KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
TAMPAN


__ADS_3

Di taman..


" Huft,"


"Susah juga bawa buku sebanyak ini," Keluh Neta.


"Awas Lo Seno, bakalan gue bales , beraninya dia ngibul gue," Gumam Neta, sambil memandangi pemandangan yang ada di taman sekolah.


Sebelum Neta berangkat ke sekolah, Seno sudah menyiapkan buku buat Neta untuk di bawa ke sekolah, bukannya buku pelajaran tapi yang di bawa Neta malah Novel romantis.


"Pantesan, pak Aditya menatap gue dengan mengintimidasi, lah yang gue bawa bukan buku pelajaran, Untung gue sempat mengalihkan perhatian nya." mengacak rambutnya karena frustrasi.


"Gue sumpahin Lo Seno, kurapan, panuan,jamuran, kudisan, gendut ,perutnya buncit dan apalah yang bisa buat Lo gak di sukai wanita manapun," ucap Neta dengan bibir yang kumat-kamit dengan sumpah serapahnya.


"Hhhacchuuu.. Siapa yang ngatain gue??" ucap Seno yang lagi di kantor dia.


"Sejak gue bangun dan berada di tubuh ini, masih belum juga mendapatkan jawaban kenapa pemilik tubuh ini meninggal? terus bagaimana bisa gue melewati ruang waktu yang menurut gue ini hanya ada di novel dan di komik saja," bertanya pada diri sendiri.


"Kalau kasus pembullyan gue rasa, mereka gak senekat itu membunuh Neta , yah meskipun ada juga yang nekat ,,pasti ada faktor lain yang gak di ketahui, gue harus mencari tahu ,,semangat Neta gue nyakin Lo bisa , karena apa ,yah karena gue pintar. Hahaha..," mengepal tangan dan bersurak memberi semangat buat diri sendiri.


"Ups," menutup mulutnya agar berhenti tertawa. " gak ada orangkan,, nanti gue dikira gila lagi ngomong sendiri dan ketawa sendiri," celingak-celinguk melihat2 apa kah ada orang lain.


TING.. pesan masuk


"Neta kemana Lo?? buruan kesini ganti baju, bentar lagi jam olahraga," pesan dari viola.


"Oke" send..


*Ruang ganti*


Neta, Viola dan Meta Menganti pakaian, sekarang ini hanya tinggal mereka ber3 karena yang lainnya sudah duluan dan menuju lapangan.


"Net cepetan, gue gak mau terlambat," protes meta yang kesel melihat kelakuan Neta yang lama ganti baju.


CEKLIKK.. Neta keluar dari ruang ganti . " Wow ,Neta Lo tambah berisi yah,?" ledek meta melihat tubuh Neta yang lekuk tubuhku sangat pas di bajunya. "Ini bajunya yang kekecilan," kilah Neta ,Neta sadar kalau berat badan dia naik semenjak dia masuk di tubuh ini.


"Sudah kita kelapangan dulu, bahasnya nanti saja," Ucap Viola agar mereka berhenti, bisa2 gak bisa olahraga kalau mereka masih berdebat.


"Lama banget sih bapaknya, niat gak sih ngajar," ngoceh meta yang mulai kepanasan..


Tak.. tak.. tak ..


"Oh, my God!!" tercengang meta dengan mulut menganga, karena terkejut sekaligus takjub melihat siapa yang ada di depannya.


"Woii, Lo kenapa..? Sapu tuh ilernya, dan tutup mulut Lo , kasian gue liat lalat masuk di mulut Lo yang bau itu." ucap Neta yang heran melihat kelakuan meta, yang gak ada habisnya kelakuan somplak nya.

__ADS_1


"Neta coba Lo liat kedepan,"ucap Viola sambil menepuk pundak Neta.


"Ada apa?," tanya Neta dan melihat ke depan. " Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan?" batin Neta menatap pria yang menggunakan baju biasa warna biru, celana training list putih, dan sepatu warna putih di tambah topi yang ada di kepalanya. Menambahkan aura ketampanannya yang tidak bisa Neta ungkiri.


Mata Neta dan Aditya bertemu,Neta yang menyadarinya langsung mengalihkan pandangannya agar tidak ketahuan kalau dia terpesona dengan ketampanan Aditya, Aditya hanya tersenyum kecil, sekecil2 ya agar tidak ketahuan siswanya bahwa dia sedang tersenyum.


"Baiklah anak2,, saya di sini menggantikan pak Dimas, beliau tidak bisa mengajar karena ada urusan, saya harap kalian bisa berkerja sama dengan saya sampai jam olahraga selesai," ucap Aditya memberi penjelasan kepada anak didiknya.


"Gak masalah pak, malah saya senang kalau bapak yang ngajar olahraga tiap hari pun saya mau, asal bapak yang ngajar," ucap Meta sambil mengedipkan satu mata ke arah Aditya.


"ganjen banget jadi cewek," sahut Ferly dan di dengar oleh meta.


"syirik aja Lo, mau gue rayu juga Lo?" tanya ketus meta ke Ferly.


" O.G.A.H," jawab ferly menekan setiap huruf.


Aditya tidak menghiraukan ucapan meta dan Ferly dia hanya menggangap itu candaan. "Baik, saya akan jelaskan olahraga apa hari ini, tapi sebelum itu kita lakukan pemanasan dulu," ucap Aditya yang siap2 meragakan dan di ikuti siswa/i nya.


