
Ternyata saat itu Elvira bermaksud menceritakan pengalaman mistisnya kepada Rex. Ia menoleh ke sekelilingnya beberapa kali karena khawatir ada orang lain yang mendengar ceritanya itu.
" Kenapa harus ngeliat ke belakang segala Bu Elvira...?" tanya Rex sambil ikut mengamati sekelilingnya.
" Saya cuma ga mau ada yang denger cerita ini dan menyampaikannya ke Bu Tarsih Kapten...," sahut Elvira setengah berbisik.
" Memangnya kenapa kalo Bu Tarsih tau...?" tanya Rex.
" Kasian Ibu, yang dipikirin udah terlalu banyak. Makanya sampe kena serangan stroke ringan beberapa waktu yang lalu. Saya ga mau nambah beban pikiran Ibu dan bikin Ibu tambah sakit nanti...," sahut Elvira.
" Oh gitu. Terus pengalaman mistis apa yang Bu Elvira maksud tadi...?" tanya Rex penasaran.
" Mmm..., begini. Tapi Kapten yakin mau denger cerita Saya...?" tanya Elvira sambil menatap Rex lekat.
" Iya Bu Elvira. Mau cerita sekarang atau Saya pulang nih...," kata Rex setengah mengancam.
" Eh, jangan Kapten...!" kata Elvira sambil mencekal lengan Rex.
Untuk sejenak keduanya terpaku. Elvira bergegas melepaskan cekalan tangannya pada lengan Rex dengan gugup. Kemudian Elvira segera menceritakan pengalamannya untuk menetralisir rasa gugupnya itu.
" Begini Kapten, Saya pernah nemu biawak di kebun belakang panti. Waktu itu Saya dan Adik-adik lagi bersih-bersih. Nah Saya yang kebagian buang sampah dan membakarnya di kebun belakang. Pas lagi membakar sampah, Saya ngeliat biawak berukuran tanggung lewat di samping Saya. Kalo biasanya biawak itu takut ngeliat manusia, biawak ini sedikit aneh menurut Saya...," kata Elvira.
# Biawak adalah jenis reptil yang termasuk dalam golongan kadal, ukuran tubuhnya tak sebesar komodo dan biasanya hidup di pinggiran sungai atau rawa #
" Apanya yang aneh...?" tanya Rex mulai tertarik dengan cerita Elvira.
" Ya aneh karena biawak itu justru diam di samping Saya. Karena takut digigit, Saya pun menjauh. Tapi biawak itu seperti mengikuti Saya. Dia selalu mendekat bahkan berdiam di samping Saya seolah ikut nemenin Saya membakar sampah...," sahut Elvira gusar.
" Kenapa Kamu ga nyoba nakutin biawak itu pake api...?" tanya Rex.
" Udah Kapten. Tapi biawak itu ga takut sama sekali. Jangankan pergi, biawak itu malah nantangin kok. Waktu Saya takutin pake kayu yang ujungnya Saya bakar, biawak itu justru ngeliatin Saya tanpa berkedip seolah mau bilang kalo dia ga takut sama api. Nah setelahnya Saya malah jadi merinding sendiri. Makanya Saya ambil air dan padamin api yang menyala di tumpukan sampah itu supaya api ga tertiup angin dan nyebar kemana-mana. Setelahnya Saya masuk ke dalam rumah dan ga berani keluar lagi.Padahal sebelumnya Saya dan Adik-adik biasa nungguin api sampe padam. Tapi karena ga nyaman ditungguin biawak, Saya kabur dan ga menyelesaikan pekerjaan Saya itu...," kata Elvira.
" Terus...?" tanya Rex dengan sabar karena belum menemukan hal mistis dari cerita Elvira.
__ADS_1
" Malamnya Saya mimpi Kapten...," sahut Elvira gusar.
" Mimpi apa...?" tanya Rex.
" Saya didatangin cowok berkostum aneh...," sahut Elvira cepat.
" Kostum aneh gimana maksud Bu Elvira...?" tanya Rex.
" Cowok itu ga pake baju, cuma pake celana selutut, ikat pinggang keemasan sama kain batik gitu. Tapi di atas kepalanya ada mahkota berhiaskan kepala cicak. Di kedua lengannya juga pake semacam gelang yang juga ada cicaknya. Mmm..., tapi setelah Saya ingat-ingat bentuk dan warnanya sama persis kaya biawak yang nemenin Saya bakar sampah itu lho Kapten. Warnanya hitam kuning gitu mirip ular...," kata Elvira sambil mengusap peluh di keningnya.
