
Semua anak anak tampak bahagia memakan makanan yang dibeli oleh Xie Yan. Mungkin ini adalah pertama kalinya mereka memakan makanan yang layak dan selama ini mereka hanya makan apa adanya karena kekurangan biaya.
Setelah anak anak telah menyelesaikan makanannya, mereka berterimakasih kepada Xie Yan kemudian berlanjut bermain bersama dengan Yue yang tampak bahagia.
"Wan Yin! Keluar!" Tidak lama setelah anak anak selesai menikmati makanan, Suara teriakan dari luar bangunan panti asuhan terdengar oleh Xie Yan dan yang lainnya.
Mendengar teriakan itu, Wan Yin membuat ekpresi marah lagi. "Itu dia...Kenapa dia muncul kembali!" Katanya dengan marah lalu bangkit dari tempat duduknya dan menuju keluar.
"Siapa itu?" Xie Yan bertanya.
"Dia Tong Cu, orang yang berani memukul adik Yue sebelumnya." Balas Wan Yin.
Bruk!
Xie Yan menghancurkan gelas yang dia pegang. "Bagus...Bagus. Aku berencana untuk mencarinya setelah memberikan anak anak makan tapi tidak kusangka dia datang kekuburannya sendiri. Akan aku liat orang yang berani memukul Yue." Ucapnya mengikuti Wan Yin keluar bangunan.
Wan Yin dapat merasakan Niat membunuh dari ucapan Xie Yan barusan dan hanya diam tidak tahu harus berkata apa. Wan Yin dan Xie Yan terus berjalan keluar dari bangunan diikuti oleh Jendral Besar Hao.
Diluar bangunan,
Anak anak Panti asuhan yang sedang bermain di halaman kecil bangunan tentu orang pertama yang melihat siapa yang berteriak dan memanggil Wan Yin pengasuh mereka.
"Itu kau gendut?! Apa yang kau lakukan disini lagi?" Yue yang sedang bersama dengan anak anak berteriak dan menunjuk Tong Cu.
"Oh, itu kau? Kenapa kau bisa berada di sini? Apakau ingin merasakan tamparanku lagi?" Kata Tong Cu mendekat ke Yue dan ingin menamparnya lagi.
"Hentikan Tong Cu! Apa kau ingin memukul anak kecil lagi dasar Pengecut?" Teriak seorang wanita menghentikan Tong Cu. Wanita itu adalah Wan Yin yang baru saja keluar dari bangunan bersama Xie Yan dan Jendral Besar Hao.
Xie Yan melihat seorang Pria gendut bersama dengan lima bawahannya yang berada di Ranah Dewa Nirwana puncak dan si gendut berada di Ranah Dewa Perak rendah. "Jadi sigendut itu yang menampar Yue dan dia bahkan ingin menamparnya lagi?" Gumam Xie Yan yang matanya sudah membara ingin membunuh gendut itu dengan cepat.
Jendral Besar Hao yang berada disamping Xie Yan hanya menggelengkan kepalanya melihat Aura sekitar Xie Yan mulai berubah.
Tong Cu langsung menoleh, "Hohoho...Apakah kau sekarang sedang bahagia? Aku mendengar dari bawahanku kalau seseorang membeli banyak makanan di Rumah makan bulan dan membawanya ke Panti Asuhan ini." Tong Cu berkata dengan tertawa.
"Hmmm..." Tong Cu melihat kehadiran Jendral Besar Hao yang tampak gagah dan Xie Yan yang sangat tampan, tapi dia sama sekali tidak dapat melihat kekuatan dari mereka berdua. "Siapa mereka? Apakah mereka tamu Wan Yin?" Gumam Tong Cu berpikir.
Wajah Tong Cu tampak berubah seperti mengerti apa yang terjadi. "Hahahaha...Begitu ya. Wan Yin, aku tidak menyangka kamu serendah ini demi merawat anak anak tidak berguna ini." Ujar Tong Cu.
"Apa maksudmu?" Wan Yin tampak bingung dan Xie Yan mengerutkan alisnya mengerti apa maksud dari perkataan pria gendut ini.
"Kamu masih berpura-pura? Bukan kah kamu menjual dirimu kepada mereka berdua untuk membiayai anak anak tidak berguna ini...Hahahaha," Jelas Tong Cu.
__ADS_1
"Apa!" Wajah Wan Yin tampak merah marah dan mencoba menyerang Tong Cu tapi, sebelum dia menyerang. Seseorang sudah melesat dengan cepat melewati Wan Yin ke arah Tong Cu.
Wush!
"Ugh!?"
Xie Yan yang melesat ke arah Tong Cu sudah langsung mencekik leher gendutnya dan mengangkatnya sedikit dari tanah.
"Lepaskan Tuan!" Kelima bawahan Tong Cu berteriak lalu menyerang Xie Yan bersama sama.
BOOMM! BOOMM!
BOOMM! BOOMM!
Ditangan kanannya yang masih mencekik pria gendut, Xie Yan dengan tendangan santai membuat mereka berlima terlempar jauh. "Yue, bawa anak anak masuk kedalam ruangan. Ini urusan orang dewasa." Xie Yan berkata kepada Yue dengan lembut.
