
Sama halnya dengan Ray, dia baru mendengar kabar jika Viona tidak pulang dari kemarin dan tidak dapat di hubungi, mengetahui Raka mencari Viona ke dalam hutan dia langsung mengirimkan bala bantuan. Dia tidak dapat ikut karena berada di luar kota.
Raka dan Leo sudah tiba di tujuan, segera ikut mencari di sekitar kejadian. Hatinya sakit melihat rumah yang habis di lahap api, tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Viona berada di dalam rumah itu.
Sudah hampir seharian mereka mencari, tapi tidak mendapatkan apapun, mereka beristirahat sejenak memulihkan kembali tenaga mereka.
"Dek! Kamu di mana? Pulanglah!" ucap Raka sambil berlutut di atas debu hitam, air matanya sudah menetes tak terbendung. Dia bingung harus mencari ke mana lagi.
Semuanya ikut bersedih, tapi apa yang bisa mereka buat. Mereka sudah membantu semaksimal mungkin tapi tidak mendapatkan hasil.
"Li jangan pergi terlalu lama! Kamu lihat kan? Baru sehari kamu menghilang mereka semua bersedih merasa kehilangan" ucap Leo dalam hati. "Kamu harus baik-baik saja, kami semua merindukanmu."
Baru pertama kalinya dia merasakan yang namanya kehilangan, padahal itu belum tentu terjadi, tapi sudah sesakit itu yang dia rasakan, waktu Ayahnya meninggal dia masih sangat kecil balum paham dan belum mengerti yang namanya kehilangan.
"Rian kamu di mana? Di manapun kamu berada semoga kamu baik-baik saja. Aku yakin jika kalian berdua selamat" Tomi juga berucap dalam hati. Dan kondisinya sudah jadi lebih baik.
Raka yang masih posisi sama, sedang memikirkan kebaradaan Viona tiba-tiba beranjak saat mendengar bisikan dari Zoya. Tiba-tiba dapat melihat titik terakhir keberadaan Viona tapi hanya sebentar dan tidak dapat di lacak lagi. Itulah yang Zoya sampaikan kepadanya.
Raka menghampiri semuanya sedikit tergesa-gesa, "Ayo kita balik sekarang!" pintahnya dan masuk ke dalam mobil.
Semuanya bingung, kenapa Raka meminta mereka semua kembali. Tapi mereka semua hanya menurut.
"Bang kenapa kita pulang? Kita kan belum menemukan keberadaan Lilie!" tanya Leo yang sudah duduk di samping Raka.
Thea juga ingin menanyakan hal yang sama, tapi sudah keburu oleh Leo. Jadi dia menunggu jawaban Raka.
"Zoya mendapat titik terakhir keberadaan Viona di tempat yang berbeda, tidak lagi di dalam hutan ini!" jelasnya.
Leo dan Thea terdiam, mereka memikirkan ucapan Raka barusan. Itu berarti Viona baik-baik saja karena sudah dapat di lacak kembali.
"Syukurlah Bang! Tapi di mana Lilie sekarang? Apa kita langsung menemuinya?" tanya Leo, yang sudah bernafas sedikit legah.
"Katanya dia berada di depan Rumah Sakit, tapi setelah itu tidak tau lagi!" jawab Raka yang mendengar kembali bisikan dari Zoya.
__ADS_1
"Depan Rumah Sakit? Apa ada yang menolongnya dan membawa ke Rumah Sakit?" Tebak Leo.
Raka menoleh menatap Leo, dia tersenyum berharap apa yang di katakan Leo suatu kebenaran. "Hmm bisa jadi! Semoga apa yang kamu katakan adalah kebenaran.
"Ya semoga! Jadi kita harus mulai pencarian lagi di sekitar rumah sakit" sela Thea.
Raka setuju, dan dia merogoh ponselnya setelah memasuki kota. Semua pesan dari Zoya baru masuk karena jaringan dalam hutan itu benar-benar tidak ada biar cuman satu. Karena selama ini Bora menggunakan jaringan Satelit yang tidak bisa di lacak jika menggunakan jaringan itu.
Tomi juga ikut pulang, dia mengikuti mobil Raka, dia berpikir Raka sudah menemukan Viona, yang berarti dia bisa menanyakan keberadaan Rian. Sedikit bingung karena mamasuki kota, tapi dia tidak peduli, dia terus mengikutinya.
Yang lain sudah pulang atas perintah Raka, hanya tinggal Bang Gondrong dan dua kawannya yang ikut serta, karena Raka tidak ingin menjadi pusat perhatian membawa rombongan ke Rumah Sakit.
