
"Ayo Xie Yan, kita ke Aula Jian bertemua Tetua bau tanah itu semua.." Jia Li berkata dengan tidak hormat sama sekali.
Xie Yan mengikut dari samping dengan senyum melihat Jia Li. "Dia cukup kejam.." Gumam Xie Yan.
...
Mereka berdua sudah tiba didepan Aula Klan Jian. Xie Yan dan Jia Li kemudian memasuki Ruangan itu.
Diwajah Jia Li tampak cemas apa yang akan dilakukan Tetua Klan Jian padanya lagi Sedangkan, Xie Yan masuk kedalam santai dengan tangan di belakang punggungnya. "Kamu tampaknya tidak takut sama sekali ya..." Kata Jia Li melihat Xie Yan terlalu tenang.
Xie Yan hanya membalas tersenyum.
Didalam Aula sudah berkumpul disana Patriak Klan Jian dengan kedelapan Tetua Klan Jian dan saat Jia Li dan Xie Yan masuk, mereka semua menoleh ke Xie Yan yang tampak seperti manusia biasa tanpa Energi didalam tubuhnya.
"Salam Patriak..." Jia Li mengangkupkan tangannya ke Pria paruh baya dihadapannya yang merupakan Patriak Klan Jian, Jian Kia.
Disamping Jia Li, Xie Yan bahkan tidak memberi sedikit hormat kepada Patriak Klan Jian dan melihat sekeliling ruangan itu.
Xie Yan juga melihat Ayah Jia Li, Jian Shien. Semua yang berada di Ruangan Aula berada di Dewa Langit dan hanya satu yang berada di Dewa Nirwana Rendah yang adalah Patriak Klan Jian.
"Tidak Sopan!" Salah satu Tetua berteriak ke Xie Yan.
Xie Yan lalu menoleh, "Hah...? Siapa kau...?" Tanya Xie Yan dengan wajah datar. "Aku bahkan tidak mengenali kalian, kenapa aku harus sopan." Lanjutnya tentu tidak menghormati Tetua busuk ini.
"Bocah Bajingan ini..." Tetua itu geram dengan balasan Xie Yan.
"Hentikan..." Patriak Klan Jian berkata.
Jia Li yang disamping Xie Yan menggelengkan kepalanya melihat perilaku Xie Yan. Dia tentu sudah mengenali sifatnya saat melawan Tetua Sekte Baihua.
"Jia Li, kau menolak lamaran Wu Ting tapi kamu berani membawa seorang pria kedalam ruanganmu." Kata Jian Kia.
Wajah Jia Lia berubah muram, "Dia adalah tamu-ku." Balas Jia Li dengan jelas.
"Tamu..? Hahaha...Aku mendengar bahwa Pria ini adalah Kekasihmu!" Kata Tetua Ketiga.
"Itu Benar! Aku adalah Kekasihnya! Apakah kau memiliki masalah Pak Tua...?" Yang berbicara adalah Xie Yan.
"Kau!" Tetua Ketiga marah dan mulai mengeluarkan Aura Dewa Langitnya.
__ADS_1
Jia Li sudah mulai khawatir dengan Xie Yan, jika salah satu Tetua menyerangnya tidak mungkin dia bisa menyelamatkan saat dia hanya berada di Dewa Laut.
Dia menatap ke Ayahnya untuk mencoba menyelamatkan Xie Yan jika Tetua Ketiga menyerangnya. Jian Shien yang mengetahui hanya dari tatapan mengangguk ke Jia Li.
"Oh...Pak Tua kamu marah..? Kamu sudah tua jadi tahan amarahmu kalau tidak nyawamu akan melayang." Kata Xie Yan mengejek.
"Bajingan!" Tetua Ketiga melesat dari tempat duduknya dan mengarah ke Xie Yan.
Jian Shien juga sudah bersiap untuk menyelamatkan Xie Yan. tapi apa yang terjadi selanjutnya membuat semua di dalam ruangan terkejut.
"Ekh..!" Saat Tetua Ketiga beberapa jarak lagi dari Xie Yan sebuah tangan muncul dengan cepat dan mencekik Tetua Ketiga.
"...."
Mereka semua melihat bahwa Xie Yan mencekik Tetua Ketiga. "Bukankah sudah kubilang kau harus menahan amarahmu, jika tidak ingin nyawamu melayang." Nada Xie Yan berubah dingin sambil menatap Tetua Ketiga yang tidak bisa bergerak lagi. "L-Lepaskan!" Katanya dengan susah payah.
Jia Li yang disamping Xie Yan tercengang dan bukan hanya dia saja tapi juga Jian Shien, Patriak hingga semua Tetua yang berada di dalam Aula tercengang saat Xie Yan berhasil mencekik Tetua Ketiga.
