Kidung Petaka

Kidung Petaka
212. Ditunggu Janjinya


__ADS_3

Rex nampak tersenyum saat mendapati nama 'cewek unik' di layar ponselnya yang berdering itu.


" Ga nyangka secepat ini udah nelephon aja...," gumam Rex lalu menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


" Assalamualaikum Kapten...!" sapa Shezi dari seberang telephon.


" Wa alaikumsalam Mbak Shezi...," sahut Rex sambil menahan tawa.


" Sebelumnya Saya mau ngasih tau supaya Kamu jangan ge-er ya. Saya nelephon karena ada sesuatu bukan karena kangen sama Kamu...," kata Shezi lugas.


Ucapan Shezi mengejutkan Rex sekaligus membuatnya tak kuasa menahan tawa. Di seberang sana Shezi nampak menggaruk kepalanya yang tak gatal karena menyadari ucapannya yang konyol tadi.


" Udah belom ketawanya...?!" tanya Shezi tak sabar.


" Iya iya maaf. Ada perlu apa Mbak Shezi...?" tanya Rex di sela tawanya.


" Ga usah pake Mbak segala. Shezi aja. Saya sama situ kan tuaan situ...," sahut Shezi ketus.


" Ok. Ada apa Shezi...?" tanya Rex sambil tersenyum.


" Mmm..., yang Mas Kapten bilang tadi ternyata beneran lho...," sahut Shezi.


" Maksudnya gimana ya...?" tanya Rex pura-pura tak mengerti.


" Ck, soal hantu itu lho Mas Kapten...," sahut Shezi gusar.


" Oohh itu. Kenapa sama hantunya...?" tanya Rex.


" Hantu itu ngikutin Saya ke rumah dan bikin temen Saya ketakutan, gimana nih Mas...?" tanya Shezi cemas.


" Mmm..., Saya sebenernya mau bantu tapi ga bisa...," sahut Rex.


" Kok ga bisa ?. Hantu itu kan temen Kamu...!" kata Shezi lantang.


" Siapa bilang temen Saya...?" tanya Rex sambil menahan tawa.


" Ya karena awalnya dia emang ngikutin Kamu. Gara-gara Kamu ngajakin ngobrol tadi, eh sekarang dia malah ngikutin Saya. Apes banget sih Saya, ditraktir sepiring nasi goreng tapi harus mau diikutin hantu...," sahut Shezi kesal namun membuat Rex tertawa.


" Jadi mau Kamu gimana sekarang...?" tanya Rex dengan sabar.


" Kok pake tanya. Ya diusir dong, dikirim kemana Kek asal jangan ke rumah Saya apalagi ke kamar Saya...!" sahut Shezi lantang.

__ADS_1


" Tapi kalo mau bantuin Kamu ga bisa via telephon aja Zi, Kita harus ketemuan. Tapi kalo Saya ngajak Kamu ketemuan, ntar Saya dituduh lagi modusin Kamu...," kata Rex santai.


" Ish, ribet banget sih. Ya udah Kita ketemuan. Dimana dan kapan...?" tantang Shezi.


" Insya Allah lusa ya...," sahut Rex.


" Lama banget. Kenapa ga besok aja sih...," protes Shezi.


" Cieee cieee..., ada yang ga sabar mau ketemu sama Saya yaa...," goda Rex sambil tertawa.


" Ga lucu ya Kapten !. Saya lagi serius nih, ga usah bercanda bisa ga sih...?!" kata Shezi dengan galak.


" Ups, sorry ya. Saya cuma mau bikin suasana hati Kamu lebih baik aja Zi...," sahut Rex.


" Suasana hati Saya ga akan membaik sampe hantu itu pergi dan ga ganggu Saya lagi. Ngerti ga sih...," kata Shezi.


" Iya...," sahut Rex cepat.


" Kalo udah ngerti kenapa masih nunda waktu ketemuan...?" tanya Shezi tak sabar.


" Saya piket besok dan baru pulang lusa. Insya Allah turun piket Saya langsung hubungin Kamu buat tentuin tempat dan waktu ketemuan...," sahut Rex.


" Terus selama nunggu Mas Kapten piket, Saya harus ngapain...?" tanya Shezi.


" Kalo itu ga usah diajarin Saya udah tau. Yang lebih spesifik lagu bisa kan...," kata Shezi gusar.


" Perbanyak dzikir, dalam keadaan apa pun dan dimana pun. Kalo bisa sedekah ya, biar bisa mengurangi pengaruh buruk. Selain itu usahakan ga usah berinteraksi sama dia atau siapa pun yang bakal Kamu liat nanti...," sahut Rex serius.