...----------------...
"Dad! Bagaimana? Apa mereka belum bisa dihubungi? Atau kabar terbaru dari orang itu?" tanya pada sang suami.
"Ponsel mereka belum aktif, dan hanya ada satu kabar. Mereka mendapat bukti jika pagi sekali Tomi keluar dari Apartemen dan pergi ke kediaman Wijaya!"
"Wijaya! Siapa dia? Apa ada hubungannya dengan pencarian mereka?"tanyan lagi.
"Apa mungkin Rian sakit? Dan berdiam diri, hah! Tapi kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi Nak?" sahutnya.
Kedua orang tua Rian masih belum tiba juga, mereka masih harus melakukan transit satu kali lagi baru tiba. Karena cuaca buruk, keduanya harus berputar-butar ke sana kemari..
Hanya mendapat rekaman Tomi yang kaluar dari Apartemen, karena Viona sudah menyuruh Zoya untuk mengahapus di bagian penculikan Rian.
...----------------...
Tiba di Rumah Sakit, Raka, Leo dan Thea langsung mencari Viona, Bang Gondrong dan kawannya mencari di bagian luar. Raka menanyakan pasien atas nama Viona kepada Resepsionis.
"Maaf, tidak ada nama pasien atas nama yang Anda cari!" ujarnya.
"Mbak, tolong cari sekali lagi!" pintah Raka memohon agar lebih teliti lagi, siapa tau nama Viona terlewatkan.
__ADS_1
"Ya Mbak coba lihat sekali lagi, kalau tidak kemarin, nama pasien untuk hari ini!" sela Leo juga memohon.
Mbak yang bertugas itu menurut, dia harus tetap melayani tamu dengan baik, seringkali dia berjumpa seperti tamu seperti mereka.
"Saya sudah mengulang sebanyak tiga kali, tapi tetap saja sama, tidak ada nama pesien yang tercantum! Mungkin pasien yang Anda cari di rawat di Rumah Sakit lain."
Semuanya terdiam, mereka bingung harus kemana lagi untuk mencari, Bang Gondrong pasti juga sama karena dia belum mengasih kabar.
Tiba-tiba seorang Dokter datang dan bertanya. "Apa yang terjadi? kenapa berkumpul di sini?"
Raka berbalik dan melihat sang Dokter, dia tersenyum ternyata Dokter Gus lah yang menyapa mereka. Sekaligus Dokter yang menangani Raka saat dia masuk Rumah Sakit, tentu dia masih mengingat wajahnya, karena baru kemarin mereka bertemu.
"Eh Dok maaf sebelumnya jika kami mengganggu. Emm ini, aku sedang mencari Adikku Viona!"
"Kirain siapa! Ternyata Tuan Raka, bagaimana kondisinya apa sudah sembuh total? Adik! Oh nona yang kemarin bersama Tuan Raka?"
"Sudah Dok, aku sudah sehat. Oh iya, panggil Raka saja Dok! Lebih enak ngobrolnya, iya Adikku Dok tapi katanya tidak ada di data pasien."
"Ah baiklah Nak Raka, tapi kenapa kamu mencari Adikmu di data pasien? Bukannya dia kemari karena mengantar saudaramu yang satu, berarti nama dia yang ada di data!"
Mereka semua bingung saudara yang mana Dokter maksud. "Apa Dokter bertemu dengannya? Kapan dan di mana?" cercanya.
"Ya aku bertemu dengannya semalam, emm kalau tidak salah nama pasien yang dia antar bernama Rian Jackson" jelasnya. "Tapi dia juga sedikit terluka"
"Appaa? Rian Jackson! Di mana dia sekarang Dok? Dia di rawat di ruangan apa?" Sela Tomi yang baru masuk dan mendengar Dokter menyebut nama Rian.
Semuanya menatap Tomi heran, kenapa dirinya bisa mengenal nama yang sebut Dokter Gus.
"Ya, apa kamu mengenal pasien?" tanya Dokter ke pada Tomi.
"Tentu, Aku temannya Dok, kami datang juga untuk mencarinya."
"Apa dia lelaki yang kamu maksud?" kali ini Raka yang bertanya, dia sudah mendengar sebagian cerita dari Tomi.
__ADS_1
Tomi mengangguk, tidak sia-sia dirinya mengikuti Raka balik dari hutan, hampir saja dia kembali kesana setelah tiba di kota.
Semuanya mengikuti Dokter Gus, menuju ruangan Rian yang berada di VVIP 1. Akhirnya mereka bisa bernafas dengan tenang.