Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 228- Kota Roxi (2)


__ADS_3

"Berhenti!" Teriak Pria botak tersebut kepada Xie Yan dan yang lainnya.


Xie Yan,Jianheeng, Chu Nan Yu dan Xie Ruo seketika berhenti mendengar teriakan seseorang dan langsung menoleh.


"Ada apa?" Tanya Xie Yan menaikkan alisnya.


Tindakan Pria botak tersebut menjadi perhatian semua orang yang ada disekitar Pilar Peringkat Surgawi.


"Dia lagi? Sepertinya dia menemukan korban lain." Ucap orang disekitar melihat Pria botak tersebut.


"Mereka sepertinya orang baru dan tidak mengetahui tentang Pria itu."


"Jika bukan karena dia bawahan adik dari Walikota mungkin saja dia sudah pasti akan dihajar oleh orang-orang."


"Bahkan Walikota sangat kerepotan dengan adiknya tersebut yang selalu mencoba memeras orang baru melalui bawahannya."


Semua orang saling berbisik-bisik tampak kesal dengan Pria botak tersebut.


Xie Yan tentu saja mendengar-kan pembicaran orang-orang disekitarnya dan mengetahui sedikit tentang identitas dari pria botak tersebut.


"Ada apa? Kamu sepertinya memang orang baru di Kota Roxi ini..." Kata Pria botak tersebut sambil tersenyum.


"Akan kujelaskan, Jika kamu ingin mendaftarkan nama di Pilar peringkat surgawi harus membayar sepuluh buah batu energi tingkat bintang untuk satu orang." Pria botak itu berkata.


"Batu Energi tingkat bintang?" Xie Yan tahu itu adalah batu energi yang di atas Batu Energi tingkat Tinggi dan digunakan di Benua Tianmu.


Dia tentu memiliki Batu Energi tingkat Bintang namun tidak banyak dari hasil rampasan dari orang yang telah dia bunuh tapi hanya memiliki beberapa saja karena mereka semua sangat miskin.


"Lima batu energi tingkat bintang untuk satu orang? Bukan-kah itu terlalu mahal?" Tanya Xie Yan kepada Pria botak tersebut yang tidak ingin memberikan batu energi miliknya begitu saja pada orang lain.


Terutama saat melihat pria yang dihadapanya sepertinya memang dengan sengaja mencoba memeras orang baru yang ingin mendaftarkan nama-nya di Peringkat Surgawi dimana harusnya tanpa biaya.


"Aku tidak pernah tahu hanya mendaftar saja harus membayar!" Ucap Xie Yan kemudian dia ingin melanjutkan mendaftarkan nama-nya di Pilar.


"Gila! Orang itu berani melawan, Sepertinya nasibnya sudah ditentukan..." Kata orang yang merasa kasihan dengan Xie Yan karena membantah Pria botak tersebut.


An Chyou yang juga tidak jauh dari sana hanya menggelengkan kepalanya mendengar pembicaraan orang-orang tersebut karena dia tahu orang yang sial adalah Pria botak tersebut mencoba memeras Xie Yan yang hanya seorang Dewa Biru Puncak.

__ADS_1


Wajah Pria botak itu seketika berubah marah karena Xie Yan berani mengabaikan-nya "Bajingan ini!" Dia meraih pundak Xie Yan dan mencoba menekannya dengan kuat.


Xie Yan yang pundak-nya disentuh langsung berbalik "Kau sungguh mengganggu!" Kata Xie Yan lalu menjentikkan jari-nya ke dahi pria botak tersebut.


Klik! BAM!


Pria tersebut langsung terhempas jauh dari tempatnya.


Semua orang disana sangat terkejut dengan tindakan Xie Yan. Mereka bukan terkejut dengan Kekuatan Xie Yan yang bisa menghempaskan Pria botak tersebut tapi karena dia berani melawan bawahan dari adik Walikota Roxi.


"Dia benar-benar berani melawan bawahan adik Walikota." Ucap orang yang disana.


Pria botak yang sudah dihempaskan oleh Xie Yan sudah tergeletak tidak sadarkan diri namun tidak mati karena Xie Yan sama sekali tidak menggunakan Kekuatannya.


Setelah terganggu oleh Pria botak itu, Xie Yan dan yang lainnya akhirnya mendaftarkan nama mereka masing-masing dengan setetes darah mereka di meja batu tersebut.


