Kidung Petaka

Kidung Petaka
163. Minta Cucu Menantu


__ADS_3

Rex tiba di rumah sang nenek saat jam menunjukkan pukul sebelas malam. Saat itu Rusminah sedang duduk di teras sambil menatap ke jalan ditemani sang perawat.


" Assalamualaikum..., " sapa Rex sambil berjalan mendekati sang nenek.


" Wa alaikumsalam, ini Kamu kan Rex...?" tanya Rusminah dengan wajah sumringah.


" Iya Nek. Nenek lagi ngapain di luar, ini kan udah malam...," kata Rex sambil memeluk sang nenek dengan hangat.


" Nenek baru aja dengar pengumuman di masjid. Katanya Karsih baru aja meninggal, apa itu betul Rex...?" tanya Rusminah.


" Oh itu. Iya Nek, Bu Karsih baru aja meninggal. Terus kenapa Nenek masih di sini...?" tanya Rex tak mengerti.


" Gapapa sih, Nenek cuma mau cari angin aja. Lagian mendadak Nenek kok inget sama Zada ya Rex...," sahut Rusminah dengan mata berkaca-kaca.


" Kenapa mendadak Nenek inget sama Zada...?" tanya Rex sambil mendorong kursi roda sang nenek ke dalam rumah.


Sang perawat bernama Emi itu pun mengekor di belakang Rex lalu menutup pintu. Setelahnya suster Emi masuk ke ruang makan. Nampaknya ia akan membuat teh manis hangat untuk Rex.


" Mungkin karena mendengar nama Karsih, otomatis jadi inget Zada...," sahut Rusminah sambil tersenyum kecut.


Rex menghela nafas panjang lalu tersenyum. Ia mengerti bagaimana perasaan sang nenek saat ini. Bagaimana pun Rusminah adalah orang pertama yang diterima Zada hadir dalam hidupnya setelah kasih sayang Karsih berkurang karena menikahi Tako.


" Kalo Aku bilang abis ngeliat arwah Zada, apa Nenek percaya...?" tanya Rex hati-hati.


" Nenek percaya. Kan semasa hidupnya Zada sama Kamu sempet kenalan. Walau pun selalu ribut kalo ketemu, tapi buat Nenek hubungan Kalian itu unik. Jadi wajar kalo setelah Zada meninggal dia ingin menyampaikan sesuatu lewat Kamu...," sahut Rusminah cepat hingga membuat Rex tersenyum.


" Nenek betul. Tadi dari kantor Polisi Aku sengaja mampir ke rumah Bu Karsih. Seperti biasa rumahnya ya gelap gulita. Tapi ada sesuatu yang bikin Aku penasaran makanya Aku sengaja mendekat ke rumahnya itu. Nenek tau apa yang Kulihat di sana...?" tanya Rex.


" Apa Rex...?" tanya Rusminah penasaran.


" Warga lagi mengerumuni Bu Karsih yang lagi sekarat Nek...," sahut Rex sambil mengusap wajahnya.


" Ya Allah. Terus gimana...?" tanya Rusminah.


" Saat itu kondisi Bu karsih sangat mengenaskan Nek. Kedua matanya melotot dan tangannya terulur ke atas seperti ingin menyentuh sesuatu. Ternyata Bu Karsih begitu bukan tanpa alasan Nek. Aku ngeliat arwah Zada lagi mangku kepalanya Bu Karsih sambil tersenyum lembut. Arwah Zada juga menggenggam tangan Bu Karsih seolah ingin membantunya berdiri. Dan Nenek tau apa kelanjutannya...?" tanya Rex sambil menatap Rusminah.

__ADS_1


" Karsih meninggal sambil tersenyum..., " sahut Rusminah dengan suara bergetar.


" Betul Nek. Bu Karsih meninggal sambil tersenyum karena di akhir hayatnya dia bisa mengucap kalimat syahadat. Apalagi saat itu Zada datang untuk menjemput...," kata Rex sambil tersenyum.


" Alhamdulillah. Jadi Zada sudah memaafkan Karsih...?" tanya Rusminah.


" Betul Nek. Zada memaafkan Bu Karsih karena dia menyayangi Bu Karsih dengan tulus. Keliatannya Zada ingat bagaimana Bu Karsih menyayanginya dulu sebelum laki-laki bejat itu datang dan mengacaukan semuanya...," kata Rex.


Rusminah menganggukkan kepalanya. Sesekali ia mengusap air mata yang jatuh menitik di ujung matanya. Melihat sang nenek menangis membuat Rex iba lalu memeluknya dengan erat.


