
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________
***
Karena dia memiliki pedang tanpa nama, dia harus membeli beberapa teknik yang menggunakan pedang.
Xie Yan kemudian mencari beberapa teknik pedang yang ada di shop systemnya, Batas akses Shopnya hanya mentok di Tingkat Surga.
Dia terus mencari, melihat keatas hingga kebawah dengan perlahan melihat teknik yang cocok untuknya. "Sial, tidak ada teknik yang menarik. Walaupun teknik di shop sangat hebat tapi tidak ada satupun sepertinya yang memikat hatiku." Kata Xie Yan.
"hmm...Apa aku harus menggunakan Gacha untuk mencoba kembali keberungunganku?" Pikir Xie Yan mengalihkan ke Gacha.
Xie Yan langsung menekan gacha spesial yang menggunakan 5 Unpoin.
Gacha itu terus berputar...
"Ding!
Anda kurang beruntung.."
"Eh? Sial...Padahal aku langsung menggunakan Gacha spesial tapi belum mendapatkan hasil?" Xie Yan sedikit Kesal, dia langsung mengulanginya kembali dengan gacha spesial.
"Ding!
Anda kurang beruntung.."
"Lagi!!"
"Ding!
Anda kurang beruntung.."
"Lagi!!
"Anda kurang beruntung.."
__ADS_1
Lagi!!
...
Xie Yan terus mengulangi gacha spesial hingga 20x Gacha spesial tapi dia masih belum mendapatkan apapun. Dengan 20x Gacha, dia sudah menghabiskan 200 Unpoin sia sia. "Sial...Sepertinya keberuntungan ku sedang buruk" Katanya dengan nada lemas.
Karena merasa dirinya kali ini keberuntungannya buruk. Dia memutuskan untuk menunda mendapatkan teknik pedang dan akan menggunakan teknik dasar untuk sementara hingga dia mendapatkan teknik yang sempurna untuk dirinya dan pedang tanpa namanya.
Dia kemudian berhenti melihat Systemnya, dia masih ingin berencana membunuh beberapa Monster Iblis untuk mengurangi sedikit demi sedikit agar jumlah mereka berkurang sehingga dia dapat mengetahui lokasi bos dari High Area.
...
Dalam Beberapa jam lagi, Xie Yan sudah membunuh jutaan monster iblis lagi dengan mudah. Itu semua karena dia telah berada di tahap nirwana. "Sungguh gila, Apakah High Area ini tidak memiliki batas Monster Iblis," kata Xie Yan melihat tumpukan monster yang dia bunuh lagi.
Dia sedikit kesal bahwa monster iblis di High Area terlalu banyak dan akan memakan waktu yang lama.
Karena terlalu bosan yang hanya membunuh monster iblis yang begitu banyak, Xie Yan kemudian memutuskan untuk kembali kedunia leveling.
...
Disaat Xie Yan baru kembali, Situasi Pavilliun Giok dalam keadaan kacau. Kekacauan ini akibat Su Jie yang pulang dalam keadaan sekarat, Berita ini hanya diketahui oleh beberapa orang kepercayaan Su Mei dan hanya anggota Klan Ruo yang masih tinggal di Pavilliun yang akan segera pergi.
Xie Yan yang berada di kamar dalam keadaan santai tiba tiba mendengar suara ketukan, dia langsung membuka pintunya dan melihat orang yang mengetuk adalah bibinya, Su Mai yang tampak sedih. "Bibi? Ada apa? Apa terjadi sesuatu yang buruk?" Tanya Xie Yan.
Su Mai mengangguk, air mata Su Mai mulai berjatuhan, "Hiks...Hiks...Yan'er, Ayah dalam keadaan sekarat. Bahkan Tabib yang ku bawa tidak dapat menyembuhkan ayah!" Katanya dengan tangisan.
"Apa! Kakek terluka?" Xie Yan sangat terkejut mendengar penjelasan Su Mai. Dia berpikir siapa yang dapat melukai Kakeknya yang berada di Ranah Raja Surgawi tahap Enam di Kekaisaran kelas lima ini. Dia langsung memeluk Su Mai untung menenangkan diri, "Bibi, ayo. Aku ingin melihat langsung keadaan Kakek." Katanya.
Mereka berdua pergi ke ruangan dimana tempat Su Jie terbaring. Xie Yan melihat tubuh Kakeknya yang dalam keadaan koma, tangan kanan yang sudah terputus, beberapa organ dalam rusak, dan bahkan beberapa luka yang sangat vatal di sekujur tubuhnya. Xie Yan menggelengkan kepalanya melihat luka yang begitu parah, dia kemudian mendekat dan meletakkan tangannya pada tubuh Su Jie, saat Xie Yan memeriksa tubuhnya dia sedikit terkejut karena merasakan sisa sisa Energi Kaisar Surgawi pada tubuh Su Jie.
