
Setelah Xie Yan membunuh Ketua Sekte dan semua Panatua Sekte, dia kemudian merobek ruang ke tempat dimana Jia Li berada.
Robekan Ruang muncul di sebuah Ruangan,
Xie Yan yang sudah tiba disebuah kamar melihat Hao Yu ingin membuka Kancing Jia Li langsung berkata, "Ketemu kau!"
Hao Yu yang terkejut langsung berbalik melihat Pria Tampan memegang pedang hitam ditangannya dengan percikan darah di baju dan wajahnya, dia tampak seperti Dewa Kematian mencoba menyabut nyawa seseorang.
Tentu saja Pria itu adalah Xie Yan.
"K-Kau...Bagaimana bisa kau disini!" Kata Hao Yu turun dari kasur yang masih memenuhi keterkejutannya.
Jia Li yang melihat kedatangan Xie Yan dari Robekan Ruang langsung berteriak memanggil, "Xie Yan!" Katanya.
Xie Yan melihat Jia Li yang masih tersegel kemudian tersenyum kepadanya, "Aku tidak terlambatkan?" Ucapnya dengan senyum lembut membuat Jia Li menjatuhkan sedikit air matanya lalu dia mengagguk.
Kriek...Kriek...
Pintu Ruangan terbuka, "Pangeran...Sekte Racun diserang." Yang berbicara adalah dua bawahan Hao Yu yang sebelumnya bersama dengannya.
"Eh..?" Mereka berdua terkejut saat melihat Xie Yan, "Kau! Kenapa kau bisa disini!" Tentu saja mereka mengenal Xie Yan di Klan Jian.
"Jadi kalian berdua orang yang melukai Heise?" Ucap Xie Yan menatap mereka berdua.
"Cepat! Bunuh dia!" Teriak Hao Yu memerintahkan kedua bawahannya untuk membunuh Xie Yan.
Dia merasa Xie Yan sangat berbahaya dimana saat dia tiba tiba muncul dari Ruangannya tanpa ada yang mengetahuinya.
Kedua Bawahan Hao Yu itu mengagguk dan mulai mengeluarkan Senjata dari Cincin Ruang mereka.
Slash! Slash!
Belum sempat bersiap, Xie Yan sudah terlebih dahulu menebas kepala mereka berdua. Tubuh mereka kemudian jatuh didalam ruangan itu.
"Hikk!" Hao Yu merasa jiwanya lepas dari tubuhnya, apa yang barus saja dia saksikan dua orang Dewa Nirwana menengah matih begitu saja hanya dengan sekali ayunan.
Hao Yu tanpa sadar mundur beberapa langkah mencoba lari, tapi di belakangnya terdapat tembok yang menghalanginya. "Huh...Kau mencoba kabur saat aku masih disini?" Ucap Xie Yan mengayunkan pedang miliknya ke arah kakinya.
Slash!
__ADS_1
"ACCKKK!" Hao Yu terjatuh di ruangan itu tanpa kaki, dia hanya bisa berteriak kesakitan. "Aku tidak akan langsung membunuhmu." Kata Xie Yan berjalan mendekat ke Jia Li yang masih terbaring di atas kasur.
"Pelumpuh?" Gumam Xie Yan lalu mengolah Api Surgawinya melenyapkan Racun yang ada didalam tubuh Jia Li.
Hanya dalam waktu singkat, Racun didalam tubuh Jia Li sepenuhnya lenyap dan Jia Li sudah dapat bergerak bebas. "Sekarang kamu sudah baik baik saja." Ucap Xie Yan berkata dengan lembut sambil mengelus pipinya.
"Mmm.." Balas Jia Li.
Xie Yan kemudian menoleh ke Hao Yu yang sudah ketakutan, "L-Lepaskan aku! Aku masih lah Keluarga Kerajaan dan Guruku Ketua Sekte Racun. Jika kau mencoba membunuhku mereka akan mengejarmu hingga ujung dunia." Hao Yu mencoba untuk mengancam Xie Yan dengan statusnya agar dapat selamat dari kematian.
"Kerajaan? Ketua Sekte?" Xie Yan hampir tertawa saat mendengar perkataan Hao Yu barusan. "Baiklah, akan kubawa kau ke suatu tempat." Kata Xie Yan merobek ruang dengan membawa Jia Li dan Hao Yu ke tempat dimana dia membunuh semua Petinggi Sekte Racun.
..
Xie Yan, Jia Li dan Hao Yu sudah tiba, "I-Ini..." Jia Li menutup mulutnya dengan keterkejutan saat melihat sekeliling Sekte Racun yang dipenuhi dengan Mayat.
Tidak berbeda jauh dengan Jia Li, Hao Yu juga sama terkejutnya tapi yang membuat tubuhnya gemetar saat melihat kepala Pria Tua tergeletak di Lantai. "G-Guruuu!" Teriaknya.
