Kidung Petaka

Kidung Petaka
231. Shezi Salah Paham


__ADS_3

Karena takut dengan penampakan hantu wanita di jok belakang mobil, Shezi pun bergegas turun dari mobil. Karena khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada Shezi, Rex pun langsung mengejar gadis itu. Rex tak ingin Shezi menjadi korban kejahatan di jalan yang biasa terjadi saat malam hari, apalagi saat itu jalan terlihat lengang.


" Shezi tunggu !, Kamu mau kemana Zi...?!" panggil Rex.


Shezi mengabaikan panggilan Rex dan terus berjalan cepat. Tak ia pedulikan rasa ngilu yang menyapa kaki kirinya itu. Shezi hanya berpikir untuk lari dan lepas dari perangkap Rex.


Namun secepat apa pun Shezi berlari, toh tak akan mampu mengalahkan Kapten Rex yang handal dalam berlari dan bela diri itu. Dengan mudah Rex berhasil menyusul Shezi bahkan kini mensejajarkan langkahnya di samping Shezi.


" Kamu mau kemana Zi ?. Ini udah malam, bahaya buat cewek berkeliaran sendirian di jalan kaya gini...," kata Rex sambil berusaha menggamit lengan Shezi.


Shezi menepis tangan Rex sambil terus berjalan cepat hingga membuat Rex hilang kesabaran. Dengan sekali lompatan Rex berhasil menghadang langkah Shezi dan berdiri di depan gadis itu.


" Aku tanya sekali lagi. Kamu mau kemana Zi...?" tanya Rex sambil merentangkan kedua tangannya untuk menghadang langkah Shezi.


Shezi nampak menggelengkan kepalanya sebelum menjawab pertanyaan Rex.


" Minggir, ini bukan urusan Kamu Kapten...!" kata Shezi sambil menepis tangan Rex.


" Ini jadi urusan Aku karena Kamu pergi sama Aku tadi...!" sahut Rex tak kalah lantang.


" Kalo gitu anggap aja Kita ga ketemu dan saling kenal. Minggir...!" kata Shezi sambil mendorong Rex untuk menepi.


" Kamu nih kenapa sih Zi. Apa pertanyaanku tadi yang bikin Kamu berubah ?. Emang salah kalo Aku nanya kaya gitu ?. Aku nanya kaya gitu karena selama ini ga ada yang bisa ngeliat dia. Orang terdekatku aja ga ada yang bisa ngeliat penampakannya tapi Kamu bisa. Makanya Aku tanya itu sama Kamu Zi...!" kata Rex menjelaskan.


Ucapan Rex membuat Shezi menghentikan langkahnya. Kemudian Shezi membalikkan tubuhnya untuk menatap Rex.


" Jadi siapa sebenarnya Kamu ini Kapten ?. Kenapa ada hantu perempuan yang ngikutin Kamu kemana-mana...?" tanya Shezi sambil mengamati Rex dari atas kepala hingga ujung kaki.


" Siapa gimana maksud Kamu Zi...?" tanya Rex tak mengerti.


" Jangan bilang Kamu cuma psikopat yang membantai para wanita dengan kejam sambil berlindung di balik profesimu yang abdi negara itu Kapten Rex Aldan...!" kata Shezi lantang sambil menyerang Rex dengan pukulannya.


Rex yang terkejut dan tak menyangka akan diserang oleh Shezi pun tak kuasa menghindar. Ia pun harus menerima tinju keras Shezi yang mendarat telak di wajahnya.

__ADS_1


Saat Rex mengerjapkan matanya karena tak percaya dengan tindakan Shezi, gadis itu justru kembali menyerangnya hingga membuat Rex terjengkang ke belakang. Akhirnya keduanya jatuh di aspal jalan dengan posisi Shezi di atas tubuh Rex.


Shezi terus melayangkan pukulan hingga Rex kewalahan. Tak ingin jadi bulan-bulanan Shezi yang salah paham itu, Rex pun sigap menangkap kedua tangan Shezi hingga gadis itu tak bisa lagi memukulnya. Kemudian Rex berguling ke samping hingga keadaan pun berbalik. Kini Shezi yang ada di bawah kungkungan Rex.


Posisi itu mengingatkan Shezi pada peristiwa dimana Nato melecehkannya dulu. Tentu saja itu membuat Shezi marah dan menjerit histeris.


" Lepasin bajing*n...!" jerit Shezi marah.


Jeritan Shezi membuat Rex panik. Ia ingin membungkam mulut Shezi karena khawatir jeritan Shezi akan membuat warga berdatangan dan salah paham nanti. Namun di saat yang sama Rex juga tak ingin melepaskan kedua tangan Shezi karena gadis itu akan menggunakan tangannya untuk memukulnya lagi nanti.


Karena tak ada cara lain, akhirnya Rex membungkam mulut Shezi dengan mencium bibirnya. Tindakan Rex mengejutkan Shezi. Gadis itu bahkan membelalakkan matanya saat Rex mendaratkan ciuman di bibirnya.


