Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 139- Raja Kehancuran


__ADS_3

"Matilah Bajingan Sialan!" Teriak Tetua mengarahkan pukulannya tepat ke wajah Xie Yan.


Xie Yan melihat semuanya karena dia merasa pukulan yang mengarah kepadanya sangat lambat.


BAM!


Tetua itu terkejut karena Xie Yan berhasil menahan serangan barusan dengan pedang miliknya. Bahkan Xie Yan tidak mundur selangkah dari tempatnya. "Apa hanya segini kekuatan Silumanmu?", Ucap Xie Yan dengan bermaksud menghina serangan barusan.


"Tch!" Tetua itu mendecakkan lidahnya lalu mundur kembali ke tempatnya. "Sial, bukan hanya bisa menahan tapi dia bahkan tidak mundur sedikitpun dari tempatnya." Gumam Tetua itu kesal.


"Sepertinya main mainnya sudah selesai." Kata Xie Yan.


"Huff..." Xie Yan menarik nafasnya dalam dalam lalu dia memasang kuda kuda bersiap melancarkan serangannya.


Di setiap besi pedang hitam milik Xie Yan terdapat jejak jejak percikan petir.


"Teknik Pedang Kekacauan, Teknik Ketiga : Tebasan Langit.


Slash!


Xie Yan melepaskan serangannya secara horizontal bercampur dengan Elemen petir Xie Yan. Tetua yang melihat serangan itu merasa gemetar, dia dapat merasakan serangan yang dilancarkan Xie Yan akan langsung membunuhnya. "Lari!" Teriak Tetua itu kepada semua anggota pavilliun pembunuh.


Tapi itu semuanya sia sia. Bahkan Tetua Cabang itu tidak dapat untuk lari melihat serangan cepat yang mengarah kepada mereka.


"Siaaalll!" Tetua itu berteriak karena tidak mungkin baginya dapat menghindarinya, mereka berusaha sekuat mungkin untuk membuat pelindung dari semua Energi mereka tapi itu semuanya sia sia dihadapan serangan Xie Yan.


Jleb! Jleb! Jleb! Jleb!


Tubuh Tetua Cabang dan anggota-anggota cabang pavilliun pembunuh terbelah secara horizontal akibat serangan yang dilancarkan Xie Yan.


Setelah melihat tidak ada satu pun orang yang tersisa, Xie Yan membuat tanda dengan darah di dalam ruangan itu yang bertulis, 'Raja Kehancuran'.


"Hehehe...Karena kalian bekerja sama dengan Siluman akan kuhancurkan setiap cabang pavilliun pembunuh dan akan terus dibayangi dengan nama Raja Kehancuran." Gumam Xie Yan.


Dia lalu mengambil setiap harta pavilliun itu dan menghancurkan setiap harta yang memiliki Elemen Siluman didalamnya lalu meninggalkan bangunan tersebut. Sebelum dia pergi, Xie Yan juga membakar habis semua tubuh anggota pavilliun pembunuh dengan api nereka miliknya.


...


Di Klan Nie,


Sudah ada Nie Gong, Nie Cheng dan beberapa tetua lainnya. Mereka semuanya menatap seorang pria yang sedang berlutut dengan wajah penuh ketakutan. Pria itu adalah Nie Lay yang dibawa oleh Heise.

__ADS_1


"A-Ayah!" Nie Lay berkata dengan hati hati.


BAM!


Nie Cheng menghajar Nie Lay hingga memuntahkan darah dimulutnya. "Bajingan! Beraninya kau mencoba membunuh keluargamu sendiri!" Kata Nie Cheng dengan penuh amarah jelas diwajahnya.


Nie Lay hanya diam tidak menjawab sedikit pun, "Tuan...Terimakasih telah membawa bajingan ini." Kata Nie Gong kepada Heise.


Tentunya, setelah kedatangan Heise dengan membawa Nie Lay membuat setiap isi Klan gempar. Tapi setelah Heise mengatakan kepada Nie Gong bahwa dia adalah Binatang Kontrak Xie Yan langsung mengingat bahwa Heise adalah Kuda Hitam Dewa Nirwana yang bersamanya di hutan.


Heise mengagguk, "Itu perintah Tuan...Kami menemukannya di Pavilliun Pembunuh untuk menyewa pembunuh bayaran." Ucap Heise kepada Nie Gong.


"Apa! Dia menyewa Pembunuh bayaran?!" Katanya dengan wajah frustasi. "Penjarakan dia! Hancurkan Kultivasi miliknya" Kata Nie Gong memberi hukuman kepada Nie Lay.


"Tidaaak! Ayah! Kamu tidak bisa menghancurkan Kultivasi yang sudah kulatih puluhan tahun!" Katanya berteriak ke Nie Gong sambil diseret oleh anggota Klan Nie ke Penjara.


