
Setelah menghela nafas panjang ustadz Akbar pun menjawab pertanyaan Tarsih.
" Yang terjadi adalah seseorang yang tak bertanggung jawab telah mengirim sejenis santet kepada Elvira Bu. Tujuannya cuma satu yaitu supaya Elvira tak bisa menemukan pasangan hidupnya. Ini terlihat jelas saat pria yang tertarik padanya dan berniat mendekatinya tiba-tiba akan mundur teratur tanpa sebab...," kata ustadz Akbar.
Ucapan ustadz Akbar mengejutkan Elvira dan Tarsih. Keduanya nampak saling menatap dengan perasaan kacau.
" Tapi saat ini Aku emang lagi ga pengen menjalin hubungan serius dengan laki-laki mana pun Pakde. Apa kah itu salah satu efek dari santet yang dikirim ke Aku...?" tanya Elvira.
" Betul Nak. Perasaan enggan menjalin hubungan dengan lawan jenis adalah salah satu efek yang diinginkan oleh mereka dan sengaja dibuat oleh makhluk penghuni santet yang dikirim ke Kamu...," sahut ustadz Akbar.
" Apa keengganan itu hanya datang dari Elvira aja Ustadz...?" tanya Tarsih.
" Dari kedua belah pihak Bu. Andai ada pria yang tertarik dan berniat mendekati Elvira, dia akan menolak. Begitu pun sebaliknya. Jika suatu saat Elvira tertarik pada seorang pria, maka pria itu yang akan menolak...," sahut ustadz Akbar hingga membuat Tarsih sedih.
" Apa itu berbahaya Pakde...?" tanya Elvira cemas.
" Untuk sekarang mungkin ga terlihat berbahaya karena Kamu masih muda belia dan cukup menarik perhatian para pria. Kamu masih punya banyak kesempatan memilih dan menolak siapa pun yang datang karena ga sesuai dengan keinginanmu. Tapi bayangkan saat usiamu beranjak naik dan Kamu masih dalam keengganan yang sama. Apakah Kamu tau endingnya...?" tanya ustadz Akbar.
" Elvira bakal jadi perawan tua dan sulit mendapatkan jodoh Ustadz...," sela Tarsih gusar.
" Betul Bu...," sahut ustadz Akbar cepat.
" Aku ngerti Pakde. Tapi Aku memang sengaja jaga jarak dengan laki-laki karena Aku khawatir mereka berniat serius. Sedangkan Aku takut menikah. Jujur Aku ga mau ngalamin kegagalan seperti Papi sama Mami...," sahut Elvira lirih sambil menundukkan wajahnya.
Untuk sejenak suasana di ruangan itu menjadi hening. Ustadz Akbar dan Tarsih menatap iba kearah Elvira. Mereka tak menyangka jika gadis itu masih menyimpan trauma akibat perceraian kedua orangtuanya dulu. Sedangkan Rex hanya menjadi pendengar yang baik tanpa sekali pun menyela pembicaraan mereka.
" Terus hubungannya sama biawak itu apa Pakde...?" tanya Elvira setelah terdiam cukup lama.
" Semuanya jadi berhubungan walau apa yang menimpamu itu hanya kebetulan Nak...," sahut ustadz Akbar sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1
" Kebetulan gimana Pakde...?" tanya Elvira tak mengerti.
" Di saat santet itu dikirim bersamaan dengan saat Kamu memang sedang ga ingin menjalin hubungan serius dengan lawan jenis. Jadi efek yang dihasilkan pun jauh melebihi ekspektasi, ya seperti Kamu ini. Bukan kah itu sangat kebetulan...?" tanya ustadz Akbar.
" Aku ga mudeng Pakde...," sahut Elvira pasrah sambil memijit pelipisnya hingga membuat ustadz Akbar tersenyum.
" Sebenarnya biawak yang sering Kamu liat itu sejenis siluman yang ada dalam santet yang dikirim ke Kamu Nak. Tugas dia adalah menghalangi jodohmu. Dia akan membuat aura di sekitarmu menjadi negatif hingga membuat para pria enggan mendekatimu. Bahkan kadang dia akan menunjukkan diri sebagai pengawal ghaib yang sedang menjaga Kamu. Tapi nampaknya keadaan berbalik. Justru makhluk itu akhirnya jatuh cinta sama Kamu. Semua hal aneh yang dilakukan karena dia memang cemburu sama semua pria yang dekat denganmu termasuk tukang ojeg tadi...," sahut ustadz Akbar hingga membuat Elvira terkejut.
