
Saat Rex dan Gama tiba di tepi jalan yang ada di depan ruko, ternyata sudah banyak orang yang berdiri sambil menatap ke tengah jalan raya. Rupanya telah terjadi kecelakaan lalu lintas di sana.
Di tengah jalan terlihat dua mobil dan satu motor ringsek. Para penumpang dan pengendara ketiga kendaraan tersebut tampak tergeletak di atas jalan dalam kondisi luka parah. Darah pun mengalir dari luka-luka di tubuh mereka. Sayangnya warga tak tergerak membantu. Mereka hanya berdiri sambil menatap iba kearah korban.
Rex yang geram dengan sikap warga pun langsung turun ke tengah jalan dan mengecek kondisi korban. Rex nampak menghela nafas lega saat mengetahui korban hanya pingsan akibat luka-lukanya. Kemudian Rex menoleh kearah warga yang berkerumun itu lalu berteriak mengingatkan warga.
" Kalian ngapain malah bengong ?!. Telepon Rumah Sakit dan Polisi sekarang. Cepaatt...!" kata Rex lantang hingga mengejutkan semua warga.
Warga seolah tersadar dari keterpakuan mereka. Semua orang takjub melihat Rex yang rela bersimbah darah demi membantu korban kecelakaan. Apalagi saat itu Rex masih mengenakan seragam kebanggaannya.
Kemudian beberapa pria nampak membantu Rex mendorong mobil agar korban yang ada di kolong mobil mudah dievakuasi. Sedangkan sebagian yang lain nampak membantu mengangkat motor yang menimpa pengendaranya.
Di sisi lain terlihat Gama tengah menggendong seorang anak kecil yang terluka di bagian kepala. Anak itu terus menangis melihat orangtuanya terluka dan tak bergerak.
Tak lama kemudian terdengar sirine ambulans dan mobil patroli polisi di kejauhwn. Warga menoleh kearah sumber suara namun mereka bingung melihat padatnya kendaraan di sepanjang jalan raya itu. Nampaknya akibat kecelakaan membuat laju lalu lintas terhambat hingga membuat mobil patroli Polisi dan Ambulans pun kesulitan mendekat ke lokasi.
Dua orang polisi turun dari mobil lalu mulai mengatur lalu lintas. Mereka mengarahkan beberapa mobil agar menepi dan memberi jalan pada Ambulans. Setelahnya Ambulans dan mobil patroli Polisi pun tiba di lokasi kecelakaan.
Saat petugas medis dan polisi mendekati para korban, Rex pun meminta warga yang menonton kecelakaan dan memadati jalan untuk menepi. Kemudian bersama Gama dan warga lainnya ia membantu mengevakuasi korban ke dalam Ambulans.
Saat para tenaga medis dibantu warga telah berhasil memindahkan para korban kecelakaan ke dalam Ambulans, polisi pun dibuat sibuk dengan mendata para korban kecelakaan termasuk mencari tahu penyebab kecelakaan beruntun itu.
Rex pun mengedarkan pandangannya untuk melihat situsi di sekitarnya. Tak sengaja tatapan Rex membentur sosok aneh yang berdiri di bawah pohon mahoni yang ada di pinggir jalan. Rex mencoba menajamkan penglihatannya karena penasaran.
Melihat Rex yang mengerutkan kening sambil menatap ke satu arah membuat Gama ikut menatap kearah yang sama.
" Liat apaan sih Rex...?" tanya Gama.
" Liat orang yang di bawah pohon itu Gam...," sahut Rex cepat.
" Orang yang mana sih. Kan banyak orang di sana...," kata Gama penasaran.
" Yaahh..., dia pergi...," sahut Rex dengan nada kecewa.
" Cewek ya Rex...?" tanya Gama.
" Iya...," sahut Rex.
__ADS_1
" Cantik ya, kok bisa bikin Lo melongo kaya gitu...," goda Gama sambil tersenyum usil.
" Ga tau, mukanya ga jelas. Tapi postur tubuhnya sih keliatan jelas dan sedikit aneh...," sahut Rex sambil melangkah kearah pos security. Rupanya Rex menuju kran air yang ada di samping pos itu.
" Aneh gimana sih Rex, ga mudeng Gue...?" kejar Gama tak sabar.
Rex nampak terdiam. Ia sibuk membersihkan tangan dan kakinya dengan air kran yang mengalir.
" Ada sabun cair juga di dalam kotak Mas Rex...!" kata seorang security dari dalam pos.
" Iya Pak, Saya ijin pake ya...!" sahut Rex lantang.
