
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________***
Saat She Si mengeluarkan Peta tersebut, Xie Yan langsung berdiri dari tempat duduknya dan matanya tertuju dengan tajam ke arah Peta tersebut. "Itu Dia! Itu Peta yang sama dengan pemberian Yu Ge!" Katanya dengan Wajah berseri.
"Ada Apa?" Kata mereka berdua sedikit heran dengan tingkah Xie Yan yang tampak senang.
"Tidak! Aku menemukan sesuatu yang menarik!" Kata Xie Yan kemudian langsung menuju ke arah She Si dan Tetua Sekte Azure yang tersisa.
...
She Si melakukan hal yang sama dengan Tetua Keenam seperti yang dia buat kepada Tetua Keenam. "Apa Sekte Azure memiliki ini?" Katanya menunjukkan peta tersebut.
"Aku memiliki satu peta yang seperti itu!"
Tetua Keenam belum sempat menjawab, Tiba tiba suara muncul dari belakang She Si. She Si tentu saja terkejut langsung berbalik dan mundur melepaskan Tetua Keenam yang sudah setengah sadar.
"Siapa Kau?!" Kata She Si melihat Pemuda yang cukup tampan. "Aku tidak merasakan Kehadirannya saat muncul di belakangku," Batin She Si yang barhati hati saat seseorang muncul tanpa dia sadari.
Pemuda tersebut adalah Xie Yan yang tertarik dengan peta tersebut.
"Kau tidak perlu tahu. Apakah kau berbicara mengenai peta ini?" Katanya sambil mengeluarkan Peta yang didapatnya dari Yu Ge.
Wajah She Si langsung tampak senang, "Hahaha...Itu dia!" Katanya tertawa. "Serahkan itu," Katanya kepada Xie Yan.
Xie Yan tidak membalas perkataan She Si. Merasa seperti dicueki, She Si kemudian mendekat mencoba mengambil Peta tersebut dari tangan Xie Yan.
Tapi saat dia mencoba mengambilnya, Xie Yan menghindarinya. "Apa kau menginginkan ini?" Tanya Xie Yan.
"Tentu saja!" Balas She Si juga mulai sedikit berhati hati kepada Xie Yan.
"Yah, sayang sekali tapi aku juga menginginkan Peta yang berada di tanganmu!" Kata Xie Yan langsung menghilang dari tempatnya memukul She Si dengan kuat.
Sebelum Xie Yan memukulnya, dia sudah mengambil Peta tersebut dari tangan Xie Yan Dengan cepat tanpa disadari oleh She Si.
__ADS_1
"Uhuk...Uhuk..." Tetua Demonic itu terbatuk dan memuntahkan banyak darah saat terkena pukulan telak Xie Yan. Tidak lama kemudian dia juga menyadari bahwa peta tersebut sudah menghilang dari tangannya.
"K-Kau...!" Berbicara saja sudah membuatnya kesusahan.
"Hmm...Sepertinya ini cocok" Kata Xie Yan menyatukan Peta tersebut, "Sekarang tinggal satu lembar lagi maka ini akan lengkap," Gumam Xie Yan.
Tetua Keenam dari Sekte yang masih setengah sadar dapat melihat aksi Xie Yan yang memukul Tetua Sekte Demonic dengan mudah, "S-Siapa dia...?" Batinnya.
Xie Yan kemudian menoleh ke arah Penonton dan memanggil Ruo Lou ketempatnya. "Tolong Rawat dia dan bawa menjauh dari sini," Pinta Xie Yan untuk merawat Tetua Keenam tersebut.
Saat Ruo Lou membantu, Tetua tersebut dapat mengingat Wajah Ruo Lou saat turnamen tersebut dan dia juga dapat melihat Chu Nan Yu. "Apa Pemuda itu yang membuat mereka semua kuat?" Batinnya bertanya tanya.
..
"Uhuk...Mengapa kau menyerangku!" Kata She Si dengan marah kepada Xie Yan, dia sendiri juga takut dengan Xie Yan bahkan tidak dapat melihat serangan barusan.
"Aku yang berada di Ranah Dao dihajar oleh Anak muda yang belum berumur 22 tahun?" Batin She Si tidak dapat mempercayai apa yang dia rasakan sekarang.
"Ntahlah, aku hanya ingin saja!" Kata Xie Yan dengan santai. "Katakan...Apakah kau tahu dimana robekan Peta yang lain?" Tanya Xie Yan yang mulai tampak serius.
"Aku tidak tahu!" Tetua Sekte Demonic tersebut membalas pertanyaan Xie Yan dengan cepat.
