KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
*ADA APA DENGAN META*


__ADS_3

Gina dan Rika asik mengobrol masa lalu mereka, awal mereka bertemu sampai mereka berpisah, sampai-sampai Neta yang mendengarnya mulai jenuh dan konsentrasinya terganggu.


"Mah... Berisik ih!! Sana mama pergi jauh-jauh, kan konsentrasi ku terganggu. Belum lagi bunga yang mama rusak, kasian tau." Oceh Neta dengan nada jengkel. Bunga yang dia petik dari taman belakang selalu di permainkan dan di rusak Rika.


"Astaga nih anak, bukannya mamanya yang di khawatirkan. Takut kena duri, malah bunganya yang di khawatirkan." ngomel mama Rika yang tak mau kalah.


"Siapa Rika yang sedang berbicara dengan kamu?" Tanya Gina yang penasaran.


"Dia anak ku, oh ya Gina, kalau ada waktu kita bertemu yah. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan, mau kan?" Rika dengan antusias mengajak Gina bertemu secara langsung.


"Baiklah, aku tunggu kabarnya, ya sudah. Kamu lanjutkan saja kegiatan yang tertunda tadi, aku tutup dulu, Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rika setelah itu mereka mengakhiri panggilan telphon.


"Akhirnya," gumam Gina lalu masuk kedalam rumah.


"Siapa mah?" Tanya Neta yang penasaran, sejak dari tadi Rika senyum-senyum terus.


"Teman mama waktu SMA dulu,"


Neta manggut-manggut dan ber oh saja, males bagi Neta bertanya lagi, karena sudah tau. Kalau Neta bertanya lagi pasti Rika akan bercerita sampai besok, besok dan besoknya lagi. Sampai akhirnya mereka bertemu.


*** ***


Gina masuk kedalam rumah dengan penuh semangat dan terus tersenyum, kadang tertawa sendiri, kalau mengingat pembicaraan Rika dengan dirinya.


"Ya ampun!! Kalian langsung menghabiskan tanpa tersisa buat bunda? Sungguh terlalu." Duduk di samping suaminya dengan wajah di tekuk.


"He... he... he... Habis baunya sedap betul Bun, gak tahan kami. Yah langsung kami makan deh," Reza Menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Dan langsung menghabiskan kue yang ada di tangan dia. Dengan sekali suapan .


Di rumah Euginus.


Neta dan Seno saling bertatapan, Mereka siap menjawab pertanyaan yang Seno ajukan kemarin.


"Ingat yah, tidak boleh menarik ucapannya sendiri. Buruk sikuan nanti," Ancam Neta yang yakin kalau jawabanya benar.


"Iya bawel banget kamu, udah jawab aja." Ketus seno, entah kenapa firasat nya mengatakan. Kalau Neta menemukan jawabannya.


"Nyesel gue, bye-bye istriku, maafkan suami mu ini. Tanpa segaja menyerahkan diri mu ke orang lain, harusnya aku bawa aja tadi jalan-jalan. Dan aku tabrakan ke pohon biar mereka mengambil mobil lain," Batin seno.


"Jawabannya iyalah...."

__ADS_1


Jino memukul meja sehingga bikin kegaduhan, dan Neta membunyikan gelas dengan sendok.


"TERONG!!"


Seno sudah menduganya, Jino mendengar Jawaban Neta sedikit terkejut. "Terong?" Tanya jino yang tidak paham.


"Terong ungu kak atau terong janda, dan kalau di masak warnanya itu agak ke cokelatan, dia mempunyai batang yang berbulu halus. Terus besar, emang benar, setiap kali orang-orang yang melihat terong itu. Pasti bilang "Wow.. besar sekali" Kadang lurus dan ada juga yang belok (melengkung). nah sudah cukup penjelasan dari saya, sekarang mana kunci mobilnya," menadahkan tangan ke Seno.


"Kaka pinjem bentar yah, buat kenang-kenangan,"


Seno memohon dengan menyatukan kedua tangannya. "No... no... nanti di bikin rusak biar aku minta mobil yang lainnya kan? Maaf aku gak akan mudah di tipu, buaya mau nipu kancil, gak akan mempan." Neta segera merebut kunci di tangan Seno, Seno dengan berat hati menyerahkan mobil kesayangan.


"Jadi jawaban Neta benar?" Tanya Jino yang belum sempat menjawab pertanyaan dari seno.


Seno mengangguk kecil, dan Neta tersenyum puas. Seno berdiri dan masuk kedalam kamarnya dengan ekspresi sedih, sesedih ya mungkin biar Neta mengembalikan mobil kesayangannya.


Flashback.


"Pelayan mama pergi kemana?"


"Nyonya katanya mau bertemu dengan teman-temannya nona muda," Jawab pelayan itu dan menghentikan kegiatannya memotong bawang merah.


"Oh..." Neta ingin keluar dari dapur, tiba-tiba dia tidak sengaja mendengar percakapan pelayan.


