
Kesembuhan Rex dari luka bakar yang dideritanya menggemparkan Rumah Sakit tempat Rex dirawat. Namun Rex meminta dengan sangat pada dokter yang menangani pengobatannya agar tak menyelidiki semuanya lebih lanjut.
" Anggap aja Saya ganti kulit dok...," gurau Rex saat dokter Hari datang untuk mengecek kondisi kesehatannya.
Dokter Hari tertawa lepas mendengar ucapan Rex. Sejak Rex siuman dokter Hari memang menjadi lebih dekat dengannya. Dokter Hari merasa jika Rex memiliki kepribadian yang baik dan menyenangkan. Dan itu membuatnya nyaman saat berada dekat dengan pasiennya yang satu ini. Mereka kerap terlibat obrolan santai bahkan tak jarang bergurau seperti pagi ini.
" Ganti kulit kaya ular dong. Atau jangan-jangan Mas Rex ini ada keturunan siluman ular ya...," gurau dokter Hari sambil tertawa disambut tawa Rex dan Ramon.
Namun sayang gurauan dokter Hari membuat Lanni yang kebetulan juga ada di ruangan itu mengerucutkan bibirnya.
" Anak Saya manusia ya dok, bukan siluman. Kalo dokter bilang dia keturunan siluman artinya Anda menuduh Saya atau Suami Saya siluman dong...," kata Lanni ketus.
" Eh, maaf Bu. Saya cuma bercanda aja kok tadi...," sahut dokter Hari sedikit tak enak hati.
Ramon pun maju untuk melerai kesalah pahaman yang terjadi.
" Dokter Hari cuma bercanda, kok Ibu jadi sensi gitu sih..., " kata Ramon sambil merengkuh bahu sang istri.
" Tapi Ibu ga suka sama bercandanya dokter Hari Yah. Pake bawa-bawa siluman segala. Apa karena luka Rex sembuh lebih cepat dia dibilang siluman. Mungkin aja kadar anti body Rex di atas rata-rata, makanya luka seberat apa pun bisa langsung sembuh...!" sahut Lanni sambil melengos kesal.
Ucapan Lanni tak membuat dokter Hari tersinggung. Ia justru tertawa makin keras dan mau tak mau membuat Lanni makin kesal. Lanni menghampiri dokter Hari lalu mencubitnya hingga sang dokter mengaduh kesakitan.
" Aduuhhh...," kata dokter Hari sambil meringis kesakitan.
" Rasain !. Makanya jangan ngomong sembarangan...!" sahut Lanni.
" Ibu...! " panggil Rex dan Ramon bersamaan.
" Gapapa Pak, Mas. Saya yang salah kok. Kalo gitu Saya minta maaf ya Bu. Mas Rex bukan keturunan siluman kok tapi keturunan macan betina...," kata dokter Hari.
Setelah mengucapkan kalimat itu dokter Hari bergegas keluar dari ruang rawat inap Rex sambil tertawa. Sedangkan Rex, Ramon dan Lanni pun mau tak mau ikut tertawa mendengar ucapan sang dokter.
" Dasar dokter sableng...," gumam Lanni sambil menggelengkan kepala.
" Lucu ya Bu, ngobrol sama dokter Hari tuh berasa kaya lagi ngobrol sama Anak sendiri...," kata Ramon.
" Iya Yah. Eh, sebentar. Ayah bilang kaya anak sendiri. Jangan-jangan itu emang anak Ayah sama wanita lain...," sahut Lanni sambil menatap lekat suaminya.
" Jangan mulai lagi deh Bu. Suasananya lagi enak nih, jadi ga usah dirusak sama prasangka yang ga jelas ujung pangkalnya kaya gitu deh...," ptotes Ramon.
__ADS_1
Mendengar ucapan Ramon yang bernada kesal itu justru membuat Lanni dan Rex tertawa keras.
Kemudian Lanni melangkah mendekati Rex yang masih berbaring sambil menunggu cairan infus habis.
" Jadi kapan Kamu bisa pulang ke rumah Nak...?" tanya Lanni sambil mengusap kepala Rex.
" Insya Allah besok sore udah boleh pulang Bu...," sahut Rex.
" Kenapa harus sore sih. Emang kalo pagi ga bisa ya...?" tanya Lanni tak mengerti.
" Aku ga tau Bu. Mungkin besok pagi masih ada satu pemeriksaan penting makanya Aku baru boleh pulang sore...," sahut Rex asal.
