KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
84. Pencarian


__ADS_3

Malam hari telah berlalu, tetesan air dari daun pepohonan menetes membasahi wajah Tomi yang sedang tidur di bawa pohon. Dia memilih bersandar di bawah pohon itu daripada di dalam mobilnya.


Dia terbangun merasakan kelopak matanya basah, padahal dia belum lama menutup matanya, semalaman dia masih tetap menunggu kemunculan Rian dan Viona, tapi pagi sudah menjelang keduanya belum juga terlihat.


"Apa kalian berdua benar-benar pergi meninggalkanku? Apa kalian tidak ingin balik lagi? Apa kalian berdua tidak ingin berkumpul setelah lama berpisah?" tanya tomi pada dirinya sendiri sambil menatap puing-puing yang tersisa.


"Semoga saja apa yang hatiku rasakan adalah suatu kebenaran" gumamnya pelan dan beranjak dari duduknya.


Tiba-tiba dari kejauhan beberapa meter, terdengar suara mobil yang makin mendekat, Tomi segera bersembunyi di balik pohon, dia mengira itu dari orang-orang penjahat yang tersisa.


Terlihat dua mobil berhenti di samping mobilnya. Ada sekitar sepuluh orang berpakain serba hitam, mereka adalah Bang Gondrong dan para pengawal lainnya.


Mereka baru saja tiba dari sejak tengah malam mereka menempuh perjalanan, sedikit memakan waktu karena hujan lebat mengakibatkan jalan jadi becek dan licin, belum lagi mereka sempat kesasar. Mereka melihat sekeliling, tidak ada siapapun di situ.


"Apa di sini posisi nona Viona terakhir kali?" tanya pengawal 1.


"Menurut informasi dari Zoya, benar di sini tempatnya!" balas Bang Gondrong.


"Terus kita harus mulai darimana terlebih dahulu?" tanya pengawal kedua. "Semuanya sudah habis terbakar"


"Kita bagi dua kelompok, yang pertama mencari di sekitar pepohonan, dan sisanya mencari di rumah yang terbakar itu, siapa tau kita mendapat petunjuk" ucap Bang Gondrong.


"Okk, tapi itu mobil siapa? Apa mobil itu yang di gunakan nona Viona datang kemari?" tanya pengawal yang lain.


Semuanya menatap, dan jalan mendekat ke arah mobil itu. "Apa kita buka mobilnya siapa tau ada barang-barang nona di dalam!"


Di balik pohon, Tomi mendengar semua omongan mereka. Dia sudah tau jika orang-orang itu adalah bawahan Viona karena panggilan mereka kepada Viona terdengar formal. Dia menampakkan diri saat mereka ingin membuka pintu mobilnya.


"Berhenti!" pintah Tomi dengan wajah datarnya yang tetlihat pucat, dan juga sedikit menggigil mungkin kerena kelamahan terguyur hujan.

__ADS_1


Semuanya berbalik, mereka bingung dari mana datangnya Tomi yang tiba-tiba muncul dari belakang. Tapi perbeda dengan Mutan, mereka sudah merasakannya sejak tadi, tapi tidak memberitahu yang lain. Karena mereka ingin tau terlebih dahulu, apakah Tomi kawan atau lawan.


Tidak melihat Tomi melakukan tindakan atau sesuatu yang mencurigan, para Mutan membiarkan sampai Tomi keluar dari persembunyiannya.


"Siapa kau?" tanya Bang Gondrong yang terlihat waspada. "Apa kau sudah melihat kami sejak tadi?"


"Ya, saya sudah melihat kalian sedari tadi! Saya teman dari nona yang kalian cari." sahut Tomi mangakui dirinya sebagai teman Viona.


Tidak langsung mempercayainya, bisa saja orang itu berbohong. "Jika kamu teman nona Viona, di mana dia sekarang? Kenapa tidak bersamamu?"


Tomi terdiam, dia bingung harus menjawab apa. Apakah dirinya menceritakan semua yang terjadi atau lebih baik diam.


"Ya belum lama kami berteman, aku datang bersamanya kemari untuk menolong Kakaknya yang di culik" jujur Tomi.


