Kidung Petaka

Kidung Petaka
224. Menyesal Plus Malu


__ADS_3

Rex memacu mobil milik ayahnya dengan cepat untuk menjemput Lanni dan Mira yang sedang berada di sebuah kafe. Kedua ibu itu baru saja menghadiri undangan ulang tahun seorang temannya. Mereka menatap dengan tatapan horror saat melihat Rex tiba di depan kafe.


" Datang juga akhirnya. Kok lama banget sih Rex...," protes Mira.


" Maaf Ma, ketiduran...," sahut Rex sambil nyengir.


" Jadi waktu Mama telephon Kamu lagi tidur tadi...?!" tanya Mira tak percaya.


" Bukan lagi tidur Mama, tapi ketiduran...," sahut Rex mencoba meralat ucapan ibu Gama tersebut.


" Ngeles mulu nih kaya bajaj...," gerutu Mira sambil cemberut hingga membuat Lanni dan Rex tertawa.


" Kok cuma ada Ibu sama Mama di sini. Ibu-ibu yang lain kemana...?" tanya Rex sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru.


" Ini kan gara-gara Kamu telat jemput !, makanya Mama sama Ibu yang paling akhir pulang. Untung kafe ini belum tutup. Bisa-bisa Mama sama Ibu disangka security kafe karena duduk di luar kaya gini...!" sahut Mira ketus hingga membuat Rex tertawa geli.


" Kamu nih, bukannya minta maaf kok malah ketawa sih Rex...!" sentak Lanni kesal sambil mencubit lengan Rex hingga sang anak meringis kesakitan.


" Iya iya, maaf ya Ibu-ibu cantik...," kata Rex sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada.


Lanni dan Mira mendengus kesal lalu masuk ke dalam mobil dengan cepat meninggalkan Rex yang masih berdiri mengamati sekelilingnya seolah sedang mencari sesuatu.


Rupanya saat itu Rex mendengar suara jeritan perempuan di kejauhan yang membuatnya penasaran. Namun panggilan sang ibu membuat Rex urung mencari tahu.


" Ayo Rex, tunggu apalagi...?!" tanya Lanni.


" Siap Bu...!" sahut Rex lalu bergegas duduk di balik kemudi.


Rex melajukan mobil dengan kecepatan sedang sambil mendengarkan obrolan Lanni dan Mira. Saat mobil tengah melaju tiba-tiba Rex dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang berdiri menghadang di depan mobil. Beruntung Rex berhasil menghentikan mobil tepat waktu hingga tak menabrak wanita itu. Rex tertegun sejenak karena mengenali wanita itu.


" Tolooonngg...!, tolong bantu Saya...!" kata Itje panik sambil berkali-kali menoleh ke belakang.

__ADS_1


" Ada apa Tante...?" tanya Rex sambil membuka pintu mobil.


Itje nampak terkejut saat mengetahui orang yang ia mintai bantuan adalah Rex, pria yang selalu ia hina dengan kalimat yang menyakitkan. Namun saat itu Itje menepikan rasa malunya karena ketakutan yang merajai hatinya lebih penting.


" Ada apa Tante...?" ulang Rex sambil menyentuh bahu wanita itu hingga membuat Itje tersadar dari lamunannya.


" To... tolong Tante Rex. Ak... Aksara... dia dipukuli di sa... sana...!" sahut Itje dengan suara terbata-bata dan air mata membanjiri wajahnya.


Ucapan Itje mengejutkan Rex. Ia bergegas menutup pintu setelah berpesan pada Lanni dan Mira agar tetap di dalam mobil.


Rex berlari mengikuti Itje yang lari lebih dulu. Dari kejauhan Rex bisa melihat Aksara tengah dianiaya oleh seorang pria yang tak lain adalah Melvin. Bersama mereka ada dua pria lainnya yang hanya diam menyaksikan penganiayaan itu.


Lalu Rex merangsek maju untuk menarik Aksara sekaligus melayangkan tendangan ke perut Melvin. Tindakan Rex membuat Melvin jatuh terjengkang hingga mengejutkan dua pria yang berdiri menonton tadi.


Aksara langsung dibawa menepi oleh sang mama dan menangis di sana. Sedangkan Rex nampak menghadapi dua bodyguard Melvin yang berbalik menyerangnya dengan beringas.


Namun dalam sekejap dua bodyguard itu terkapar di atas trotoar dengan luka lebam di wajah dan tubuhnya. Melvin nampak memaki kesal lalu memerintahkan kedua bodyguardnya masuk ke dalam mobil. Sesaat kemudian mobil pun melaju cepat meninggalkan tempat itu.