" Iya Mas, pake aja...!" sahut sang security sambil tersenyum.
Gama yang berdiri di samping Rex hanya diam sambil mengamati interaksi Rex dan security ruko itu.
" Ga ikut cuci tangan Gam ?. Tangan Lo kan kotor, jorok amat sih Lo...!" kata Rex sambil menarik tangan Gama lalu mencucinya dengan air.
Mendapat perlakuan seperti itu membuat Gama tersenyum. Sadar jika telah 'memanjakan' Gama, Rex pun menepis tangan Gama lalu berjalan meninggalkannya.
Gama pun tertawa keras melihat Rex yang salah tingkah. Setelah mencuci tangan dan mengucapkan terima kasih kepada security, Gama pun melangkah cepat menyusul Rex. Namun Gama kecewa saat melihat Rex sedang bersiap pulang.
" Rex...!" panggil Gama lantang saat dilihatnya Rex tengah mengenakan jaketnya.
" Hmmm...," sahut Rex cuek.
" Lo belum jelasin yang tadi...," kata Gama.
" Yang mana...?" tanya Rex pura-pura lupa.
" Ck, kan tadi Lo bilang ngeliat cewek aneh di bawah pohon. Sekarang jelasin sama Gue apanya yang aneh dari cewek itu...?" tanya Gama sambil mencabut kunci motor Rex.
" Oh itu...," sahut Rex sambil turun dari motornya.
Kemudian Rex berdiri sambil menatap kearah jalan raya tempat dimana kecelakaan tadi terjadi. Ia melihat masih ada dua orang polisi dan kerumunan warga di sana.
" Rex !. Kapan ngejelasinnya ?. Kok bengong sih...?!" kata Gama mulai kesal hingga membuat Rex tersenyum.
__ADS_1
" Gue ngeliat cewek di bawah pohon mahoni yang di deket tiang lampu itu Gam...," kata Rex sambil menunjuk ke pohon yàng dimaksud.
" Iya Gue tau. Terus anehnya dimana...?" tanya Gama.
" Menurut Gue sih aneh karena postur tubuh cewek itu terbilang terlalu tinggi dan besar untuk ukuran cewek. Selain itu dia juga pake kostum aneh kaya lagi pentas seni pewayangan gitu. Pernah liat kan Lo...?" tanya Rex sambil menoleh kearah Gama.
" Kostum pewayangan, maksud Lo cewek itu ga pake baju kaya tokoh Pandawa Kurawa gitu...?" tanya Gama.
" Ish, otak Lo tuh ya...!" kata Rex kesal sambil menjitak kepala Gama berkali-kali dengan gemas.
" Sakit wooiii...!" jerit Gama.
" Ck, drama Lo !. Gitu aja sakit...," ejek Rex sambil melengos.
Gama pun tertawa karena berhasil membuat Rex menghentikan aksinya.
" Jadi maksud Lo cewek itu pake kemben aja kan...?" tanya Gama meralat ucapannya.
" Iya. Ada mahkota kecil di atas kepalanya, rambutnya juga panjang. Pokoknya mirip kaya lakon pewayangan gitu lah...," sahut Rex.
" Lo yakin itu mahkota Rex ?. Bisa aja kan kalo itu ular yang berbentuk mahkota...," kata Gama.
" Emang ada yang kaya gitu...?" tanya Rex tak percaya.
" Pasti ada lah. Kan cerita sejenis pewayangan jaman dulu itu terkenal aneh dan mistis. Jadi apa yang terlihat indah dan cantik bisa jadi menyimpan sesuatu yang mengerikan. Misalnya selendang yang menjuntai di pinggang cewek yang pekerjaannya menari. Menurut mata orang awam itu hanya selendang biasa yang melengkapi si penari. Padahal aslinya Itu senjata mematikan yang bisa langsung menggal leher cowok-cowok genit yang mengganggunya dan mencoba melecehkannya...," sahut Gama panjang lebar.
" Gitu ya...," gumam Rex sambil menganggukkan kepalanya.
" Iya Rex. Eh, tapi bisa aja yang Lo liat juga bukan manusia Rex...!" kata Gama tiba-tiba hingga mengejutkan Rex.
" Maksud Lo, cewek itu makhkuk halus...?" tanya Rex.
" Iya, mungkin siluman atau hantu...," sahut Gama.
Rex pun mematung di tempat mendengar ucapan Gama. Nampaknya ia sedang berusaha mencerna ulasan Gama tadi.
\=\=\=\=\=
__ADS_1