Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 190- Kemenangan Mutlak


__ADS_3

"Kalian tidak akan kemana-mana, Biarkan aku yang menjadi lawan kalian berdua." Ucap Xie Yan.


Jenderal Besar Fyuu dan Sow melebarkan mata mereka saat melihat Xie Yan. "Wajah itu...Bukankah dia adalah orang yang dikatakan Wu Ba Hong?!" Kata Jenderal Besar Fyuu.


Mereka berdua mengenal wajah Xie Yan setelah Wu Ba Hong memberikan Sketsa wajahnya, seseorang yang memiliki Teknik Rahasia untuk meningkatkan Kekuatan dengan singkat.


"Kalian mengenalku?" Xie Yan menyipitkan matanya saat mendengar perkataannya barusan.


"Hahahaha...Sepertinya kita sangat beruntung, orang yang kita cari muncul dihadapan kita berdua." Jenderal Besar Fyuu tertawa, dia bahkan tidak memperdulikan lagi bawahannya yang saat ini sedang dibantai oleh Jenderal Besar Hao dan Tang.


Jenderal Besar Fyuu kemudian menatap Jenderal Besar Sow "Setelah kita mendapatkan Teknik Rahasinya, bagaimana kalau kita akan berbagi." Tanya Jenderal Besar Fyuu.


Jenderal Besar Sow mengagguk, tapi didalam hati mereka saling berkata lain. "Humph! Setelah aku mendapatkan Teknik Rahasia dari bocah ini akan kubunuh dan menguasai Teknik itu sendirian." Batin mereka berdua tersenyum licik.


Xie Yan memiringkan kepalanya, "Teknik Rahasia? Apa yang sedang mereka bicarakan." Ujarnya dengan bingung.


Jenderal Besar Fyuu kemudian melesat ke arah Xie Yan dan disusul oleh Jenderal Besar.


Mereka berdua menyerang Xie Yan dengan tangan kosong.


BAM! BAM!


Xie Yan tentu tidak tinggal diam saat diserang pertama, dia langsung menangkis dan menghindar dari pukulan mereka berdua lalu menyerang balik dengan sikutnya tepat di perut Jenderal Besar Fyuu dan Jenderal Besar Sow terkena tendangan baliknya hingga membuat dia mundur beberapa langkah.


"Sialan, Aku tidak menyangka kita berdua dibuat mundur olehnya." Kata Jenderal Besar Sow yang merasakan sakit pada tangannya saat mencoba menahan tendangan balik Xie Yan.


Begitu juga dengan Jenderal Besar Fyuu yang sama sakit dibagian perutnya. "Kita harus cepat membunuhnya, jika Jenderal Besar Hao dan Tang selesai kita tidak akan mendapatkan apa-apa." Ucapnya sambil mengeluarkan senjatanya yang adalah dua kapak cukup besar.


Jenderal Besar Sow juga setuju dengan perkataan barusan dan mengeluarkan gada-nya yang terdapat logam bulat dipenuhi duri.


"Sepertinya kalian sudah mulai serius ya." Xie Yan masih berkata dengan santai sambil ikut mengeluarkan Pedang hitamnya dan Pedang birunya.


"Yosh! Majulah!" Katanya sambil tersenyum, Ini merupakan pertama kalinya Xie Yan menggunakan dua pedang ditangannya.


Mereka berdua kemudian menyerang Xie Yan bersama sama lagi dengan mengayunkan senjata mereka masing masing.


Tring! Tring!


BOOMM!


Petempuran mereka bertiga mengakibatkan ledakan yang kuat, Xie Yan yang dari tadi hanya bermain dimana dia terus menangkis dan tidak menyerang balik dengan menampilkan wajah senyumnya.


Tindakan Xie Yan yang tampak menikmati membuat mereka berdua terprovokasi dan menyerang Xie Yan lebih brutal dari sebelumnya.


...


Saat Xie Yan bertarung dengan Kedua Jenderal Besar dari Kekaisaran Currant, Jenderal Besar Hao dan Tang sudah menghabisi semua 3.500 pasukan Kekaisaran Currant dengan mudah.

__ADS_1


Baik Jenderal Besar Hao dan Tang sekarang duduk ditumpukan mayat pasukan Kekaisaran Currant dengan tubuh dilumuri darah.


"Haah...Sepertinya Tuan Xie masih bermain main dengan mereka berdua." Ucap Jenderal Besar Tang menghela nafas.


"Biarlah, Sekarang yang aku pikirkan apakah Nona Jia sudah menghancurkan Sekte Baihua?" Tanya Jenderal Besar Hao.


...


Di Sekte Baihua.


Setelah perginya Xie Yan, Pasukan Kerajaan ataupun Anggota Klan Fai sudah membuat setiap anggota Sekte Baihua maupun Klan Gang kualahan.


Kekuatan dari pasukan Kerajaan sangat kuat bahkan yang gugur dari mereka dapat dihitung dengan jari.


Masih di Sekte Baihua,


Sekarang Jia Li yang tangannya dilumuri darah sedang berhadapan dengan Tetua Pertama, Kedua Klan Jian, Patriak Klan Gang dan Wu Ba Hong.


Didekat Jia Li sudah tergeletak tubuh dari beberapa Tetua Jian yang lain dan juga Tetua dari Sekte Baihua.