Energi Kaisar Surgawi ini bahkan sudah berada di puncak dan selangkah lagi akan memasuki Ranah Nirwana. Xie Yan sedikit bingung mengapa Kakeknya diserang oleh ahli Kaisar Surgawi dan lebih herannya Su Jie dapat lolos dari Ahli itu.
Su Mei yang melihat Xie Yan yang hanya diam saja tidak bisa tidak penasaran, "Y-Yan'er, ap-apakah ayah masih dapat disembuhkan?" Tanya Su Mai.
Xie Yan yang termenung memikirkan bagaimana Kakeknya menyinggung ahli Kaisar Surgawi langsung tersadar ketika Su Mei memanggilnya. Dia kemudian menoleh ke Su Mai dan mengangguk dengan senyum lembut, "Tentu Bibi, Ini mudah. Aku tidak menyangkan Kakek dapat bertahan dalam keadaan sekarang. Itu mungkin karena Kakek memiliki Fisik yang sedikit lebih baik." Kata Xie Yan ke Su Mai.
"Ah...Apakah itu benar Yan'er? Kalau begitu tolong selamatkan Ayah," Seketika Wajah Su Mai merasakan kegembiraan mendengar kabar baik Xie Yan.
Xie Yan kemudian menyentuh dada Su Jie dan mengeluarkan Api Putihnya masuk kedalam tubuh Su Jie untuk menyembuhkan luka bagian dalamnya. Tentu saja Su Mai tidak dapat melihat Api Putih memasuki tubuh Su Jie.
Di dalam tubuh Su Jie, Api Putih Xie Yan membara dan membakar seluruh organ dalam Su Jie. Bukannya habis terbakar, organ dalam Su Jie kembali beregenerasi berkat api putih Xie Yan yang mampu menyembuhkan segala luka dan penyakit.
__ADS_1
Hanya dalam beberapa menit, Organ dalam Su Jie sepenuhnya sembuh. Xie Yan kemudian mengeluarkan Api Putih dan melemparkannya ke Tubuh Su Jie.
Saat Api Putih mengenai tubuh Su Jie, Su Mai langsung berteriak kaget, "Yan'er, apa yang kamu lakukan!" Katanya dengan nada cemas melihat api putih menjalar ditubuh Su Jie.
"Bibi, Tenanglah. Lihatlah," Katanya menunjuk Kakeknya. Su Mai kemudian melihat kembali ke arah Su Jie, dia bingung kemudian memperhatikan bahwa luka di tubuh Su Jie mulai sembuh. Bahkan tangan kanannya mulai kembali beregenerasi.
Dia tidak bisa terkejut hingga menutup mulutnya melihat kejadian yang tidak dapat dipercaya. Dia terus menatap Xie Yan dan Su Jie bergantian, kejadian dihadapannya sungguh ajaib. Dia tidak pernah tahu bahwa ada elemen api yang dapat menyembuhkan luka, dia hanya tau bahwa api hanya akan membakar.
Tubuh Su Jie sudah membaik dan tangan kanannya bahkan sudah langsung kembali seperti sempurna layaknya tidak terjadi apa apa.
Saat tubuh Su Jie membaik, matanya dan tangannya mulai terbuka, Dia melihat ada Su Mai dan Xie Yan. Dia kemudian merasakan tangan kanannya dan bahkan luka ditubuhnya sudah membaik tidak bisa tidak terkejut. Su Jie kemudian menatap Su Mai meminta penjelasan apa yang telah terjadi saat dia terbaring koma.
Su Maii menahan kegembiraan saat Su Jie menanyakan apa yang terjadi. Dia kemudian menceritakan bagaimana dia memanggil Xie Yan hingga Xie Yan menyembuhkan tubunya.
Mendengar cerita anaknya, Su Jie mengangguk paham. Dia tahu cucunya sangat lah hebat tapi dia tetap saja terkejut bahwa luka yang begitu parah dapat dia sembuhkan dengan mudah.
"Yan'er, terimakasih. Jika kamu tidak ada mungkin aku akan lewat," Ujarnya dengan Wajah yang sedih.
"Tidak apa Kek, Lagipula kita adalah Keluarga. Jadi bukankah seharusnya kita saling menolong," Balas Xie Yan.
"Hahaha...Kamu benar. Cucuku memanglah yang terbaik!" Tawa Su Jie girang.
"Ohya, Kakek. Bagaimana kamu bisa diserang oleh Ahli Kaisar Surgawi?" Tanya Xie Yan.
Su Mai tentu saja terkejut bahwa Ayahnya diserang oleh Ahli Kaisar Surgawi. Dia menatap Su Jie yang juga penasaran kenapa ayahnya terluka begitu parah.
"Kamu tahu?" Su Jie terkejut bahwa Xie Yan mengetahui bahwa dia di serang Ahli Kaisar.
Su Jie kemudian merubah posisi duduknya. "Baik, akan kuceritakan apa yang terjadi..."
.
.
.
.
.
__ADS_1