"Lihat, Apa kau masih ingin mengandalkan gurumu lagi?" Kata Xie Yan tertawa kecil.
Jia Li yang disamping Xie Yan tidak bergerak sama sekali, dia tidak menyangka Sekte Racun yang sangat kuat di Kerajaan Garnet ini hancur oleh satu orang saja dan orang itu sekarang ada didekatnya.
"Pfttt...Hahahahaha!" Xie Yan tertawa keras saat mendengar perkataan Hao Yu barusan. "K-Kau Mengatakan aku kejam dari orang sepertimu? Hahahaha." Xie Yan masih tidak bisa menahan tawanya.
"Tapi ini masih belum seberapa!" Xie Yan tiba tiba bersikap serius lalu menyentuh Hao Yu dan menggunakan Elemen Waktunya ke Hao Yu.
"A-Apa y-yang kau lakukan..." Kata Hao Yu merasakan tubuhnya mulai berubah keriput. Sekarang tampilan Hao Yu yang muda menjadi menjadi tua jelek walaupun dia sudah menjadi tua, wajahnya masihlah dikenali sebagai Pangeran kedua.
Bukan hanya Fisiknya yang melemah, bahkan Energi Hao Yu juga sama melemahnya.
"Sekarang tampilanmu sangat cocok." Kata Xie Yan tertawa.
Dia kemudian mengalihkan perhatiannya ke Jia Li. "Kamu akan kembali diluan, ada yang ingin kulakukan." Kata Xie Yan merobek ruang ke Klan Jian.
Jia Li tidak membantah dan mengagguk, dia kemudian memasuki robekan itu.
Sekarang hanya Xie Yan dan Hao Yu disana yang bisa mati kapan saja. Dia lalu menjambak rambut Hao Yu dan menyeretnya ke Gerbang Sekte Racun.
Disana, Xie Yan mengangkat Hao Yu dan menggantung nya tepat dimana sebelumnya Gerbang Sekte Racun.
__ADS_1
"Nah, Sekarang ini cukup bagus." Kata Xie Yan melihat Hao Yu yang digantung. "Mungkin dia tidak akan bertahan sampai besok melihat kondisi fisiknya yang sudah menjadi tua." Gumam Xie Yan.
"Dengan begini Keluarga Kerajaanmu juga akan melihat mu." Kata Xie Yan kemudian dia meninggalkan Sekte Racun dan pergi kembali ke Klan Jian.
Setelah dia kembali dari Sekte Racun, Jia Li sudah menunggunya diruangan. "Xie Yan, kamu baru saja menghancurkan dan membunuh Pangeran, Hao Yu..." Ucap Jia Li yang sudah mengaggap Hao Yu sudah mati dengan keadaannya sekarang.
"Kerajaan Garnet akan mencari kamu dan mereka mungkin mengerahkan prajurit kerajaan untuk menangkapmu." Kata Jia Li cemas.
"Kamu tenang saja, Sekte Racun bahkan bukan lawanku bagaimana mungkin Kerajaan bisa menangkapku." Kata Xie Yan menenangkan Jia Li.
Mendengar itu, Jia Li memang setuju dengan perkataanya barusan dan dia tidak membahasnya lagi.
...
Berita tentang hancurnya Sekte Racun mulai tersebar. Topik yang paling dibahas adalah Pangeran Hao Yu juga ikut terbunuh dan dia digantung dengan tampilan tua.
Ini sama saja dengan mempermalukan Keluarga Kerajaan Garnet dan Wajah dari penyerangan itu juga menyebar dengan cepat.
Xie Yan bahkan tidak menyangka gambar sketsa wajahnya akan tersebar di Kota Hua dengan cepat.
Dia juga tidak pernah berpikir bahwa ada Murid Sekte Racun yang akan selamat dari pembantaian itu saat dia tidak menggunakan Topeng Wajahnya.
Sekarang di Kota Hua sudah membicarakan tentang Xie Yan yang ternyata adalah menantu Klan Jian.
"Aku tidak menyangka Pria yang menghancurkan Sekte Racun adalah Suami dari Nona Jia Li."
"Benar, dia menghancurkan Sekte itu karena Pangeran Hao Yu berani menculik Nona Jia Li."
"Jadi itu alasan Nona Jia Li menolak lamaran Wu Ting. Bahkan Wu Ting tidak ada apa-apanya dibandingkan Pria itu."
"Tapi, menggantung Pangeran sama saja menghina Keluarga Kerjaan Garnet. Aku tidak sabar bagaimana tindakan Raja untuk mengatasi masalah ini."
Mereka semua tidak henti hentinya membahas berita besar ini dan menunggu reaksi kerajaan bagaimana harus melawan Xie Yan yang dapat menghancurkan Sekte Racun seorang diri.
......
......_________________________......
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...
__ADS_1