Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 178- Menuju Kota Anji


__ADS_3

Setelah menghancurkan pusat pavilliun pembunuh, Xie Yan langsung kembali ke Panti asuhan, untuk menunggu hari esok Xie Yan kembali masuk ke Dunia Leveling meningkatkan kekuatanya lagi setelah petarungan dia dengan Siluman itu.


Keesokan Harinya,


Xie Yan membuka matanya, dia baru saja keluar dari dunia leveling. "Walaupun Ranahku tidak meningkat tapi jika aku bertemu dengan Siluman itu aku bisa membunuhnya lebih mudah." Gumam Xie Yan.


Dia kemudian mempersiapkan dirinya untuk pergi ke Istana Kekaisaran bertemu dengan yang lainnya.


Knok...Knok... Suara Ketuakan terdengar dari pintu ruangan Xie Yan.


"Paman, Apakah kamu sudah bangun?" Yue memanggil Xie Yan.


Xie Yan yang sudah mempersiapkan dirinya langsung membuka pintunya. "Ada apa Yue?" Tanya Xie Yan.


"Yue ingin mengajak paman untuk sarapan bersama dengan yang lainnya." Jawab Yue.


Xie Yan tersenyum, "Ayo." Balas Xie Yan mengagguk.


Diruang makan, sudah banyak anak anak berkumpul bersama untuk sarapan. Kedatangan Xie Yan langsung disambut oleh anak anak tersebut.


Setelah menyelesaikan sarapan bersama, anak anak melakukan aktivitas mereka lagi.


"Yue, Ayo...Hari ini kita akan pergi." Kata Xie Yan.


"Mmm...Kalau begitu aku akan pamit dengan temanku yang lain." Jawab Yue langsung pergi bertemu teman bermainnya.


Tidak lama kemudian, Yue kembali lagi dengan beberapa anak anak untuk mengantar pergi Xie Yan dan Yue.


"Wan Yin...Kami akan pergi dulu." Katanya.


Xie Yan dan Yue langsung menghilang dari Panti asuhan lalu muncul di depan Istana Kekaisaran.


Kedatangannya membuat prajurit Istana terkejut, tentunya mereka mengenal Xie Yan dan menyambutnya masuk ke dalam Istana Kekaisaran.


"Tuan Xie, Silahkan masuk. Kaisar dan yang lainnya sudah menunggu anda." Kata Prajurit itu dengan sopan.


Hampir semua di dalam Istana sudah mengenal Xie Yan setelah kabarnya membunuh pengkhianat Kekaisaran.


Xie Yan mengagguk dan langsung menuju Aula Isatana dengan Yue. "Yue, mulai sekarang panggil saja aku sebagai Ayah." Pinta Xie Yan, lagipula dia sudah mengaggap sebagai anaknya sendiri.


Yue sangat terkejut tapi dia langsung tersenyum senang, "Baik Ayah." Katanya dengan nada bahagia.


Melihat Yue yang tampak senang, dia tersenyum dan mengusap kepala Yue. "Jadi namamu sekarang adalah Xie Yue." Kata Xie Yan.


Mereka berdua akhirnya tiba di Aula Istana dan disana sudah terdapat beberapa orang, Kaisar Tan, Permaisuri Qixuan, Song Yvo, Jendral Besar Hao dan Tang dan seorang Pria tua yang adalah Tetua agung Klan Song, Song Fawang.

__ADS_1


Kedatangan Xie Yan langsung disambut baik oleh Tan Cao. "Xie Yan Kamu akhirnya sampai dan siapa ini..." Tanya Tan Cao saat melihat Gadis kecil berumur 10 tahun.


"Dia anakku..." Kata Xie Yan singkat.


"Oh...Aku tidak tahu bahwa kamu mempunyai anak gadis yang cantik." Ucap Tan Cao lalu mendekat ke Yue.


"Mulai sekarang panggil aku Paman Cao." Kata Tan Cao kepada Yue.


Yue mengangkupkan tangannya, "Salam Paman Cao, namaku Xie Yue." Balas Yue dengan sopan.


Datang dari belakang Tan Cao, Qixuan berkata kepada Yue. "Kalau begitu panggil aku Bibi Xuan."


"Salam Bibi Xuan." Kata Yue memberi salam.


Qixuan membalas lagi dengan senyum lembut lalu menatap Xie Yan. "Kamu tidak pernah mengatakan bahwa memiliki Seorang anak." Katanya mengirim telepati ke Xie Yan.


"Yah, kamu tidak pernah menanyakan hal itu." Balas Xie Yan.


"Jadi Xie Yan, kenapa kamu membawa Anakmu ke sini?" Tanya Tan Cao.


