dan yang ketiga kalinya Viona baru marasa terusik. Dia megusap matanya lalu membukanya perlahan, sejenak dia heran karena kamarnya berbeda. Tapi kemudian sudah mengingat kembali jika dia berada di rumah Leo.
Setelah nyawanya sudah terkumpul semua, dia baru melihat keberadaan Leo yang sudah berdiri di samping tempat tidur.
Leo tersenyum melihat muka bantal Viona, "Selamat pagi!" sapanya terlebih dahulu.
Viona tidak membalas sapaan Leo, dia beranjak dari tempat tidur dan langsung memeluk Leo.
Bugh
Leo sedikit terkejut, tapi seketika dia tersenyum dan membalas pelukan Viona. "Kenapa hm?"
Viona cuman menggeleng, dia juga sebenarnya sangat heran dengan dirinya yang tiba-tiba ingin memeluk Leo.
"Hmm, ya sudah kamu bersih-bersih dulu! Baru kita sarapan bersama. Yang lainnya pasti sudah menunggu."
Viona mendongak menatap Leo, kembali jantungnya berdebar-debar tak karuan. tapi dia merasa pagi itu, harinya sedikit berbeda setelah dia membuka mata dan orang yang pertama kali dia lihat orang yang dia cintainya.
"Buruan ke kamar mandi, ini ada ilernya" ucap Leo bercanda.
__ADS_1
Tapi Viona malah menganggapnya serius. dia lalu melepas pelukannya dan berlari ke luar menuju kamar mandi. Beruntung kamar mandinya sudah kosong. Dia menatap wajahnya di kaca tapi tidak melihat ada sesuatu di wajahnya. Dia baru sadar jika Leo mengerjainya. Dia cuman mencuci muka dan menggosok giginya setelah mendengar teriakan Kakaknya yang sudah kelaparan.
Saat sudah bergabung, semuanya langsung sarapan bersama, menikmati masakan Ibu Nur yang di masak dengan penuh kasih sayang. Viona menatap Leo, dan Leo hanya tersenyum melihat muka masam Viona.