
Di dalam Portal
"Hacuhh...Sepertinya ada yang membicarakanku," Kata Xie Yan.
Dia sedang memperhatikan disekitar portal kemudian menutup matanya untuk memahami ruang dan waktu. Xie Yan merasa bahwa portal ini mengandung ruang dan waktu.
Untuk menuju Alam atas, Xie Yan harus menunggu berjam jam jadi dia menggunakan kesempatan untuk memahami elemen ruang dan waktunya. "Hmm...Sepertinya aku mulai sedikit mengontrol Elemen Ruang dan Waktuku," Kata Xie Yan yang sudah memahami beberapa jam
Saat dia sudah memahami sedikit Elemen Ruang dan Waktunya, Xie Yan mulai melihat ujung dari portal tersebut.
...
Di Hutan Tandus, sebuah portal besar muncul. Dari dalam portal seorang pria tampan dengan rambut hitam dari portal tersebut.
Tentu saja Pria tersebut adalah Xie Yan!
Dia kemudian melangkah keluar dari portal tersebut. Dengan tampilan Xie Yan, dia seperti Dewa walaupun sebenarnya dia berasal dari Alam Fana.
"Apakah ini Alam Atas? Energi disini sangat berbeda di Alam Fana," Gumam Xie Yan melihat sekelilingnya yang hanya pohon tandus.
Saat baru melangkah, Xie Yan merasakan keberadaan seseorang mendekat. "Hmm...Ada Empat orang dan satunya energi kehidupannya sangat rendah." Gumam Xie Yan.
Keberadaan orang itu kemudian muncul sedikit jauh dari hadapan Xie Yan, dia melihat tiga kelompok pemuda mengejar seorang pemuda yang sekujur tubuhnya penuh luka.
Xie Yan yang baru tiba tentu tidak tahu apa yang terjadi tapi dia melihat bahwa orang orang tersebut berada di Ranah Immortal awal. Dia tentu saja terkejut melihat kekuatan dari pemuda tersebut yang memiliki umur tidak jauh darinya.
Saat berlari dari tiga orang yang mengejarnya, Pemuda itu melihat Xie Yan langsung berteriak, "Lari dari sini!" Kata pemuda memperingati Xie Yan.
Saat pemuda yang terluka tersebut melewati Xie Yan, dia melihat Xie Yan tidak mendengarkannya hanya menggelengkan kepalanya dan berpikir Xie Yan akan mati.
Tiga pemuda yang mengejar itu tentu melihat Xie Yan, "Bunuh dia!" Kata salah satu dari mereka.
Salah satu pemuda tersebut kemudian menyerang Xie Yan walaupun dia tidak tahu siapa yang ingin dia bunuh. "Huh...?" Tentu saja Xie Yan bingung karena seseorang ingin membunuhnya walaupun tidak ikut campur.
Tidak mungkin Xie Yan rela dibunuh saat baru saja menginjak ke Alam Atas. Dia kemudian melambaikan lengannya dengan Qi miliknya ke arah leher pemuda yang menyerangnya.
Tuk...
__ADS_1
Tubuh Pemuda yang menyerang Xie Yan langsung jatuh tanpa kepala yang sudah mengelinding.
"..."
Pemuda yang terluka maupun teman dari pemuda yang mati ini langsung diam ditempat saat melihat kejadian barusan.
"Kalian bahkan tidak mengenalku tapi kalian mencoba membunuhku?" Ucap Xie Yan menatap kedua pemuda tersebut dengan mengeluarkan Aura membunuhnya.
Kedua pemuda tersebut bermandikan keringat melihat tatapan Xie Yan. "K-Kau..." Saat pemuda tersebut mencoba berbicara, Xie Yan langsung menghilang dari tempatnya dan menebas kepala kedua pemuda tersebut sama seperti temannya.
Tuk...Tuk...
Dua kepala mengelinding di tanah sehingga membuat ngeri Pemuda yang terluka tersebut. Dia tidak berharap bahwa Xie Yan dapat membunuh tiga Ranah Immortal awal dengan mudah, bahkan dia tidak dapat serangan Xie Yan barusan.
Setelah Xie Yan membunuhnya, dia langsung mengambil Cincin dari mayat tersebut dan melihat terdapat beberapa Batu Energi Tingkat menengah. Dia kemudian menoleh ke Pemuda tersebut membuat Pemuda tersebut tanpa sadar mundur selangkah karena ketakutan.
Walaupun masih ketakutan, dia masih berusaha menundukkan kepalanya berterimakasih kepada Xie Yan. "T-Terimakasih sudah menyelamatkanku," Katanya dengan tulus.
