
Setelah perdebatan ringan dengan ayahnya, Rex memutuskan pergi ke rumah sang nenek untuk berpamitan.
Saat tiba di rumah sang nenek, Rex justru bertemu dengan Daud dan Tini.
" Kebetulan Paman sama Bibi di sini. Aku sekalian mau pamitan nih...," kata Rex.
" Kok pulang sih...," kata Tini kecewa.
" Mas Rex kan harus kerja Bu...," sela Daud mengingatkan.
" Oh iya. Ibu kok lupa ya kalo Mas Rex ini udah dewasa dan jadi tentara pula. Beda sama dulu. Pasti Komandannya udah manggil ya Mas...," sahut Tini sambil tersenyum hingga membuat semua orang ikut tersenyum.
" Iya Bi...," sahut Rex cepat.
" Jam berapa Kamu pulang Nak...?" tanya Rusminah.
" Bada Dzuhur nanti Nek. Sekarang Aku mau minta tolong Paman nemenin Aku keliling kampung sebentar...," kata Rex sambil melirik sang Paman.
" Siap Mas Rex. Sekarang aja yuk...," ajak Daud yang diangguki Rex.
" Bukannya istirahat kok malah jalan lagi sih Rex...," tegur sang ibu.
" Istirahatnya di bis aja Bu. Aku bakal tidur sepanjang perjalanan nanti...," sahut Rex dari ambang pintu.
Lanni, Tini dan Rusminah hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban Rex.
\=\=\=\=\=
Daud memang mengajak Rex berkeliling dengan motornya. Sepanjang perjalanan Daud dan Rex bicara banyak hal. Daud menjelaskan perubahan yang terjadi di desa mereka. Rex nampak mengamati dengan seksama semua jalan yang mereka lewati.
" Bisa kan Kita lewatin rumah Ibu angkatnya Zada Om...," pinta Rex.
" Bisa Mas...," sahut Daud cepat sambil memacu motornya menuju rumah Karsih.
" Itu siapa Paman...?" tanya Rex saat melihat seorang wanita duduk di depan rumah.
" Itu yang namanya Karsih Mas, ibu angkatnya Zada...," sahut Daud sambil memarkirkan motornya tak jauh dari rumah Karsih.
" Kok dia ada di sini ?. Bukannya dia di penjara ya...?" tanya Rex bingung.
__ADS_1
" Udah bebas Mas. Keliatannya dapat keringanan atau bayar denda gitu. Saya juga ga tau pasti...," sahut Daud sambil menggedikkan bahunya.
" Kenapa keliatan kaya orang ga waras Paman...?" tanya Rex.
Saat itu kondisi Karsih memang sangat mengenaskan. Seluruh tubuh, wajah dan pakaiannya kotor, rambutnya pun kusut. Pakaian yang ia kenakan juga terlibat sobek di sana sini. Karsih hanya duduk di luar rumah sambil menatap rumahnya dengan tatapan nanar. Sesekali ia berjalan mondar-mandir di depan rumah sambil bicara seorang diri.
" Kenapa ga dibawa ke Rumah Sakit Jiwa aja Paman. Bukannya kalo kaya gitu malah ganggu ya...?" tanya Rex.
" Karsih ga pernah ngamuk Mas. Dia cuma mondar-mandir di depan rumahnya. Dia begitu karena takut masuk ke dalam rumah. Katanya dia ngeliat setan atau hantu perempuan di dalam rumah yang nyuruh dia pergi...," sahut Daud.
" Terus makannya gimana...?" tanya Rex.
" Warga sekitar yang ngasih makan bergantian Mas. Tapi biar pun keliatan ga waras, Karsih masih ngerti sama uang lho Mas...," kata Daud.
" Masa sih...?" tanya Rex tak percaya.
" Iya Mas. Dia suka ngasih uang sama warga yang ngasih makan. Jumlahnya juga banyak...," sahut Daud.
" Kalo punya banyak uang kenapa dirinya sendiri ga keurus. Mandi dan ganti baju kek, biar ga keliatan lusuh kaya gitu...," kata Rex tak suka.
" Itu lah anehnya Mas. Makanya wajar kalo warga bilang dia ga waras...," sahut Daud sambil tertawa.
" Kalo semua orang tau Bu Karsih punya uang banyak, apa ada yang nyoba mencuri di rumahnya Paman...?" tanya Rex penasaran.
Jawaban Daud membuat Rex penasaran. Ia melangkah mendekati Karsih yang saat itu terlihat bangkit dan mulai berjalan mondar-mandir di depan rumahnya.
Daud tetap bertahan di atas motor dan hanya mengamati Rex dari jauh.
