
Setelah Shezi menyelesaikan makannya, ia pun meneguk teh hangat di hadapannya.
" Alhamdulillah, kenyang juga. Makasih ya udah traktir Saya Mas. Gara-gara Mas, malam ini Saya bisa menghemat pengeluaran karena ga harus beli makan malam...," kata Shezi sambil tersenyum.
" Sama-sama. Tapi kenapa harus beli makan malam, memangnya orangtua Kamu ga nyiapin Kamu makanan...?" tanya Rex.
" Tuh kaannn..., Saya yakin deh Mas ini cuma modus. Pake bilang harus hati-hati sama makhluk halus segala. Padahal Mas penasaran kan sama Saya. Jangan-jangan Mas suka ya sama Saya...?" kata Shezi sambil menaikkan turunkan alisnya dengan lucu.
" Ck, ga usah ge-er Kamu. Yang Saya bilang soal makhluk halus itu tadi beneran kok. Dan kalo Kamu ga mau kasih tau alasan kenapa Kamu bilang bisa menghemat pengeluaran malam ini, ya gapapa. Saya ga maksa juga...," sahut Rex ketus.
Jawaban Rex membuat Shezi tertawa. Saking kerasnya tawa Shezi membuat semua pengunjung kios nasi goreng itu menoleh kearahnya.
" Sssttt..., pelanin suara Kamu bisa ga sih. Malu tau...," kata Rex sambil menyilangkan jari telunjuknya di depan bibir.
" Abis Mas ini lucu sih...," kata Shezi sambil memukul punggung Rex dengan keras hingga membuat Rex yang akan meneguk teh hangat miliknya itu tersedak.
Shezi pun menghentikan tawanya sambil meminta maaf berkali-kali. Rex hanya bisa menganggukkan kepalanya karena tak bisa menjawab permintaan maaf gadis itu.
" Mas gapapa kan...?" tanya Shezi tak enak hati.
" Gapapa. Untung cuma keselek air. Coba kalo keselek kelereng, bisa gawat kan...," sahut Rex sambil meraba lehernya yang terasa panas.
Ucapan Rex lagi-lagi membuat Shezi tertawa. Kali ini Rex pun ikut tertawa karena melihat semua pengunjung kios tertawa usai mendengar ucapannya tadi.
" Duuuhh..., katanya Mas ini tentara. Tapi kok lucu banget sih...," kata Shezi di sela tawanya.
" Tentara juga manusia Mbak. Kalo saat bertugas Kami memang harus serius. Tapi di luar itu Kami tetap makhluk sosial yang juga butuh orang lain, butuh hiburan dan bersikap natural sebagaimana manusia pada umumnya...," sahut Rex bijak.
" Iya iya. Saya paham. Ngomong-ngomong ini udah selesai kan ya. Kalo udah ga ada yang dibahas lagi, Saya boleh pulang kan. Udah malam nih, Saya juga perlu istirahat..., " kata Shezi sambil bangkit berdiri.
" Ok Mbak, silakan. Tapi kembalikan dulu KTA Saya...," pinta Rex sambil menyodorkan telapak tangannya ke hadapan Shezi.
Shezi tersenyum lalu meraih KTA milik Rex dari saku bajunya. Sebelum mengembalikan kartu itu pada pemiliknya, Shezi sempat mengamati foto dan data diri Rex yang tertera di kartu itu.
" Kapten Rex Aldan. Hmm..., nama yang bagus. Fotonya juga bagus...," puji Shezi.
" Makasih...," sahut Rex cepat.
__ADS_1
" Sama-sama, makasih sekali lagi atas traktirannya. Kalo gitu Saya duluan ya Mas. Assalamualaikum...," pamit Shezi sambil bergegas melangkah menuju motornya.
" Wa alaikumsalam. Hati-hati ya...," kata Rex sambil menuju kasir.
" Siippp...," sahut Shezi sambil mengacungkan ibu jarinya.
Rex pun mengejar Shezi ke parkiran setelah membayar makanan di kasir. Saat itu Shezi baru saja mengenakan helm di kepalanya.
" Yakin ga mau minta nomor telepon Saya nih Mbak...?" goda Rex sambil bersandar di motor.
" Ga usah Mas makasih...," sahut Shezi cepat.
