
Melihat sikap permusuhan yang diperlihatkan kasir membuat Rex dan Gama saling menatap sejenak. Keduanya mengangguk lalu menjauh dari kios itu.
" Keliatannya tuh Kasir benci banget sama Mbaknya...," kata Gama.
" Iya. Makanya Mbaknya keliatan tertekan gitu...," sahut Rex.
" Masa sih, tertekan gimana maksud Lo Rex...?" tanya Gama.
" Gue ngerasa kalo Mbaknya kerja setengah hati di kios itu. Entah mungkin karena ga betah atau karena sebab lain...," sahut Rex.
" Yang pasti dia ga betah karena terus dibully sama si kasir itu. Lo liat kan gimana sikap kasir itu tadi...," kata Gama yang diangguki Rex.
" Tapi kalo ngeliat dari tampang dan kepiawaiannya, kayanya Mbaknya lebih lama kerja di kios itu dibanding si kasir. Yah, lebih senior gitu lah. Harusnya dia yang ngebossy kan, tapi anehnya justru si kasir yang keliatan dominan...," kata Rex.
" Tau darimana Lo kalo Mbaknya karyawan senior...?" tanya Gama.
" Beberapa kali Gue ngeliat dia pas nganter Kak Lian makan mie ayam di kios yang meledak itu. Gue juga denger beberapa pengunjung menyapa dia waktu masuk ke dalam kios tadi, itu artinya dia emang karyawan lama yang lumayan akrab sama pengunjung. Iya kan...?" tanya Rex memberi alasan.
" Betul...," sahut Gama cepat.
Kemudian Rex dan Gama memutuskan meninggalkan tempat itu karena tak ada informasi lain yang bisa digali.
Namun langkah mereka lagi-lagi tertahan saat tak sengaja melihat seorang pria berdiri mengamati kios baso itu dari kejauhan. Pria itu berdiri di bawah pohon sambil menghisap rokok. Asap rokok menyelimuti wajahnya hingga Rex dan Gama kesulitan mengenali pria itu.
Saat menyadari aksinya terlihat oleh Rex dan Gama, pria itu bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
" Itu bisa dibilang aneh ga sih Rex...?" tanya Gama sambil menatap kepergian pria itu.
" Emang aneh Gam. Kalo ga ada apa-apa mana mungkin dia bertingkah kaya gitu...," sahut Rex.
" Mungkin orang g*la Rex...," kata Gama.
" Kalo dia dibilang ga waras, tapi penampilannya mencerminkan orang yang sehat jasmani rohani Gam...," sahut Rex.
" Iya juga sih. Udah ah, pusing Gue. Kita balik aja yuk...," ajak Gama sambil membuka pintu mobil.
" Ok deh...," sahut Rex pasrah.
Gama urung melajukan mobilnya saat Rex menahan tangannya.
" Sebentar Gam, liat itu...!" kata Rex sambil menunjuk kearah gang samping kios baso yang terlihat sempit dan gelap.
__ADS_1
" Apaan sih Rex...?!" tanya Gama sedikit kesal karena sejak tadi selalu gagal meninggalkan tempat itu.
" Makanya jangan panasan. Liat dulu ke sana...!" kata Rex sambil menatap Gama dengan tatapan galak.
Gama pun mengikuti arah yang ditunjuk Rex dan terkejut. Di gang sempit itu terlihat sepasang pria dan wanita tengah bicara. Bukan hanya bicara, tapi pria itu juga melakukan tindakan tak senon*h. Dan itu membuat Gama kesal.
" Kita turun Rex...?" tanya Gama.
" Jangan, Kita tunggu aja sebentar lagi...," sahut Rex dengan tenang.
" Kalo nunggu, keburu dia puas dong Rex. Kasian kan ceweknya...!" kata Gama kesal.
" Kenapa kasian ?. Toh mereka melakukannya dengan senang hati. Cewek itu ga keliatan terpaksa tapi justru menikmati kok...," sahut Rex cuek.
" Tapi Kita harus bertindak Rex. Ini tempat umum, kok bisa-bisanya mereka berbuat mesum...!" kata Gama gusar.
" Lo jangan fokus sama apa yang mereka perbuat Gam. Tapi fokus sama pelakunya dong...," kata Rex mengingatkan.
" Emangnya Lo tau siapa pelakunya ?. Kan tempatnya gelap Rex, ga keliatan jelas siapa mereka...," sahut Gama.