" Kalo dia ngajak ngobrol gimana...?" tanya Shezi hingga membuat Rex kembali tertawa.


" Emangnya Kamu mau ngobrol apa sama hantu...?" tanya Rex di sela tawanya.


" Bukan Saya tapi dia. Kali aja hantu itu mau menyampaikan sesuatu atau minta tolong sama Saya. Kalo udah kaya gitu, Saya harus gimana...?" tanya Shezi.


" Menghindar aja. Caranya ya Kamu pindah atau bergeser ke tempat lain yang lebih rame. Ingat, jangan sendirian...!" kata Rex tegas.


" Ok, makasih Mas Kapten...," kata Shezi dengan tulus.


" Sama-sama. Sekarang Kamu bisa istirahat karena Saya yakin dia ga akan berani masuk ke dalam kamar Kamu...," kata Rex dengan nada suara lunak.


" Iya Mas Kapten. Saya tunggu janjinya ya, Assalamualaikum...," kata Shezi di akhir kalimatnya.

__ADS_1


" Wa alaikumsalam...," sahut Rex sambil tersenyum.


Rex menatap layar ponselnya sejenak lalu menggelengkan kepalanya. Entah mengapa Rex merasa nyaman bicara dengan Shezi.


" Galak sih, tapi ga suka pura-pura. Lucu juga kalo lagi marah kaya gitu...," gumam Rex sambil tersenyum.


Kemudian Rex melangkah untuk menutup pintu pagar. Saat menoleh ke jalan di depan rumah, ia kembali melihat penampakan hantu pengusung keranda yang tengah melintas.


Rex menghela nafas panjang karena yakin sesaat lagi akan terjadi kekacauan. Dugaan Rex pun terbukti. Tiba-tiba Rex mendengar jeritan di kejauhan. Dan tak lama kemudian sekelompok remaja berlari di depan rumah sambil berteriak.


" Hantu lampor...!. Lampooorr...!" kata dua remaja laki-laki dengan lantang.


" Bukan lampor be*o !. Itu mah hantu yang lagi gotong keranda...!" kata salah seorang remaja mengingatkan.


" Ah, sama aja. Kan ada kerandanya juga. Daripada ribet bilang aja lampor, kan beres...," sahut remaja yang tadi menjerit sambil terus berlari.


" Jangan ngeributin sebutan hantu itu kenapa sih !. Sekarang Kita harus kasih tau warga kalo hantu pengusung keranda itu nongol lagi...!" tegur remaja lainnya.


" Iya betul...," sahut dua remaja lainnya bersamaan.


Setelah sepakat, sesaat kemudian para remaja itu kembali berteriak hingga membuat gaduh.


" Lampoorrr...!" kata para remaja itu dengan lantang.


Sayangnya jeritan para remaja itu tak mendapat respon dari warga. Sebagian warga justru bersyukur saat mendengar para remaja itu dijumpai sosok hantu pengusung keranda.


" Biar kapok ga begadang lagi...," kata salah satu warga sambil menutup tirai jendela.


" Apa ga tau besok masih harus sekolah ?. Begadang kok tiap malam. Kasian kan orangtuanya, nyari uang buat anak sekolah. Eh, yang disekolahin malah ga tau diri...," omel seorang ibu sambil mengunci pintu rapat-rapat.


" Rasain. Emang enak disamperin hantu...," kata seorang warga sambil tertawa lalu masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.


Sedangkan di tempatnya Rex masih tampak berdiri di balik pintu pagar sambil mengamati para remaja itu. Ia memang sengaja sembunyi dan tak keluar untuk membantu karena ingin memberi pelajaran pada para remaja itu.


" Udah tau punya nyali ciut, masih sok-sok an begadang di tempat gelap. Dasar ABG labil...," gumam Rex sambil menggelengkan kepala.


Setelah memastikan para remaja itu baik-baik saja, Rex pun berniat masuk ke dalam rumah. Namun langkah Rex terhenti saat melihat penampakan arwah Luna di sudut halaman.


Rex pun mendekati hantu Luna dan bicara.


" Aku tau Tante Luna membutuhkan bantuan ku. Tapi maaf kalo Aku ga bisa bantu sekarang. Kondisiku lagi lemah banget. Selain itu Aku harus siapin stamina buat tugas besok. Jadi Aku minta Tante sabar sebentar lagi ya. Insya Allah Aku bakal bantu Tante nanti...," kata Rex sambil menatap hantu Luna dengan tatapan sendu.

__ADS_1


Seolah mengerti dengan ucapan Rex, arwah Luna pun nampak mengangguk. Sesaat kemudian arwah Luna lenyap usai Rex membacakan doa tulus untuknya.


bersambung


__ADS_2