
"Baiklah, Ikuti aku..." Kata Tetua Keempat mengundang Xie Yan masuk kedalam Klan Jian.
Dia pun mengikuti dibelakang Pria paruh baya itu yang adalah Tetua Keempat, semua anggota Klan Jian menatapnya dengan penuh permusuhan karena mereka mengira Xie Yan yang membuat Jia Li tidak ingin menikah dengannya.
Mereka juga mengira Xie Yan hanyalah orang biasa karena mereka tidak bisa merasakan Energi didalam tubuh Xie Yan.
Selama di perjalanan mereka berdua hanya diam tidak berbicara. Mereka berdua sampai disuatu kediaman.
"Li'er...Buka Pintunya! Kekasihmu ada disini!" Teriak Tetua Keempat.
"Huh...? Li'er?" Xie Yan terkejut karena Tetua Keempat memanggil Jia Li dengan Li'er.
"Diam! Aku tidak pernah memiliki Kekasih!" Teriak seorang wanita dari dalam ruangan itu.
Xie Yan tentu tahu itu adalah suara Jian Jia Li.
Tetua Keempat menoleh dan menatap Xie Yan penuh keraguan. Xie Yan tidak tahu apakah dia harus tertawa dikeadaan sekarang karena dia sudah berbohong menjadi kekasih Tetua Li.
"Tetua Li, Ini aku Xie Yan..." Ucap Xie Yan akhirnya memanggil Jia Li dengan sebutan Tetua.
Tidak lama kemudian,
Kriek!
Setelah Xie Yan memanggilnya, Pintu Kediaman itu terbuka dan menampakkan Wanita cantik dengan rambut pendek serta tahi lalat dibawah bibirnya.
"Xie Yan...? Kenapa kamu disini??" Ucap Jia Li terkejut saat mengetahui kedatangan Xie Yan.
"Tetua Li..." Panggil Xie Yan tapi Jia Li memotongnya. "Jangan panggil aku Tetua Li lagi...Panggil saja aku Jia Li." Kata Jia Li.
"Ah baiklah..." Balas Xie Yan mengagguk.
Jia Li lalu menatap Pria paruh baya itu, "Ayah Sialan! Kenapa kau mengatakan Xie Yan kekasihku?!" Ucap Jia Li memanggil Tetua Keempat itu sebagai Ayah.
"A-Ayah...?" Xie Yan merasa dia sangat malu telah mengatakan Jia Li sebagai Kekasihnya didepan Pria paruh baya yang ternyata adalah Ayah Jia Li.
"Iya...dia Ayahku. Tetua Keempat Klan Jian, Jian Shien." Jia Li memperkenalkan Ayahnya.
__ADS_1
"Itu bukan aku, dia sendiri yang mengatakan bahwa kamu adalah Kekasihnya..." Balas Jian Shien.
Xie Yan ingin mengutuk dirinya sendiri karena telah mengatakan hal itu, "Hahaha...Itu hanya bercandaan." Kata Xie Yan tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Jia Li malu saat Xie Yan mengatakan hal itu, Jian Shien hanya menggelengkan kepalanya. "Dia juga memukul salah satu anggota Klan Jian hingga pingsan setelah tiba disini.." Ucap Jian Shien lagi tertawa kecil lalu Dia meninggalkan mereka berdua untuk berbincang sendiri.
...
Didalam Kedimana Jian Jia Li,
"Xie Yan, kenapa kamu datang ke Klan Jian..?" Tanya Jia Li yang sudah berada di dalam ruang tamu bersama dengan Xie Yan.
"Haha..Aku sudah keluar dari Sekte Baihua setelah kembali dari misi yang kamu beri.." Kata Xie Yan.
"Hah...Keluar dari Sekte Baihua..? Kenapa..?" Kata Jia Li cukup terkejut. "Hanya Ingin saja..." Balas Xie Yan singkat.
"Alasan apaan itu," Jia Li berkata dengan heran. "Jadi selama empat bulan ini apakah kamu sudah menemukan pergerakan siluman..?" Tanya Jia Li tidak mempertanyakan lagi alasan Xie Yan keluar dari Sekte Baihua.
Dia mengagguk, "Pavlliun Pembunuh, mereka semua memiliki Energi Siluman didalam tubuhnya." Jelas Xie Yan.
Jia Li terdiam, "Pavilliun Pembunuh ya..? Aku mendengar mereka sedang mengalami kerugian yang dilakukan oleh 'Raja Kehancuran'.
