
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________***
"Sepertinya aku harus menghabiskan Unpoin untuk bisa melawannya!" Batin Xie Yan, dia melihat Unpoinnya sudah terkumpul 30.000.
Xie Yan langsung menambahkan 20.000 untuk kekuatan dan 10.000 lagi untuk kecepatannya.
Seketika aura di tubuh Xie Yan mulai berubah.
Singa Emas yang tadi masih terdiam karena ketahanan pedang tanpa nama Xie Yan dan kembali fokus saat merasakan Energi Xie Yan yang semakin kuat dan hampir menyamainya. "Apa Itu? Kenapa Kekuatanya bertambah? Aku harus cepat membubuhnya!" Ucap Kedua kepala singa emas itu merasa terancam dengan Xie Yan.
"Hahaha...Bagus...Dengan begini aku bisa bertarung dengan singa emas berkepala dua itu!" Batin Xie Yan kemudian singa emas muncul di hadapan Xie Yan mencoba langsung membunuhnya.
Xie Yan kali ini mencoba langsung untuk menangkis serangan yang di lancarkan oleh singa emas.
BOOMM!!
Seketika terjadi benturan antara pedang tanpa nama Xie Yan dengan Cakar singa emas membuat area mereka hancur. Benturan itu membuat keduanya mundur beberapa langkah.
Tentu saja singa emas sangat shock apa yang barus saja terjadi. Dia tidak pernah melawan Mahluk yang menaikkan kekuatan dengan cepat.
Sedangkan disisi lain, Xie Yan tampak tenang dengan senyum bahagia terpampang di wajahnya. "Lumayan, Kali ini aku tidak mengalami patah tulang saat menahan serangannya!" Batin Xie Yan.
"Hei, Singa Besar! Ini saatnya Ronde kedua!" Kata Xie Yan memprovokasi Singa Emas.
Dia kemudian menyerang lalu menghunuskan pedang tanpa namanya ke arah Singa Emas.
"Tebasan Bulan."
BOOMM!!
BOOMM!!
Benturan Energi Pedang Xie Yan dapat ditahan oleh Singa Emas walaupun dia merasakan luka di Cakarannya.
Tidak memberi kesempatan, Xie Yan berpindah menggunakan teleportnya dan muncul disana sini sambil menebas tubuh Singa Emas.
Sret...
Sret...
Suara sayatan terdengar. Tubuh Singa Emas dipenuhi oleh sayatan yang dibuat Xie Yan menggunakan Pedang tanpa namanya.
Roaarrrr....
Walaupun Tubuh Singa Emas yang sebenarnya sangat kuat, tapi di hadapan Pedang tanpa nama akan seperti tahu.
"Sialan kau!!!"
Singa Emas mulai marah dan mengeluarkan semua energi saintnya.
BAMM!!
Xie Yan melesat mundur menjauh dari Singa Emas setelah dia melepaskan banyak energi keluar dari tubuhnya.
Singa Emas kemudian membuka lebar mulutnya, terlihat gumpalan Energi kuat membentuk sebuah bola di mulutnya yang siap dilepaskan kapan saja.
Singa Emas itu kemudian melepaskan Energi kuat yang dia gumpalkan di mulutnya ke arah Xie Yan dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
Wush...
Energi itu terus melaju cepat, melihat serangan energi yang datang di hadapannya hanya membuat Xie Yan tersenyum dan mengangkat tangannya seakan menangkap bola. "Dihadapanku Serangan Energi tidak akan pernah mempan,"
Wuushhhh....
Xie Yan mengolah Teknik Pelahap Surgawinya ke Energi yang di lemparkan oleh Singa Emas.
"Apa!" Singa Emas itu terkejut Energi yang dia lepaskan menghilang begitu saja.
Tanpa sadar, Singa Emas tidak melihat Xie Yan di depannya lagi. Setelah Xie Yan menyerap Energi Singa Emas, dia langsung berteleport.
Xie Yan telah muncul di atas kepala salah satu singa emas. Sudut bibir Xie Yan memancarkan senyuman. Dia langsung mengayunkan Pedang tanpa namanya ke salah satu kepala singa emas.
Jleb...
Srett....
Kepala singa emas sebelah kiri lepas dari tubuhnya. Singa Emas tidak dapat bereaksi disaat Xie Yan muncul di atasnya dan harus kehilangan salah satu kepalanya.
"Arrgghhh" Teriak Kepala sebelah Kanan disaat melihat Kepala di sebelahnya terpotong.
Dia langsung mengayunkan ekornya yang keras ke Xie Yan saat masih di Udara.
Slash...
Bukannya menghindar, Xie Yan langsung menebas lagi ekor singa dan langsung terbelah.
Xie Yan kemudian kembali ke posisi sebelumnya. "Dengan Hilangnya sebelah kepalamu maka kau melemah Monster Jelek!" Kata Xie Yan melambaikan tangannya mencoba serangan terakhir.
"Teknik Pertama : Tebasan Bulan" Xie Yan melancarkan serangannya dan mencampurkan sedikit elemen gelapnya yang baru dia gunakan.
Sriinggg....