Darah yang Xie Yan keluarkan langsung terhisap kedalam Meja batu tersebut yang menandakan nama mereka sudah terdaftar ke Peringkat Surgawi.


"Kalian sudah selesai?" Tanya Xie Yan kepada Jianheeng, Chu Nan Yu dan Xie Ruo.


"Sudah." Jawab mereka bertiga bersama-sama.


"Siapa yang berani-nya melukai bawahanku!" Teriak orang tersebut sambil menunjuk Pria botak tersebut yang masih tergeletak pingsan.


Dia melihat orang-orang yang di sekeliling-nya hanya membuang muka. "Tch" Dia mendecakkan lidahnya lalu mengangkat kerah Pria botak tersebut.


Plak! Plak!


Orang tersebut menampar Pria botak tersebut dengan kuat untuk menyadarkan-nya.


"Uhmm.." Mata pria botak itu mulai terbuka perlahan-lahan.


"Eh? K-Kapten kenapa kamu disini?" Ucap Pria botak tersebut yang adalah Kapten-nya.


Plak!


Suara tamparan kembali terdengar, "Kenapa kau bisa pingsan disini? Siapa yang melakukannya?" Tanya Kapten tersebut.

__ADS_1


"Ah!" Pria botak tersebut tiba-tiba teringat lalu melihat ke arah Xie Yan.


"Itu dia Kapten, dia menyerangku karena tidak ingin membayar." Katanya menunjuk Xie Yan.


Kapten tersebut menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh bawahannya tersebut dan melihat seorang Pria bersama dengan dua wanita menggunakan cadar dan seorang anak berumur delapan tahun.


Dia kemudian berjalan ke arah Xie Yan. "Huh...Berani-nya kalian menolak untuk membayar yang sudah seharusnya kewajiban-nya!" Katanya sambil melepaskan Aura Dewa Ungu puncak-nya ke arah Xie Yan.


Xie Yan yang disana hanya diam saja dan menatap Kapten tersebut dengan tatapan tidak peduli sama sekali.


Orang yang merupakan Kapten dari bawahan adik Walikota itu yang melihat Xie Yan tidak takut sama sekali merasa marah dan mencoba melesat dan memberinya pelajaran ke Xie Yan.


Tiba-tiba Kapten merasakan telapak tangan dari belakang kepalanya. "Kau diam saja dari sini!" Suara lembut terdengar dari belakangnya yang merupakan suara milik An Chyou.


BOOMM!


Dia mendorong tangannya dan membenturkan kepala Kapten hingga pecah dan darah berceceran di lantai tempat tersebut.


Semua orang kembali di buat tercengang karena berani membunuh Kapten dari bawahan Adik Walikota Roxi.


"Siapa Wanita yang menggunakan cadar itu? Dia bahkan langsung membunuh Kapten dari bawahan Adik Walikota Roxi." Semua orang bertanya-tanya.


Mereka belum pernah melihat kejadian dimana dalam satu hari, dua orang berani melawan bawahan langsung Adik Walikota Roxi.


Pria botak yang menyaksikan itu sangat ketakutan dan terduduk lemas. "K-Kau, S-Siapa kau beraninya membunuh Kapten!?" Ucapnya tergagap.


An Chyou tidak peduli sama sekali dan hanya menatap Pria botak dengan dingin sehingga membuat tubuh Pria Botak tersebut bergidik ngeri.


"Kamu sepertinya tidak menahan diri..." Ucap Xie Yan yang mendatangi An Chyou.


An Chyou menanggapi itu hanya dengan senyum dari balik cadarnya. "Ini belum seberapa, jika itu kamu bergerak mungkin tubuhnya tidak tersisa." Ujar An Chyou.


"Ayah. Apa yang akan kamu lakukan kepada Paman botak ini?" Tanya Jianheeng sambil menunjuk Pria botak tersebut masih terduduk lemas yang bahkan tidak bisa lagi mengerakkan kakinya untuk berlari.


"Dia?" Xie Yan mengerakkan jarinya dan melepaskan kecil energi-nya masuk kedalam tubuh Pria botak tersebut yang tidak lama kemudian tubuh-nya langsung meledak di tempat itu.


......

__ADS_1


...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...


...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...


__ADS_2