KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
Pemberani..


__ADS_3

Happy Reading.


Di dalam kantin.


"Neta kamu mau makan apa?" kata Viola duduk di seberang Neta.


"Iya Net, kamu mau apa? kalau aku sih bakso atau sushi, kamu Vi mau apa?" Menarik kursi dan duduk di sebelah Neta.


"Aku samain aja lah, lagi gak mood pilih makanan," Jawab Neta dengan wajah di tekuk. "Aku juga samain aja," Ucap viola tersenyum sambil senyum-senyum.


"Oke, aku mesan dulu yah," Meta berdiri dari tempat duduknya dan segera menuju tempat pesan makanan.


"Wah... Wah... Wah... Siapa ini? Anak baru yah?" Ucap seseorang yang baru saja datang, dia berdiri di samping Neta dan tersenyum sinis.


"Ngapain lo kesini?" Tanya viola dengan nada datar. Meta yang melihat ada keributan langsung samperin Neta dan Viola.


"Heh!! Kenapa emang gak boleh? Ini kan kantin bebas dong gue mau ngapain di sini." Ucap nya melirik ke arah Meta, Meta melotot tanda dia tidak suka.


Neta Hanya bersikap acuh dan tidak memperdulikan apa kata cewek tadi. Dia hanya fokus dengan ponselnya saja.


"Lo dengar gak sih, gue ngomong!!" Teriak Amanda geram, siswa lain langsung menatap Amanda dengan kesal, karena sudah menganggu ketenangan di sana.


"Ih Lo gak usah teriak-teriak segala, emang sini pasar apa? heran anak monyet mana sih yang lagi lepas," Ucap Meta yang mulai kepancing emosi.


"Permisi ini makanannya," Ucap asisten kantin, menaruh makanan yang baru saja di pesan oleh Meta, Lalu beliau pergi melanjutkan pekerjaannya.


"Cih, Manda pasti ingin berolah lagi, sudah untung keluarga Neta gak keluarin dia dari sekolah ini," Bisik anak murid yang tidak jauh dari sana.


"Hi!! Lo ngomong apa hah?" Tanya Manda mendekat ke arah siswi tadi. "Emang kenyataannya gitu kan, Lo gak tau malu, udah untung bisa sekolah disini ingin sok jagoan," Ucap viola yang sudah geram dengan sifat Amanda yang sok berkuasa di sekolah.


"Udah lah Vi, gak usah peduliin. Yang waras galah aja." Ucap Neta yang akhirnya membuka suara, dia berdiri ingin pergi, tapi sayang. Tangan Neta di tahan oleh Amanda.

__ADS_1


"Gue belum selesai yah sama Lo Neta," Ucap manda dengan amarah yang berapi- api. "Terus mau kamu apa?" Kata Neta mendekat ke arah Amanda.


"Masih untung Lo dan teman-teman Lo sekolah di sini, coba kalau Lo keluar dari sekolah ini. Emang ada yang mau nerima penjahat kayak kalian, heh?" Tanya Neta menatap tajam ke Manda dan teman-temannya.


Nyali mereka langsung ciut, mendapat tatapan tajam dari Neta dengan aura yang berbeda.


Neta mendekat kan diri, dan berbisik ke telinga Amanda. "Gue juga bisa melakukan hal yang sama, seperti yang kalian lakukan ke gua," Mata Amanda langsung terbuka lebar, mendengar ancaman dari Neta, Amanda mengepal tangannya menahan amarah.


Setelah Neta mengatakan kalimat itu, Neta lantas tersenyum mengejek ke arah Amanda.


Emosi Manda tidak bisa di tahan lagi dan langsung menampar Neta, beruntung tubuh Neta reflek jadi bisa menghadang tamparan Amanda.


"Hemm mau tampar gue?" Menaikan alisnya dan mengencangkan genggaman di tangan Manda.


Semua orang yang melihat perlawanan Neta, menatap takjub, sekaligus takut karena aura membunuh. Keluar dari tubuh Neta.