" Oh ya. Apa cowok itu ngomong sesuatu...?" tanya Rex penasaran.
" Ga ngomong apa-apa, dia cuma berdiri sambil tersenyum menatap Saya. Awalnya sih Saya ga terganggu sama mimpi itu, tapi belakangan mimpi itu terulang lagi beberapa kali. Terlalu sering jadi bikin Saya ga tenang Kapten. Apalagi kadang Saya juga ngeliat cowok bermahkota cicak itu saat sedang mengajar di kelas...," kata Elvira mengakhiri ceritanya.
" Jadi mana yang benar Bu Elvira, biawak atau cicak nih...?" goda Rex untuk mengurai ketegangan.
" Kayanya sih biawak Kapten...," sahut Elvira.
" Tapi kenapa ukurannya sebesar cicak...?" tanya Rex.
" Kan tadi Bu Elvira bilang kalo cowok itu pake mahkota berhiaskan kepala cicak...," sahut Rex.
" Maksud Saya mirip Kapten. Secara logika mana mungkin cowok itu pake mahkota sebesar biawak. Kan ukuran tubuh biawak lebih besar dari kepala manusia. Yang ada bukan pake mahkota berkepala biawak tapi didudukin biawak itu namanya...," sahut Elvira kesal namun membuat Rex tertawa lepas.
Menyadari ucapannya yang tak terkontrol membuat Elvira pun ikut tertawa.
" Jadi gimana Kapten ?. Apa menurut Kapten mimpi Saya termasuk gangguan mistis...?" tanya Elvira dengan mimik wajah serius.
" Keliatannya begitu Bu Elvira...," sahut Rex mantap.
" Jadi apa Ustadz yang akan Kapten panggil itu bisa membantu Saya juga...?" tanya Elvira penuh harap.
" Insya Allah beliau bisa membantu. Tapi sampe beliau datang, sebaiknya Bu Elvira tetap waspada. Jangan lengah dan tetap fokus dengan dzikir yaa...," pinta Rex.
__ADS_1
" Insya Allah siap Kapten. Makasih ya...," kata Elvira.
" Sama-sama. Kalo gitu Saya pulang dulu, Assalamualaikum..., " pamit Rex sambil melangkah menuju jalan raya yang berada tak jauh dari panti asuhan itu.
" Wa alaikumsalam..., " sahut Elvira lalu bergegas masuk ke dalam area panti asuhan.
\=\=\=\=\=
Rex tiba di rumah saat jam menunjukkan pukul delapan malam. Lanni dan Ramon nampak menghela nafas lega saat melihat Rex pulang dalam keadaan baik-baik saja.
" Assalamualaikum...," sapa Rex sambil membuka pintu pagar.
" Wa alaikumsalam..., " sahut Lanni dan Ramon bersamaan.
" Wah, Ayah sama Ibu lagi ngedate di sini ya, romantis banget sih...," kata Rex sambil mencium punggung tangan kedua orangtuanya bergantian.
" Apaan sih Kamu. Ayah sama Ibu tuh lagi nungguin Kamu bukannya ngedate...," sahut Lanni ketus.
" Kok nungguin Aku ?. Kan Aku udah pamit kalo mau ke Cirebon sekalian mampir ke rumah Nenek...," kata Rex bingung.
" Justru itu yang bikin Ibumu khawatir Rex. Ibumu trauma sama kejadian ledakan mobil travel tempo hari, makanya gelisah terus daritadi...," kata Ramon menjelaskan.
" Gimana ga khawatir. Kamu kan baru pulih terus pergi ke Cirebon sendiri. Pake mobil travel lagi, siapa yang ga ketar-ketir...?" sahut Lanni membela diri.
" Ibu tenang aja. Aku udah ga pake jasa travel dari PO yang kemarin kok Bu. Aku juga ga bakal mau ngulang kesalahan yang sama. Lagian PO itu juga masih diblack list sama pemerintah gara-gara ledakan kemarin...," kata Rex menenangkan.
" Syukur lah. Biar ga ada korban lagi kaya kemarin...," sahut Lanni cepat yang diangguki Rex.
Kemudian Ramon, Lanni dan Rex pun masuk ke dalam rumah.
" Terus gimana urusanmu di Cirebon Nak, udah selesai kan...?" tanya Ramon sambil duduk di sofa ruang tengah.
" Alhamdulillah beres Yah. Nanti aja ceritanya ya Yah, Aku mau mandi dulu...," sahut Rex sambil melangkah menuju ke kamar.
__ADS_1
Ramon mengangguk dan membiarkan Rex masuk ke kamar untuk membersihkan diri.
\=\=\=\=\=