
"Jadi mengapa ada nama Dewa Siluman dari ucapan-mu barusan? Apa itu ada hubungan-nya dengan Kutukan yang sebelum-nya berada di Jantungmu?" Tanya Xie Yan lagi.
Hanya mendengar Dewa Siluman, Xie Yan sudah tahu dia pasti-lah kuat yang mungkin seharus-nya sebanding dengan Dewi Cahaya.
"Benar dia memiliki hubungan-nya namun bukan, yang melakukan Kutukan pada ku bukanlah Dewa Siluman." Zhi mengaggukkan kepalanya.
Xie Yan terdiam cukup lama sambil menghirup nafas dalam-dalam. "Jadi itu Kutukan yang mengenai lengan kiri-ku berasal dari Dewa Siluman-nya." Batin Xie Yan merasa ngeri jika lawan-nya sekarang adalah Dewa Siluman.
"Bagaimana bisa Dewa Siluman melakukan itu pada-mu? Apakah kalian musuh?" Xie Yan sekarang sangat penasaran dan mengapa Dewi Cahaya harus bereinkarnasi.
Zhi menatap Xie Yan dengan bingung, "Apakah tidak masalah menceritakan masa laluku padanya?" Pikirnya. "Yah...Selama aku bersama mereka aku sangat yakin dia dapat dipercaya." Batin Zhi.
Zhi menghela nafas panjang, "Karena Dewa Siluman membutuhkan Tubuh Suci-ku..." Ucapnya lalu mencoba bercerita lagi.
...
Dulu sekali Jutaan tahun yang lalu, Di Alam Surga terjadi petarungan cukup besar antara Dewa Siluman dan Dewi Cahaya.
Petarungan antara Dewa Siluman dan Dewi Cahaya itu semua karena Dewa Siluman sangat menginginkan Tubuh suci dari Dewi Cahaya untuk meningkatkan Kekuatan-nya. dengan bantuan Tubuh Suci tersebut dan akan menjadikan dirinya yang terkuat di Alam Surga.
Tentu saja Dewi Cahaya tidak bisa mengalahkan Dewa Siluman dengan mudah, sehingga petarungan mereka terus berlanjut hingga berbulan-bulan.
Mereka berdua terus betarung tanpa ada yang mengganggu hingga ternyata Dewa Siluman melakukan hal licik yaitu bekerja sama dengan Dewa Kematian lalu menyerang-nya dari belakang disaat dia sedang terfokus dengan Dewa Siluman.
"Ugh!" Dewi Cahaya memuntahkan darah segar akibat serangan diam-diam dari Dewa Kematian.
"Bajingan Rendahan! Berani-nya seorang Dewa seperti-mu bermain licik!" Ucap Dewi Cahaya yang wajah-nya sudah tampak pucat.
Serangan yang dilancarkan Dewa Kematian kepada Dewi Cahaya tentu-nya dia lepaskan dengan kekutan penuh-nya dan membuat luka yang cukup fatal bagi Dewi Cahaya yang yang tidak menyangka akan ada Dewa lain menyerang-nya.
"Hahahaha...Dewi Cahaya, bukankah lebih baik kamu menyerahkan diri dan biarkan aku menggunakan Tubuh Suci-mu itu." Kata Dewa Siluman dan disamping-nya terdapat Dewa Kematian.
Dewi Cahaya mendengus, "Huuh...Bahkan sampai aku mati, kau tidak akan bisa pernah menyentuh tubuhku!" Jawab Dewi Cahaya dengan lantang.
Tubuh Dewi Cahaya dilengkapi dengan Armor Cahaya dan Pedang Cahaya-nya yang indah dan menyilaukan.
Dia kemudian menerjang ke arah Dewa Siluman dan Dewa Kematian secara bersamaan.
__ADS_1
Dengan keadaan yang terluka akibat serangan diam-diam, Dewi Cahaya masih dapat bertarung dengan melawan kedua Dewa tersebut walau tidak mungkin baginya untuk menang.
"Kukukuku...Seperti yang diharapkan dari Dewi Cahaya, kamu sangat kuat!" Dewa Kematian berkata.
"Cepat, Kita harus menghabisi-nya sebelum sahabat-nya, Dewa Kehidupan dan Bulan datang membantu-nya!" Dewa Siluman mengirimkan suara kepada Dewa Kematian.
Kedua Dewa itu semakin serius dan terus menyerang balik Dewi Cahaya hingga terpojok.
"Kugh!" Dewi Cahaya kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Dia sekarang hanya bisa bertekuk lutut di tanah sambil menatap kedua Dewa tersebut dengan kebencian.
