
Melihat sikap Rex yang tak biasa membuat Gama tahu jika ada sesuatu yang dilihat Rex saat itu.
Gama menghampiri Rex lalu menepuk pundaknya.
" Ada apaan Rex, kok diem aja. Jangan bilang kalo Lo ngeliat sesuatu yang aneh di sini...," bisik Gama.
" Betul Gam. Gue rasa dia penyebab semuanya...," kata Rex kesal.
" Dia siapa...?" tanya Gama sambil ikut menoleh kearah yang Rex lihat.
" Bayangan hitam yang Lo tabrak semalam Gam...," sahut Rex cepat.
" Dia ngikutin sampe ke sini juga ?. Wah, ini gawat dong Rex...!" kata Gama lantang hingga membuat Lanni, Mira dan Lilian menoleh kearah mereka.
" Apanya yang gawat Gam...?" tanya Mira curiga.
" Bukan apa-apa Ma. Aku lagi ngebahas masalahnya Rex. Dia bilang ceweknya kabur karena salah paham, iya kan Rex...?" kata Gama sambil mengedipkan matanya.
" Kok Gue sih...?" tanya Rex sambil berbisik.
" Iyain aja dulu biar cepet...," sahut Gama juga sambil berbisik.
Karena tak kunjung mendapat respon, Mira pun memanggil Rex untuk memastikan jika ucapan Gama benar adanya.
" Rex...!" panggil Mira lantang.
" Eh, i... iya Ma...," sahut Rex gugup hingga membuat Mira tersenyum.
" Akhirnya Anak bontot Mama punya pacar juga. Kenalin dong Rex...," pinta Mira.
" Insya Allah Ma. Aku keluar sebentar ya Ma, mau curhat sama si Gajah Mada dulu...," kata Rex sambil menarik tangan Gama keluar dari kamar rawat inap Lilian.
Mira, Lanni dan Lilian nampak saling menatap kemudian tersenyum.
" Ternyata Rex udah punya pacar ya Kak. Ibu seneng dengernya..., " kata Lanni.
" Iya Bu. Mudah-mudahan ceweknya baik...," sahut Lilian.
" Harusnya sih gitu. Mama yakin Rex ga bakal sembarangan pilih pasangan. Karena yang bisa jadi pasangan Rex ya cuma cewek tangguh yang tahan banting seperti Kamu Lian. Bukan cewek lemah yang gampang mewek dan banyak menuntut...," kata Mira ketus.
" Kok Mama kesel gitu sih. Emang punya pengalaman pribadi ya Ma...?" tanya Lilian sambil menahan tawa.
" Iya Sayang. Mama inget dulu Gama pernah pacaran sama cewek yang model begitu. Selama pacaran sama dia, Gama tuh keliatan stress. Apa-apa ga boleh. Bahkan cuma mau jemput Mama aja ga bisa gara-gara ceweknya takut pulang sendirian. Padahal bis banyak, angkot ada, Taxi juga stand by. Ceweknya aja yang terlalu manja dan posessif. Makanya Mama bersyukur banget waktu Gama putus sama dia...," sahut Mira berapi-api.
Ucapan Mira membuat Lanni dan Lilian tak kuasa menahan tawa. Sadar telah terlalu emosi, Mira pun ikut tertawa.
" Tapi itu kan udah lama Mir. Jadi ga usah dibawa kesel lah...," kata Lanni sambil menepuk lengan Mira.
" Iya Mbak. Gimana ga kesel kalo inget Gama nurut banget sama tuh cewek. Bahkan sampe ga mau dengerin omongan Aku lho Mbak...," sahut Mira.
__ADS_1
" Jangan-jangan dipelet Ma...," kata Lilian memanas-manasi.
" Mama juga sempet kepikiran kaya gitu Li. Makanya Mama berdoa tiap abis sholat. Minta sama Allah supaya Gama lepas dari jerat hubungan yang ga sehat itu. Coba bayangin. Masih pacaran aja udah banyak ngatur dan nuntut ini itu, apalagi kalo udah married. Hadeeehhh..., untung Gama ga nikah sama dia...," sahut Mira sambil bergidik hingga membuat Lanni dan Lilian kembali tertawa.
Sementara itu di luar ruangan terlihat Rex menarik tangan Gama agar menjauh dari kamar rawat inap Lilian. Gama nampak meronta dan berhasil melepaskan cekalan tangan Rex. Setelahnya ia berhenti melangkah sambil menatap bingung kearah Rex.
" Kenapa pake tarik-tarik segala sih Rex...?" tanya Gama tak suka.
" Mulut Lo tuh emang udah waktunya disekolahin...," sahut Rex kesal.
" Kenapa sama mulut Gue...?" tanya Gama pura-pura tak tahu.
" Lo tadi bilang kalo cewek Gue kabur karena salah paham. Lo sadar ga kalo lagi bikin masalah baru buat Gue...?" tanya Rex gusar.