" Masuk akal sih. Ya udah gapapa. Yang penting Kamu sehat dan pulih lagi seperti semula. Jadi Kamu bisa tetap melanjutkan hidupmu dan karirmu nanti...," kata Lanni sambil tersenyum.
" Aamiin. Makasih Bu, Yah...," kata Rex dengan mata berkaca-kaca.
" Sama-sama..., " sahut Ramon dan Lanni bersamaan lalu ketiganya pun saling memeluk untuk mengungkapkan kebahagiaan mereka.
\=\=\=\=\=
Keesokan harinya Ramon dan Gama nampak menjemput Rex ke Rumah Sakit. Gama juga membantu Rex berkemas sedang Ramon nampak duduk santai sambil mengamati sekelilingnya.
" Alhamdulillah semua ok. Cuma karena kebanyakan berbaring kaki Gue jadi sedikit ngilu kalo dibuat jalan jauh...," sahut Rex.
" Terus apa kata dokter...?" tanya Gama.
" Disuruh latihan jalan aja biar otot yang kaku jadi lemes...," sahut Rex cepat.
" Itu doang...?" tanya Gama tak percaya.
" Iya. Apalagi emangnya...?" tanya Rex tak mengerti.
" Ya udah kalo gitu. Gue kan cuma nanya...," sahut Gama santai.
" Ck, apaan sih Gam. Ga jelas banget Lo...!" kata Rex sambil melempar bantal kearah Gama hingga membuat Gama tertawa.
" Udah siap Anak-anak...?" tanya Ramon sambil mendorong sebuah kursi roda.
" Udah Yah...," sahut Rex dan Gama bersamaan.
__ADS_1
" Kursi roda itu buat siapa Yah...?" tanya Rex.
" Ya buat Kamu dong, masa buat Gama..., " sahut Ramon.
" Tapi Aku masih bisa jalan Yah. Kayanya ga perlu kursi roda deh...," kata Rex.
" Yakin...?" tanya Ramon.
" Iya...," sahut Rex cepat.
" Gapapa Rex, ga usah gengsi segala. Kita tau kondisi Lo emang baru aja pulih jadi wajar kalo masih lemes. Kan Lo bilang sendiri tadi kalo kaki Lo masih ngilu pas dipake jalan jauh. Nah perjalanan Kita ke parkiran Rumah Sakit lumayan jauh lho Rex. Emangnya Lo sanggup jalan sejauh itu...?" tanya Gama.
" Lo ga percaya kalo Gue bisa jalan kaya biasanya Gam...?" tanya Rex.
" Percaya. Tapi ntar Lo siap ga jadi pusat perhatian orang karena berhenti beberapa kali di jalan. Yang ada paling Kita diomongin sama orang karena ga mau make fasilitas gratis dari Rumah Sakit buat bantuin Lo jalan...," sahut Gama santai.
Ucapan Gama membuat Rex termenung sejenak kemudian menghela nafas panjang.
" Ok deh, Gue mau pake kursi roda ini...," kata Rex pasrah hingga membuat Ramon dan Gama tersenyum lebar.
Tak lama kemudian ketiganya keluar dari kamar rawat inap Rex. Gama terlihat mendorong kursi roda yang diduduki Rex sedangkan Ramon berjalan di samping mereka.
Rex nampak tersenyum kecut saat menyadari jalan panjang dan lumayan jauh yang harus mereka tempuh untuk tiba di parkiran mobil.
" Kalian tunggu di sini, biar Ayah ambil mobil dulu...," kata Ramon.
" Iya Yah...," sahut Rex dan Gama bersamaan.
" Apa temen-temen Lo udah dikasih tau kalo Lo pulang hari ini Rex ?. Kasian kan kalo mereka jenguk ke sini tapi Lo malah udah pulang...," kata Gama.
" Udah. Gue udah bilang sama Sersan Andi kemarin...," sahut Rex.
" Yang namanya Sersan Andi itu lucu ya Rex...," kata Gama sambil tersenyum.
" Banget. Gue seneng temenan sama dia karena dia tau gimana membawa diri. Saat di kantor dia bisa bersikap formil sesuai kepangkatan. Tapi lepas dari itu dia orang yang seru...," sahut Rex sambil menatap kearah halaman Rumah Sakit.
Gama mengikuti arah tatapan Rex dan tersenyum saat melihat sosok dokter cantik tengah melintas di halaman Rumah Sakit.
\=\=\=\=\=
__ADS_1