Dewa Siluman dalam sekejap mata menghilang dan muncul di hadapan Dewi Cahaya sambil mencekik leher-nya.
"Heheheh..." Dewa Siluman tertawa melihat raut wajah Dewi Cahaya yang masih mencoba melawan.
"A-Apa kau berpikir sudah menang!?" Ucap Dewi Cahaya mengumpulkan sisa kekuatan-nya di satu titik.
Wajah Kedua Dewa itu langsung berubah merasakan Kekuatan yang terkumpul dari dalam tubuh Dewi Cahaya. "Sialan! Kau benar-benar ingin menghancurkan tubuh-mu itu!?" Teriak Dewa Siluman yang masih mencekik Dewi Cahaya. "Cepat lakukan sesuatu!" Dia memanggil Dewa Kematian.
BAM!
Dewi Cahaya terhempas dari cekikan Dewa Siluman. "Cepat, kita harus kabur menjauh. Aku sudah melakukan Teknik Kutukan Kematian Abadi pada-nya!" Dewa Kamatian berkata.
"Walaupun kalian akan selamat dari ledakan ini, Aku Dewi Cahaya pasti akan kembali lagi!" Teriak-nya kemudian tubuhnya dipenuhi cahaya dengan Aura yang sangat kuat.
BOOMM!
Ledakan besar terjadi di petarungan mereka bertiga, hingga menghebohkan seluruh Alam Surga.
...
Setelah ledakan itu menghilang, tidak jauh dari tempat ledakan itu
Dewa Kematian dan Dewa Siluman tampak kehabisan Energi dengan tubuh yang penuh luka dan kehilangan lengan mereka.
Itu semua tentu-nya karena ledakan diri dari Dewi Cahaya membuat keadaan mereka seperti sekarang.
__ADS_1
"Huff...Huff...Huff..." Mereka berdua sangat kelelahan. "Dewi Cahaya Sialan itu, berani-nya dia meledakkan diri." Ucap Dewa Siluman berkata.
Mendengar itu, Dewi Kematian tertawa. "Kekekeke...Kamu tenang saja, Bukankah sebelum dia meledak aku sudah menaruh Teknik Kutukan pada-nya." Jawab Dewa Kematian. "Walaupun dia Bereinkarnasi, Kutukan itu akan tetap ada padanya." Dewa Siluman berkata sambil tersenyum.
"Untuk sekarang, kita harus pergi dari tempat ini, Pasukan kita tidak mungkin bisa terus menghalang kedua Dewi itu. Jika Dewa Kehidupan ataupun Dewi Bulan datang maka kita berdua akan kalah terutama dalam keadaan seperti ini." Ujar Dewa Kematian, kemudian mereka berdua langsung menghilang dari sana.
Setelah itu, dilokasi petarungan antara Dewi Cahaya melawan Dewa Siluman dan Dewa Kematian muncul dua orang yang sangat cantik.
Wajah kedua wanita cantik ini tampak sedih, Mereka berdua adalah Dewi Kehidupan dan Dewi Bulan. "Saudari...Seperti-nya kita sudah terlambat." Ucap Dewi Bulan.
Dewi Kehidupan mengagguk, "Aku tidak menyangka Dewa Kematian ikut campur, jika saja kita lebih cepat menghabisi pasukan Dewa Siluman dan Dewa Kematian mungkin Saudari bisa terselamatkan." Katanya.
Dia kemudian mengehela nafas, "Kita mungkin akan berjumpa dengan-nya lagi walau membutuhkan waktu yang lama." Ucapnya dengan pelan.
Mereka berdua kemudian menghilang dari tempat area petarungan tersebut.
...
Tahun demi tahun terus berlalu setelah petarungan Dewa Siluman, Dewa Kematian melawan Dewi Cahaya.
Masih di Alam Surga, di Aula Kematian.
Disana terdapat Dewa Kematian dan Dewa Siluman. "Berkat Teknik Kutukan yang kuberikan pada Dewi Cahaya...Aku sudah merasakan kelahiran Reinkarnasi-nya." Kata Dewa Kematian kepada Dewa Siluman.
"Hahahahaha..." Dewa Siluman tertawa keras. Ini merupakan kabar yang sudah dia tunggu-tunggu.
"Sudah Jutaan tahun aku menunggu-nya, akhirnya dia sudah kembali. Lihat saja, Dewi Kehidupan dan Dewi Bulan...Akan kubalas kalian karena berani-nya menekan Kekusaanku." Katanya mengepalkan tangan-nya.
"Dimana dia sekarang?" Tanya-nya yang sudah tidak sabar.
"Dia sekarang berada di Alam Atas..." Jawab Dewa Kematian dengan nada pelan.
......
...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...
...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...
__ADS_1