Kidung Petaka

Kidung Petaka
48. Membantu Satria


__ADS_3

Apa yang dilakukan Rex membuat sersan Andi bingung. Ia pun meraih ponsel Rex lalu mengikuti Rex dari belakang hingga tak sengaja mengabaikan sapaan rekannya.


Saat tiba di belakang gawang, tempat dimana wanita aneh itu berdiri, Rex pun terlihat kesal karena tak menjumpai apa pun di sana. Kemudian Rex nampak menendang ilalang sambil sesekali menggumam tak jelas. Hal itu membuat sersan Andi bertambah bingung.


" Lo cari apaan sih Rex...?" tanya sersan Andi hingga memgejutkan Rex.


" Lo ngikutin Gue...?" tanya Rex sambil menatap Andi dengan tatapan tak percaya.


" Iya...," sahut sersan Andi dengan enggan.


" Kenapa...?" tanya Rex tak mengerti.


" Pake tanya kenapa lagi. Harusnya Gue yang tanya, Lo ini kenapa. Apa gara-gara telephon dari Jakarta yang bikin Lo senewen kaya gini ?. Emangnya ada kabar apaan sih...?!" tanya sersan Andi dengan mimik wajah serius.


" Oh, ga ada kabar apa-apa kok. Orangtua Gue cuma nanya kabar Gue sama nanya kapan pulang...," sahut Rex santai.


" Terus kenapa Lo mendadak lari ke sini...? " tanya sersan Andi.


" Iseng aja...," sahut Rex asal.


" Iseng tapi Lo marah-marah di sini. Pake nendangin rumput segala. Waras kan Lo...?!" tanya sersan Andi gusar.


" Waras dong. Kalo ga waras masa pangkat Gue lebih tinggi daripada Lo...," sahut Rex santai sambil melenggang pergi meninggalkan sersan Andi di belakang gawang seorang diri.


" Ya Allah, kok bisa sih Gue punya atasan sableng kaya gini...," gumam sersan Andi sambil menepuk dahinya usai mendengar jawaban absurd Rex.


Setelahnya sersan Andi mengejar langkah Rex dan menyerahkan ponsel milik Rex yang tadi diambilnya dari atas kursi.


" Kebiasaan Lo. Ninggalin ponsel dimana-mana. Untung Gue yang nemuin, kalo orang lain gimana...?" omel sersan Andi.


" Ya ga gimana-gimana. Lagian ga ada yang penting kok di sini...," sahut Rex sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celana panjangnya.


" Ck, ga penting tapi bisa jadi bahan buat nyari kelemahan Lo. Inget Rex, Lo tuh perwira dan atasan di sini sekarang. Semua pasukan bergantung sama Lo. Kalo pimpinannya aja sembrono kaya gini gimana nasib bawahan kaya Gue...," kata sersan Andi sewot.


Ucapan sersan Andi mengejutkan Rex. Meski Rex tak paham maksud rekannya itu, ia pun mengalah dan mengakui 'kesalahannya' itu.


" Iya iya sorry. Makasih ya udah diingetin...," sahut Rex sambil tersenyum lalu menepuk punggung sersan Andi dengan lembut.

__ADS_1


" Ok...," sahut sersan Andi cepat.


Sersan Andi yang semula kesal nampak tersenyum mendengar ucapan Rex. Ia pun mengangguk lalu berjalan menuju dapur untuk membuat kopi.


" Mau kopi ga Rex...?" tanya sersan Andi dari dapur.


" Boleh deh, thanks ya Bro...!" kata Rex lantang.


" Siap, sama-sama Bro...!" sahut sersan Andi hingga membuat Rex tersenyum.


Rex membalikkan tubuhnya dan kembali menatap ke belakang gawang. Ia menggelengkan kepala saat melihat penampakan wanita aneh itu lagi di sana. Rex merasa jika dirinya tengah dipermainkan oleh penampakan makhluk halus berwujud wanita itu.


" Gapapa Lo menghindar lagi kali ini. Terus lah menghindar tapi Gue ga bakal nyerah ngejar Lo. Suatu saat Lo bakal nyerah karena ga punya tempat lagi untuk lari...," gumam Rex sambil menatap tajam kearah sosok wanita aneh itu.


Di kejauhan sosok wanita aneh itu nampak tersenyum tipis. Perlahan namun pasti ia menghilang, lenyap tanpa bekas hingga membuat Rex mengusak rambutnya karena kesal.


\=\=\=\=\=


Setelah berhasil menangani para begal, Rex dan pasukannya dipindahkan ke kota lain di pulau Madura. Kali ini mereka diperbantukan untuk menangani korban bencana alam banjir yang melanda beberapa kota di Madura.


