
Setelah mendengar cerita Fadlan dan teman-temannya, Rex pun bergerak cepat dengan menghubungi ustadz Mahdi. Ia mendatangi rumah sang ustadz untuk berkonsultasi mengenai pengalaman mistis Fadlan cs.
Saat bertamu ke rumah ustadz Mahdi, kebetulan Fadlan disambut oleh anak gadis sang ustadz yang terkenal cantik dan sholehah itu. Rex tersenyum melihat bagaimana gugupnya gadis berhijab itu saat bertemu dengannya.
" Assalamualaikum..., " sapa Rex sambil mengetuk daun pintu yang terbuka itu.
" Wa alaikumsalam...," sahut Aisyah sambil melangkah lalu membuka pintu lebih lebar
Sejenak Aisyah dan Rex saling menatap. Namun di detik berikutnya Aisyah nampak menundukkan kepala karena malu.
" Maaf mengganggu, Pak Ustadz ada ga Mbak...?" tanya Rex dengan santun.
" Ada. Maaf, ini dengan siapa ya...?" tanya Aisyah.
" Oh bilang aja Rex anaknya Pak Ramon. Insya Allah beliau paham kok...," sahut Rex cepat.
" Baik. Silakan duduk, biar Saya panggilin Abi dulu...," kata Aisyah sambil menepi dan membiarkan Rex masuk ke dalam rumah.
" Makasih...," kata Rex yang dijawab dengan anggukan kepala Aisyah.
Kemudian Aisyah bergegas masuk ke bagian dalam rumah untuk memanggio sang abi. Rupanya ustadz Mahdi sedang mengerjakan sholat sunah dua rokaat hingga Aisyah terpaksa menunggu hingga sang abi selesai.
" Abi...," panggil Aisyah dengan lembut saat sang abi usai berdoa.
" Kenapa Nak, ada tamu ya...?" tanya ustadz Mahdi.
" Iya Bi, kok Abi tau...?" tanya Aisyah.
" Abi denger ada yang ketuk pintu depan waktu mau mulai sholat tadi. Siapa tamunya...?" tanya ustadz Mahdi.
" Cowok Bi, katamya sih anaknya Pak Ramon...," sahut Aisyah.
" Oh Mas Rex ya...," kata ustadz Mahdi.
" Iya Bi...," sahut Aisyah cepat.
" Kalo gitu tolong buatkan minuman ya Nak. Keliatannya Abi bakal ngobrol lama sama dia...," pinta sang ustadz.
__ADS_1
" Kok Abi yakin banget kalo dia bakal bertamu lama di sini...?" tanya Aisyah tak mengerti.
" Karena Mas Rex itu type orang yang ga suka basa-basi. Dia ga akan mau ke sini hanya karena alasan silaturrahim seperti pria-pria kebanyakan...," sahut ustadz Mahdi.
Aisyah pun mengerti lalu menganggukkan kepalanya. Setelahnya ia melangkah ke dapur untuk membuatkan minuman sesuai permintaan sang abi tadi.
Tak lama kemudian ustadz Mahdi pun menemui Rex. Ia nampak tersenyum lebar menyaksikan pemuda itu duduk tenang di kursi sambil mengamati sekelilingnya.
" Assalamualaikum Mas Rex...!" sapa ustadz Mahdi.
" Wa alaikumsalam Ustadz. Apa kabar...?" tanya Rex sambil bangkit dari duduknya lalu mencium punggung tangan sang ustadz dengan khidmat.
" Alhamdulillah baik. Saya kaget lho ngeliat Mas di sini, Saya lagi mikir angin apa yang membawa Mas Rex ke sini ya...," gurau ustadz Mahdi.
" Ah, Ustadz bisa aja. Saya jadi malu nih. Saya ke sini pas ada perlu doang, kalo ga ada apa-apa belum tentu Saya ke sini. Iya kan Ustadz
...," sahut Rex tak enak hati sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Ustadz Mahdi pun tertawa. Bersamaan dengan itu Aisyah masuk ke ruang tamu sambil membawa nampan berisi dua cangkir minuman hangat dan makanan ringan.
Saat Aisyah meletakkan nampan beserta isinya di atas meja, Rex terus mengamati Aisyah. Ia tersenyum melihat kegugupan gadis itu.
" Silakan diminum kopinya Bi, Mas Rex...," kata Aisyah mempersilakan.
" Makasih ya...," sahut Rex.
" Sama-sama...," kata Aisyah sambil tersenyum lalu bergegas masuk ke dalam rumah.