Serangan datang dari atas She Si tanpa dia sadari lagi. Itu adalah serangan Qi milik Xie Yan saat melihat Wajah She Si tampak berbohong.
"Arghhhh!"
Dia berteriak kesakitan saat merasakan serangan tersebut. "Apakah kau masih tidak berbicara?" Ucap Xie Yan.
"Sudah kubilang, aku tidak tahu!" Katanya berteriak kepada Xie Yan.
"Hmmm...Sepertinya kau tidak ingin berbicara ya..?" Kali ini Xie Yan mendekat ke arah She Si dengan Senyum di Wajahnya.
Tetua Sekte tersebut merasakan bulu kuduknya naik melihat senyum Xie Yan yang tampak seperti Iblis.
Xie Yan kemudian mengangkat tubuh She Si yang terluka akibat serangannya barusan. "A-Apa yang kau inginkan!" Katanya.
PAM!
Xie Yan mengayunkan tangannya ke arah dantian She Si. Kekuatan Ranah Dao milik Tetua Sekte Demonic langsung menghilang, sekarang dia tampak seperti manusia biasa yang tidak memiliki Energi dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Tidakkkkk! Dantianku! Sialaaan beraninya kau menghancurkan jerih payahku! Bunuh saja aku!" Katanya berteriak kepada Xie Yan dengan pasrah. Bagaimana dia tidak pasarah akan hidupnya, Hasil jeri payahnya selama bertahun tahun hilang dalam beberapa detik.
"Kau tidak akan bisa mati! katakan dimana peta yang tersisa!" Ancam Xie Yan lagi Kemudian mematahkan jari jari milik She Si.
"Aarrrgghhh!"
Karena dia sudah sama seperti manusia biasa, dia akan merasakan sakit berkali kali lipat. "Apakah kau masih tidak mengatakan apa apa?" Tanya Xie Yan.
Saat She Si yang masih diam, Xie Yan membuat Es dari Elemennya sekecil jarum kemudian menusuknya ke tubuhnya. Xie Yan juga mengambil satu bola mata She Si.
"Arghhh!"
"Bunuh aku!"
"Arghhh!"
Tempat tersebut dipenuhi dengan Teriak She Si, bahkan Tetua Keenam yang sudah sedikit membaik melihat tindakan Xie Yan dengan ngeri. Ruo Lou dan juga Chu Nan Yu juga belum pernah melihat Xie Yan menyiksa orang.
Xie Yan terus menyiksa kemudian memberikan Pill Penyembuh dan menyiksanya lagi, dia terus melakukannya hingga beberapa jam sampai She Si akhirnya menyerah. "Akan kuberitahu...Akan Kuberitahu..." Katanya dengan Wajah Lesu akibat siksaan Xie Yan.
"Peta yang lain berada di Sekte Demonic...Aku diperintahkan Ketua Sekte untuk mencarinya!" Katanya dengan pasrah.
Xie Yan langsung tersenyum, kemudian menebas kepala Tetua Demonic tersebut. "Huh...Jika kau mengatakannya lebih cepat aku tidak akan melakukan hal merepotkan seperti ini!" Kata Xie Yan meninggalkan tubuh She Si.
Dia kemudian menuju ketempat Chu Nan Yu dan Ruo Lou. Saat Xie Yan datang, Tetua Keenam Sekte Azure langsung mengangkupkan kedua tangannya berterimakasih kepada Xie Yan karena sudah menolongnya. "Tuan, Terimaksih sudah menyelamatku" Katanya dengan tulus.
Xie Yan mengangguk melihat Terimaksih tulus Tetua tersebut. Pada saat itu Xie Ruo, Ruo Ro dan Chu Fenghua akhirnya kembali ke tempat Xie Yan.
"Kakak!"
"Ayah!"
"Kakak Ipar!"
Kata mereka bertiga memanggil Xie Yan, "Apakah kalian sudah menyelesaikannya?" Tanya Xie Yan sambil mengusap kepala Xie Ruo.
Mereka bertiga mengangguk bersama. Tetua Keenam menyaksikan kedatangan mereka bertiga tentu tercengang mendengar dia memanggil Xie Yan, dia berpikir Xie Yan adalah Guru mereka yang menggunakan Teknik untuk mempermuda tulang di tubuhnya dengan melihat Kekuatan yang dapat membunuh Ranah Dao dengan mudah. Dia kemudian mengambil nafas mencoba menenangkan dirinya dengan kejadian ini.
__ADS_1