Sambil meraba-raba terong, Neta terus mendekatkan kupingnya di dinding dan saat mendengar kata besar, Neta langsung menghampiri pelayan itu. "Ah!! Mana-mana? Neta semakin nyakin kalau itu adalah jawaban yang dia cari.


Neta tersenyum puas. "He... he... siap-siap kau Seno," Tersenyum menyeringai.


Flashback off.


Mama Rika menatap kepergian Seno, melihat wajah putra keduanya sangat lesu begitu. "Kenapa dengan Seno Net?" Rika duduk di samping Neta. Neta menggeleng kepalanya kalau dia tidak tau apa-apa.


Jino diam-diam pergi meninggalkan Neta dan mama Rika, takut di tagih menantu sama mamanya sendiri.


"Aku seperti ada hutang banyak aja, serupa kali ada mama mesti kabur-kaburan gini." gumam Jino Langsung menuju kamarnya dengan berjalan berjongkok.


Papa Bagas yang baru ikut bergabung langsung terkejut dengan olah mama Rika. "Papah mama ingin menantu?" papah Bagas yang mendengar kebingungan.


"Mamah ingin papah nikah lagi?" tanya papa Bagas dengan candanya.


Mama Rika langsung mengepalkan tangannya ke wajah papa Bagas. "Coba saja kalau berani, di jamin gak dapet jatah lagi!!" Ancam mama Rika menatap papa Bagas dengan kesel.

__ADS_1


"Habis mama minta sama papah, yah kali mama minta papa nikah lagi, kan siapa tau di kasih ijin," Kilah Bagas.


"Oh... jadi papah mau nikah lagi gitu?" Menjewer telinga papa bagas.


"Ampun... ampun... Gak berani sayang, lagian satu saja sudah kualahan apa lagi dua, bisa-bisa tepar papa." mengusap telinganya.


"Maksudnya papa gini mah, membagi waktu buat kumpul dengan keluarga sayang, lagian papa sudah berjanji sama mama dan keluarga mama kan? Kalau papa tidak akan menyakiti mama dan membuat mama susah. Bagi papa, mama adalah wanita yang kuat, dan tangguh. Tanpa mama di sisi papah, mungkin papa tidak akan sampai seperti ini." Mencium kening mama Rika.


"Jangan pernah takut memulai dari nol, karena dari sanalah kamu bisa menilai seberapa kuatnya cinta pasangan kamu. Dan saat kamu mengetahui kalau dia adalah pasangan yang terbaik buat kamu, maka genggam erat-erat orang seperti itu, karena orang yang seperti itu, sangat sulit di temukan." ucap papah Bagas dan mama Rika barengan.


"Astaga mereka malah memamerkan cinta mereka, kasian hidup ku yang jomblo ini, apalah aku hanya butiran debu." Gumam neta.


Neta yang meresa jadi obat nyamuk, berdiri hendak pergi dari sana, tapi tiba-tiba ponsel Neta bergetar.


DRETTT.... DRETTT...


"Siapa sih, malam-malam nelphon." Neta menatap layar ponselnya, ada rasa aneh karena ini baru pertama kali mama meta menelpon, apa lagi jam segini.


"Assalamualaikum mih."


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Neta hiks.... kamu bisa ke sini gak?" Suara mami meta terdengar cemas.


"Kenapa mi? Ada apa?" tanya Neta, merasakan kalau sesuatu terjadi kepada meta.


"Meta.. net... hiks.."


BRAKKk....


Pintu rumah Neta terbuka lebar, di sana Neta melihat viola datang dengan buru-buru dan seperti khawatir.


Viola menangis sambil memeluk tubuh Neta. "Net... Meta.. net... hiks," Viola merasakan kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan meta. Sejak kemarin Meta tidak seperti biasanya, meskipun Meta pandai menyembunyikan kesedihannya. Tapi kali ini kesedihan itu terlihat jelas.


Viola pikir Meta akan menceritakannya suatu saat nanti, jadi Viola tidak bertanya sebelum Meta bercerita sendiri. Tapi sampai saat ini, meta sama sekali tidak bercerita, dan itu membuat viola tidak Karuan dan jadi khawatir.


Neta yang mengerti, segera minta izin ke mama Rika dan papa Bagas, mama Rika hanya tersenyum. Tanda dia mengizinkan Neta pergi, Neta bergegas menuju bagasi mobil dan memakai mobil yang baru saja dia dapatkan dari Seno.


"Hati-hati!!" Teriak Rika yang cemas, melihat kepergian Neta yang buru-buru begitu.


"Pah, perasaan mama kok gak enak yah?" Memegang dadanya.


"Kalau enak pasti di makan mah," Canda papa bagas, dan mengajak mama Rika masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Papah ih, malah bercanda." Mama Rika Menepis tangan papa Bagas yang ada di pundaknya, dan meninggalkan papah Bagas sendiri.


"Ya Allah, semoga firasat aku dan Rika salah." Gumam papa Bagas, menyusul mama Rika masuk kamar.


__ADS_2