Kidung Petaka

Kidung Petaka
51. Pingsan


__ADS_3

Selama Rex pergi menjalankan tugas, maka tanpa disadari tugas 'mengawasi' Lilian pun berpindah ke tangan Gama.


Ramon memang mempercayakan keamanan dan keselamatan Lilian pada Gama. Menurut Ramon dan Lanni, Gama adalah orang yang bertanggung jawab meski pun ucapan dan sikapnya kadang membuat jengkel.


Seperti hari itu, lagi-lagi Gama membuat Lilian marah.


Gama memang berjanji menjemput Lilian saat gadis itu lembur. Awalnya Ramon yang ingin menjemput, namun mendadak seorang koleganya menelephon dan mengajaknya bertemu. Karena tak bisa memprediksi kepulangannya, maka Ramon memutuskan Gama lah yang akan menjemput Lilian.


" Tenang aja Om. Insya Allah Aku yang bakal jemput Kak Lian nanti...," janji Gama saat Ramon mampir ke bengkel miliknya.


" Om jadi tenang dengernya. Makasih ya Gam, Om pergi dulu. Assalamualaikum..., " pamit Ramon sambil menutup pintu mobil.


" Wa alaikumsalam, hati-hati Om...!" kata Gama yang diangguki Ramon.


Setelahnya Gama melangkah masuk ke dalam bengkel. Tepat di saat bersamaan sebuah mobil memasuki bengkel. Gama menepi dan membiarkan mobil itu masuk.


Kebetulan saat itu ketiga karyawannya sedang tak berada di tempat. Ipung sedang sholat Maghrib di lantai atas, Riki membeli makan malam dan Edi berhalangan hadir. Karenanya Gama lah yang menyambut calon konsumen itu.


Gama menunggu sang pengendara mobil membuka pintu dan turun dari mobil. Namun setelah menunggu beberapa saat sang pengendara mobil tak juga menampakkan batang hidungnya. Gama yang curiga pun mulai mendekat dan mengetuk kaca mobil perlahan.


" Permisi..., ada yang bisa Kami bantu...?" tanya Gama dengan santun sambil terus mengetuk kaca mobil.


Karena tak mendapat respon, Gama pun memberanikan diri mengintip ke dalam mobil. Ia terkejut saat melihat seorang wanita tengah telungkup di atas kemudi. Tampaknya wanita itu sedang menangis dan itu membuat Gama menghela nafas panjang.


Kemudian Gama berusaha membuka pintu mobil dan berhasil. Saat pintu terbuka wanita itu langsung menghambur memeluk Gama dan menangis.Tepat di saat bersamaan Riki datang usai membeli makan malam. Riki mematung di ambang pintu bengkel saat melihat adegan mesra Gama dengan wanita itu.


Riki menduga jika wanita itu adalah kekasih Gama. Bagaimana tidak, cara mereka berpelukan dan cara berpakaian wanita itu sungguh membuat Riki salah paham.


Wanita itu mengenakan hot pans yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Ditambah kamisol berenda yang memperlihatkan sebagian dada dan perutnya, membuat penampilan wanita itu terlihat se*i. Rambut panjang wanita itu pun terurai menutupi punggung saat ia menangis dalam dekapan Gama.


" Ehm...!, makanan udah sampe nih Bos...!" sapa Riki lantang untuk menyudahi aksi berpelukan Gama dengan wanita itu.


Gama yang terkejut langsung mendorong tubuh wanita itu hingga membuat wanita itu terhempas membentur body mobil. Wanita itu nampak meringis namun berusaha berdiri tegak.

__ADS_1


" Lo udah sampe Rik, kok lama banget...?" tanya Gama sambil menyigar rambutnya.


" Iya Bos. Maaf kalo lancang. Sebaiknya kalo mau pelukan di atas aja. Ga ada yang ganggu dan ga ada yang ngeliat juga. Jangan sampe bengkel ini terkesan mesum gara-gara ulah Bos dan pacar Bos itu...," bisik Riki hingga membuat Gama terkejut.


" Dia bukan pacar Gue Rik...!" kata Gama.


" Lah kalo bukan pacar ngapain pake pelukan segala, mesra banget lagi...," kata Riki sambil menatap Gama dan wanita itu bergantian.