"I-Ini...Bagaimana mungkin..?" Jia Li tidak bisa berkata kata.
"Nak, Tolong Lepaskan dia.." Kata Jian Shien memulihkan keterkejutannya saat melihat Xie Yan mampu mencekik leher Dewa Langit dengan kecepatan yang tidak mereka lihat.
BOOMM!
Xie Yan mendengarkan perkataan Jian Shien dan melemparkan Tetua Ketiga menjauh darinya. "Apa ada yang ingin dengan Anjing Tua itu...? Kali ini aku tidak akan menahan diri." Kata Xie Yan dengan Aura Membunuh merembes keluar.
Walaupun tidak seluruhnya, Aura Membunuh yang Xie Yan sudah membuat Ranah Dewa Nirwana ketakutan.
Jian Kia yang berada dikursi Patriak Klan Jian sudah mengalirkan keringat dingin disekujur tubuhnya.
Xie Yan menatap Jian Kia, "Kau Anjing Tua! Kau tidak layak menjadi Kepala Klan!" Kata Xie Yan mengibaskan Lengannya dengan terdapat Elemen Ruang.
"A-Ampuni..." Jian Kia mencoba meminta berbelas kasihan Xie Yan tidak mendengarnya sama sekali.
Wush!
Patriak Klan Jian menghilang dari hadapan semua Tetua tanpa meninggalkan darah sedikit pun. Tentunya Xie Yan melenyapkan Jian Kia dengan Elemen Ruangnya.
Semua orang yang didalam Aula tidak ada yang berani bergerak, bahkan Jia Li juga merasakan ketakutan saat melihat Xie Yan yang sekarang.
__ADS_1
Clap...Clap..
Dia berjalan kekursi Patriak itu dan duduk disana dengan santainya. Lalu menunjuk Jian Shien, "Dia akan menjadi Patriak Klan Jian selanjutnya!" Ucapnya.
"Jika ada yang berani menentang..." Xie Yan merobek ruang lalu dihadapan Xie Yan sudah ada Tetua Ketiga yang tidak sadarkan diri. Dia mengambil Tetua Ketiga yang dia lempar menggunakan Elemen Ruangnya.
Xie Yan menyentuh kepala Tetua Ketiga itu, lalu perubahan terjadi pada Tetua Ketiga itu mulai semakin tua keriput. Dia menggunakan Teknik Waktunya membuat Tetua Ketiga menjadi Tua jelek.
"Apa kalian semua sudah mengerti?!" Tanya Xie Yan menatap semua Tetua itu yang tubuh mereka bergetar. Dia juga melihat Jia Li yang juga sama ketakutannya.
Tentu saja bagi Jia Li ini akan membuatnya Syok. Dia tentunya hanya tahu bahwa Xie Yan berada di Ranah Dewa Bumi.
Semua Tetua mengaggukan kepalanya dengan pelan tanda mengerti. Mereka bahkan merasa sulit untuk mengerakkan tubuhnya dan juga hampir melupakan bagaimana cara mereka bernafas.
"Bagus..." Xie Yan kemudian tiba di hadapan Jia Li, "Akan kujelaskan!" Kata Xie Yan dengan pelan ke kuping Jia Li, lalu dia merobek Ruang dengan membawa Jia Li yang masih diam membeku masuk kedalam robekan itu dan meninggalkan Aula Klan Jian.
Setelah Xie Yan benar benar menghilang dari Aula.
Bruk...
Semua Tetua jatuh terduduk, "M-Monster..." Kata mereka bersama.
"Bagaimana bisa Jia Li mengenal Monster itu..." Kata salah satu Tetua.
semua Tetua Ketakutan, terutama bagaimana Xie Yan melenyapkan Patriak mereka yang berada di Ranah Nirwana hanya dengan lambaian tangan.
Mereka lalu menatap Tetua Ketiga yang tidak sadarkan diri dengan tampilan sudah tua keriput. "T-Teknik apa yang dia gunakan untuk membuat Tetua Ketiga seperti itu." Tetua yang lain merasa kasihan dengan keadaan Tetua Ketiga.
Dengan Tubuh tua itu, jika sedikit saja terkena pukulan maka dia bisa saja mati.
Tetua yang lain kemudian menoleh ke Jian Shien, "Selamat Tetua Keempat, Sekarang anda Patriak Klan Jian." Kata mereka dengan tulus. Jika mereka tidak terima, mungkin mereka akan bernasip sama dengan Tetua Ketiga.
Jian Shien yang diberi selamat itu tidak tahu harus berekspresi apa. Dia sendiri masih mencoba menenangkan dirinya dan berpikir bagaimana Putrinya bisa mengenali Monster itu. "Tidak...Aku melihat bahkan Li'er juga cukup terkejut." Batinnya.
......
......______________________......
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...
__ADS_1