Rex mengurai pelukannya saat suster Emi datang dengan membawa segelas teh manis hangat dan makanan ringan untuknya. Kemudian suster Emi meletakkan semuanya di atas meja.


" Silakan Mas Rex...," kata Suster Emi dengan ramah.


" Makasih Suster, maaf merepotkan...," kata Rex.


" Gapapa Mas. Saya ga merasa direpotkan kok...," sahut suster Emi sambil tersenyum.


Rex pun meneguk teh manis hangat itu perlahan. Rusminah dan suster Emi tersenyum melihatnya. Setelahnya Rex pamit ke dalam kamar untuk membersihkan diri.


\=\=\=\=\=


" Jangan ditahan kelamaan Mak, kasian kan Mas Rex kalo kemalaman di jalan...," bujuk suster Emi.


" Jangan dibelain Sus, bisa besar kepala dia nanti...," sahut Rusminah ketus.


" Jadi maunya Mamak gimana...?" tanya suster Emi sambil menahan tawa melihat Rusminah yang terus menggelayuti lengan Rex.


" Aku mau dia janji satu hal sama Aku...," sahut Rusminah sambil melirik kearah Rex yang nampak tertawa-tawa.


" Nenek mau Aku janji apa...?" tanya Rex dengan lembut.


" Bawakan Aku cucu menantu. Harus yang baik, sholehah, kalo bisa cantik dan berpendidikan..., " sahut Rusminah cepat hingga membuat Rex membelalakkan matanya.


" Cucu menantu tuh apaan Nek...?" tanya Rex pura-pura tak tahu.

__ADS_1


" Istri Rex, istriii...!" sahut Rusminah lantang hingga membuat Rex memalingkan wajahnya karena sang nenek bicara keras di telinganya.


Sikap Rex dan Rusminah mau tak mau membuat suster Emi tertawa. Ia tak menyangka dua orang beda generasi itu bisa bertingkah layaknya balita saat bersama.


" Gimana Rex...?" tanya Rusminah sambil menatap Rex lekat.


Rex nampak termenung seolah sedang berpikir keras dan itu membuat sang nenek kesal.


" Tinggal bilang iya apa susahnya si Rex...!" kata Rusminah sambil mencubit lengan Rex dengan keras.


" Aduuuhhh..., iya iya. Insya Allah Aku cari Istri yang sesuai dengan keinginan Nenek nanti...," sahut Rex sambil mengusap lengannya yang memerah bekas cubitan sang nenek.


" Jangan sesuai keinginan Nenek tapi yang cocok sama Kamu. Kan Kamu yang bakal nikah dan jalanin semuanya, bukan Nenek atau orang lain. Kalo Kamu menikah sekedar untuk menyenangkan orang lain lebih baik ga usah menikah. Karena inti pernikahan itu ya Kamu dan pasanganmu harus sama-sama senang menjalani pernikahan itu, bukan karena terpaksa. Ingat ya Rex, bukan karena terpaksa...," kata Rusminah sambil menekankan kata terpaksa di telinga Rex.


Rex menutup telinganya dengan telapak tangan hingga membuat Rusminah melengos sebal.


" Ok, kalo gitu tolong Nenek doain Aku supaya Aku dapat Istri yang baik, sayang sama Aku dan keluarga Kita...," kata Rex sambil merengkuh sang nenek.


" Kalo itu ga usah diajarin Rex. Nenek selalu doain Kamu tanpa diminta...," sahut Rusminah cepat.


" Iya Aku percaya kok. Sekarang Aku boleh pulang ya Nek...," kata Rex penuh harap.


" Hmmm...," sahut Rusminah sambil mengangguk.


" Makasih Nenek Sayang...," kata Rex sambil memeluk sang nenek lalu mencium kepalanya dengan sayang.


Rusminah pun tersenyum dalam pelukan sang cucu.


" Saya titip Nenek ya Suster Emi, kalo ada apa-apa jangan ragu untuk telephon Saya atau Gama...," pesan Rex sungguh-sungguh.


" Siap Mas Rex...!" sahut suster Emi sambil bersikap hormat ala tentara hingga membuat Rusminah dan Rex tertawa.


" Ya udah, Aku pulang ya. Assalamualaikum..., " kata Rex sambil melambaikan tangannya.


" Wa alaikumsalam...," sahut Rusminah dan Suster Emi bersamaan.

__ADS_1


Rusminah tampak tersenyum melepas cucu kesayangannya itu. Ia tetap di teras hingga mobil yang membawa Rex tak terlihat lagi. Setelahnya suster Emi membawa Rusminah masuk ke dalam rumah untuk minum obat.


\=\=\=\=\=


__ADS_2