" Masalah apaan sih maksud Lo...?" tanya Gama bingung.
Belum sempat Rex menjawab, tiba-tiba ponsel Rex berdering. Rex segera meraih ponselnya lalu menjauh dari Gama untuk merespon panggilan telephon itu.
" Ok Sayang...," kata Rex di akhir pembicaraannya dengan seseorang di seberang telephon.
" Siapa Rex...?" tanya Gama penasaran.
" Orang yang tadi Lo fitnah...," sahut Rex cepat.
" Orang yang Gue fitnah tuh siapa...?" tanya Gama.
Ucapan Rex membuat Gama terkejut hingga mulutnya menganga. Ia tak menyangka jika Rex benar-benar memiliki kekasih.
" Tutup mulut Lo, ntar ada lalat masuk baru tau rasa Lo...," kata Rex sambil berlalu.
Gama nampak mengerjapkan matanya usai mendengar ucapan Rex.
" Mau kemana Lo Rex...?!" tanya Gama saat melihat Rex bergegas pergi meninggalkannya.
" Jemput cewek Gue di depan. Dia mau jenguk Kak Lian nanti...!" sahut Rex tak kalah lantang hingga membuat Gama mematung.
Setelah berhasil menguasai diri, Gama pun kembali ke kamar untuk menemani sang istri.
" Kok sendiri, Rex mana...?" tanya Lilian.
" Lagi jemput ceweknya ke depan. Katanya sih mau jenguk Kamu...," sahut Gama sambil mendekati Lilian.
" Jadi Rex beneran punya cewek...?" tanya Lilian antusias.
" Iya. Kok Kamu kaget gitu sih Sayang. Ini kan bukan kali pertama T-rex punya pacar...," sahut Gama cepat.
" Bukan gitu Sayang. Seinget Aku selama jadi tentara Rex belum pernah punya pacar. Iya kan Bu...?" tanya Lilian sambil menoleh kearah sang ibu.
" Iya...," sahut Lanni cepat.
__ADS_1
" Masa sih ?. Aku jadi penasaran cewek mana yang bisa bikin si T-Rex klepek-klepek...," kata Gama sambil tersenyum penuh makna.
" Kamu jangan bikin yang aneh-aneh Gam. Biarin aja Rex bahagia. Emang cuma Kamu yang boleh punya pasangan dan menikah...!" kata Mira mengingatkan.
" Aku kan cuma bercanda Ma...," sahut Gama.
" Ga boleh !. Pokoknya kalo Kamu gangguin hubungannya Rex awas ya...," kata Mira sambil menatap Gama dengan tatapan galak.
" Sssttt..., udah dong ributnya. Mereka datang tuh...," kata Lanni sambil menyilangkan jari telunjuk di depan bibirnya.
Mira dan Gama pun bergegas saling menjauh hingga membuat Lanni hampir tertawa melihat tingkah absurd ibu dan anak itu.
Sesaat kemudian pintu terbuka diiringi ucapan salam Rex dan dokter Aksara.
" Assalamualaikum..., " sapa Rex dan dokter Aksara bersamaan.
" Wa alaikumsalam...," sahut semua orang bersamaan.
" Eh ada tamu rupanya, mari silakan duduk Nak...," sapa Lanni dengan ramah.
" Makasih Bu...," sahut dokter Aksara sambil tersenyum.
Kemudian dokter Aksara mencium punggung tangan Lanni dan Mira bergantian. Setelahnya ia mendekati Lilian dan saling berjabat tangan sambil tersenyum.
" Siapa nih Rex...?" tanya Gama tak sabar.
" Kenalin ini Aksara, pacar Gue...," sahut Rex dengan bangga.
" Salam kenal Aksara. Saya Gama, Kakak iparnya T-Rex...," kata Gama sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan dokter Aksara.
Sikap Gama membuat Rex berdecak sebal.
" Ga usah kelamaan, inget sama Istri Lo tuh...," kata Rex sambil menarik tangan dokter Aksara yang sedang berjabat tangan dengan Gama.
" Ck ck ck..., posessif banget sih Lo...," kata Gama sambil menggelengkan kepala.
" Bukan posessif, Gue cuma melindungi Aksara dari pengaruh buruk orang kaya Lo...," sahut Rex ketus.
" Sia*an Lo Rex...!" kata Gama tak suka.
" Sayang...," panggil Lilian sambil menggelengkan kepala seolah memberi isyarat agar Gama tak berulah.
" Ok Sayang...," sahut Gama cepat sambil mengecup kening Lilian dengan lembut.
Sikap Gama yang nampak menuruti ucapan Lilian membuat semua orang tertawa termasuk dokter Aksara.
" Kalo udah ada pawangnya Kita bisa tenang deh...," sindir Rex hingga membuat semua kembali tertawa.
\=\=\=\=\=
__ADS_1