Meski pun suasana di penampungan korban bencana alam lebih aman dibandingkan tempat sebelumnya, namun Rex dan pasukan tetap bersikap waspada. Mereka tak ingin hal buruk menyusup masuk hingga merugikan warga yang terkena musibah itu.


Diantara lima komandan regu, Satria adalah yang termuda dan terbilang tampan, walau tak setampan Rex. Sikapnya yang pendiam membuat lawan jenis merasa jika dia adalah cowok cool. Padahal sejatinya Satria bukan lah sosok yang pendiam. Satria berubah sejak ditinggal menikah oleh mantan kekasihnya.


Rex dan rekan-rekannya mensuport Satria untuk mendekati gadis manis bernama Bella itu. Bella memang berbeda dibandingkan gadis lain sesama penghuni penampungan. Walau sedikit agresif, namun dia adalah gadis yang berasal dari keluarga baik-baik.


Awalnya Bella dan teman-temannya sering terlihat curi-curi pandang kearah Satria hingga membuat Satria yang baru saja putus dari kekasihnya itu salah tingkah. Satria tampak tak merespon karena merasa luka di hatinya belum pulih hingga tak ingin membuka hati untuk gadis lain.


Namun setelah berkali-kali melihat usaha Bella dan teman-temannya memikat hati Satria, akhirnya Rex pun turun tangan membantu.


" Sersan Satu Satria...!" panggil Rex lantang di satu kesempatan.


" Siap Ndan...!" sahut Satria sambil memasang sikap sempurna.


" Ada beberapa keperluan dapur yang harus dibeli. Bisa kan Kamu beli ke pasar. Ini uangnya dan ini daftar belanjaan yang harus Kamu beli...," kata Rex sambil menyodorkan selembar kertas berikut uang dalam amplop.


" Siap Ndan. Maaf lancang, Saya pergi dengan siapa Ndan...?" tanya Satria.

__ADS_1


" Kamu bisa minta tolong sama Mbak yang pake baju biru itu untuk nemenin Kamu. Jangan berdua, ajak juga beberapa anggota buat bantu ngangkat barang nanti...!" kata Rex sambil berlalu.


" Siap Ndan...!" sahut Satria lalu memutar kepalanya dan melihat Mbak baju biru yang dimaksud sang komandan tadi.


Andi, Ahmad dan Reza nampak menahan tawa melihat Satria yang kebingungan. Saat itu Satria tampak menatap daftar belanjaan lalu menatap Bella bergantian


" Kenapa Sat...?" tanya Andi sambil mendekati Satria.


" Komandan nyuruh Gue pergi ke pasar. Tapi kenapa pake suruh ngajak cewek baju biru itu. Emang kenapa sih...?" tanya Satria.


" Cewek baju biru yang naksir Lo itu...?" tanya Andi sambil melirik kearah Bella.


" Kalo soal itu Gue ga tau. Tapi perintah Komandan kali ini menurut Gue tuh aneh banget. Iya ga Ndi...?" tanya Satria gusar.


" Turutin aja daripada kena marah. Udah buruan sana...!" kata Andi sambil mendorong Satria untuk mendekati Bella.


Bella yang sedang membelakangi Satria dan Andi pun terkejut saat Satria memanggil namanya.


" Ada apa Mas Satria...?" tanya Bella.


" Mmm..., Saya dapat tugas belanja ke pasar. Tapi Saya ga tau dimana pasarnya. Bisa ga Kamu nemenin Saya belanja...?" tanya Satria hati-hati.


" Kok Saya...?" tanya Bella tak mengerti.


" Ga ada alasan. Kamu bisa ajak temen Kamu buat nemenin. Kita belanja buat memenuhi kebutuhan semua orang bukan buat Saya pribadi...," sahut Satria tak sabar.


" Kalo gitu Saya panggil temen Saya dulu ya Mas...," kata Bella sambil berlalu.


Tak lama kemudian Satria, Bella dan Ika nampak naik ke dalam truk milik TNI. Bersama mereka ikut juga paman Ika dan dua orang tentara.


Dari kejauhan Rex tersenyum puas karena berhasil 'menyatukan' Satria dan Bella.


" Akhirnya Satria luluh juga...," kata Reza.


" Iya. Walau terpaksa harus menggunakan cara licik dengan dalih perintah komandan...," sahut Andi menyindir Rex.


" Tapi kan tujuannya baik. Lagipula mereka kan ga cuma berdua, jadi ga bakal jadi fitnah nanti. Masalah jodoh atau ga ke depannya, itu bukan urusan Gue...," sahut Rex santai.

__ADS_1


Reza dan Andi pun tersenyum melihat ketulusan Rex membantu Satria mengobati luka hatinya.


\=\=\=\=\=


__ADS_2