
Setelah puas saling memeluk, Rex pun menghampiri Gondo dan Mira lalu mencium punggung tangan mereka diikuti Lilian.
Dari tempatnya berdiri Gama terus menatap Lilian yang sama sekali tak menggubrisnya.
" Lo ga mau nyapa Gue Kak...?!" tanya Gama akhirnya.
" Ga perlu, Gue udah tau kalo itu Lo...," sahut Lilian santai sambil duduk di samping Mira.
" Ck, tapi kan Kita udah lama ga ketemu Kak.. Masa ga ada sapaan sayang atau pelukan hangat gitu...," kata Gama sambil mengerucutkan bibirnya.
" Apaan sih Lo. Ga usah lebay deh...!" sahut Lilian sambil membulatkan matanya.
" Ish, galak banget sih Lo...," kata Gama sambil melengos.
" Biarin...!" sahut Lilian cepat.
Tingkah Lilian dan Gama membuat semua orang kembali tertawa.
" Jangan galak-galak gitu dong Li. Ntar naksir lho...," gurau Mira di sela tawanya.
" Ish, apaan sih Tante. Gama kan seumuran adik Aku, masa Aku naksir sama dia...," sahut Lilian dengan wajah memelas.
" Iya deh yang udah dewasa. Maunya sama yang dewasa juga dong...," kata Mira sambil tersenyum.
" Betul Tante...," sahut Lilian sambil tertawa.
" Udahan bercandanya. Kita siapin makan malam yuk Li...," ajak Lanni sambil melangkah ke ruang makan.
" Ok Bu. Aku bantu Ibu dulu ya Tante...," kata Lilian sambil menoleh kearah Mira.
" Iya Nak, Tante juga mau bantuin kok, boleh kan...?" tanya Mira.
" Boleh banget Tante...!" sahut Lilian antusias.
Mira pun tersenyum saat Lilian menggamit tangannya dan membawanya ke ruang makan.
\=\=\=\=\=
Setelah makan malam di rumah Ramon, Gondo membawa keluarganya pulang ke rumah mereka. Rex dan Ramon pun ikut mengantar sekalian ingin melihat suasana rumah yang sudah lama tak dihuni itu.
" Wah, udah banyak yang rapuh Gon. Bahaya nih kalo ditempatin...," kata Ramon sambil mengamati penutup plafond yang lepas dari tempatnya.
__ADS_1
" Iya. Padahal udah bayar orang buat bersihin dan liat-liat, tetep aja ga banyak membantu. Rumah sih bersih, tapi kerusakan di sana sini ga diperbaiki...," keluh Gondo.
" Jadi gimana Pa. Ga mungkin kan Gama tinggal di sini. Mama khawatir dia ketiban plafond nanti...," sela Mira tiba-tiba.
" Yah ga mungkin dong Ma. Ini harus diganti dan dicat lagi biar bagus...," sahut Gondo cepat.
" Tapi ruang makan sama dapur masih bagus lho Pa...!" kata Gama dari bagian tengah rumah.
" Syukur deh kalo gitu. Jadi Kita ga perlu renovasi total...," sahut Gondo sambil menghela nafas lega.
" Untuk sementara waktu Gama tinggal di hotel aja sampe rumah ini siap ditempati ya Pa...," kata Mira.
" Iya Ma...," sahut Gondo sambil tersenyum.
" Kenapa Gama ga tinggal di rumah Saya aja Mir. Kan lumayan buat menghemat pengeluaran. Kalo tinggal di rumah kan deket, jadi Gama bisa sekalian ngawasin renovasi rumah ini...," kata Ramon tiba-tiba.
" Emang ga ngerepotin Mas...?" tanya Mira.
" Ga lah. Cuma Gama aja sih kecil. Lagian kan dia udah kerja sekarang, ga bakal nyusahin kaya dulu. Yang ada justru dia yang harus traktir Kami tiap hari...," gurau Ramon hingga membuat semua tertawa.
" Gimana Nak, Kamu mau ga tinggal di rumah Om Ramon untuk sementara...?" tanya Mira.
" Mau dong Ma. Apalagi Om Ramon yang nyuruh...," sahut Gama santai.
" Bukan gitu maksudnya Om. Kalo Om Ramon yang nyuruh nginep kan ga bakal ada yang berani ngusir Aku nanti...," sahut Gama sambil nyengir.
" Maksud Lo siapa, Kak Lian...?" tanya Rex.