Untuk sesaat keduanya saling menatap dalam posisi yang sangat dekat. Rex yang semula hanya ingin membungkam jeritan Shezi pun refleks ******* bibir gadis itu perlahan hingga membuat Shezi terlena sesaat. Namun saat tersadar bahwa yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan, Shezi pun mendorong Rex dengan keras hingga pria itu terjatuh ke samping.


" Maaf Zi. Aku...," ucapan Rex terputus saat Shezi menamparnya dengan keras.


" Plaakkk...!"


" Dasar sint*ng !. Apa yang Kamu lakukan...?!" tanya Shezi sambil menatap marah kearah Rex.


" Berhenti menjerit atau Aku bisa lakukan sesuatu yang lebih buruk lagi nanti...!" kata Rex lantang sambil menarik satu tangan Shezi hingga tubuh gadis itu membentur tubuhnya.


Karena takut dengan ancaman Rex, Shezi pun diam sambil menatap Rex dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Posisi Shezi dan Rex sangat dekat hingga keduanya bisa saling merasakan hembusan nafas masing-masing.


Menyadari Shezi sedikit melunak, Rex pun menggandeng tangannya lalu membawa gadis itu menuju mobil. Entah mengapa kali ini Shezi menurut tanpa melakukan perlawanan.


" Masuk dan jangan coba kabur...!" kata Rex sambil membuka pintu depan tepat di samping kemudi.


Shezi pun masuk lalu duduk. Dari tempatnya Shezi bisa mengamati Rex yang menutup pintu lalu masuk dari pintu lain.


Tak lama kemudian Rex melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


Selama perjalanan tak ada pembicaraan apa pun. Shezi hanya menatap keluar jendela tanpa sekali pun menoleh kearah Rex. Rupanya gadis itu masih kesal dengan 'insiden ciuman' yang dilakukan Rex tadi.

__ADS_1


Tiba-tiba Rex mengatakan sesuatu yang membuat Shezi menoleh. Bahkan Shezi juga menatap ke kursi belakang dan melihat hantu wanita yang dilihatnya tadi masih bercokol di sana.


" Ini semua gara-gara Kamu Nyai. Liat kan hasilnya ?. Gara-gara Kamu nongol dan ngeliatin Shezi terus daritadi, dia jadi marah dan salah paham sama Aku...," kata Rex sambil terus menatap ke depan.


" Aku senang karena akhirnya bisa berinteraksi lebih dekat dengannya Rex...," sahut Nyai Hadini lirih sambil mendongakkan kepalanya perlahan.


" Si... siapa dia Kapten...?!" tanya Shezi dengan suara bergetar.


" Dia teman ghaibku. Namanya Nyai Hadini. Karena Kamu bisa melihat wujudnya, itu artinya Aku ga perlu menjelaskan secara detail bagaimana bentuknya kan...," sahut Rex sambil tersenyum.


Shezi membeku di tempat melihat penampakan Nyai Hadini dalam wujud aslinya. Kulit dan wajah Nyai Hadini sepucat mayat. Kedua bola matanya yang menatap tajam dengan seringai dingin di wajahnya membuat Shezi bergidik. Rambut panjangnya terurai acak dengan sebuah mahkota di atas kepalanya. Kostum yang ia kenakan mirip dengan wanita bangsawan dari jaman kerajaan Jawa kuno.


" Apa kabar Shezi...," sapa Nyai Hadini sambil tersenyum.


Senyum yang manis tapi terlihat menyeramkan dalam pandangan Shezi.


" Alhamdulillah baik...," sahut Shezi cepat dengan suara tercekat.


" Senang mengenalmu Shezi...," kata Nyai Hadini sambil mengulurkan tangannya untuk menyentuh kepala Shezi.


Saat itu Shezi merasakan udara sejuk yang membuat nyaman menyapu kepalanya. Perlahan rasa gelisah dalam hati dan pikirannya pun sirna termasuk rasa sakit dan lelah yang mendera tubuhnya.


" Kenapa hanya dia yang Nyai obati. Aku juga butuh diobati lho Nyai...," protes Rex sambil melirik kearah Shezi dan Nyai Hadini.


Nyai Hadini tersenyum lalu melakukan hal yang sama pada Rex. Dalam sekejap luka memar di wajah Rex akibat pukulan Shwzi tadi pun sirna hingga membuat Shezi menggumam takjub.


" Jadi apa Kamu ga mau minta maaf sama Aku Zi...?" tanya Rex sambil menatap Shezi lekat hingga membuat Shezi salah tingkah.


" Maaf Kapten. Aku kirain Nyai adalah hantu korban pembunuhan yang datang untuk ngingetin Aku supaya hati-hati sama Kamu...," sahut Shezi tak enak hati.


Ucapan Shezi membuat Rex dan Nyai Hadini saling menatap lalu tersenyum penuh makna.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2