
Selama Shezi dirawat di Rumah Sakit Sentosa, Lilian memberi perhatian extra untuknya. Demikian pula Ramon dan Lanni. Bahkan Lanni dengan senang hati menemani Shezi di kamar selama Shezi dirawat. Lanni akan pergi setelah jam bezuk tiba dan Shezi dikunjungi teman-temannya seperti sore ini.
" Jadi apa yang luka Zi, kok lama banget dirawatnya...?" tanya Dina sambil duduk di kursi di samping tempat tidur.
" Iya Zi. Gara-gara Lo dirawat, Gue jadi harus gantiin Lo shift malam. Bukan ga mau Zi, tapi Gue kan penakut. Beda sama Lo yang pemberani...," kata Tia menambahkan.
" Sorry ngerepotin ya Ti. Gue juga ga tau kalo lukanya ternyata lumayan parah. Awalnya Gue pikir cuma keseleo aja, eh ga taunya malah tulang sendinya retak. Jadi butuh waktu untuk pulih. Sebenernya sih udah boleh pulang dan rawat jalan aja, tapi kata Suster di sini Gue emang harus stay di Rumah Sakit biar gampang ngawasin...," sahut Shezi.
" Wajar sih kalo Suster yang ngomong gitu Zi. Dia pasti khawatir kaki Lo bukan sembuh tapi malah busuk dan harus diamputasi kalo dirawat di rumah. Secara Lo kan ga bisa diem barang sebentar...," kata Dina sambil mencibir.
" Ish, serem banget sih Na. Lo ngomong gitu ga lagi nyumpahin kaki Gue buntung kan Na...?!" kata Shezi sambil menatap galak kearah Dina hingga membuat Tia dan Dina tertawa.
" Ga usah disumpahin juga kalo Lo ga bisa diem yang ada luka Lo itu melebar kemana-mana Zi...," kata Tia di sela tawanya.
" Betul Ti...," sahut Dina sambil tertawa.
Tiba-tiba pintu diketuk dan masuklah seorang dokter bersama perawat yang tak lain adalah Lilian.
" Selamat sore...," sapa sang dokter dengan ramah.
" Sore dok...," sahut Shezi, Dina dan Tia bersamaan.
" Kita cek sebentar ya. Maaf mengganggu waktu bezuk karena Saya terlambat datang tadi...," kata sang dokter sambil mengeluarkan stetoskop dari saku bajunya.
" Gapapa, silakan dok...," sahut Dina sambil menepi untuk memberi ruang pada sang dokter.
Lilian dan dokter pun tersenyum lalu bergegas menjalankan tugasnya. Dokter juga mengecek lapisan gips di kaki Shezi.
" Balutannya perbannya tolong diperbaiki ya Sus. Mungkin karena banyak gerak jadi terlepas dan ini ga bagus karena bikin proses penyembuhannya terhambat nanti...," kata sang dokter mengingatkan.
" Siap dok...," sahut Lilian sambil mencatat beberapa poin tentang kondisi kesehatan Shezi yang diucapkan sang dokter tadi.
" Ini pasien terakhir kan Suster Lian...?" tanya sang dokter.
" Betul dok...," sahut Lilian cepat.
__ADS_1
" Alhamdulillah. Kalo gitu setelah ini Suster bisa istirahat karena Saya mau keluar sebentar...," kata sang dokter sambil tersenyum.
" Baik dok. Laporannya nanti Saya letakkan di meja dokter aja kan...?" tanya Lilian.
" Iya Sus, makasih ya. Tapi tolong sebelum pergi, balutan kaki Mbak Shezi diperbaiki dulu ya Sus...," kata sang dokter.
" Baik dok...," sahut Lilian.
Sesaat kemudian dokter keluar dari ruangan dan meninggalkan Lilian yang memperbaiki balutan kaki Shezi.
" Jadi kapan Aku bisa pulang Kak...?" tanya Shezi setengah berbisik.
" Dokter bilang sih kalo semua Ok insya Allah lusa boleh pulang. Kenapa emangnya...?" tanya Lilian.
" Lama banget Kak. Temenku udah protes nih gara-gara Aku kelamaan dirawat di sini...," kata Shezi sambil melirik kearah Tia.
" Eh jangan fitnah Lo Zi. Please jangan percaya sama dia ya Sus..," kata Tia sambil melotot kearah Shezi.