Jia Li menatap mereka semua dengan tatapan niat membunuh. "Ada apa? Apakah kalian sekarang ketakutan?" Tanya Jia Li kepada mereka semua.


"Tch! Jia Li, Lepaskan dia!" Wu Ba Hong berkata dengan marah pada wanita yang dihadapannya itu, terutama saat melihat Jia Li yang sedang mencekik Wu Ting, anaknya.


"Lepaskan dia sekarang, aku berjanji tidak akan pernah mengaggumu dan Kerajaan mu lagi!" Teriaknya yang tidak ingin anaknya mati di tangan Jia Li.


"Wu Ba Hong! Apa maksud perkataanmu itu!" Tetua pertama dan kedua Klan Jian berteriak marah kepadanya setelah mendengar perkataannya barusan.


"Bagaimana bisa dia menjadi lebih kuat lagi, Sumberdaya apa yang diberikan Xie Yan itu sehingga Kekuatannya meningkat sangat cepat." Gumam Tetua pertama Klan Jian.


"Hahahah...Melepaskannya? Setelah apa yang kalian buat kepada Ayahku?" Tawa Jia Li semakin mencekram kuat tangannya.


Krak! Tulang leher pada Wu Ting terdengar jelas.


"Tidaaakk!" Wu Ba Hong berteriak dan langsung melesat melancarkan telapak tangannya ke arah Jia Li.


BOOMM!


Jia Li menghindar dengan melompat mundur sambil melemparkan tubuh Wu Ting yang sudah mati.


"Ting'er!" Wu Ba Hong berteriak nangis sambil memeluk tubuh anaknya itu.


"Ting'er, tenanglah...Akan kubalaskan dendamu!" Katanya lalu menatap Jia Li dengan penuh kebencian.


Dia kemudian melesat cepat menyerang Jia Li dengan mengeluarkan semua kekuatan penuhnya dan roh petempurannya. "Arghhh! Matilah kau l*cur!" Wu Ba Hong menyerang sambil berteriak.


Karena kematian Wu Ting, Wu Ba Hong terus menyerang Jia Li yang sudah kehilangan akal-nya.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Patriak Klan Gang.


"Tentu saja kita ikut menyerangnya, jika tidak membunuhnya maka yang mati adalah kita!" Jawab Tetua pertama dan kedua Klan Jian ikut bergabung menyerang Jia Li dengan kekuatan penuhnya.


Patriak Klan Gang juga akhirnya ikut menyusul menyerang Jia Li bersama sama.


BAM! BAM! BAM!


Walaupun mereka bergabung, Jia Li masih jauh lebih unggul dari mereka semua.


"Tch!" Jia Li mendecakkan lidahnya lalu melapisi tangannya dengan Qi miliknya dan mengarahkannya ke Leher Wu Ba Hong. "Pergilah ke Neraka bersama dengan Anakmu." Ucapnya.


Slash! Tuk...Tuk...


Jia Li langsung menebas Kepala Wu Ba Hong hingga bergelinding di lantai Sekte Baihua.


Dia kemudian menatap Tiga orang tersisa yang sudah mulai ketakutan. "Sudah saatnya kalian semua mati bajingan tua!" Jia Li berkata kepada kedua Tetua Klan Jian dan Patriak Klan Gang.


Dalam sekejap, Jia Li muncul dihadapan Tetua kedua Klan Jian.


Jleb!


"Urgh" Dengan tangan kosong, Jia Li langsung menusuk dada Tetua Kedua Klan Jian dan mengambil jantungnya lalu memcahkannya.


Wajah Tetua Pertama Klan Jian dan Patriak Klan Gang berubah pucat. Dengan adanya Wu Ba Hong saja mereka tidak dapat menggores sedikit pun Jia Li dan sekarang dua dari mereka telah mati dengan mudah.


Jia Li kembali muncul dihadapan Patriak Klan Gang, "Inilah akibatnya mengikuti orang yang salah!" Katanya kepada Patriak Klan Gang untuk terakhir kalinya dan langsung menusuk jantungnya seperti Tetua kedua Klan Jian.


"Sekarang hanya kau Pak tua..." Jia Li berkata menatap Tetua pertama Klan Jian dengan datar.


Keringat dingin bercucuran ditubuhnya melihat Jia Li yang begitu mengerikan. Di tiba tiba mengingat Jia Li yang beberapa bulan lalu masihlah gadis lemah yang selalu mereka tekan.


"Jia Li..." Tetua pertama ingin berkata sesuatu kepada Jia Li namun jantungnya langsung ditusuk oleh Jia Li.


"Matilah kau dasar bajingan pengkhianat!" Katanya.


Tidak lama kemudian setelah Jia Li membantai mereka semua, Fai Gao muncul ditempat Jia Li dan melihat sekumpulan mayat disana.


Hanya dengan melihat itu saja, Fai Gao merasakan tubuhnya bergidik ngeri terutama orang yang dia bunuh cukup kuat.


"Apakah kalian sudah membereskan semuanya?" Tanya Jia Li.


Fai Gao mengagguk, "Sudah dan sebagian sebagian anggota Sekte Baihua memilih untuk menyerah." Jelasnya.


Jia Li mengagguk, "Bagus...Untuk Xie Yan, mereka sudah dipastikan menang." Kata Jia Li dengan percaya diri.


......

__ADS_1


......__________________________......


...LIKE > VOTE > RATE 5...


__ADS_2