" Ehm..., jadi keperluan apa yang membawa Mas Rex datang ke sini...?" tanya ustadz Mahdi mencoba memecah keheningan.
" Ini soal Fadlan dan teman-temannya Ustadz...," sahut Rex cepat.
" Fadlan anaknya Pak Komar itu ya...?" tanya ustadz Mahdi.
" Betul Ustadz. Kok Ustadz tau...?" tanya Rex.
" Anak itu memang kerap membuat ulah. Pak Komar juga beberapa kali curhat sama Saya dan minta solusi buat menghandle anaknya itu...," sahut ustadz Mahdi.
__ADS_1
" Oh gitu. Pasti Pak Komar bingung banget ya Ustadz...," kata Rex sambil tertawa.
" Betul...," sahut ustadz Mahdi ikut tertawa.
" Emangnya ulah apa aja yang sering dilakuin si Fadlan itu Ustadz...?" tanya Rex penasaran.
" Fadlan itu kan sekarang kelas satu SMK. Nah sejak masuk sekolah teknik dia jadi nakal, itu kata Bapaknya ya. Fadlan sering membangkang saat dinasehati, ikut tawuran, pulang malam bahkan begadang bersama teman-temannya. Maksud Pak Komar, Fadlan boleh begadang kalo pas weekend atau libur sekolah aja. Jangan tiap malam. Selain ga bagus untuk kesehatan, Fadlan juga jadi sering terlambat sekolah...," kata ustadz Mahdi menjelaskan.
" Oh gitu. Tapi kejadian yang dialami Fadlan yang bakal Saya ceritain ke Ustadz ini bisa jadi pelajaran berharga untuk Fadlan. Dan Saya jamin dia bakal mikir beberapa belas kali untuk begadang lagi Ustadz...," kata Rex yakin.
" Oh ya, emang ada kejadian apa Mas...?" tanya ustadz Mahdi.
Rex pun menceritakan awal pertemuannya dengan Fadlan dan teman-temannya itu. Apa yang dilakukan Fadlan cs termasuk mimpi yang dialami Fadlan dan Emir.
Ustadz Mahdi nampak mendengarkan dengan seksama semua penuturan Rex. Dari balik dinding tampak Aisyah juga berdiri untuk mencuri dengar perbincangan Rex dengan sang abi. Aisyah ikut bergidik mendengar pengalaman Fadlan dan teman-temannya itu.
" Ini masalah serius Mas. Sayangnya Saya belum bisa bantu karena kondisi Saya lagi ga fit. Karena untuk mengatasi makhluk halus itu kan diperlukan persiapan yang matang termasuk fisik dan stamina yang ok...," kata ustadz Mahdi.
Ucapan ustadz Mahdi membuat Rex kecewa. Ia bingung kemana lagi mencari bantuan. Apalagi ia sudah berjanji pada Fadlan dan teman-temannya untuk membantu mereka hingga tuntas.
" Tapi Mas Rex ga usah khawatir. Saya punya teman yang biasa menangani kasus semacam ini. Insya Allah kalo lagi ga sibuk dia pasti mau membantu. Karena biasanya dia juga pergi ke berbagai tempat untuk meruqyah pasien yang diganggu makhluk halus...," kata ustadz Mahdi sambil meneguk kopinya.
" Alhamdulillah. Jadi kapan Saya bisa ketemu sama beliau Ustadz...?" tanya Rex tak sabar.
" Biar Saya telephon dulu buat nanyain kesiapannya untuk membantu Fadlan...," sahut ustadz Mahdi.
" Baik Ustadz, makasih...," kata Rex sambil menghela nafas lega.
" Sama-sama. Untuk sementara arahkan Fadlan dan teman-temannya untuk rutin mengerjakan sholat berjamaah di masjid. Insya Allahrasa takut yang menghantui mereka akan berkurang...," kata ustadz Mahdi.
" Iya Ustadz, Saya juga udah nyaranin begitu sama mereka. Dan mereka mau melakukannya karena ketakutan diganggu hantu-hantu itu...," sahut Rex.
" Tapi jangan sampe ketakutan mereka sama hantu mengalahkan rasa takut mereka ke Allah ya Mas...," kata ustadz Mahdi mengingatkan.
" Siap Ustadz...," sahut Rex cepat hingga membuat ustadz Mahdi tersenyum.
Di balik dinding pun Aisyah ikut tersenyum mendengar ucapan patuh Rex tadi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=