KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
VIOLA VARRELRY ANGKASA


__ADS_3

Neta dan viola turun kebawah, karena sudah terlalu lama berada di balkon. Dan kebetulan cuaca sedang tidak bersahabat, sehingga, grimes dan angin yang cukup kencang.


Mereka berjalan menuruni anak tangga yang lumayan banyak, Semua mata menatap kagum dengan ke cantikan Neta dan viola. "Siapa wanita yang sedang menuruni anak tangga itu?" Tanya seorang wanita paruh baya.


"Saya juga tidak tau nyonya." Jawab pelayan itu dengan merendahkan tubuhnya, agar suaranya terdengar wanita paruh baya yang sedang duduk di kursi roda.


"Di mana Jino?" Bisik viola, sambil mencari keberadaan Jino Kakanya Neta.


"Entahlah, bantuin gue cari dia." Berjalan menelusuri aula.


Baru saja, Neta jalan. Tiba-tiba tangannya di cegat seseorang. "Lepaskan tangan gue." Berusaha menepis.


"Lo ngapain ke sini?'' Tanya wanita itu.


"Heh! Lo gak cocok di sini, berani-beraninya Lo masuk kesini. Apa Lo punya undangan nya?" Tanya lagi Ferly kepada Neta.


"Bukan urusan Lo." Berusaha menepis tangan Ferly, dan mencari Jino.


"Gue ingin melihatnya, mana?" menadahkan tangan.


"Ferly, Lo apa-apaan sih, lepasin gak!" Teriak viola, dan itu menjadi tontonan semua orang.


"Oh, apa jangan-jangan. Kalian berdua masuk tanpa undangan lagi, Atau?" Mengitari tubuh Neta sambil memainkan hujung rambutnya.


"Atau apa?" Tanya viola, yang mulai geram. Tapi berusaha dia tahan, agar tidak merusak pestanya.


"Atau, kalian ke sini bersama om-om lagi. Oh My God! Kalau emang benar, ini bisa jadi bahan berita di seluruh sekolah." Tersenyum licik.


"Kau?" Yang sudah kehilangan kesabarannya.


"Buktinya, Neta diam dan tak menjelaskan, atau membantah. Apakah yang gue bilang itu benar?" Menatap mata Neta dalam-dalam.


Neta masih tak bergeming sama sekali, dia hanya diam menatap Felry, yang terus berbicara tanpa henti.


"Kenapa Neta? Apa yang gue katakan benar?" Dengan senyuman mengejek.


"Apa kau bisa diam?" Teriak viola yang sudah tidak tahan lagi.


"Seperti suara viola?" Batin Jino, Jino langsung menuju sumber suara tadi. "Permisi!" Ucap Jino yang berusaha, masuk kedalam kerumunan.


Ferly ingin menampar wajah Neta, tapi berhasil Neta tahan. "Aghhtt." Ringis Ferly saat tangan dia di genggaman erat oleh Neta.

__ADS_1


"Lepaskan!" Teriak Ferly.


"Siapa gadis itu, Apa dia tidak tahu malu?" Tanya wanita yang tak jauh dari sana.


"Entahlah, Sejak tadi dia hanya omong kosong saja. Apa dia tidak tahu? Kalau disini, semua undangan di cek dengan ketat." Bisik wanita yang lain.


"Bukankah, dia anak dari keluarga Jurdes?" tanya wanita di sebelahnya.


"Benar, Aku rasa apa yang dia katakan benar juga, lagian aku baru pertama kali bertemu dengan wanita ini." bisik lagi, semua orang yang ada di aula saling berbisik satu sama lain.


"Hah! Apa kau mencuri undangan orang lain?" Tanya Ferly kepada Neta, Neta hanya tersenyum lalu melepaskan tangan Ferly.


"Ha... Ha... Ha... Lihatlah mereka berdua, demi mendapatkan pria kaya. Mereka berani mencuri undangan, apa kau tak ada rasa malu?" mengangkat satu alisnya, sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Perempuan tak tahu malu." Bisik seorang pri.


"Percuma cantik, tapi gak ada nilainya, sungguh menj***kan." Sahut pasangan pria itu.


