
Salah seorang anggota pasukan Rex yang mendekat pun membantu Rex berdiri sambil menanyakan kondisi sang kapten.
" Apa Anda baik-baik saja Kapten...?" tanya salah satu tentara.
" Saya baik-baik saja, terima kasih...," sahut Rex sambil tersenyum.
" Siap, sama-sama Kapten...!" sahut sang tentara.
" Apa Anda baik-baik saja Bu Elvira...?" tanya Rex sambil mengamati Elvira dari atas kepala hingga ujung kaki.
" Alhamdulillah Saya baik-baik aja Kapten...," sahut Elvira cepat.
" Alhamdulillah, itu bagus. Sekarang Kita lanjutkan, tangkap mereka dan serahkan ke Polisi untuk diadili...!" kata Rex lantang.
" Siap Kapten...!" sahut pasukan Rex.
" Apa Anda bisa menunjukkan tempat persembunyian mereka Bu Elvira...?" tanya Rex sambil menoleh kearah Elvira.
" Bisa Kapten...," sahut Elvira sambil mengangguk.
" Ok, Kita bergerak sekarang. Tetap berada di dekat Saya supaya Saya mudah menjaga Anda Bu Elvira...," kata Rex yang diangguki Elvira.
Kemudian Rex, pasukannya dan Elvira bergegas mendatangi rumah dimana Elvira disandera tadi. Saat menuju ke tempat itu mereka berpapasan dengan beberapa polisi yang didatangkan untuk membantu Rex dan pasukannya. Rupanya Rex juga menghubungi pihak kepolisian sebelum menjemput Elvira.
Saat mereka tiba di rumah itu, Obie dan teman-temannya tak ada lagi di sana. Mereka melarikan diri karena sadar jika aksi mereka diketahui polisi. Selain itu Obie cs juga tak menduga jika wanita yang mereka sandera memiliki keberanian yang luar biasa untuk melawan mereka.
" Jadi gimana kelanjutan kasus ini Pak...?" tanya Rex.
" Nama-nama mereka sudah Kami kantongi Pak. Kami janji akan menangkap mereka dan menjebloskan mereka ke penjara...," sahut kepala Polisi sambil menepuk bahu Rex.
" Ada satu tambahan nama lagi Pak...," kata Rex.
" Oh ya, siapa...?" tanya kepala polisi.
" Meeva. Wanita itu awalnya datang sebagai warga yang menerima bantuan. Setelah beberapa hari ikut dalam antrian warga penerima bantuan, kemudian dia datang mengajukan diri untuk membantu Kami di kamp. Dan saat penculikan Bu Elvira terjadi, tiba-tiba dia raib entah kemana. Saya menduga Meeva punya andil dalam kasus penculikan itu...," sahut Rex.
" Oh gitu, terima kasih infonya Pak...," kata kepala polisi.
" Sama-sama. Saya berharap kasus ini digarap serius dan para penjahat itu bisa ditangkap untuk diadili...," kata Rex penuh penekanan.
" Siap Pak. Obie cs memang penjahat yang lama meresahkan warga. Dan kali ini mereka sudah sangat keterlaluan hingga membuat Kami tak segan lagi untuk menangkap mereka...," kata sang polisi sambil tersenyum kecut.
__ADS_1
Mendengar ucapan sang kepala Polisi membuat Rex tersenyum. Kemudian Rex membawa pasukannya juga Elvira kembali ke kamp.
Saat mereka tiba di kamp, semua relawan menyambut kedatangan mereka dengan antusias. Bahkan dokter Lita yang semula terlihat menangis dalam pelukan dokter Farhan pun bergegas mengurai pelukan lalu berbalik memeluk Elvira.
" Kamu baik-baik aja kan El..?" tanya dokter Lita.
" Alhamdulillah Saya baik-baik aja dok...," sahut Elvira cepat.
" Apanya yang baik-baik aja. Liat luka lebam dan tergores ini...," kata dokter Lita sambil menunjuk beberapa luka lebam dan gores di kedua tangan dan kaki Elvira.
" Gapapa dok, ini cuma luka ringan aja kok...," sahut Elvira sambil tersenyum.
" Ringan gimana sih. Terus luka sayatan di leher Kamu ini apa ?. Ya Allah, Saya ga bisa bayangin apa yang mereka lakukan sama Kamu tadi. Pasti Kamu panik dan ketakutan ya El...," kata dokter Lita sambil membawa Elvira masuk untuk diobati.
Semua orang nampak menatap kepergian dokter Lita dengan Elvira sambil tersenyum. Mereka senang melihat Elvira baik-baik saja walau pun banyak luka lebam dan luka gores di tangan dan kakinya.
" Jadi dimana Kalian menemukan Bu Elvira Kapten...?" tanya dokter Farhan.
" Masih di sekitar pasar. Saat Kami ke sana Kami liat Bu Elvira sedang dikejar oleh para penjahat itu. Tapi kemampuan Bu Elvira menjaga diri cukup meringankan pekerjaan Kami...," sahut Rex santai.
" Maksudnya gimana Kapten...?" tanya dokter Farhan.
" Syukur lah, Saya senang mendengarnya..., " kata dokter Farhan sambil menghela nafas lega.
