Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 179- Komandan vs Jenderal Besar Hao


__ADS_3

Jenderal Besar Hao melesat langsung kebawah dengan cepat.


BOOMM!


Area tempat mendarat Jenderal Besar Hao langsung hancur dan menghempaskan beberapa Pasukan Kekaisaran Currant.


"Argh!" Teriakan terdengar dari Pasukan yang terhempas.


Setelah ledakan itu, Jenderal Besar Hao langsung menyerang dengan cepat terus melesat menebas pasukan Kekaisaran Currant satu per satu.


Tidak ada yang mengetahui serangan itu berasal karena pendaratan Jenderal Besar Hao membuat disekitarnya ditutupi asap.


Tidak lama kemudian asap yang menutupi mulai hilang dan hanya dalam beberapa menit, ratusan pasukan Kekaisaran Currant sudah tumbang.


"Sialan! Itu Jenderal Besar Kekaisaran Ruby!" Teriak salah satu pasukan yang melihat Jendral Besar Hao setelah asap disekitar hilang.


Mereka tentu tahu itu adalah Jenderal Besar Kekaisaran Ruby dari Armor lengkap-nya.


Jenderal Besar Hao tidak tinggal diam dan langsung melesat lagi ke arah pasukan Kekaisaran Currant.


"ACKKK!"


"Tidak! Hentikan dia!"


"Ayo kita bunuh dia bersama!"


Pasukan itu terus mencoba menghentikan Jenderal Besar Hao namun semuanya hanya menjadi tahu di depan-nya.


BOOMM!


Tiga serangan cepat dari arah berbeda mengarah ke Jenderal Besar Hao. Serangan itu cukup kuat membuat dia harus menghindari-nya.


Dia kemudian menatap depan, kiri dan kanannya sudah terdapat tiga pemimpin pasukan dari Kekaisaran Currant.


"Itu Komandan." Pasukan berkata dengan bangga.


"Akhirnya ketiga komandan datang." Ucap yang lain.


Ketiga orang itu adalah Komandan yang dipilih Kaisar Currant untuk memimpin pasukan mengambil alih kota Anji.


"Aku tidak menyangka Jenderal Besar Hao yang turun tangan sendiri untuk melawan kami." Kata Komandan satu yang menyerang Jendral Besar Hao dari depan.


"Hanya dalam beberapa menit kamu sudah memusnahkan 400 pasukan kami." yang berbicara masih orang yang sama.


"Sayang sekali, sepertinya Kaisar Ruby terlalu meremehkan kami hanya mengirim satu Jenderal Besar tanpa pasukan melawan kami." Komandan kedua berkata dengan menghina.


Dia atas Langit,


"Tuan Xie, Apakah kita akan membiarkan Hao untuk melawan mereka sendirian?" Tanya Jenderal Besar Tang.

__ADS_1


Xie Yan mengaggukkan kepalanya, "Tentu saja, Itu bukan masalah baginya mengurus ketiga orang itu." Jawab Xie Yan dengan yakin kemampuan Jenderal Besar Hao.


Mendengar itu Jenderal Besar Tang tidak berkata lagi dan menyaksikkan kembali petarungan dibawah.


Sedangkan Song Fawang terus memperhatikan Xie Yan dan Yue yang selalu berada disamping Xie Yan. Dia terus menunggu Xie Yan untuk lengah lalu menghabisinya dengan sempurna.


Kembali ke Medan Petempuran.


Saat ketiga komandan berkata seperti itu, Jenderal Besar Hao hanya melebarkan senyumnya. "Hanya aku saja sendiri sudah bisa membuat kalian menghilang dari dunia ini." Katanya dengan santai.


"Sombong!" Komandan ketiga berteriak lalu dalam kedipan mata sudah menghilang dari tempatnya diikuti oleh Komandan pertama dan kedua.


BOOMM!


Tiga serangan bersama langsung menyerang tepat dihadapannya.


Jenderal Besar Hao yang menerima serangan tersebut mundur tiga langkah dari tempatnya.


"Tidak Buruk!" Kata Jenderal Besar Hao dengan santai. Bahkan tidak mengalami goresan sedikitpun pada armornya.


"Cih!" Ketiga Komandan Kekaisaran Currant mengendus kesal melihat Jenderal Besar Hao yang masih baik baik saja walau sudah menggunakan kekuatan penuh mereka.


"Lagi!"


Mereka menyerang kembali Jenderal Besar Hao dengan kekuatan pamungkas mereka masing masing namun tetap saja itu belum bisa melukai Jendral Besar Hao.


Ketiga kalinya, Keempat kalinya, Kelima kalinya mereka terus menyerangnya. Jenderal Besar Hao masih tampak santai dan menerima serangan mereka.


Ketiga komandan bahkan tidak mendengar hinaan dari-nya lagi karena sudah kelelahan setelah menghabisan banyak Energi Qi menyerang Jenderal Besar Hao.


"Waktu Bermainnya sudah habis!" Kata Jendral Besar Hao mengayunkan pedang besarnya.