"Apa kau mencoba membohongi kami, Tuan Raka, Kakak dari nona Viona sedang berada di rumah dan dia tidur pernah di culik."


"Baik, kau tidak bisa lari kemana-mana." terpaksa mempercayai omongan Tomi, karena memang betul, mereka datang untuk mencari Viona bukan untuk berdebat.


"Jadi di mana nona Viona?" tanyanya ulang.


"Terakhir, sebelum rumah itu terbakar, Viona berada di dalam bersama dengan Kakaknya! Tapi aku yakin mereka berdua sudah keluar dari situ."


Semuanya terkejut, dua kemungkinan yang bisa terjadi terbakar di dalam rumah itu atau berhasil selamat tapi dalam keadaan luka parah.


"Bagaimana bisa kau meninggalkan nona Viona di dalam sana dalam keadaan yang berbahaya? Lelaki macam apa kau ini? Apa kau pantas di sebut lelaki?"


Tomi tidak marah, dia menerima hinaan itu, karena dia juga merasa seperti itu, tapj mereka tidak apa yang terjadi sebenarnya. Jika Tomi tidak menuruti perintah Viona, dia tidak di situ bersama mereka menjelaskan semuanya.


"Berhenti menyalahkannya, mending kita mulai melakukan pencarian sesuai rencana dengan dua kelompok" sela salah satu dari Mutan.

__ADS_1


"Kau ingut denganku!" pintahnya pada Tomi untuk mengikutinya masuk kedalam mobil dan mengambil beberapa makanan dan minuman yang ada di bagasi.


"Makan dan minumlah! Kau pasti kelaparan. Jangan sungkan"


Tomi menerimanya, memang dia sangat keleparan, tapi dia mengabaikan semua itu. Yang terpenting saat itu mencari keberadaan Viona dan Rian.


Tidak butuh waktu lama, Tomi sudah menghabiskan dua bungkus roti. "Terima kasih, tapi aku harus pergi membantu mereka mencari Viona."


"Hmm pergilah!" balasnya mempersilahkan, dia merasa kasihan kepada Tomi yang kondisinya sangat berantakan. "Aku sependapat denganmu jika nona Viona baik-baik saja! Karena kami para Mutan di ciptakan dan di buat olehnya. Jika nona meninggal, kami juga akan ikut menghilang menjadi debu" lanjutnya dalam hati sambil tersenyum.


...----------------...


Raka dalam perjalanan, dirinya tidak tenang jika hanya berdiam diri. Ada Thea dan Leo yang ikut bersamanya, mereka mamaksa untuk ikut karena juga sangat mengkhawatirkan Viona.


Satu Mobil lagi yang di tumpangi beberapa bawahannya, Raka mengajak mereka karena berpikir lebih banyak akan lebih cepat. Dia mengendarai mobilnya sesuai dari arahan Zoya melalui handsfree.


"Dek, semoga kamu baik-baik saja! Jika terjadi sesuatu denganmu aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri" batin Raka.


"Li kamu wanita yang kuat, aku yakin kamu baik-baik saja" Leo juga membatin dengan pikiran yang positif, padahal sama saja dia juga sangat mengkhawatirkan Viona.


Semalaman dia tidak tidur, setelah Raka menelponya dan menanyakan kabar Viona, Raka mengira Viona ada bersamanya. Dan pagi-pagi dia pergi ke Restoran untuk menanyakan kepada Thea tapi sama saja, Thea juga tidak tau keberadaan Viona.


...----------------...


"Dad! Hiks hiks, apa yang terjadi? Kenapa sampai sekarang belum ada kabar?" tanyanya pada sang Suami.


"Mom! Kamu harus berhenti menangis! kita akan tau keberadaan mereka setelah tiba di sana."


Ya, kedua orang tua Rian, langsung melalukan penerbangan setelah mendapat kabar dari orang yang di sewa, jika Rian dan Tomi tidak ada di Apertemen sejak kemarin pagi. Tapi tuan Jack tidak memberitahu sang Istri, itu akan membuatnya tidak pernah berhenti menangis. Dan baru kali ini orang yang di sewanya tidak menghilang seperti sebelumnya, entah apa yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2