Xie Yan yang melihat Jia Li yang cukup pintar sedikit tertarik dengan Wanita Cantik dihadapannya. "Jika dia tahu aku 'Raja Kehancuran' itu bagaimana reaksinya ya..?" Batin Xie Yan senyum senyum kecil.
"Ada apa..?" Tanya Jia Li melihat Xie Yan tersenyum sendiri.
Xie Yan menggelengkan kepalanya, "Tidak, Tetua Li sangat cantik, tidak heran anak Ketua Sekte sangat tertarik dengan kamu.." Kata Xie Yan sedikit menggoda Jia Li.
Wajah Jia Li memerah mendengar perkataan barusan Xie Yan, "Hentikan itu, Jangan panggil aku lagi dengan Tetua Li." Ujarnya.
"Maaf...Maaf...Aku sudah terlalu biasa memanggil dengan sebutan itu. Jadi, Nona Li, Apakah Wu Ting masih memaksa kamu untuk menikah dengannya..?" Tanya Xie Yan.
Jia Li mengagguk, "Dia sangat keras kepala...Aku ingin sekali memenggal kepalanya." Jia Li berkata dengan niat membunuh jelas dimatanya.
Xie Yan tertawa kecil, "Benarkah..? Aku bisa membantumu membunuhnya,"
"Hahaha...Xie Yan jangan bercanda, Klan Jian tidak mungkin bisa melawan Ketua Sekte Baihua." Ujarnya.
__ADS_1
Saat mereka berbincang, Seseorang berteriak dari luar kediaman Jia Li. "Jia Li, Kamu dan Orang bersamamu dipanggil oleh Patriak ke Aula Klan Jian."
Wajah Jia Li tampak muram, "Sialan...Tetua-Tetua itu selalu ingin memaksaku!" Katanya dengan kesal.
"Apakah Ayahmu juga memaksamu menerima lamaran itu?" Xie Yan bertanya.
"Tidak...Dia tidak peduli aku menerima atau menolaknya, tapi tetua lain itu ingin Klan Jian semakin kuat dengan Pernikahan ini." Jelasnya.
Jia Li kemudian bangkit dari tempat duduknya, "Maafkan aku Xie Yan, karena aku kamu harus ikut terseret dengan Tetua sialan itu.." Kata Jia Li tulus meminta maaf.
Xie Yan menggelengkan kepalanya, "Tidak masalah...Ayo kita kesana." Balas Xie Yan dengan tenang.
Mereka berdua kemudian keluar dari kediaman Jia Li dan sudah melihat seorang pemuda dengan wajah sombong terpampang diwajahnya. "Huh...Kalian lama!" Katanya.
"Siapa dia...?" Tanya Xie Yan, Walaupun Jia Li anak Tetua Keempat hampir tidak ada yang menghormatinya setelah penolakan itu.
"Cih...Dia hanya anak selir dari Tetua Ketiga." Jia Li mengatakan dengan jijik melihat pemuda dihadapannya.
Xie Yan tertawa kecil dan berjalan ke Pemuda itu, "Kenapa kau tertawa!" Teriak Pemuda itu ke Xie Yan.
BOOMM!
Jia Li melancarkan pukulan tepat diwajah Pemuda itu dan langsung ketakutan. Walaupun Jia Li memang dikatakan sebagai merusak nama Klan Jian tetap saja dia adalah yang terkuat dari semua anak Tetua Klan Jian.
Pemuda yang adalah anak selir Tetua Ketiga tergeletak di lantai masih dalam keadaan sadar. "Sampah! Kau hanya anak selir beraninya berteriak ke tamuku!" Ucap Jia Li menyentuh kepala Pemuda itu dengan kakinya yang bermaksud menghina.
Jia Li sebenarnya tidak ingin menghina dari siapa dia lahir tapi, tindakannya yang tidak tahu malu membuat dia lepas kendali.
"Apa kau berpikir aku takut membunuhmu..? Jika kau berteriak didepanku lagi atau tamuku akan kubunuh kau!" Jia Li mengancam Pemuda itu dengan melepaskan Aura Membunuhnya.
"B-Baik," Pemuda itu berkata dengan susah payah.
"Huh...Ayo Xie Yan, kita akan ke Aula Klan Jian." Jia Li memanggil Xie Yan.
......
......__________________________......
__ADS_1
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...