"Ah!!" Desis Manda karena Neta menggenggam tangannya sangat kuat. "Dengar yah Amanda, gue diam bukan berarti gue lemah, apa lagi takut sama Lo dan gue meminta sama orang tua gue. Jangan keluarin kalian dari sekolah ini, biar gue bisa membalas apa yang selama ini kalian lakuin ke gue, paham!!" Ucap Neta yang semakin mengencangkan genggamannya.


"Hah!!" Manda terkejut, dia tidak mengira kalau Neta seberani ini menamparnya. Manda menatap Neta dengan kebencian. "Plakkkk," Pipi kanan, bisa di rasakan betapa perihnya tamparan Neta, yang bergema di ruangan kantin itu. "Plakkk... Plakkk..." Kiri kanan, bertubi-tubi, sampai empunya tersungkar ke bawah. Manda memegang pipinya dan keluar darah dari sudut bibir dia.


"Amanda!!" Teman-teman Amanda langsung menghampirinya, dan melihat bekas tamparan yang Neta berikan ke Amanda.


"ni Belum seberapa Manda," Menjambak rambutnya dan menuangkan air jus jeruk ke kepala Manda. "Prankkkkkk.. Ups, Sorry" menjatuhkan gelas di depan Manda, suntak semuanya menjerit histeris.


"Neta... sudah net," Ucap meta gemetaran melihat Neta seperti itu, sangat mengerikan. "Iya Neta, lebih baik hentikan sekarang," Ucap Viola membujuk Neta.


Neta berjongkok dan hanya menatap wajah Manda dengan senyum sinis." Ternyata segini doang nyalinya, gak asik banget," Batin Neta, yang kini ingin beranjak pergi meninggalkan Amanda.


"Neta apa- apaan ini!?" Teriak seseorang dari kejauhan.


"Kenapa semuanya berantakan, dan apa yang kamu lakukan kepada teman kamu heh?"

__ADS_1


Neta yang di sebut namanya pun memandang orang tersebut dengan surut mata


tajam. JLEBBBBBBBB semua orang yang baru saja datang langsung terdiam, mendapat tatapan tajam dari Neta.


"Apa kau ingin saya keluarkan dari sekolah ini? Bisa-bisanya kamu menyakiti teman kamu sendiri," Ucapnya lagi dengan wajah memanas.


"Pak tolong saya pak, saya tidak tau kenapa Neta menyerang saya, hiks... hiks..," Ucap Manda yang terus menangis.


"Bohong pak, dia duluan yang gangguin Neta, kalau gak percaya tanya sama anak-anak lainnya. Lagian aku nyakin mereka menjawabnya dengan jujur," Ucap viola dengan senyum mengering, semua orang yang melihat senyum itu bergidik ngeri.


"I... Iya pak benar," Semua murid langsung mengangguk dengan cepat karena takut dengan senyuman viola.


Neta pun berjalan menuju kepala sekolah sambil menyerit Manda, dan manda hanya bisa pasrah dengan guntai mengikuti langkah Neta.


"Bapak nyakin ingin mengeluarkan saya dari sekolah ini?" Ucap Neta sambil mengangkat satu alis, "Silahkan kalau bapak mau dengan senang hati saya keluar dari sekolah ini,"


"Tapi.." Neta mengencangkan Cengkraman nya di kepala Amanda. "Ah!!" Menahan tangan Neta.


"Bapak juga harus tau, sekolah ini bakal di tutup, kalau bapak mengeluarkan saya. Apa lagi insiden beberapa hari lalu, apa bapak nyakin?" Melepaskan cengkraman dengan keras dan berjalan menuju kelas.


"Apa yang kalian lihat! cepat bubar!"


Orang yang melihatnya pun hanya diam dan bubar menuju kelas masing-masing.


"Sungguh pemberani dan menakutkan," Batin Aditya sambil menggelengkan kepalanya.


"Mam*us Lo, Makaya jadi orang jangan jahat, makan toh karma," Ucap meta berlalu dan menyusul Neta.


"Enak?" kata Viola berlalu.


"Pak Aditya kau wali kelasnya kan? ku serahkan semua pada mu," Ucap kepala sekolah memijit pelipis dan berlalu.

__ADS_1


"Baik pak," Ucap Aditya membungkukkan badan.


__ADS_2