" Ayo Saya antar ke Rumah Sakit Tante...," kata Rex.


" Ga usah. Kita pulang aja ya Ma...," sela Aksara sambil menatap sang Mama.


" Tapi luka Kamu perlu diobati Sa...," kata Rex mengingatkan.


" Rex betul. Kita ke Rumah Sakit dulu ya Sa. Kita ke Rumah Sakit tempat Papa dirawat aja biar Mama ga repot...," bujuk Itje hingga membuat Aksara tak kuasa menolak.


Setelahnya Rex membantu memapah Aksara ke mobil. Lanni dan Mira nampak terkejut melihat Rex kembali dengan membawa Aksara yang terluka.


Lanni pun turun lalu membantu membukakan pintu mobil untuk Aksara dan mamanya. Setelah memastikan semua duduk dengan nyaman, Rex melajukan mobil menuju Rumah Sakit Sentosa.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Kedua mata Itje nampak sembab karena kebanyakan menangis. Saat itu ia sedang berada di kamar rawat inap suaminya. Ada Aksara juga yang terbaring di tempat tidur lain di samping Azam.


" Udah Ma, jangan nangis terus...," kata Azam lirih.


" Gimana Mama ga nangis Pa. Melvin mukulin Sara sampe kaya gitu. Kalo Rex ga datang mungkin Anak Kita udah mati tadi...," sahut Itje di sela tangisnya.


" Ada masalah apa sih. Kenapa Melvin sampe mukulin Sara...?" tanya Azam dengan suara bergetar menahan marah.


" Mama ga tau Pa. Awalnya Melvin ngajak Sara ketemuan. Karena feeling Mama ga enak, makanya Mama maksa ikut Sara tadi.Mama sengaja ga gabung sama mereka dan ngamatin aja dari jauh. Tapi Mama kaget waktu ngeliat Melvin mukul Sara. Mama mau nolongin tapi takut karena Melvin bawa dua bodyguard Pa. Terus mereka maksa Sara ikut dan itu bikin Mama panik. Makanya Mama lari cari bantuan dan ketemu Rex...," sahut Itje sambil mengusap wajahnya yang basah.


" Ini kriminal Ma. Kita harus lapor Polisi...!" kata Azam marah.


" Iya Pa. Tadi Sara udah divisum dan besok Mama niat laporin bajing*n itu ke Polisi...," sahut Itje cepat.


" Bagus. Ngomong-ngomong Rex dimana Ma...?" tanya Azam.


" Setelah nganterin Kita ke Rumah Sakit dia langsung pulang sama Ibunya Pa...," sahut Itje sambil menundukkan kepalanya hingga membuat Azam tersenyum.


" Kenapa Ma, nyesel ya...?" tanya Azam sambil menatap sang istri lekat.


" Iya Pa, Mama nyesel plus malu. Orang yang Mama banggain malah nyakitin Sara. Tapi orang yang udah Mama hina habis-habisan justru dia yang bantuin Kita. Ga cuma sekali Pa, tapi udah beberapa kali. Mama ga abis pikir kenapa dulu Mama bisa jahat dan benci sama Rex...," sahut Itje sambil menitikkan air mata.


" Penyesalan selalu datang terlambat Ma. Anggap ini pelajaran terbaik untuk Mama. Jujur Papa aja udah ga sanggup ngajarin Mama untuk jadi orang baik. Karena tiap kali Papa ingetin Mama selalu marah dan marah. Semoga setelah ini Mama bisa lebih berhati-hati dalam bersikap. Jangan lupa minta maaf sama Rex ya Ma...," kata Azam dengan suara parau hingga membuat tangis Itje makin menjadi.


" Iya Pa, Mama bakal minta maaf sama Rex. Mama juga minta maaf sama Papa karena ga pernah dengerin nasehat Papa. Maaf...," sahut Itje sambil memeluk suaminya.


" Iya, Papa Maafin Mama kok...," kata Azam sambil mengusap punggung sang istri dengan lembut.


Di samping Azam dan Itje terlihat Aksara tersenyum menyaksikan kedua orangtuanya saling memeluk.


Air mata nampak mengalir dari sudut mata Aksara. Meski sakit Aksara merasa bahagia karena sang Mama akhirnya tahu bagaimana sifat Melvin sebenarnya. Aksara berharap setelah ini hidupnya bisa kembali normal seperti dulu.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2