" Kalo gitu Saya aja deh yang minta nomor telepon Kamu. Boleh kan...?" tanya Rex.
" Untuk apa...?" tanya Shezi sambil menoleh kearah Rex.
" Siapa tau Saya perlu obat buat Ibu Saya nanti. Kan jenis obatnya lumayan susah tuh, tadi aja Saya harus custom dulu. Biar ga mondar-mandir, Saya kan bisa telephon Mbak Shezi dulu buat pesen obat. Kalo obatnya udah ada, baru Saya ambil di apotik...," sahut Rex memberi alasan.
Shezi nampak berpikir sejenak kemudian mengangguk. Saat itu ia hanya ingin mempermudah pekerjaannya saja. Toh, obat yang dimaksud Rex juga dia yang harus mencarinya di daftar obat tadi.
" Mmm..., boleh deh. Kemarikan ponsel Mas, biar Saya aja yang ngetik nomornya...," pinta Shezi.
" Ini nomor Saya. Tuh, nyambung kan...," kata Shezi saat menekan nomor yang diketiknya tadi.
" Iya Saya percaya. Makasih ya Mbak Shezi...," kata Rex sambil tersenyum.
" Sama-sama. Sekarang Saya beneran boleh pulang ya. Capek nih...," kata Shezi sambil menatap Rex lekat.
" Iya, silakan...," sahut Rex sambil tersenyum lebar.
Shezi pun tersenyum lalu melajukan motornya meninggalkan Rex di parkiran kios nasi goreng.
Rex melepas kepergian Shezi sambil menggelengkan kepala. Dia tak menyangka bisa bertemu wanita ajaib seperti Shezi.
" Dasar cewek bar-bar, aneh tapi seru...," gumam Rex sambil tersenyum.
Kemudian Rex melihat layar ponselnya dan memberi nama 'cewek unik' untuk nomor telepon Shezi. Setelahnya Rex pun menstarter motornya lalu perlahan melaju meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Shezi melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Saat tiba di kost-an hari sudah lumayan larut dan suasana di sekitar kost pun tampak sepi.
Shezi terlihat memasukkan motornya ke dalam garasi lalu mengunci pintu pagar. Setelahnya ia masuk ke dalam rumah dan melihat para penghuni kost yang semuanya wanita itu sedang asyik menonton televisi.
" Assalamualaikum semuanya...!" sapa Shezi dengan ramah.
" Wa alaikumsalam...," sahut semua penghuni kost yang berjumlah empat orang itu bersamaan.
" Lagi nonton apaan sih, seru banget keliatannya...?" tanya Shezi sambil mengamati layar televisi.
" Emang seru Zi. Film horror nih, sini gabung...," ajak Agnes.
" Ntar deh, Gue bersih-bersih dulu ya. Gerah nih...," kata Shezi sambil melangkah ke dalam kamarnya.
" Ok...," sahut Agnes cepat.
Shezi pun masuk ke dalam kamar. Setelah meletakkan tasnya ia bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Shezi keluar dari kamar mandi dengan tubuh dan wajah fresh. Kemudian Shezi meraih ponselnya untuk melihat notifikasi pesan yang masuk ke dalam ponselnya itu.
" Nama aslinya Kapten Rex Aldan. Kasih nama apa di kontaknya yaaa...," gumam Shezi saat melihat nomor telephon terakhir yang menghubunginya.
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Shezi memutuskan memberi nama Kapten Rex untuk nomor telepon Rex.
Sesaat kemudian Shezi mendengar tawa keempat temannya di ruang tengah. Shezi pun bergegas keluar dari kamar meski dengan rambut basah.
" Ngetawain apaan sih ?. Katanya film horror tapi kok malah pada ketawa...?" tanya Shezi sambil duduk di samping Amira.
" Biar ga tegang kali Zi, makanya diselipin adegan lucu. Lumayan lah, bikin Kita yang semula tegang jadi relaks. Iya kan guys...?" tanya Amira.
" Iya Mir...," sahut tiga teman lainnya.
" Eh, Lo kok malah duduk di sini sih Zi. Temen Lo yang di depan ga diajak masuk. Bikinin minum kek atau apa kek, masa dicuekin aja kaya gitu...," tegur Agnes.
Ucapan Agnes membuat Shezi mengerutkan kening karena ia yakin tak mengajak siapa pun pulang ke kost-an tadi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=