Kidung Petaka

Kidung Petaka
160. Diringkus


__ADS_3

Tiara sedang asyik 'nongkrong' di pinggir jalan bersama teman-temannya. Nampaknya ia tak tahu sama sekali jika Yoga tertangkap dan kini polisi tengah memburu keberadaannya.


Saat mobil patroli melintas, Tiara dan teman-temannya tampak biasa saja. Toh mereka memang tak melakukan kejahatan dan hanya sedang duduk sambil berbincang santai.


Namun Tiara dan teman-temannya mulai terusik saat melihat beberapa mobil patroli polisi berhenti di pinggir jalan tak jauh dari lokasi mereka duduk. Dan saat beberapa anggota polisi mendekat kearah mereka, mereka pun terlihat panik.


" Ada apaan nih guys, kenapa Polisi ke sini...?" tanya salah seorang teman Tiara.


" Mana Gue tau. Diantara Kita ada yang bawa narkoba ga sih...?" tanya pria itu.


" Ga lah. Kita kan udah lama berhenti. Lagian Kita di sini cuma duduk sama ngobrol kok...," sahut yang lain.


" Kalo emang ga ada yang bawa narkoba ya santai aja. Paling mereka cuma mau nanya-nanya aja...," kata Tiara menenangkan teman-temannya.


Semua teman Tiara terlihat tenang karena percaya dengan ucapan Tiara. Mereka bersikap seperti itu karena kenal dengan pacar Tiara yang orangtuanya juga anggota polisi. Jadi mereka merasa apa yang dikatakan Tiara ada benarnya karena Tiara biasa berhadapan dengan para polisi.


" Selamat malam Adik-adik...!" sapa dua polisi berseragam dengan ramah.


" Selamat malam Pak...!" sahut Tiara dan teman-temannya bersamaan.


" Kompak banget jawabnya...," kata seorang polisi sambil tersenyum.


" Harus Kompak dong, kan Kita temenan udah lama...," sahut salah seorang teman Tiara.


" Kalo boleh tau ada apa ya Pak, kok banyak mobil patroli parkir di sini...?" tanya Tiara.


" Oh, Kami lagi mengejar pelaku curanmor. Dengar-dengar dia ada di sekitar sini...," sahut salah seorang polisi dengan santai.


Ucapan sang polisi membuat wajah Tiara memucat. Ia pun mulai terlihat gelisah dan polisi tahu itu.


" Pelaku curanmor, siapa Pak...?" tanya salah seorang teman Tiara penasaran.


" Kalo Saya kasih tau, Kamu yakin kenal ga sama orangnya ?. Terus kalo emang kenal, kira-kira Kamu bakal ngasih tau Saya yang mana orangnya...?" tanya sang polisi.

__ADS_1


" Tergantung Pak...," sahut teman Tiara dengan cepat.


" Kalo gitu ga usah deh...," kata sang polisi sambil pura-pura bersiap berbalik badan dan pergi.


Saat itu lah Tiara bergegas berbalik untuk meninggalkan tempat itu. Namun sayang niatnya terhalang dengan kehadiran dua polisi wanita yang berdiri menghadang langkahnya.


" Sebaiknya Kamu ikut Kami sekarang...," kata salah seorang polwan sambil meringkus Tiara.


Tindakan kedua polisi wanita itu mengejutkan teman-teman Tiara. Sedangkan Tiara berusaha melepaskan diri sambil berteriak memaki polisi.


" Eh, apa-apaan nih. Kalian jangan asal nagkep orang dong. Yang Kalian cari kan pelaku curanmor, masa Saya yang ditangkap. Bisa kerja ga sih...?!" kata Tiara marah.


" Ga usah banyak ngomong !. Sebaiknya Kamu jelaskan di kantor Polisi nanti. Ayo ikut Kami...!" kata seorang polwan tegas.


" Saya ga mau...!" jerit Tiara lalu mendorong seorang polwan dengan keras hingga sang polwan mundur beberapa langkah.


Namun sang polwan bisa dengan cepat kembali ke posisi semula. Ia berbalik lalu menarik belakang kaos Tiara yang bersiap kabur itu.


Alhasil langkah Tiara benar-benar terhenti. Bahkan terdengar suara pakaian sobek saking kerasnya cengkraman sang polwan pada kaos yang dipakai Tiara.


" Salahmu sendiri kenapa lari...," kata sang polwan dengan santai.