" Gue juga ga tau. Cewek itu baru aja datang. Pas datang ga langsung buka pintu tapi malah telungkup di atas kemudi. Karena lama ga keluar dari mobil dan Gue khawatir dia kenapa-kenapa, makanya Gue buka paksa pintu mobilnya. Pas pintu terbuka eh dia langsung meluk Gue kenceng banget. Untung Lo datang dan teriak manggil Gue. Kalo ga kan repot...," kata Gama menjelaskan.


" Repot kenapa Bos...?" kejar Riki.


" Repot kalo sampe Gue khilaf...," sahut Gama dengan wajah memerah hingga membuat Riki tertawa keras.


" Kirain apaan Bos. Kalo itu Gue juga mau...," kata Riki di sela tawanya.


" Dasar koplak. Udah jangan ketawa mulu, bantuin Gue nyadarin tuh cewek...!" kata Gama sambil menatap Riki kesal.


Setelahnya Riki berjalan menghampiri wanita itu. Riki menyapa wanita itu dan bertanya beberapa hal. Kemudian Riki menoleh kearah Gama yang berdiri cukup jauh dari wanita itu lalu menggedikkan bahunya.


" Kenapa, apa katanya...?" tanya Gama.


" Cewek ini mab*k Bos. Percuma diajak ngomong, ga bakal nyambung...," sahut Riki.


" Ya Allah, apes banget sih Gue. Masa meluk cewek mab*k...," gumam Gama sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Tiba-tiba wanita itu terjatuh dengan kepala membentur lantai. Riki dan Gama yang terkejut pun nampak saling menatap bingung karena tak siap menahan tubuh wanita itu. Di saat bersamaan Ipung turun dari lantai atas dan terkejut melihat seorang wanita terkapar pingsan di tengah bengkel.


" Wah ada makan malam enak nih kayanya...," kata Ipung sambil menatap lapar kearah wanita yang memang mengenakan pakaian kurang bahan itu.


" Bacot Lo Pung. Jangan macem-macem Lo !. Kita ga tau siapa cewek ini, salah-salah malah berurusan sama Polisi kan gawat...," sahut Riki sambil menepuk punggung Ipung dengan keras.


" Lah emangnya cewek ini siapa, kok bisa terdampar di sini...?" tanya Ipung.

__ADS_1


" Bos sama Gue juga ga tau. Cewek ini mab*k, jadi ga bisa ditanyain macem-macem. Jadi gimana nih, mau dibawa ke klinik atau tunggu sampe dia siuman...?" tanya Riki.


" Tunggu dia siuman aja. Kalo dibawa ke Klinik malah ntar dicurigai sama petugas di sana. Bisa-bisa Lo berdua dituduh udah melecehkan dia...," sahut Gama.


" Kok Kita berdua, emangnya Bos ga ikut nganterin dia ke Klinik...?" tanya Ipung.


" Ya ga lah, Gue jaga gawang. Ngapain Gue ngurusin hal ga penting kaya gitu...!" sahut Gama sambil melangkah menaiki anak tangga.


Mendengar ucapan Gama membuat Ipung dan Riki saling menatap kesal.


" Untung dia Bos yang gaji Kita, kalo ga pengen nampol aja nih rasanya...," kata Riki gemas.


" Gue denger Rik...!" kata Gama lantang.


" Sorry Bos, bercanda...!" sahut Riki sambil nyengir dan membuat Ipung tertawa geli.


Gama hanya tersenyum mendengar jawaban Riki. Setelahnya Gama sengaja berdiam di lantai atas sambil mengecek keuangan bengkel.


Gama turun ke lantai bawah saat adzan Isya berkumandang. Tiba di lantai bawah Gama terkejut karena melihat wanita itu masih dalam posisi yang sama. Di sisi lain Riki dan Ipung nampak sibuk mengecek kondisi mobil milik salah seorang pelanggan.


" Selamat malam Bang Gama...," sapa pemilik mobil.


" Selamat malam Pak Harvey. Wah seneng deh ngeliat Pak Harvey mampir. Apa ada masalah Pak...?" tanya Gama.


" Ga ada, cuma cek rutin aja. Saya mau keluar kota malam ini. Sekalian jalan mampir deh ke sini...," sahut Harvey sambil tersenyum.


" Oh gitu. Saya pamit ke masjid dulu ya Pak, mau sholat Isya...," pamit Gama.


" Silakan Bang Gama...," sahut Harvey.


Gama tersenyum lalu melangkah keluar bengkel. Saat tiba di luar bengkel terdengar teriakan Ipung dan Riki hingga membuat Gama menoleh karena terkejut.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2