" Itu si kasir di kios baso sama cowok aneh di bawah pohon tadi Gam...," sahut Rex dengan tenang namun mengejutkan Gama.
Sepuluh menit kemudian pasangan mesum itu nampak 'selesai' dengan aktifitasnya. Pria itu nampak merapikan pakaiannya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.
Rex dan Gama juga melihat pria itu meletakkan sesuatu di telapak tangan kasir wanita itu sebelum berlalu.
" Ini mencurigakan benget. Tapi anehnya kenapa Gue ga ngeliat satu polisi pun di sini Rex...," kata Gama sambil menatap ke sekelilingnya.
" Mungkin mereka lagi menyebar Gam. Kita kan tau kalo Polisi punya trik khusus buat menggali informasi. Siapa tau salah satu dari Polisi menyamar jadi pembeli di kios itu...," sahut Rex.
" Betul juga. Yuk Kita ke kantor Polisi sekarang...!" ajak Gama sambil menstarter mobilnya.
" Ngapain...?" tanya Rex pura-pura tak tahu.
" Ngelaporin apa yang Kita liat dong. Apalagi emangnya...," sahut Gama.
" Ngelaporin apaan sih Gam, Kita kan ga punya bukti...," kata Rex.
" Jangan pura-pura beg* deh Lo. Gue tau kalo Lo sempet motret pasangan mesum itu kan tadi. Terus buat apaan foto itu, mau Lo simpen buat koleksi pribadi ya...?" tanya Gama sambil tersenyum usil.
" Sia*an. Udah buruan jalan...!" kata Gama lantang sambil menepuk punggung Gama dengan kesal.
__ADS_1
" Siap Ndan...!" sahut Gama sambil tertawa penuh kemenangan.
\=\=\=\=\=
Di ruangannya Taufan dan beberapa anak buahnya tampak sedang serius menekuri meja. Di meja itu berserakan bukti foto dan laporan tertulis tentang ledakan kios mie ayam itu.
Tiba-tiba seorang polisi datang melapor dan mengabarkan kedatangan dua orang tamu kepada Taufan.
" Siapa mereka...?" tanya Taufan.
" Pak Rex dan Pak Gama Ndan...!" sahut sang polisi.
" Oh, mereka. Persilakan masuk. Saya yakin mereka bawa info penting untuk Kita...!" kata Taufan antusias.
" Baik Ndan...," sahut polisi muda itu lalu bergegas keluar menemui Rex dan Gama.
" Kalian keluar dulu, Saya mau ngobrol penting sama kedua tamu Saya...," pinta Taufan pada ketiga anak buahnya.
" Siap Ndan...!" sahut ketiga orang polisi itu.
Ketiga polisi itu bergegas keluar dari ruangan Taufan. Mereka mengangguk hormat saat berpapasan dengan Rex dan Gama di ambang pintu. Rex dan Gama pun tersenyum lalu menepi untuk memberi jalan.
" Ada kabar apa nih Bro...?!" sapa Taufan sambil menyalami Rex dan Gama bergantian.
" Suruh duduk dulu kek, tawarin minum dulu kek, bukan malah langsung ditodong pertanyaan...," gerutu Gama sambil duduk di sofa di ruangan Taufan.
Ucapan Gama membuat Rex dan Taufan tertawa. Taufan pun bergegas mengambil minuman kaleng dari kulkas kecil di dekat meja kerjanya lalu melemparkan kepada Rex dan Gama.
Rex dan Gama tersenyum lalu meneguk isi kaleng dengan cepat.
" Aus banget sih keliatannya. Emangnya Kalian darimana...?" tanya Taufan sambil duduk di samping Gama.
Bukannya menjawab, Rex justru menyodorkan ponselnya untuk memperlihatkan foto mesum kasir kios baso dengan pria tak dikenal tadi. Taufan membelalakkan matanya saat melihat foto-foto itu. Walau diambil tampak belakang, tapi Taufan tahu pesis apa yang dilakukan dua orang di foto itu.
" Anjrit !. Lo ke sini cuma mau ngajakin Gue nonton blue film Rex...?!" kata Taufan gusar.
Ucapan Taufan membuat Gama tersedak lalu memuncratkan air di dalam mulutnya hingga mengenai pakaian Taufan.
Melihat hal itu membuat Rex tertawa sedangkan Taufan tampak mendengus kesal.
\=\=\=\=\=
__ADS_1