" Tapi jangan sampe sobek juga dong Bu !. Ini kaos mahal lho...!" jerit Tiara tak terima.


" Makanya jangan lari !. Sekarang ga usah banyak alasan, ikut Kami ke kantor...!" bentak sang polwan dengan suara lantang hingga membuat nyali Tiara sedikit menciut.


Tiara pun pasrah saat kedua polwan bertampang galak itu meringkusnya. Salah seorang teman Tiara memberanikan diri bertanya pada para polisi itu.


" Maaf Bu Polwan. Kenapa Tiara ditangkap ya. Apa Ibu Polwan dan Bapak Polisi ga salah tangkap...?" tanya teman Tiara.


" Kami ga salah tangkap Mas. Nona Tiara memang terbukti terlibat dalam sindikat curanmor. Salah satu tersangka beserta beberapa unit kendaraan curian sudah Kami amankan di kantor Polisi. Dan saat diinterogasi, nama Nona Tiara disebut sebagai salah seorang yang terlibat...," sahut sang polwan.


Jawaban sang polisi mengejutkan teman-teman Tiara. Mereka saling menatap tak percaya kemudian menatap Tiara dengan tatapan yang sulit dibaca.

__ADS_1


" Itu bohong !. Kalian ga usah percaya. Dan Kalian tenang aja karena setelah ini Gue bakal buktiin kalo Gue ga terlibat apa pun...!" kata Tiara lantang.


" Udah ga usah banyak ngomong. Masuk...!" kata sang polwan sambil mendorong tubuh Tiara masuk ke dalam mobil patroli.


" Iya iya. Ga usah dorong-dorong dong !. Saya bisa masuk sendiri...!" sahut Tiara kesal.


Kedua polwan itu tak menggubris ucapan Tiara. Mereka duduk di samping kanan dan kiri untuk mengapit gadis itu agar tak berusaha lari. Melihat keberadaan dua polwan di sisinya membuat Tiara frustasi.


Kemudian mobil patroli yang membawa Tiara pun melaju meninggalkan tempat itu. Salah seorang teman Tiara kembali bertanya pada dua polisi yang menghampiri mereka tadi.


" Kalo boleh tau siapa tersangka yang ditangkap Polisi yang ngasih tau kalo Tiara terlibat Pak...?" tanya teman Tiara.


" Namanya Yoga. Apa Kalian kenal...?" tanya sang polisi sambil menatap teman-teman Tiara satu per satu.


" Yoga...?!" tanya mereka bersamaan.


" Iya. Apa Kalian kenal...?" ulang sang polisi.


" Kenal gitu doang Pak. Tapi Kami ga tau apa-apa soal kegiatan dia sehari-hari apalagi kegiatannya mencuri. Please jangan tangkap Kami ya Pak...," kata salah seorang teman Tiara mewakili teman-temannya.


" Asal Kalian bersedia memberi informasi yang Kami butuhkan, Kami ga akan menangkap Kalian...," sahut sang polisi.


" Iya deh. Kalo ada info Kami kabarin Bapak. Suer Pak...!" kata teman-teman Tiara hingga membuat dua polisi itu tersenyum.


" Bagus. Saya udah tandain wajah Kalian ya, jadi Kalian ga bisa macam-macam nanti...," gertak sang polisi hingga membuat teman-teman Tiara ketakutan.


" Sekarang sebaiknya Kalian pulang. Udah malam, ga baik buat Kalian nongkrong di pinggir jalan kaya gini. Apalagi buat yang wanita. Ini justru memancing kejahatan lain tau ga...?" kata polisi lain sambil menatap teman-teman wanita Tiara yang duduk merapat diantara para pria.


" Iya Pak...," sahut teman-teman Tiara bersamaan.


" Terus tunggu apa lagi. Kok masih di sini...?!" tanya sang polisi dengan nada suara sedikit tinggi.


Teman-teman Tiara terkejut lalu lari pontang-panting meninggalkan tempat itu. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang terjatuh saking paniknya. Melihat tingkah mereka membuat para polisi tertawa.

__ADS_1


Setelah teman-teman Tiara pergi, para polisi melanjutkan tugas mereka untuk berpatroli malam sekaligus mengejar para penjahat yang terlibat dengan pencurian kendaraan bermotor yang sedang mereka tangani saat ini.


\=\=\=\=\=


__ADS_2