Yue langsung mengerti dengan cepat dan membawa anak anak panti asuhan kedalam bangunan.
Dia bisa saja membunuh kelima bawahannya dengan mudah, tapi karena anak anak panti asuhan melihatnya dia harus menahannya. Berbeda jika hanya Yue, yang sudah pernah menyaksikan pembunuhan.
"Ugh! L-Lepaskan aku." Tong Cu yang masih dicekik oleh Xie Yan berkata dengan susah payah.
Setelah semua anak anak masuk, dia menoleh kepada Tong Cu lagi. "Jadi kau adalah Pria gendut yang berani menampar Yue?" Kata Xie Yan mengarahkan Aura membunuhnya pada Tong Cu.
Aura Membunuh Xie Yan membuat Tong Cu bergetar ketakutan. Dia matanya Xie Yan terlihat seperti monster yang ingin memakannya.
Pisss!
Suara Air mengalir dari celana Tong Cu jatuh ke tanah karena ketakutan. "Kau bahkan kencing celana..?" Xie Yan berkata dengan jijik.
"T-Tolong A-Ampuni aku..." Katanya dengan bibir bergetar.
Kelima bawahan yang baru ditendang Xie Yan sudah bangkit berdiri lalu mengeluarkan berbagai macam senjata. "Bunuh dia!" Teriak mereka berlima menyerang ke Xie Yan lagi.
Xie Yan menggelengkan kepalanya, "Jika aku jadi kalian mungkin aku akan berpura pura mati dari pada menyelamatkan gendut ini." Gumam Xie Yan mengerakkan tangan kirinya dan menebas mereka dengan Elemen Ruangnya.
Slash!
Hanya dengan sekali gerakan sudah membelah kelima orang itu dengan separuh tubuh menghilang yang tidak tahu kemana perginya.
Wan Yin dan Jendral Besar Hao yang jauh dibelakang Xie Yan dapat menyaksikan aksi Xie Yan dengan jelas. Wan Yin menutup mulutnya dengan tangannya melihat kengerian itu dengan tubuh bergetar, dia tidak menyangka Xie Yan yang memiliki wajah lembut sekarang tampak berbeda.
__ADS_1
Tidak berbeda dengan Wan Yin, Jendral Besar Hao juga pertama kalinya melihat Xie Yan seperti ini dan Teknik yang dilepaskan Xie Yan barusan membuat kedua telapak tangannya dipenuhi oleh keringat. "Bahkan jika itu aku tidak mungkin untuk menangkis serangan barusan." Batin Jendral Besar Hao.
Kembali ke Xie Yan,
"Jadi tangan mana yang kau gunakan untuk menampar Yue?" Xie Yan bertanya kepada Tong Cu.
"Ugh...Ugh..." Dengan tubuh bergetar, Tong Cu mengangkat tangan kirinya. "Oh...Jadi tangan ini?" Xie Yan menyentuh tangannya dengan jari telunjuknya.
Wush!
Seketika api hitam muncul dari ujung jari Xie Yan dan langsung membakar lengan kiri Tong Cu.
"Urgh...Urgh...Urgh..." Karena dicekik, Dia bahkan tidak bisa berteriak kesakitan akibat Lengan kirinya yang dibakar itu.
Wajah Tong Cu tampak setengah sadar dengan air mata terus keluar dari matanya dan bahkan air liur sudah mulai menetes dari mulutnya.
"Ini tidak cukup untuk hukuman karena menampar Yue." Xie Yan kembali menyentuh lengan kanan Tong Cu dengan ujung jari telunjuknya.
Wush!
Api hitam menjalar ke Lengan kanannya lagi, Kedua lengannyaa kini dipenuhi Api hitam hingga kedua lengannya berubah menjadi abu.
"Haa...Ini belum selesai." Ucap Xie Yan menurunkan dan melepaskan Tong Cu dari cekikannya.
Akibat siksaan Xie Yan, dia berlutut dan wajah memandang ke atas langit. Xie Yan melihat dari mata Tong Cu dia seperti setengan mati.
"Sekarang adalah hukuman terakhir dan jika kau selamat akan kulepaskan." Kata Xie Yan walaupun dia tahu bahwa Tong Cu tidak mengerti lagi apa yang dikatakannya.
Xie Yan kemudian menggerakkan tangannya kebelakang dengan membuka lebar telapak tangannya dan melesat cepat ke arah pipi Tong Cu.
Wush! PLAK!
Tamparan kuat ke pipi Tong Cu hingga membuat kepalanya berputar-putar seperti yang dilakukan burung hantu.
Akibat tamparan Xie Yan hingga memutar kepalanya, Tong Cu Langsung mati ditempat. "Haa? Sudah mati?" Xie Yan berkata dengan wajah datar.
Dibelakang, Wan Yin dan Jendral Besar Hao tidak tahu harus berkata apa melihat kekejaman Xie Yan terhadap musuhnya. "Aku harap orang orang Istana tidak ada yang membuat dia marah." Gumam Jendral Besar Hao.
......
......___________________________......
__ADS_1
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...