" Assalamualaikum Bu Karsih...," sapa Rex dengan santun.
" Wa alaikumsalam..., siapa ya...?" tanya Karsih sambil menatap Rex dengan lekat.
" Saya Rex Bu...," sahut Rex sambil tersenyum.
" Rex ?. Rex siapa...?" tanya Karsih sambil berusaha mengingat-ingat.
Saat itu Rex berdiri sambil mengamati sekelilingnya. Ia menoleh kearah Rumah Karsih. Entah mengapa tiba-tiba semua jendela dan pintu rumah Karsih terbuka bersamaan hingga mengejutkan Rex dan Karsih. Keduanya menatap ke dalam rumah melalui pintu yang terbuka.
Rex bahkan merasa dejavu. Ia ingat jika belum lama ini ia mengalami kejadian serupa di rumah tua yang entah ada dimana.
__ADS_1
Tiba-tiba Karsih menjerit histeris sambil menunjuk ke dalam rumah.
" Dia !. Dia datang. Jangaaann..., jangan dekat !. Tetap di sana, biar Aku di sini !. Ampuunn..., jangan ganggu Akuuu...!" kata Karsih lantang hingga membuat Rex panik.
Saat itu Rex tak ingin disalahkan oleh warga karena telah membuat Karsih ketakutan. Namun kepanikan Rex tak berlangsung lama. Karena meski Karsih menjerit histeris, tak satu pun warga yang datang membantu. Dan itu membuat Rex bingung.
Daud nampak menghampiri Rex dan Karsih. Ia mengajak Rex pergi dari tempat itu.
" Udah Mas Rex, jangan lama-lama di sini. Kita pergi sekarang yuk...!" ajak Daud sambil menggamit tangan Rex lalu membawanya berjalan meninggalkan Karsih yang masih menjerit histeris.
" Ga bisa Paman. Kasian Bu Karsih...!" kata Rex sambil berkali-kali menoleh kearah Karsih.
" Gapapa Mas. Karsih emang biasa begitu. Karsih bakal menjerit lama dan berhenti kalo udah capek. Warga udah biasa sama tingkah aneh Karsih. Makanya ga ada warga yang datang. Jangankan membantu, ngeliat aja ga mau...," sahut Daud gusar sambil menstarter motornya.
Rex terdiam mendengar ucapan Daud. Saat Daud melajukan motornya, tak sengaja Rex menoleh kearah Rumah Karsih. Dan di sana Rex melihat penampakan sang Nyai, wanita yang mengaku sebagai Zada itu, tengah berdiri di dekat jendela sambil tersenyum kearahnya.
Dan di saat bersamaan Karsih nampak berjalan mondar-mandir sambil bicara banyak hal yang intinya minta ampun atas semua kesalahan yang ia perbuat. Sesekali Karsih melihat ke dalam rumah lalu menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya seolah takut dengan sesuatu yang ada di dalam rumah.
" Berhenti sebentar Paman...!" pinta Rex sambil menepuk pundak Daud.
" Ada apa lagi Mas...?" tanya Daud sambil menghentikan motornya.
" Sebentar Paman, sebentar aja...," sahut Rex sambil terus menatap ke rumah Karsih.
Daud ikut menatap kearah yang ditatap Rex. Saat itu Daud mengerutkan keningnya karena tak mengerti apa yang sedang dilihat oleh Rex hingga pria itu tampak menatap tak berkedip.
" Apaan sih yang diliat sampe ga kedip gitu...?" batin Daud.
Sesaat kemudian Rex kembali menepuk pundak Daud dan memintanya pergi dari tempat itu. Daud mengangguk lalu melajukan motornya menuju rumah Rusminah.
Berbeda dengan saat mereka berangkat tadi, kali ini Rex hanya membisu hingga mereka tiba di depan rumah sang nenek.
\=\=\=\=\=
Rex nampak duduk bersandar sambil memejamkan matanya. Saat itu ia sudah berada di sebuah mini bus yang membawanya ke Jakarta.
Rex membuka mata saat mini bus memasuki SPBU untuk mengisi bahan bakar. Saat mini bus berada dalam antrian, Rex pun menatap keluar jendela dan terkejut saat kembali melihat penampakan sang Nyai.
Kali ini sang Nyai melambaikan tangannya dengan kasar seolah meminta Rex untuk pergi dari tempat itu segera.
__ADS_1
Rex yang mengerti isyarat yang diberikan wanita itu pun bangkit lalu bergegas turun dari mini bus bersama beberapa penumpang lainnya. Namun belum lagi kaki Rex menginjak lantai SPBU, mini bus yang ditumpangi Rex pun meledak.
bersambung