
Berita tentang kecelakaan yang menimpa Aksara pun akhirnya sampai di telinga Rex dan keluarganya.
" Jadi gimana Rex...?" tanya Gama saat mereka bertemu di rumah Ramon setelah Rex kembali ke rumah usai menjalani 'bulan madu' bersama Shezi.
" Gimana apanya...?" tanya Rex tak mengerti.
" Apa yang mau Lo lakuin setelah tau Aksara kecelakaan dan koma di Rumah Sakit...," sahut Gama.
" Ga mau ngelakuin apa-apa. Sejak hubungan Kami berakhir, urusan Aksara bukan lagi urusan Gue. Selain itu Aksara masih punya orangtua yang care sama dia. Tugas Gue sekarang ya membahagiakan Shezi dan menjaga perasaannya karena dia kan Istri Gue...," sahut Rex sambil menatap Shezi yang sedang bercengkrama dengan Lanni dan Lilian di ruang makan.
Jawaban Rex membuat Gama tersenyum bangga. Ia pun menepuk punggung sahabat sekaligus adik iparnya itu dengan lembut sambil mengacungkan jempolnya.
" Lo betul. Kita emang harus tutup semua akses untuk semua mantan biar ga jadi bumerang buat pernikahan Kita nanti...," kata Gama.
" Setuju...!" sahut Rex mantap.
" Ngomong-ngomong gimana malam pertama Lo, asik kan...?" tanya Gama sambil menaik turunkan alisnya.
" The best deh pokoknya...," sahut Rex sambil berbisik hingga membuat Gama tertawa.
" Kamu ngetawain apa sih Sayang, seru banget keliatannya...?" tanya Lilian sambil meletakkan secangkir kopi di hadapan Gama.
" Bukan apa-apa Sayang...," sahut Gama sambil merengkuh bahu sang istri dengan lembut.
" Kok cuma Gama aja yang dibawain. Kopi Aku mana Kak...?" tanya Rex sambil menatap Lilian.
" Lho, itu kan tugasnya Shezi. Sejak Kamu menikah, tugas nyiapin kopi dan semua keperluan Kamu ya jadi tugasnya Shezi dong Rex. Tugas Kakak ya menyediakan keperluan Suami Kakak...," sahut Lilian santai.
" Ck, perhitungan banget sih Kak. Sekalian bawain kan bisa...," gerutu Rex sambil bangkit dari duduknya.
Namun langkah Rex terhenti saat berpapasan dengan Shezi yang membawa secangkir kopi di tangannya.
" Kamu mau kemana Kapten...?" tanya Shezi.
" Mau ngambil kopi...," sahut Rex cepat.
" Ga usah. Ini udah Aku bawain...," kata Shezi sambil menyodorkan cangkir berisi kopi kearah Rex.
Rex tersenyum lalu meraih cangkir berisi kopi itu.
" Makasih Istriku Sayang...," kata Rex sambil mendaratkan ciuman di kening Shezi hingga membuat sang istri tersipu malu.
__ADS_1
" Sama-sama..., " sahut Shezi lirih.
" Ehm..., so sweeeet. Kemana nih orang yang suka protes kalo ada suami istri lagi mesra-mesraan di depannya...," sindir Lilian yang disambut tawa keras Gama.
" Iya iya, Aku ngaku salah. Ternyata Kalian benar. Menikah itu bikin Kita refleks melakukan sesuatu hanya untuk menunjukkan kasih sayang Kita kepada pasangan. Walau kadang itu dilakukan di depan umum tapi rasanya emang beda dibandingkan saat melakukannya sama pacar...," sahut Rex sambil menarik Shezi ke dalam pelukannya.
" Jadi ceritanya ada yang bucin nih...," kata Ramon dari belakang Rex dan Shezi.
" Eh, Ayah. Masa gini dibilang bucin sih Yah. Lagian Ayah tau darimana istilah itu...?" tanya Rex sambil menepi.
" Jangan salah ya Rex. Biar udah berumur tapi Ayah nih masih gaul lho...," sahut Ramon sambil menepuk dada hingga membuat semua orang tertawa.
" Gaul sih gaul, tapi inget jangan kasih kesempatan sama ulat keket buat masuk ya Yah...," sela Lanni ketus.
" Oh kalo itu sih Kamu tenang aja Bu. Insya Allah Ayah setia sama Ibu. Kan cuma Ibu yang ngerti gimana Ayah...," sahut Ramon lugas hingga membuat Lanni tersenyum bangga.
" Tapi ngomong-ngomong soal berumur, Kayanya Ayah sama Ibu emang udah pantes jadi Kakek dan Nenek lho. Iya kan Sayang...?" kata Lilian sambil menoleh kearah Gama.
" Betul Sayang...," sahut Gama cepat.
