Kidung Petaka

Kidung Petaka
52. Hampir Ditipu


__ADS_3

Teriakan Ipung dan Riki memaksa Gama kembali ke dalam bengkel. Saat itu lah Gama melihat Ipung dan Riki berdiri sambil menatap nanar kearah wanita se*i di hadapannya. Rupanya wanita itu baru saja siuman. Dia nampak bersandar di mobil sambil menyigar rambutnya dengan jari persis seperti yang dilakukan Miss K.


" Kenapa teriak sih, ngagetin aja...?!" tanya Gama.


" Dia juga ngagetin Kita Bos. Masa berdiri di depan Kita sambil nutupin mukanya pake rambutnya yang panjang itu. Kirain Mbak Kun, makanya Kita teriak tadi...," sahut Ipung cepat.


Gama menatap kesal kearah wanita itu sedangkan Harvey nampak tertawa geli.


" Kalian urus ya, Gue ke masjid dulu..., " kata Gama sambil melangkah keluar bengkel.


Ipung dan Riki nampak saling menatap kesal. Sejak tadi mereka merasa wanita itu hanya akan membuat masalah. Dan itu terbukti sekarang. Wanita itu meracau tak jelas sambil terus menyigar rambutnya.


\=\=\=\=\=


Gama baru keluar dari masjid saat mobil Harvey melintas di hadapannya.


" Duluan Bang Gama, makasih yaa...!" sapa Harvey sambil melambaikan tangannya.


" Sama-sama Pak. Hati-hati di jalan...!" kata Gama sambil balas melambaikan tangan.


" Siaaapp...!" sahut Harvey hingga membuat Gama tersenyum.


Kemudian Gama berjalan santai menuju bengkel. Saat tiba di bengkel ia melihat Ipung dan Riki sedang berdebat dengan wanita itu. Rupanya wanita itu masih bertahan di sana dan memaksa ingin bermalam di bengkel karena takut pulang.


" Di sini bukan penginapan. Cari aja tempat lain dan jangan coba buat masalah...!" kata Riki lantang.


" Gue bayar Mas. Gue juga tau diri kok...," sahut wanita itu dengan suara mendayu-dayu.


" Bayar pake apa. Bukannya Lo bilang kalo Lo takut pulang gara-gara dikejar rentenir...?" tanya Ipung sinis.


" Gue bayar pake ini...," sahut wanita itu sambil menggeliatkan tubuh dan menyingkap pakaiannya hingga membuat Ipung dan Riki melongo.

__ADS_1


Melihat hal itu Gama merangsek masuk dan langsung menghardik wanita itu.


" Kalo mau jual diri bukan di sini tempatnya Mbak. Kami bukan cowok yang ga punya agama yang bisa seenaknya melakukan itu tanpa ikatan halal. Apalagi sama perempuan rendah macam Kamu...!" kata Gama lantang hingga mengejutkan Ipung, Riki dan wanita itu.


" Ga usah ikut campur deh. Lo cuma karyawan rendahan di sini. Asal Lo tau, Bos Lo itu sering kok main sama Gue. Kalo ga percaya coba Lo panggil dia ke sini...," kata wanita itu sambil menatap Gama dengan tatapan mengejek.


Bagi wanita itu penampilan Gama memang tak mencerminkan seorang Bos apalagi pemilik bengkel yang lumayan besar itu. Saat itu Gama tampil sederhana dengan baju koko dan sarung lengkap dengan songko warna putih di kepalanya. Wanita itu mengira Gama sebagai cleaning servis di bengkel itu.


" Tapi dia Bos sekaligus pemilik tempat ini Mbak...!" kata Ipung hingga membuat wanita itu terkejut dan mati kutu.


" Dia ?, ga mungkin...," gumam wanita itu salah tingkah.


" Iya, katanya kenal sama Bos Kami. Kok pas orangnya ada, situ malah pura-pura amnesia...," sindir Riki sambil mencibir.


" Gue ga percaya...!" sahut wanita itu dengan lantang.


" Udah ga usah banyak omong Pung, Rik. Usir dia keluar dari tempat ini sekarang. Terus cuci lantai dan semua benda yang pernah disentuh sama dia pake detergen anti kuman. Sekarang...!" kata Gama kesal.


" Siap Bos. Ayo Mbak, keluar dari tempat ini sekarang...!" ajak Ipung sambil menarik paksa tangan wanita itu agar keluar dari bengkel.


