
Kepala desa Byor naik ke atas Altar tersebut, "Hari ini, kita semua akan menyaksikan persembahan untuk Dewa Penjaga Desa Byor!" Teriak Kepala desa tersebut ke seluruh Penduduk Desa.
Semua penduduk desa memancarkan wajah gembira.
"Dengan Persembahan ini, Dewa Penjaga pasti sangat gembira." Ucap penduduk desa tersebut.
"Sekarang lemparkan persembahan kita ke tempat Dewa Penjaga." Perintah Kepala desa lagi kepada orang yang mengangkat tubuh Xie Yan.
Orang-orang itu langsung melemparkan Xie Yan ke dalam lubang sumur.
Tubuh Xie Yan jatuh terjun ke dalam lubang sumur tersebut.
Brak~ Tubuh Xie Yan akhirnya jatuh ke dasar dengan terbanting keras.
"Ugh..." Xie Yan mulai membuka matanya. "Sialan, ini sakit sekali!" Ucap Xie Yan mendudukkan dirinya ditempat gelap gulita itu.
"Apa-apaan desa aneh itu?! Bukankah dia terlalu kasar melempar begitu saja jika memang untuk persembahan." Xie Yan tidak habis pikir dengan tindakan penduduk desa tersebut.
Xie Yan memang sengaja pingsan setelah memakan hidangan dari rumah makan walaupun sudah mengetahui kalau itu beracun.
Walaupun begitu, tubuh Xie Yan yang sudah kebal racun tidak mungkin bisa ber-efek oleh racun rendahan yang diberikan oleh pria paruh baya tersebut.
"Aku memang sengaja pingsan karena sangat penasaran pada tindakan penduduk desa.." Gumam Xie Yan. "Jadi ini adalah tempat Dewa Penjaga mereka? Sangat gelap." Xie Yan melihat-lihat sekelilingnya yang gelap gulita.
"Sssttt..." Dari belakang, Xie Yan mendengar suara mendesis.
Saat dia berbalik, Xie Yan sangat terkejut melihat seekor ular raksasa dengan sisik merah-nya sedang membuka mulut-nya lebar-lebar.
"Ah..." Xie Yan hanya bisa mengatakan hal itu sebelum akhirnya Ular raksasa itu langsung menelan Xie Yan dengan utuh. Setelah ia menelan Xie Yan, ular itu menidurkan tubuh-nya yang besar.
...
Di Dalam Mulut Ular,
Xie Yan dalam keadaan telentang menatap gelap nya langit-langit sambil memikirkan kejadian barusan.
Dia pun bangkit berdiri dan saat Xie Yan berdiri, dia merasakan pijakan-nya tidak stabil. "Ini...Apakah aku baru saja di makan oleh seekor ular?" Ucap Xie Yan lalu dia mengeluarkan atribut api putihnya menerangi sekitarnya.
"Ekh~ ini menjijikkan!" Kata Xie Yan melihat bagian dalam tubuh ular dipenuhi dengan lendir yang sangat berbau busuk.
"Lendir busuk ini sangat beracun, jika bukan karena tubuhku yang kuat sudah pasti aku akan meleleh jika terkena lendir-lendir ini." Gumam Xie Yan.
"Berani sekali belut ini memakan-ku, Akan kubuat dia menyesal karena memakan sembarangan." Ujar Xie Yan mengalirkan sejumlah Qi pada telapak kaki-nya lalu mengayunkan kaki-nya dengan kencang.
BAM~ BOOM!
Tendangan Xie Yan dari dalam perut ular itu membuat ular raksasa tersebut harus terbangun karena merasakan rasa sakit yang menyakitkan.
Didalam perut, Xie Yan melakukan hal yang sama lagi namun jauh lebih kuat dari pertama kalinya.
BAM~ BOOMM!
__ADS_1
Karena dari dalam tubuh, ular raksasa itu tidak bisa melakukan apapun untuk meredakan sakit-nya.
Ular raksasa tersebut hanya bisa menabrakkan dengan keras tubuh-nya di tembok disekitarnya.
Xie Yan yang di dalam perut ular hanya terus memukul bagian dalam-nya, Dia bisa saja langsung meledakkan tubuhnya namun itu akan sangat mudah bagi ular tersebut.
***
Di Luar, Desa Byor
Karena ular tersebut yang terus menabrakkan dirinya di bawah tanah, Semua penduduk desa merasakan guncangan kuat membuat mereka semua tampak panik.
"K-Kepala desa, A-Apa yang terjadi?" Tanya mereka semua.
"Apa mungkin Dewa penjaga tidak menyukai persembahan kita?" Tanya mereka lagi.
Semua penduduk desa hanya bisa merasakan ketakutan.
Kepala desa Byor tidak tahu menjawab apa, dia juga tampak kebingungan mengapa Dewa penjaga mereka marah.
BOOMM~ BOOMM~ Guncangan yang dirasakan penduduk desa semakin kuat.
"Tamat! Kita semua sudah tamat karena membuat Dewa penjaga kita marah!" Mereka hanya bisa berlutut putus asa.