Nie Gong bahkan tidak mendengarkan sedikitpun perkataan Nie Lay. Baginya itu sudah hukuman yang ringan walaupun bagi kultivator lebih baik mati. dia marah kepada anaknya karena mencoba membunuh mereka semua, Tapi Nie Gong masih tidak tega membunuh anaknya sendiri akibat haus kekuasaannya.


"Ayah...Apa ini baik baik saja?" Tanya Nie Cheng.


"Mmm...Dia mencoba membunuh kita semua, itu adalah hukuman yang layak baginya." Balas Nie Gong.


Xie Yan yang sudah selesai dengan urusannya langsung kembali ke Kediaman Klan Nie. Di depan ruangannya dia langsung disambut oleh Heise. Xie Yan tidak membiarkan Heise untuk masuk ke dalam Tanda Binatang Kontraknya dan membiarkan dia berkeliaran bebas dalam bentuk manusianya.


Dia kemudian masuk kedalam ruangannya dan kembali berlatih di dalam dunia leveling.


...


Di Pavilliun Pembunuh Pusat,


Seorang Tetua tampak marah dengan Aura membunuh terpancar di setiap ruangannya sehingga membuat bawahannya tercekik.


"Raja Kehancuran...? Apa dia juga yang menghancurkan cabang di Kota Hua...?" Tanya Tetua itu kepada bawahannya.


"K-Kami tidak tahu tetua..." Kata bwahannya itu.


"Bodoh!" Dengan lambaian tangan, bawahan yang berbicara itu langsung lenyap tak bersisa bahkan darah tidak jatuh di lantai.


"Kota Hua dan Sekarang Kota Yerb...Bahkan 3 Anggota Topeng Emas kami dibunuh oleh seorang ahli Elemen Es." Kata Tetua itu tampak Frustasi.


"Apa orang yang melawan Pavilliun Pembunuh adalah orang yang sama? Atau mereka semua sama sekali tidak berhubungan..?" Tetua itu tampak bingung.

__ADS_1


"Tapi kenapa di Kota Yerb dia membuat jejak 'Raja Kehancuran'..? Sialan, jika aku menemukan dia akan kuhancurkan sendiri!" Katanya dengan marah. Bahkan Ruangan disana retak akibat Aura yang dia keluarkan.


"Jika Ketua mengetahui ini mungkin aku akan dibunuh karena tidak sanggup membereskan hal kecil ini." Katanya lalu berdiri dari tempat duduknya. "Karena ini sudah kelewatan, aku sepertinya harus bergerak sendiri." Ucapnya lalu menghilang dari tempat itu.


...


Beberapa hari telah berlalu setelah Xie Yan menghancurkan Cabang Pavilliun Pembunuh Kota Yerb. Dia sudah cukup lama tinggal di Klan Nie dan sudah saatnya Xie Yan untuk pergi meninggalkan Kota Yerb dan menuju kota selanjutnya untuk menghancurkan Cabang lain.


Dia lalu keluar dari ruangannya dan bertemu dengan Nie Gong, Nie Cheng, Istrinya dan Nie Liani untuk berpamitan.


"Apa...! Kakak Yan ingin pergi..?" Tanya Gadis Kecil itu dengan wajah polosnya.


Xie Yan mensejajarkan tingginya dengannya dan mengagguk, "Benar, Kakak Yan memiliki beberapa urusan yang harus dilakukan. Jika urusan Kakak sudah selesai, Kakak akan bermain dengan Ni'er lagi." Kata Xie Yan.


Gadis kecil itu tampak diam, "Ni'er...Kakak Yan harus pergi. Bukankah dia sudah berjanji akan kembali.." Kata Nie Gong membujuk cucunya.


Gadis Kecil itu kemudian mengagguk, "Baiklah Kakak Yan...Sebelum Kakak Yan berkunjung aku akan menjadi orang yang kuat seperti Kakak Yan." Ucap Gadis Kecil itu dengan percaya diri.


Xie Yan mengusap usap kepala Gadis Kecil itu, "Hahaha, Bagus...Bagus. Kalau begitu..." Xie Yan menyerahkan Cincin Ruang kepada Nie Gong.


"Apa ini Nak Yan?" Kata Nie Gong.


"Itu adalah hadiah dariku.." Balas Xie Yan.


Nie Gong langsung mencoba melihat isi dari Cincin Ruang itu, saat melihat isi didalam Cincin Ruang, Nie Gong hanya bisa tercengang.


Karena apa yang didalam Cincin Ruang itu menumpuk harta yang berada di Tingkat Suci. Baik itu pill maupun senjata. Bahkan di Klan mereka tidak memiliki sebanyak itu.


"N-Nak Yan...Apa kamu yakin memberi ini semua." Tanya Nie Gong sekali lagi.


Xie Yan membalas mengagguk, "Ya...Itu akan membantu Ni kecil untuk berlatih." Katanya.


Nie Gong mengagguk sambil berterimakasih.


"Baiklah, Sampai Jumpa!" Kata Xie Yan berpamitan dan pergi bersama dengan Heise.


......


......__________________________......


...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...

__ADS_1


__ADS_2