Jino hanya menatap Neta, dia ingin melihat apakah Neta akan melawan atau diam dan pergi dari pesta seperti 2 tahun yang lalu.


"Kak Jino." Gumam viola, tapi masih terdengar oleh Neta.


"Baiklah, akan aku buktikan. Kalau aku tidak mudah di bully." Batin Neta.


Neta terus menatap Jino yang acuh padanya, terasa sakit, dan tidak percaya. Tapi ini yang terjadi kenyataannya.


"M****s kau Neta, malam ini akan gue balas semuanya. Atas apa yang Lo lakuin tadi siang." Tersenyum mengejek.


"Apa kau dengar, kau adalah wanita rendahan yang tak ada apa-apanya." bisik ferly di telinga Neta.


Viola sudah tidak tahan lagi, rasanya dia ingin menjambak, memaki, menampar dan sebagainya. Karena sudah geram kepada Ferly.


"Lihatlah, kedua wanita ini. Kalau aku pasti pergi dari sini." ucap yang lain dan di iyakan semua orang.


Ferly tersenyum puas, karena sudah berhasil membuat nama Neta dan viola hancur. Di depan umum.


"Apa kau puas, Kalau aku jadi kamu." Baru setengah Ferly berbicara.


PLAKKKK... Tiba-tiba Neta menampar pipi Ferly. Semua orang terkejut termasuk Jino yang tidak menyangka kalau adiknya seberani ini.


"Apa kau sudah cukup, bicara omong kosongnya?" Tanya Nate kepada Ferly, yang sedang. Mengelus pipinya yang merah atas tamparan tadi.

__ADS_1


Viola tercengang, apa yang dia lihat barusan. Dia separu tidak percaya apa yang barusan terjadi di hadapan dirinya.


"Apa gue sedang bermimpi." Ucap Viola dan di cubit oleh Neta di bagian lengan. "Sssstttt." Ringis viola mendapat cubitan dari Neta.


"Kau tidak bermimpi." Ucap Neta yang tersenyum menatap Viola.


"Apa benar dia Neta, atau ini adalah saudara kembar Neta. Tapi Neta kan tidak ada adik atau kaka selain Seno dan Jino." Batin viola yang terus menatap Neta.


"Berani sekali kau!!" Ingin menampar wajah Neta.


PLAKKKK.. Neta langsung menampar pipi Ferly, tapi Viola. Berhasil menahan tangan Ferly.


Neta terus berjalan kedepan, dan Ferly berjalan mundur langkah demi langkah. "Apa... Apa?" gugup Ferly.


"Kyaaaaa." Teriak Ferly dan orang-orang, melihat Neta menuangkan minuman ke wajah Ferly.


"Dengar yah Ferly, Mau aku pergi dengan siapa, dapet undangan dari siapa. Itu bukan urusan Lo, yang jelas gue gak mengunakan cara kotor yang Lo maksud itu. Paham." Mencengkram pipi Ferly, Ferly hanya bisa mengangguk kepalanya. Tanda dia paham.


Jino tidak menyangka, kalau Neta akan seberani ini. Dan itu berhasil membuat dirinya bangga.


Jino berjalan ke arah Neta. "Apa kau tau siapa dia?" Tanya Jino ke Ferly dan ke Semua orang.


"Dia adalah adik ku, dan jelas dia bukan simpanan om-om. Kalau kau berani menyakiti dia dan teman-temannya, bersiaplah. Keluarga Jurdes akan hilang dari muka bumi ini." Ancam Jino ke Ferly.


"Wah benar, dia kan yang tadi datang bersama Prisder Jino?" ucap wanita yang baru saja mengatakan hal jelek kepada Neta.


"Benar." Dan langsung di setujui semua orang.


"Hemmm... Jadi dia adalah adiknya Jino." Gumam pangeran dan menyeringai.


"Terus siapa wanita yang satu ini?"


" Dia adalah anak teman ayah saya." Lantang Neta sambil menatap Ferly.


"Viola Varrelry Angkasa, aku rasa kalian tau semua." Tersenyum ke arah viola.


"Jadi dia adalah dari keluarga angkasa." bisik semua orang yang tidak percaya apa yang mereka lihat dan dengar barusan.


Neta & Seno


__ADS_1


__ADS_2