" Maksudnya gimana nih...?" tanya Ramon dan Lanni setelah saling menatap sejenak.
Semua orang menoleh kearah pintu lalu tersenyum melihat kedatangan Gondo dan Mira.
Gama, Lilian, Rex dan Shezi pun segera berdiri lalu mencium punggung tangan Gondo dan Mira bergantian.
" Duh, freshnya pengantin baru Kita...," kata Mira sambil mengusap pipi Shezi dengan lembut.
" Mama bisa aja, Aku jadi malu nih...," sahut Shezi dengan wajah merona.
Ucapan Shezi membuat semua orang tertawa. Kemudian Ramon menarik tangan Gondo agar duduk di sampingnya lalu bertanya.
" Cucu apa maksud Kamu Gon...?" tanya Ramon tak sabar.
" Lho, jadi Kamu belum tau toh. Lian Kita kan lagi hamil anak kedua Mas. Bahkan sekarang usia kehamilannya udah jalan tiga bulan...," sahut Gondo cepat.
" Alhamdulillah..., apa itu benar Kak...?" tanya Ramon dan Lanni bersamaan sambil menoleh kearah Lilian.
" Iya...," sahut Lanni sambil tersenyum lalu mengusap perutnya dengan lembut.
Lanni pun tak kuasa menahan haru. Ia menghambur memeluk Lilian sambil menciumi sang anak bertubi-tubi. Ramon pun tak mau kalah. Ia ikut memeluk Lilian dan mengusak kepalanya dengan sayang.
__ADS_1
Shezi yang melihat adegan itu pun ikut terharu. Bahkan kedua matanya tampak berkaca-kaca.
" Beginilah keluarga Kita. Agak lebay tapi Kamu akan terbiasa nanti...," kata Rex sambil menggenggam jemari Shezi.
" Aku senang kok ngeliatnya. Seperti ini lah bayangan keluarga yang Kuimpikan. Hangat dan seru...," sahut Shezi sambil tersenyum.
" Pasti bakal lebih seru kalo Kalian juga ikut nyusul..., " sela Gama tiba-tiba.
" Nyusul kemana Mas...?" tanya Shezi tak mengerti.
" Nyusul punya anak seperti Kami dong Zi...," sahut Gama cepat.
" Gama...!" panggil Mira tiba-tiba sambil mencubit lengan Gama hingga mengejutkan semua orang.
" Aduuhhh..., sakit Ma. Kok Aku dicubit sih...?!" protes Gama sambil mengusap lengannya yang merah karena cubitan sang Mama.
" Makanya jangan ngomong sembarangan. Kamu pikir hamil itu gampang...?!" kata Mira sambil melotot.
" Aku cuma bercanda Ma...," sahut Gama sambil meringis.
Rex pun tertawa melihat bagaimana Gama diceramahi Mira. Sedangkan Lilian, Ramon dan Gondo hanya menggelengkan kepala melihat ulah iseng Gama justru berbuntut omelan sang Mama.
Kemudian Mira duduk di samping Shezi setelah berhasil menyingkirkan Rex dan Gama. Ia meraih jemari Shezi lalu menggenggamnya erat.
" Ga usah dengerin Gama ya Zi. Hamil dan punya anak itu bukan ajang balapan. Jadi lakukan semuanya dengan tenang dan penuh cinta supaya anak yang lahir juga punya rasa kasih sayang di dalam dirinya untuk semua orang...," kata Mira dengan lembut.
" Betul Zi. Lagian ga usah buru-buru, Kami ga pernah masang target kapan Kalian akan melahirkan Cucu untuk Kami. Santai aja. Semua pasti indah pada waktunya seperti pernikahan Kalian ini. Iya ga Mir...," kata Lanni menambahkan.
" Iya Mbak...," sahut Mira sambil tersenyum.
" Lagian bukannya malah aneh ya kalo Kalian yang baru menikah tiba-tiba punya anak. Bisa-bisa ada gosip baru yang bilang kalo Rex dan Shezi nikah gara-gara Shezi hamil duluan...," kata Lanni sambil bergidik.
Ucapan Lanni membuat Shezi tersenyum.
" Makasih ya Bu, makasih Ma. Aku beruntung banget bisa punya orangtua sebaik Ibu dan Mama...," kata Shezi dengan tulus.
" Sama-sama Zi. Kami juga seneng punya Anak perempuan semanis Kamu...," sahut Lanni sambil memeluk Shezi erat.
Shezi pun membalas pelukan sang mertua. Saat itu lah tak sengaja Shezi melihat Rex yang juga tengah menatapnya dengan lembut. Dalam hati Shezi berjanji memberikan yang terbaik untuk suami dan keluarga barunya itu.
\=\=\=\=\=
__ADS_1