" Masa siluman jatuh cinta sama manusia Pakde...?!" tanya Elvira tak percaya.
" Wah ini bahaya dong Ustadz. Cemburunya manusia aja bisa menimbulkan kekacauan bahkan ada yang saling membunuh. Apalagi kalo siluman yang cemburu. Saya khawatir gara-gara cemburu sama laki-laki lain yang deket sama Vira, justru siluman biawak itu malah melukai Vira nanti...," kata Tarsih cemas.
" Itu pasti Bu...," sahut ustadz Akbar.
" Tuh kaann..., terus Kita harus gimana Ustadz...?!" tanya Tarsih tak sabar.
" Saya harus berkomunikasi dulu sama makhluk itu Bu. Saya harap siluman itu mau melepaskan Vira...," sahut ustadz Akbar.
" Baik Bu. Saya hanya perlu suasana yang tenang supaya bisa berkomunikasi dengan makhluk itu...," kata ustadz Akbar.
Tarsih mengerti kemana arah pembicaraan ustadz Akbar. Karenanya ia bergegas bangkit dari duduknya lalu mengajak Elvira keluar dari aula.
" Silakan Ustadz. Ayo Nak, Kita keluar sekarang. Biarkan Ustadz Akbar dan Mas Rex berkomunikasi dengan makhluk itu...!" kata Tarsih.
" Iya Bu...," sahut Elvira sambil memapah Tarsih keluar dari aula.
Sesekali Elvira menoleh kearah ustadz Akbar dan Rex untuk mengetahui bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan siluman biawak itu. Melihat wajah Elvira yang cemas membuat Tarsih tersenyum.
" Apa Kamu khawatir Nak...?" tanya Tarsih.
__ADS_1
" Iya Bu. Aku rasa siapa pun yang ada di posisi kaya Aku pasti khawatir...," sahut Elvira cepat.
" Kamu tenang aja. Mas Rex dan Ustadz Akbar adalah orang yang tangguh. Mereka pasti baik-baik saja. Justru Ibu khawatir siluman biawak itu marah dan melakukan sesuatu yang buruk sama Kamu...," kata Tarsih.
" Maksud Ibu gimana sih...?" tanya Elvira yang nampak tak fokus sejak tadi.
" Karena ga bisa menghadapi mereka, Ibu khawatir siluman biawak itu malah milih menyerang Kamu untuk melampiaskan kemarahannya...," kata Tarsih gusar.
Ucapan Tarsih mengejutkan Elvira dan membuatnya makin panik.
Sedangkan di aula Rex dan ustadz Akbar nampak sedang berusaha berinteraksi dengan siluman biawak yang mengganggu Elvira itu. Jika ustadz Akbar baru saja memulainya, Rex justru telah melakukan komunikasi sejak tadi.
Saat itu Rex berhasil mengetahui siapa yang telah mengirim santet kepada Elvira.
Seorang pria terlihat mendatangi dukun beraliran hitam. Pria itu meminta bantuan sang dukun agar membuat Elvira 'ga laku' karena telah berani menolak lamarannya. Melihat ciri-cirinya Rex yakin jika pria itu adalah Drajat, pria yang sedianya dijodohkan dengan Elvira oleh sang mami.
" Bikin dia ga laku Mbah. Wanita sok cantik itu harus tau apa resikonya menolak Saya...!" kata Drajat kesal.
" Kalo dia sudah menolak kenapa ga cari wanita lain aja Mas...," kata sang dukun sambil mulai membakar dupa.
" Saya pasti dapatkan wanita mana pun yang Saya mau Mbah. Saya hanya mau ngasih dia pelajaran karena berani memutar balikkan keadaan...," sahut Drajat kesal.
" Emangnya apa yang wanita itu lakukan...?" tanya sang dukun penasaran.
" Saya dan Ibunya datang untuk memastikan hari pernikahan. Bukan hanya menolak, dia malah menjodohkan Saya sama Ibunya itu. Katanya Saya lebih pantes nikah sama Ibunya. Gimana Saya ga kesel Mbah...?!" kata Drajat marah.
Ucapan Drajat mau tak mau membuat sang dukun tertawa. Rex pun ikut tertawa kecil hingga membuat ustadz Akbar yang duduk di sampingnya bingung.
Rex merasa sikap Elvira sedikit sembrono. Namun Rex tak menyalahkan Elvira karena sosok Drajat memang lebih layak bersanding dengan sang mami dibandingkan menikah dengan Elvira.
__ADS_1
\=\=\=\=\=