Setelah selesai melakukan pemanasan, Aditya menyuruh untuk istirahat sebentar. "Baiklah, hari ini kita main voly, dan lawan kalian kelas IPS yang kebetulan jam olahraga kalian sama," kata Aditya yang mempersilahkan kelas IPS bergabung di lapangan.


"Bakalan asik nih," ucap Viola yang menunjuk kedepan dengan dagunya, Neta dan meta mengikuti arah pandang Viola dan benar saja itu bakalan asik, karena di sana ada geng Amanda sedangkan Ferly tersenyum licik saat tau siapa yang akan menjadi lawan kelasnya.


PRITTT.. Aditya meniup peluit, tanda permainan di mulai.


Neta,Viola, Meta, Ferly,sari dan melati jadi pemain. Sedangkan dari pihak lawan Amanda, Anggi,Amel,Icha,Dian, dan Zakiah menjadi lawan mereka.


Anggi melompat dan memukul bola dengan teknik smash kearah Neta. " Neta awas!!" ucap Viola.


"BRUKKK.. ah " jatuh Neta yang tidak bisa mengelak serangan dari lawan.


"Neta Lo gak apa2??" tanya viola dan diangguki Neta.


Pritttt .... menandakan lawan mencetak angka "1-0," kata Aditya.


"Neta kamu mau lanjut atau di gantikan?" tanya Aditya.


"Lanjut dong," kata Ferly tersenyum kearah Neta. Neta hanya membalas dengan senyuman. "Lanjut pak," jawab Neta ke arah Manda dan teman2nya dengan senyum licik.


"Lo pasti bisa, semangat Neta," teriak teman2 Neta yang menjadi penonton, Neta pun mengepal tangannya kedepan dan tersenyum kearah teman2ny, Semua orang yang melihat senyum Neta terpesona dan itu tidak luput dari pandangan Aditya.


Pritttt.. Aditya meniup peluit.


Meta yang kali ini giliran memukul bola berhasil di tahanan oleh Amanda ,dan Amanda menyerang balik, tapi yang dia tuju kearah Neta , Neta hanya tersenyum miring kearah Amanda dan itu berhasil membuat Manda marah.


BRUKKK.. Brukkk.. Brukkk... Brukkk ...

__ADS_1


Neta membalas serangan bertubi-tubi ke geng Amanda setiap kali dia mendapat bola voli.


Pritttttt... Neta terus mencetak angka dengan teknik smash dan itu pasti dia tuju ke arah geng Manda yang tidak bisa menahan serangan Neta.


Waktu berjalan dan jam olahraga masih 1 jam lagi baru selesai.


"Awas kau Neta," batin Manda , dia merasakan kesakitan di badannya karena serangan dari Neta setiap kali mendapatkan bola voli.


Ferly yang kali ini giliran memukul bola memberikan ke Amanda ,agar manda bisa membalas serangan dari Neta karena sudah berhasil membuat kulit mereka lebam terkena bola voli.


Amanda memukul bola dengan sangat keras agar Neta tidak bisa menahan serangan, tapi mereka tidak tau Neta yang sekarang bukan Neta yang dulu mudah di bully.


BRUKKK... serangan balik dari Neta berhasil menahan serangan Amanda, bukannya menuju Amanda tapi dia menuju Anggi.


"Ahhh!!! desah Anggi yang menahan sakit di hidungnya saat di sentuh..


"Anggi maaf gue gak sengaja," kata Neta berjongkok di hadapanAnggi dan memberikan tisu.


"Buat apa tisu??" tanya Anggi.


"Buat hidung Lo yang keluar darah," jawab Neta santai.


"Hahhh!!!" kata Anggi sambil menyentuh hidungnya dan benar saja keluar darah, Anggi yang kebetulan tidak bisa melihat darah langsung pingsan.


"Neta ini semua gara2 lo," menarik kerah baju Neta.


"Apa yang kalian ributkan, cepat bawa ke ruang UKS." ucap Aditya melerai pertikaian Neta dan icha.


"Biar saya saja pak," jawab ketua kelas Bemo menggendong tubuh Anggi dan menuju ruang UKS.


"Awas Lo Neta, ini belum selesai," kata Icha melepaskan Neta dan mengikuti ketua kelas.


Neta hanya merentangkan kedua tangan dan tersenyum ke arah Aditya.


"Neta kau!!" kata Aditya yang geram melihat kelakuan Neta.


"apa pak, saya tidak salah ,ini kan cuman permainan lagian saya tidak tau kalau dia tidak bisa menahan serangan saya, jadi saya tidak ada hak buat di marahi oleh bapak, dan saya juga tidak sengaja tanya saja sama yang lain," jawab Neta santai.


"Betul pak," jawab yang lain serempak.


Aditya hanya bisa diam saja ,emang benar yang di katakan Neta tapi tetap saja Aditya merasa ada yang mengganjal di hatinya.


"Baiklah, jam olahraga masih tersisa 45 menit kalian bisa melakukan olahraga lain dan saya akan memperhatikan kalian di sana," kata Aditya menunjuk kursi di bawah pohon .


"Dan kamu Neta, setelah pulang sekolah kamu ke UKS dan minta maaf ke Anggi," ucap Aditya yang masih kesal dengan Neta dan semakin kesal melihat Neta tersenyum.

__ADS_1


"baik pak," jawab Neta .


__ADS_2