Energi sayatan yang dilepaskan Xie Yan berpenampilan seperti bulan sabit dilapisi dengan kegelapan.
BOOMM!!
"Serangan yang sangat kuat!" Pikir Xie Yan.
Dia kemudian mendekat ke tubuh Singa Emas, Notifikasi naik level setelah membunuh bos monster high area terus bermunculan.
Level Up...
Level Up...
Level Up...
...
...
Dengan banyaknya kenaikan ini, Xie Yan sudah berada di Ranah Saint. Notifikasi System muncul kembali.
"Ding! Tuan akan mendapatkan Kesengsaraan Petir saat keluar dari dunia leveling."
"Eh, kesengsaraan petir? Apa itu karena aku telah menembus Ranah Saint..?" Pikir Xie Yan kemudian mengalihkan fokusnya ke notifikasi hadiah high area.
"Ding! Meneyelesaikan High Area,
Medapatkan:
- Roh Pertempuran : Naga kepala delapan (Hitam)."
__ADS_1
Xie Yan membeku tidak bisa berkata-kata. Dia tidak menyangka hadiah yang diberikan menyelesaikan high area hanya mendapatkan satu hadiah dan dia bahkan tidak mengetahui apa itu roh pertempuran.
Dia kemudian meminta System tentang info dari Roh pertempuran.
"Ding!
Roh Pertempuran akan bangkit saat mereka berada di ranah saint. Jenis jenis roh pertempuran berbagai macam, ada senjata, tumbuhan, binatang, dll. Mereka akan dapat bertarung bersama dengan pengguna dan juga dapat bergabung antara pengguna dan Roh Pertempuran.
Tingkat Roh Pertempuran memiliki tingkatan dari yang terlemah hingga terkuat adalah:
- Kuning
- Hijau
- Biru
- Merah
- Emas
- Ungu
- Hitam"
Xie Yan mulai mengangguk paham mengenai roh pertempuran. "Bukankah Roh Pertempuran ku yang kudapat berada di tingkat hitam? Itu berarti roh pertempuranku adalah yang terkuat!" Pikir Xie Yan. Dia kemudian melihat info tentang roh pertempuran yang dia dapatkan.
"Ding!
Roh Pertempuran Naga Berkepala Delapan adalah Naga Bencana yang memiliki Delapan kepala dengan berbagai elemen yaitu, Api, Angin, Bumi, Air, Petir, Kegelapan, Racun, Ruang dan Waktu. Dengan memiliki Roh Pertempuran Naga Iblis Berkepala delapan, pengguna akan otomatis mendapatkan semua elemen dan perlu meningkatkannya lagi. Naga Iblis Berkepala Delapan akan dapat di panggil oleh pengguna secara terpisah."
Xie Yan menganga tidak percaya. Naga yang dia dapat sungguh sungguh bencana. Dengan memiliki elemen tersebut mungkin dapat menghancurkan semesta, bahkan dia juga dapat menggunakan semua elemen yang dia dapat. "ini...Ini sungguh? Dengan ini aku memiliki kedelapan elemen naga?" Tubuh Xie Yan bergetar kegirangan. Bagaimana dia tidak bersemangat saat mendapatkan semua separuh dari semua elemen yang ada.
Xie Yan yang awalnya sedikit jengkel saat mendapatkan satu hadiah mulai melupakan apa yang dia pikirkan tadi. Dia menganggap ini bahkan lebih dari satu hadiah.
Dia kemudian kembali tenang, dia mengingat tentang api hitam yang berada di lautan, "Ohiya, setelah keluar dari sini aku harus ketempat itu lagi dan menyerap api hitam itu." Xie Yan tahu itu bukan api biasa dan dia berencana menyerapnya untuk meningkatkan Elemen Apinya.
"Sekarang aku sudah berada di Ranah Saint Awal! Jika aku dalam Mode Iblis maka aku berada di Tingkat Lima. Hehehe...Aku tidak akan takut dengan Wanita Iblis itu lagi dan aku bisa memberikan hukuman atas pukulannya itu." Batin Xie Yan. Dia kemudian menghilang dari Dunia Leveling.
Di Sel Tahanan,
Xie Yan membuka matanya, Notifikasi System muncul di hadapan Xie Yan.
"Ding!
Kesengsaraan Petir akan tiba dalam Waktu 24 Jam!"
"24 Jam? Yah itu masih sempat...Aku harus pergi ke hutan dan menerima kesengsaraan di sana."
Di dalam Sel Xie Yan masih berada dalam Transformasi Iblisnya. dia kemudian berdiri dan mencoba menghancurkan jeruji sel. "Besi ini? Bahkan tahap Mahayana Akhir mungkin tidak mungkin bisa menghancurkannya. Dunia Iblis ini sungguh tempatnya ahli ahli." Kata Xie Yan kemudian melepaskan energinya.
BAMM!!
Besi yang menghalangi Xie Yan hancur berkeping keping. Dia kemudian berjalan santai keluar dari Sel tahanan. Xie Yan mengerutkan kening "Kenapa Sel Tahanan tidak ada penjaga satupun di tempat ini?" Batinnya terus berjalan.
...
.
.
.
.
__ADS_1
.