...
Kembali ke Xie Yan,
BOOMM~
Akibat meledak-nya tubuh ular raksasa itu, semua darah-nya berceceran seperti hujan dan membuat genang kecil di tempat tersebut.
[Ding!~ Tuan telah membunuh Binatang buas ranah Prajurit Dewa Tinggi*3, Mendapatkan 1 T Leveling Poin]
Ditengah-tengah tempat ledakan tersebut, ada Xie Yan yang seluruh tubuhnya dipenuhi dengan darah Ular raksasa.
Wajah Xie Yan tampak kesal. "Tch, ini sangat menjijikkan." Katanya lalu dia membersihkan tubuhnya dengan menggunakan Atribut air.
Setelah beberapa saat tubuh Xie Yan sudah sepenuh-nya bersih.
"Berkat membunuh ular itu, hanya sepuluh persen lagi aku akan naik ke ranah Prajurit Dewa tinggi*2." Gumam Xie Yan.
Dia kemudian melihat sekelilingnya dengan menerangi-nya dengan Atribut Api putihnya lagi. Tentu saja karena ledakan tersebut, tidak ada yang tersisa dari tubuh ular itu.
"Apakah ular raksasa yang barusan kuledakkan merupakan Dewa Penjaga disebut-sebutkan oleh penduduk desa itu?" Pikir Xie Yan. "Kekuatan Ular raksasa itu sudah pasti tidak ada Binatang buas yang menyerang melangkah-kan kakinya ke Desa ini."
"Karena Dewa Penjaga mereka sudah mati, mungkin saja beberapa Binatang buas akan menyerang desa." Pikir Xie Yan tapi dia sama sekali tidak peduli bagaimana dengan nasib Desa Byor.
Xie Yan menatap ke atas langit kemudian melesat terbang dimana sebelumnya tempat dia dilemparkan oleh penduduk desa.
...
__ADS_1
Xie Yan sekarang sedang melayang di atas langit Desa Byor dan apa yang dia lihat dari atas sangat tercengang.
"Aku baru saja membunuh Ular raksasa merah itu, tapi Binatang buas sudah menyerang habis desa ini." Gumam Xie Yan.
Dia tidak menyangka Desa tersebut sudah dipenuhi dengan Binatang buas yang sedang memakan penduduk desa. "Jadi begit... selama ini mereka bersembunyi karena Ular raksasa masih hidup.
"Pergi"
"Sial! Bagaimana bisa Dewa Penjaga kami bisa mati!" Katanya
Xie Yan menoleh kebawah dan menemukan seorang pria paruh baya sedang berusaha melawan Binatang buas yang mencoba menyerang-nya.
Senyum cerah terukir di bibir Xie Yan kemudian dia turun ke arah pria paruh baya tersebut.
...
"Sial...Sial...Sial..." Ucap Kepala desa tersebut terus berlari menjauh dari binatang buas yang mengejarnya.
Slash~ Slash~ Slash~
"Eh?" Kepala desa itu menoleh dan membelakkan matanya karena terkejut Binatang buas yang mengejarnya sudah terbelah.
"Siapa yang melakukan-nya?" Batin Kepala desa tersebut.
"Halo Paman!" Xie Yan muncul dari belakang Pria paruh baya tersebut.
Saat pria paruh baya itu melihat Xie Yan, jantung-nya berdetak sangat cepat. "K-Kau, bagaimana bisa disini? Bukankah kau sudah dijadikan persembahan Dewa Penjaga?" Katanya.
"Oh, Dewa Penjaga yang paman maksud itu sudah meledak saat dia mencoba memakan-ku." Jawab Xie Yan. "Sepertinya Dewa Penjaga kalian sangat ceroboh..." Xie Yan berkata sambil terkikik.
"K-Kau..." Kepala desa hanya bisa menelan kata-katanya.
Xie Yan beralih ke jari Kepala desa tersebut. "Sepertinya paman sudah menjaga Cincin ruang-ku dengan baik. Sudah saatnya aku mengambilnya kembali." Ucap Xie Yan menlambaikan tangan-nya.
Slash~
"Argh!" Teriak Kepala desa itu saat merasakan jari-nya sudah terpotong.
Xie Yan mengambil Cincin ruangnya dengan menggunakan Qi miliknya dan kembali ke jarinya.
harta didalam Cincin ruang Xie Yan memang tidak terlalu berharga namun didalam-nya sudah banyak harta dari orang yang sudah dia bunuh selama di Benua Tianmu.
"A-Ampun, T-Tolong biarkan aku hidup..." Ucap Kepala desa itu bersujud dengan darah mengalir di lengan-nya.
"Tch!" Xie Yan hanya mendengus lalu mengayunkan lengan-nya dan menebas kepala dari Kepala desa.
Xie Yan menatap ke tempat lain. "Karena mereka datang sendiri, ini waktu yang tepat untuk melanjutkan Leveling-ku yang sebelum-nya telah gagal." Kata Xie Yan melesat ke arah kerumunan Binatang buas didesa Byor.
......
...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...
__ADS_1
...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...