" Sejuta buat Lo Rex...!" sahut Gama sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.
Jawaban Gama membuat semua orang tertawa. Mereka tahu betul bagaimana sikap Lilian, Rex dan Gama saat bersama. Apalagi Rex dan Gama paling suka menjahili Lilian hingga membuat gadis itu marah.
" Kalian nih udah besar tapi masih aja bertingkah kaya anak-anak..., " kata Gondo sambil menggelengkan kepala.
" Biar aja Gon. Mumpung masih pada lajang. Ntar kalo udah punya pasangan belum tentu mereka bisa selepas ini karena mereka kan harus menjaga perasaan pasangan masing-masing nanti...," kata Ramon sambil tersenyum.
Gondo dan Mira pun mengangguk setuju sedangkan Rex dan Gama nampak masih asyik menertawai Lilian.
\=\=\=\=\=
Setelah memastikan Gama tinggal di tempat yang aman, Gondo dan Mira pun kembali ke Riau. Mereka harus menyelesaikan pekerjaan Gondo sebelum masa jabatannya sebagai kepala cabang perusahaan berakhir.
__ADS_1
" Jangan bikin ulah ya Gam. Ingat Kamu di sini numpang di rumah Om Ramon. Jadi tolong jaga nama baiknya...," kata Mira.
" Tenang aja Ma. Gama udah dewasa sekarang, ga usah diingetin lagi...," sahut Gama santai.
" Sembarangan !. Justru karena Kamu udah dewasa makanya Mama tambah cerewet..., " kata Mira ketus.
" Kok bisa sih Ma. Harusnya setelah Aku dewasa Mama bisa percaya sama Aku...," protes Gama.
" Maunya sih gitu. Tapi ngeliat tingkahmu yang sering tebar pesona sama cewek-cewek ga jelas itu bikin Mama was-was tau ga...?!" kata Mira galak.
" Was-was kenapa sih Ma, ga mudeng Aku...?" tanya Gama dengan wajah tak berdosa.
" Mama khawatir Kamu khilaf dan menghamili anak orang Gama...!" kata Mira lantang hingga mengejutkan semua orang.
" Astaghfirullah aladziim..., emangnya Lo pernah menghamili anak orang Gam...?" tanya Lilian sambil menatap sinis kearah Gama.
" Eh, apaan nih. Mama liat kan, mereka jadi salah paham sama Aku...," kata Gama panik.
" Kenapa harus panik, kalo emang ga pernah ngelakuin ya bilang aja ga. Kalo Lo panik artinya Lo emang mesum...," sindir Rex sambil mencibir.
" Sia*an Lo Rex. Sini Lo...!" kata Gama lantang sambil melangkah kearah Rex.
" Mau ngapain Lo ?. Sebelum mukul Rex, hadapi Gue dulu. Berani ga...?!" tanya Lilian sambil berdiri menghadang di depan Gama.
" Ck, kenapa Lo yang maju sih Kak. Gue tuh ga mukul cewek ya. Biarin T-Rex yang maju, kan dia laki-laki...," kata Gama kesal.
" Tapi dia adik Gue...!" sahut Lilian lantang hingga membuat Gama menciut lalu mundur teratur.
" Rasain...," kata Mira saat Gama menoleh kearahnya seolah minta dukungan.
" Ish, Mama nih...," gerutu Gama kesal.
Gondo, Ramon dan Lilian nampak mengulum senyum melihat adegan 'pengeroyokan' tadi. Sedangkan Gama dan Mira terlihat berdiri saling beradu punggung.
" Mama sama Gama kebiasaan deh. Sekarang saling serang, ntar kalo jauh kangen...," kata Gondo sambil membuka pintu Taxi.
Mira pun tersenyum lalu menoleh kearah Gama. Kemarahan Mira pun menguap saat teringat akan berjauhan dalam waktu cukup lama dengan anak semata wayangnya itu.
" Mama pergi dulu ya Nak...," kata Mira sambil mengusak rambut Gama.
" Ok Ma, hati-hati di jalan...," sahut Gama sambil mengecup pipi sang Mama.
__ADS_1
Setelah saling memeluk sejenak, Gama pun melepas kepergian kedua orangtuanya sambil tersenyum. Sesaat kemudian Gama masuk ke dalam rumah mengikuti Ramon dan Lanni yang lebih dulu masuk.
\=\=\=\=\=