" Kan Lo bilang gitu tadi...," sahut Shezi sambil tertawa.
" Kalo Lo takut biar Gue yang gantiin Ti. Lo bisa tuker shift sama Gue nanti...," sela Dina meyakinkan Tia.
" Beneran nih Na. Wah kalo gitu sih Gue setuju. Kok Lo baru bilang sekarang kalo Lo mau gantiin shift malamnya Shezi sih Na...," kata Tia.
" Kan Lo baru ngomong di sini Tiaaa. Andai Lo ngomong dari awal kan udah Gue handle dari kemarin...," sahut Dina sambil mencubit pinggang Ria dengan gemas.
" Iya iya, ini salah Gue. Jadi deal ya Lo yang bakal ngisi shift malamnya Shezi...," kata Tia.
" Iya, ga percaya banget sih jadi orang...," gerutu Dina hingga membuat Shezi dan Lilian tertawa.
" Eh iya Gue baru inget. Kemarin waktu Gue gantiin tugas Lo di shift malam ada cowok yang nyariin Lo Zi...," kata Tia tiba-tiba.
" Cowok, siapa...?" tanya Shezi dan Dina bersamaan.
" Kompak banget sih...," sahut Tia sambil tersenyum.
__ADS_1
" Gue serius Ti, cowok yang Lo bilang itu ngomong apaan aja...?" tanya Dina.
" Ga ngomong apa-apa sih. Dia cuma bilang sepupu Lo Zi. Namanya Sinto, Ranto, Anto, atau siapa gitu. Pokoknya ada to to nya gitu lah...," sahut Tia.
Jawaban Tia membuat Shezi terkejut. Ia dan Dina saling menatap dalam diam seolah ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Hal itu membuat Tia dan Lilian curiga.
" Kenapa diem. Emangnya dia siapa ?, penjahat ya Zi...?!" tanya Ria panik.
" Penjahat bukan secara harfiah ya. Tapi buat Shezi dia emang penjahat karena selalu berusaha menyakiti Shezi. Iya kan Zi...?" kata Dina sambil menoleh kearah Shezi.
" Iya...," sahut Shezi sambil mengepalkan tangannya.
Dari tempatnya berdiri Lilian bisa melihat raut wajah ketakutan dan tangan mengepal Shezi yang bergetar. Lilian yakin jika ada sesuatu yang terjadi dan tengah mengancam keselamatan gadis itu.
" Penjahat gimana sih maksud Lo Na. Kan katanya Shezi sama cowok itu sepupuan, masa dia dibilang penjahat...," kata Tia tak mengerti.
" Ya karena cowok yang namanya Nato itu beberapa kali berusaha melecehkan Shezi...," sahut Dina sambil menatap iba kearah Shezi.
" Beneran Zi...?!" tanya Tia tak percaya.
" Iya...," sahut Shezi lirih namun mengejutkan Tia dan Lilian.
" Lapor Polisi dong Zi, jangan diem aja...," kata Tia.
" Gimana mau lapor Polisi Ti, kan belom kejadian. Polisi mana sih yang mau ngurusin hal remeh dan ga jelas kaya gini. Walau sebenernya ini bukan hal remeh menurut Gue. Lagian itu terjadi waktu Shezi masih tinggal sama keluarganya si Nato dulu. Tapi sekarang jadi mengkhawatirkan apalagi udah berani datengin Shezi di tempat kerja kaya gitu...," sahut Dina cemas.
" Sebenernya punya hubungan keluarga darimana sih sama dia, kok tega banget mau bikin begitu sama Lo Zi...?" tanya Tia.
" Kan Mamanya Nato itu Kakak dari Mamanya Shezi. Jadi ya mereka sepupuan Ti...," sahut Dina.
" Oh gitu. Tapi Ngomong-ngomong kenapa semua pertanyaan Gue Lo yang jawab ya Na. Gue kan nanyanya sama Shezi bukan Lo...," kata Tia.
" Gapapa, Gue kan ajudannya Shezi...," sahut Dina sambil menaik turunkan alisnya hingga membuat Shezi dan Tia tertawa.
Lilian pun ikut tersenyum mendengar ucapan Dina. Namun dalam hati Lilian merasa cemas. Ia khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada Shezi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=