"Hmm...Aku tidak berencana menolong, mereka saja yang mencoba membunuhku." Balasnya dengan dingin.
"Lagipula siapa mereka itu..? Mengapa dia mencoba membunuhmu?" Tanya Xie Yan, tapi saat dia baru bertanya, pemuda tersebut tiba-tiba memuntahkan seteguk darah hitam kemudian jatuh pingsan.
"Oi...!" Panggil Xie Yan mendekat ke Pemuda tersebut yang sudah terbaring dengan Wajah pucat. "Racun? Apakah itu dari luka lukanya?" Karena Xie Yan masih membutuhkan sebuah Informasi dari Pemuda ini, Xie Yan mencoba mengolah Api Putihnya ke Pemuda tersebut untuk menghilangkan racun di dalam tubuhnya.
Beberapa menit setelah Xie Yan menyembuhkan Racun didalam tubuhnya serta luka lukanya, Pemuda tersebut kemudian mulai membuka matanya. Dia kembali terkejut saat melihat Racun dan luka dj tubuhnya sudah sembuh seperti semula.
"Kau sudah bangun?"
Pemuda tersebut kemudian melihat Xie Yan dan langsung berdiri, "Apakah anda yang menyelamatkanku lagi?" Tanya Pemuda tersebut.
Xie Yan mengangguk, "Terimakasih...Aku berpikir akan mati setelah terkena Racun tersebut!" Katanya berterimakasih lagi dengan Xie Yan.
"Karena kau belum menjawab pertanyaanku sebelumnya jadi kau belum boleh mati," Balas Xie Yan.
"Jadi Siapa mereka itu dan dimana ini?" Tanya Xie Yan.
Pertanyaan yang dilontarkan Xie Yan tentu membuat Pemuda tersebut bingung karena Xie Yan seperti orang asing. Tapi dia tetap menjawab pertanyaan Xie Yan, "Namaku adalah An Hong dari Murid Luar Sekte Baihua dan mereka yang mengejarku berasal dari Sekte Racun. Alasan mereka membunuhku itu semua karena Sekte Baihua dan Sekte Racun saling bermusuhan sehingga setiap murid akan selalu bentrok." Jelas An Hong.
__ADS_1
An Hong kemudian menjelaskan lagi bahwa disini terdapat dua benua yang adalah Benua Biru dan Benua Merah, Benua yang ditempati Xie Yan sekarang merupakan Benua Merah.
Benua Merah terdapat dua Kekaisaran:
- Kekaisaran Ruby
- Kekaisaran Currant
Masing-masing Kekaisaran memerintah 10 Kerajaan.
Sekarang Xie Yan berada di Hutan dekat dengan Kota Hua yang merupakan Ibukota dari Kerajaan Garnet yang dalam pemerintahan Kekaisaran Ruby. Di Kota Hua terdapat Sekte Besar yang Kekuatannya setara dengan Kerajaan, mereka adalah Sekte Baihua dan Sekte Racun.
Xie Yan mengagguk paham dengan penjelasan An Hong. Walaupun hanya memiliki dua Kekaisaran, Xie Yan tahu bahwa Luas Benua Merah pasti dua kali dari Alam Fana.
Setelah An Hong menjelaskan sebagian Alam Atas, dia penasaran dengan nama Xie Yan. "Namaku Xie Yan," Kata Xie Yan langsung mengatakan namanya saat tahu apa yang dipikirkan An Hong.
"Ah...Jadi anda adalah Saudara Xie Yan, Salam Kenal." Katanya sambil mengangkupkan tangannya.
"Kalau begitu Saudara Xie Yan, bagaimana kalau kita ke Kota Hua?" Pinta An Hong.
Xie Yan mengangguk, lalu mereka berdua meninggalkan Hutan tersebut menuju Kota Hua. mengikuti An Hong dari belakang, Xie Yan sudah melihat Tembok besar yang adalah Gerbang masuk Kota Hua.
Penjaga gerbang yang melihat pakaian sekte Baihua tentu memberi An Hong masuk ke dalam kota tanpa pemeriksaan. Walaupun mereka adalah Sekte Luar, itu masihlah di hormati oleh orang orang karena untuk memasuki Sekte Baihua maupun Sekte Racun bukanlah sembarangan.
Denhan adanya An Hong, Xie Yab tentu bebas dari pemeriksaan yang di lakukan oleh Penjaga gerbang Kota Hua tersebut.
Xie Yan dan An Hong yang sudah memasuki Kota Hua, dia melihat bahwa Kota Hua yang merupakan Ibukota Garnet sangatlah indah.
......
......____________________________......
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
__ADS_1