" Kalian lagi ngapain di sini...?!" tanya beberapa pria sambil menatap nanar kearah Ipung dan wanita itu.


Ipung pun melepaskan cekalan tangannya sambil menatap Riki. Sedangkan wanita itu mulai berakting, ia menangis seolah baru saja dianiaya. Dia pun mengarang cerita dan mengatakan jika dirinya tak dibayar usai memberi pelayanan pada Gama dan dua karyawannya. Sebagian warga merasa iba sebagian lagi hanya menonton tanpa ekspresi.


Gama keluar menemui warga dan memperlihatkan rekaman kamera CCTV yang terkoneksi dengan ponselnya. Warga pun nampak mengangguk lalu bubar satu per satu.


" Usir aja Mas. Bisa jadi sial tempat Kita kalo kedatangan perempuan lac*r macam dia...," kata seorang pria sambil menatap sinis kearah wanita itu.


Wanita itu terkejut saat menyadari warga tak tertipu dengan aksinya. Apalagi sesaat kemudian dua orang security ruko datang untuk mengamankannya. Wanita itu memaki dan menjerit saat dirinya dipaksa keluar dari bengkel.


" Apa ga malu memfitnah orang pake tampangmu itu. Semua orang udah tau kalo Kamu menipu !. Jadi sekarang pergi dari sini atau Kami panggil Polisi...!" ancam security sambil menarik tangan wanita itu.

__ADS_1


Dengan wajah merah padam menahan malu, wanita itu pun pergi meninggalkan tempat itu. Apalagi sebelumnya tetangga ruko Gama sempat mengabadikan wajahnya dengan kamera ponsel untuk dijadikan pengingat. Mereka berharap wanita itu tak berani muncul lagi untuk mengganggu Gama atau pemilik usaha lainnya.


" Kenapa ga panggil Kami daritadi Mas...?" tanya sang security.


" Awalnya Kami niat menolong aja tapi ternyata malah hampir jadi korban penipuan...," sahut Gama sambil menggelengkan kepala.


" Tampang cantik emang menipu ya Mas. Makanya hati-hati sama cewek cantik. Bisa jadi tampang cantik tapi hatinya ga baik...," kata sang security.


Gama tersentak mendengar ucapan security itu. Ia melirik jam tangannya dan terkejut melihat jam saat itu menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Rupanya kehadiran wanita itu telah menyita waktu Gama dan kedua karyawannya. Beruntung semua orang termasuk konsumen bengkel tak terpengaruh dengan kejadian tadi.


" Maaf Saya pulang dulu ya Pak. Pung, Rik, tolong tutup bengkel ya...!" kata Gama lantang lalu bergegas masuk ke dalam mobil dan menstarter mobilnya.


" Siap Bos...!" sahut Ipung dan Riki bersamaan.


Tak lama kemudian Gama melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Rumah Sakit Sentosa untuk menjemput Lilian sesuai janjinya pada Ramon tadi.


Gama tiba di parkiran Rumah Sakit Sentosa sepuluh menit kemudian. Ia bergegas turun lalu melangkah cepat menuju loby dimana Lilian tengah menunggu sambil terkantuk-kantuk.


" Maaf Gue telat ya Kak...," sapa Gama sambil duduk di samping Lilian.


Lilian tak menjawab dan hanya menatap Gama dari atas kepala hingga ujung kaki. Gama pun mengikuti arah tatapan Lilian dan terkejut saat menyadari dirinya masih mengenakan sarung dan baju koko.


" Kenapa ngeliatin Gue kaya gitu, malu ya jalan sama Gue...?" tanya Gama sambil menatap Lilian lekat.


" Ga juga. Ngapain malu, itu kan pakaian untuk ibadah ke Allah...," sahut Lilian cepat.


" Terus kenapa muka Lo jutek banget...?" tanya Gama sambil mengusap keningnya yang dibasahi keringat.


" Ck, masa Lo ga sadar juga sih. Ini udah jam berapa Gama, Lo janji mau jemput jam berapa tadi. Tau ga sih Lo kalo Gue udah lama nunggu di sini...?!" tanya Lilian gemas.


" Iya sorry, ada urusan yang ga bisa ditinggal tadi...," sahut Gama.

__ADS_1


Jawaban Gama membuat Lilian bertambah kesal. Kemudian Lilian meninggalkan Gama di loby dan berjalan cepat menuju parkiran. Gama menatap Lilian sambil mengepalkan tangannya karena berusaha menahan amarah.


\=\=\=\=\=


__ADS_2