"Tentu saja aku akan membawanya bersamaku." Jawab Xie Yan dengan jelas.


"Apa?!" Tan Cao dan Qixuan terkejut dengan jawaban Xie Yan. "Bagaimana kamu bisa membawa Anak kecil ke tempat berbahaya." Qixuan berkata.


"Hmm?" Xie Yan menoleh melihat ke suara itu. "Apa masalahmu Pak tua bau?" Kata Xie Yan dengan jelas menghina Tetua Agung Klan Song.


Wajah Song Fawang mengerut saat dihina didepan orang orang penting. Jendral Hao yang berada disana hanya menggelengkan kepalanya, dia tahu Xie Yan tentu saja tidak akan diam jika mengenai Yue setelah melihat langsung orang yang memukul Yue.


Saat perkataan Xie Yan membawa Yue, hanya Jendral Hao lah yang sama sekali tidak terkejut.


Song Fawang mendekat kehadapan Xie Yan. Sekarang mereka berdua saling berpandangan. "Kau hanyalah Junior, Beraninya kau berkata kepadaku hanya karena bisa membunuh Na Go." Ucapnya.


"Cih! Menjauhlah Pak tua!" Ucap Xie Yan.


BAM! Xie Yan melepaskan tendang santai ke Song Fawang namun membuat dia terhempas jauh di dalam Aula Istana.


"Tetua Agung!" Song Yva langsung berlari ke arah Song Fawang saat melihatnya tehempas jauh.


"Cough!" Song Fawang memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Song Fawang bangkit berdiri menatap Xie Yan dengan niat membunuh. Dia mencoba menyerangnya namun Aura lain menghentikannya.


"Hentikan Tetua Song! Apakau tidak menghormatiku disini!" Kata Tan Cao mengunci Auranya ke Song Fawang.


Song Fawang langsung menghentikan niatnya karena bukan hanya Tan Cao, tapi juga Jendral Besar Hao dan Tang juga mengunci bersiap menyerang.

__ADS_1


Dia mengelap darah dari mulutnya, "Maaf Kelancanganku Yang mulia." Kata Song Fawang menunduk dengan hormat.


"Huh..." Tan Cao mengendus lalu menoleh ke arah Xie Yan. "Apa kamu yakin ingin membawa anak kamu?" Tanya Tan Cao kepada Xie Yan dengan serius.


Xie Yan mengagguk, "Baiklah jika kamu yakin." Tan Cao berkata lagi.


"Sekarang sudah saatnya kalian pergi ke kota Anji." Ucap Tan Cao kepada, Xie Yan, Jendral Hao, Tang, Song Fawang.


Mereka semua mengagguk langsung pergi keluar dari Aula Istana. Tujuan mereka ke Kota Anji karena itu adalah Kota terdekat dari Kekaisaran Ruby.


Saat berjalan keluar Aula, Song Fawang dan Song Yvo bergerak lebih lama dari mereka semua.


"Tetua Agung, Apakah kamu baik baik saja?" Tanya Song Yvo melalui telepatinya.


"Aku baik baik saja, Tapi aku tidak menyangka pemuda itu sangat kuat." Balas Song Fawang.


Song Yvo sedikit kaget, "Jadi apa kamu bisa mencoba membunuhnya?" Dia bertanya lagi.


"Hehehe...Dia memang kuat, tapi dia melakukan kesalahan membawa anaknya." Jawab Song Fawang dengan percaya diri.


...


Xie Yan, Jendral Hao, Tan dan Song Fawang akhirnya terbang bergerak menuju Kota Anji. Yue juga ikut terbang dengan mereka dengan bantuan Qi milik Xie Yan.


Xie Yan tentu saja tidak menggunakan robekan ruangnya dan membiarkannya terbang bersama.


Beberapa Jam setelah mereka pergi, mereka melihat kerumunan pasukan dengan pakaian armor lengkap.


Pasukan itu diperkirakan seribu pasukan dan terdapat tiga orang dengan Ranah Dewa Emas rendah yang memimpin pasukan.


"Bukankah itu Pasukan Kekaisaran Currant?" Kata Jendral Besar Hao setelah melihat tanda Kekaisaran di Armor milik pasukan tersebut.


Xie Yan dan yang lainnya berhenti di atas langit tepat di atas pasukan Kekaisaran Currant dengan menghilangkan Aura keberadaannya.


"Tuan Xie biarkan aku membereskan pasukan mereka." Ucap Jendral Besar Hao dengan percaya diri.


"Baiklah, Karena kamu percaya diri maka lakukanlah." Jawab Xie Yan.


Jendral Besar Hao langsung melesat kebawah ke kerumunan Pasukan Kekaisaran Currant.


......


......__________________________......


...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...

__ADS_1


__ADS_2