Slash~


Dalam sekejap dia sudah muncul dihadapan salah satu komandan itu kemudian menebas tubuhnya dan langsung mati ditempat.


Dua komandan yang tersisa sudah mulai ketakutan. Mereka menatap Pasukan yang tersisa, "Cepat...Bantu kami untuk menghabisinya." Teriak komandan pertama dengan wajah ketakutan.


Pasukan Kekaisaran Currant yang mendengar komandan mereka berkata seperti itu langsung bergerak mengepung Jenderal Besar Hao.


Slash~ Slash~


Sekali ayunan, Pedang besar itu langsung membunuh puluhan Pasukan Kekaisaran Currant.


Selama dia berperang, Jenderal Besar Hao tentu saja tidak akan pernah memberikan ampun kepada musuhnya.


Dia terus membunuh Pasukan Kekaisaran Currant seperti tahu dengan pedang besarnya.


Satu Jam, Jenderal Besar Hao membutuhkan satu jam untuk menghabisi sisa dari Pasukan Kekaisaran Currant. Sekarang hanya ada Dua komandan mereka yang sedang tergeletak ditanah tanpa kaki dan tubuh mereka dipenuhi luka

__ADS_1


"Cough!" Kedua Komandan itu terbatuk mengeluarkan banyak darah.


"Ha...Ha...Ha...T-Tunggu saja, aku sudah mengirimkan kabar dan Pasukan bantuan serta Jendral Besar kami akan tiba!" Ucap Komandan kedua dengan susah payah.


Jenderal Besar Hao tidak mengatakan apa-apa dan langsung menusuk leher mereka dengan pedangnya lalu mati ditempat.


"Huh...Bahkan Jenderal Besar kalian datang kesini hanya akan menjadikan tempatnya ini sebagai kuburan." Gumam Jenderal Besar Hao kemudian melayang ke atas bertemu dengan Xie Yan lagi.


"Maaf menunggu lama Tuan Xie," Katanya mengangkupkan tangannya kepada Xie Yan.


Song Fawang yang melihat aksi Jenderal Besar Hao memusnahkan pasukan Kekaisaran Currant cukup tercengang, "Sial...Sejak kapan dia sangat kuat? Bukankah sebelumnya dia hanya ranah rendah?"Batinnya.


"Ini semakin sulit untuk berurusan dengan bocah ini, terutama dia sepertinya sangat sopan sama bocah ini." Batinnya lagi.


Selama ini, Xie Yan tentu saja sudah merasakan jejak permusuhan dari Song Fawang dari saat di Istana dan akan membiarkannya untuk saat ini.


Xie Yan menggelengkan kepalanya, "Tidak masalah, sekarang mari kita melanjutkan ke Kota Anji." Jawab Xie Yan membalas Jenderal Besar Hao.


Mereka berlima kembali melesat terbang melanjutkan perjalanannya menuju Kota Anji.


Setelah mereka tiba didepan Kota Anji, Digerbang Kota sudah terdapat beberapa pasukan yang penuh siaga.


Kabar tentang pasukan Kekaisaran Currant mencoba menyerang Kota Anji sudah didengar oleh Wali Kota Anji.


Wush!


Lima orang muncul didepan semua pasukan Kota Anji. Kedatangan Xie Yan dan yang lainnya membuat semua pasukan bersiaga dengan mengarahkan setiap senjata mereka ke Xie Yan dan yang lainnya.


"Siapa kalian?" Ucap Kapten dari pasukan itu.


Dia yang berada di ranah Dewa Perak puncak tidak merasakan kedatangan Xie Yan dan yang lainnya tentu tahu bahwa mereka sangat kuat.


"Aku Jenderal Besar Kekaisaran Ruby!" Ucap Jenderal Besar Hao dengan tegas lalu melemparkan lencana Kekaisaran pada Kapten itu.


Kapten yang langsung menerima lencana itu dan jelas itu adalah lencana Kekaisaran Ruby,


Dia kemudian terfokus ke Jenderal Besar Hao yang jelas menggunakan Armor lengkap bertanda Kekaisaran Ruby.


Kapten dari pasukan itu mangangkat tanganya untuk menurunkan semua senjata yang mengarah kepada mereka berlima.


Dia kemudian mendekat ke Jenderal Besar Hao lalu mengangkupkan tangannya, "Salam Jenderal Besar." Katanya dengan sopan.


"Dimana Wali Kota Anji disaat seperti in?" Tanya Jenderal Besar Hao dengan nada tegas. "Bawa aku bertemu dengannya!" Lanjutnya.


Komandan itu mengagguk lalu menuntun jalan. Sekali-kali dia melihat mereka berlima dengan penasaran terutama seorang pemuda dengan menggandeng gadis kecil.


"Siapa Pemuda dan gadis kecil itu bisa bersama dengan Jenderal Besar Kekaisaran?" Batin Kapten itu bertanya tanya sambil menuntun mereka ke suatu bangunan dimana Wali Kota berada.


......

__ADS_1


......__________________________......


...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...


__ADS_2