" Tapi waktu pulang Saya justru melihat sesuatu yang ga biasa di sini tadi...," sindir Rex hingga membuat dokter Farhan salah tingkah.
" Ga biasa, apa maksudnya Kapten...?" tanya dokter Farhan pura-pura tak tahu.
" Saya melihat dua orang dokter asyik saling berpelukan disaksikan banyak orang...," sahut Rex sambil mencibir.
" Oh itu. Saya kan memeluk tunangan Saya sendiri. Lalu dimana letak masalahnya Kapten...?" tanya dokter Farhan sambil mengulum senyum.
" Tunangan, sejak kapan ?. Kok Saya ga pernah tau hal ini...?" tanya Rex tak percaya.
Dokter Farhan tertawa mendengar ucapan Rex. Kemudian dia mengatakan sesuatu yang membuat Rex terkejut.
" Saya dan Lita tunangan sebelum Kami berangkat ke sini Kapten. Selama ini Kami mencoba bersikap profesional dengan tak mengumbar hubungan Kami. Tapi hilangnya Bu Elvira bikin semuanya buyar. Saya ga tega ngeliat Lita menangis karena khawatir Bu Elvira terluka saat diculik tadi. Makanya Saya mencoba menghiburnya. Tapi Kami hanya berpelukan Kapten, ga lebih. Semua yang ada di sini saksinya...," sahut dokter Farhan sambil berlalu.
Rex terdiam melihat dokter Farhan yang salah tingkah dengan pertanyaannya tadi. Dalam hati Rex mengagumi pasangan dokter itu.
" Ternyata mereka lebih memilih mengisi masa tunangan mereka dengan mengabdikan diri untuk membantu sesama daripada sibuk saling mencurigai seperti pasangan lain...," gumam Rex sambil tersenyum.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Sejak kasus penculikan Elvira keamanan kamp diperketat. Meski pun warga masih bisa keluar masuk dengan bebas, tapi para tentara meningkatkan kewaspadaan mereka secara diam-diam. Elvira pun lebih berhati-hati dalam bicara dengan warga. Padahal sebelumnya Elvira cukup terbuka dengan warga yang berkunjung ke kamp.
Sikap Elvira dan Kapten Rex pun terlihat sedikit berbeda. Keduanya tampak canggung saat bertemu. Namun mereka berhasil menguasai diri dengan bersikap profesional saat bekerja.
Hingga tiba lah waktunya di penghujung masa tugas. Semua relawan harus berkemas untuk kembali ke Indonesia.
" Setelah ini siapa yang akan menempati kamp ini Kapten...?" tanya Elvira sambil membantu Rex melipat tenda.
" Akan ada relawan dari Jepang yang datang tapi Saya ga yakin mereka akan mengisi tempat ini Bu guru...," sahut Rex.
" Lho kenapa Kapten...?" tanya Elvira tak mengerti.
" Keliatannya kondisi warga di sini sudah jauh lebih baik dan ga perlu bantuan dari pihak asing. Itu karena selain membantu mereka dalam hal pangan, Kita juga memberi penyuluhan supaya mereka bisa berladang di lahan yang mereka miliki. Bahkan Kita memberikan bibit dan pupuk sebagai modal awal. Harusnya itu bisa membuat mereka bangkit dan berhenti bergantung pada pihak lain...," sahut Rex.
" Jadi Kita satu-satunya relawan yang sekali datang langsung membawa perubahan dalam hidup mereka. Bukan begitu Kapten...?" tanya dokter Farhan dari belakang Elvira.
" Betul dok...!" sahut Rex cepat.
" Rasanya seneng banget bisa pulang ke Indonesia tanpa beban. Apalagi warga sudah terlihat sehat dan siap bangkit...," sela dokter Lita.
" Oh, Saya kira Anda senang karena sebentar lagi akan menikah dengan dokter Farhan dok...," kata Elvira hingga membuat dokter Lita dan dokter Farhan tersenyum.
" Kami memang akan segera menikah. Dan Kalian semua harus datang saat resepsi pernikahan Kami nanti...," kata dokter Farhan sambil merengkuh bahu dokter Lita.
" Siap dok. Tapi siapin makanan yang banyak ya dok. Kami ga tanggung jawab kalo makanan Kalian habis nanti...!" gurau seorang tentara dengan mimik lucu hingga membuat semua orang tertawa.
\=\=\=\=\=
Malam itu rombongan relawan kemanusiaan telah tiba di bandara Soekarno-Hatta. Mereka disambut oleh Panglima ABRI dan sebagian pasukannya.
Setelah acara penyambutan secara formal selesai, para relawan pun menghampiri keluarga mereka yang datang menjemput.
Dari tempatnya berdiri Rex bisa melihat antusias relawan dan keluarganya saat bertemu. Tangis dan tawa terdengar memenuhi ruang tunggu. Namun Rex mengerutkan keningnya saat melihat Elvira berjalan seorang diri menuju pintu keluar.
Rex pun melangkah cepat dan berhasil menyamakan langkahnya dengan Elvira yang nampaknya tak menyadari kehadiran sang kapten.
Namun saat Rex ingin menyapa Elvira, sebuah senandung aneh terdengar di kejauhan. Rex menoleh cepat dengan wajah tegang karena tahu sesuatu yang buruk akan terjadi di sekitar mereka.
bersambung
__ADS_1