Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 165- Yue ditampar


__ADS_3

"Na Go? Jadi itu adalah namanya. Apakah dia memang buronan Kekaisaran kalian?" Tanya Xie Yan yang sudah muncul dibelakang Jendral Besar Hao.


Jendral Besar Hao mengagguk. "Dia adalah Penghianat Kekaisaran!" Katanya.


"Hoh...Aku tidak menyangka orang ini adalah seorang penghianat." Ujar Xie Yan.


"Benar, Na Go adalah Ahli Formasi terbaik kami, Namanya sangat ditakuti oleh orang orang bahkan Kaisar sangat mengandalkannya karena keahliannya. Bahkan kami berdua sudah seperti teman di medan perang. Tapi karena haus kekuasaan, dia mencoba untuk menjatuhkan Kaisar dari takhta namun tindakannya itu gagal dan akhirnya kabur dari Ibukota lalu membentuk Kelompok Tengkorak darah untuk mengacaukan Kekaisaran." Jendral Besar Hao menjelaskan identitas Na Go.


Xie Yan sebenarnya tidak peduli tapi dia tetap diam mendengarkannya. "Yah...itu hanya masa lalu tapi, Melihatnya yang sekarang itu sangat menyedihkan." Ucap Jendral Besar Hao melihat tubuh Na Go yang sudah terpisah.


Jendral Besar Hao kemudian memasukkan tubuh Na Go kedalam Cincin Ruangnya untuk diberikan sebagai bukti ke Kaisar Tan. Lalu dia menoleh ke Xie Yan, "Tuan...Mari kita ke Istana, Kaisar Tan sekarang pasti sudah menunggu anda." Pinta Jendral Besar Hao.


Xie Yan kembali teringat dengan undangan dari Kaisar Tan, "Hmmm...Mungkin lebih baik aku menerima undangan ini." Batin Xie Yan.


Dia kemudian mengagguk, "Baiklah, tapi aku akan kembali kepenginapan untuk menjemput anakku yang kutinggalkan." Kata Xie Yan mengatakan Yue sebagai anaknya.


Wajah Jendral Besar Hao bersemangat saat Xie Yan menerimanya, "Kalau begitu Tuan...Saya akan menemani kembali ke Penginapan anda." Ucap Jendral Besar Hao itu.


Xie Yan tidak melarangnya, "Baiklah, itu hanya kamu dan untuk mereka semua aku tidak ingin mengikuti kita karena itu hanya akan membuat perhatian." Xie Yan meminta.


Jendral Besar Hao mengagguk, kemudian dia mendekat kebawahannya untuk kembali terlebih dahulu. Setelah membereskan mayat anggota Kelompok Tengkorak darah, mereka langsung meninggalkan Pegununggan Goggai.


Sedangkan, Xie Yan dan Jendral Besar Hao yang sudah melepaskan armor ditubuhnya Sudah bergerak menuju tempat penginapan Xie Yan tinggal.


Setelah Xie Yan dan Jendral Besar Hao tiba di penginapan. "Eh?" Xie Yan terkejut saat melihat bahwa kamar miliknya kosong dan tidak melihat Yue sama sekali disana. "Yue tidak ada disini?"


"Ada apa Tuan Xie?" Tanya Jendral Besar Hao.


"Anakku tidak berada di kamar." Balas Xie Yan masih dalam keadaan tenang. "Kemana dia? Bukankah dia sudah berjanji untuk tidak meninggalkan kamar." Katanya lalu dia melihat dari jendela kamarnya.


Saat melihat keluar jendela, Xie Yan melihat kerumunan anak anak dengan pakaian lusuh dan tatapannya tertuju pada Gadis berusia 10 tahun dengan Rambut Putih.


"Itu...Bukankah itu Yue? Apa yang dilakukannya disana." Gumam Xie Yan lalu dia melompat dari penginapan yang berada di lantai tiga menuju tempat Yue.


"Yue! Apa yang kamu lakukan diluar? Bukankah kamu sudah berjanji untuk tidak keluar?" Xie Yan memanggil Yue diantara kerumunan anak-anak itu.


Yue langsung berbalik dan berlari ke arah Xie Yan, "Maaf Paman!" Katanya dengan rasa bersalah. Xie Yan kemudian memperhatikan pipi Yue yang tampak merah, lalu dia mensejajarkan tingginya dengan Yue. Dia mengelus Pipinya "Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini?" Xie Yan bertanya dengan nada serius.


Yue tidak menjawab lalu menarik tangan Xie Yan, "Paman...Tolong bantu Kakak itu." Minta Yue membawa Xie Yan ke seorang Wanita muda yang memiliki wajah lumayan cantik dengan pakaian biasa yang sedang dalam keadaan pingsan.


"Kakak Yue, Siapa Paman yang kamu bawa? Apakah dia dapat menolong Kakak Wan?" Tanya salah satu Gadis kecil yang sedang didekat Wanita tua pingsan itu.


"Hmmm, ini adalah Pamanku...Dia mungkin bisa menyelamatkan Kakak Wan." Yue membalas lalu menatap Xie Yan meminta untuk menolong Wanita itu.


Xie Yan mengangguk walaupun dia tidak tahu mengapa Yue dapat mengenal Wanita ini dan anak anak dengan tampilan lusuh.

__ADS_1


Dia kemudian mengambil Pill penyembuh lalu menghancurkannya menjadi bubuk kemudian memasukkannya kedalam mulut Wanita ini.


"Tuan, apa yang sedang terjadi disini?" Jendral Besar Hao muncul dan bertanya kepada Xie Yan setelah dia melihat bahwa Xie Yan sudah keluar dari penginapan.


"Entahlah, aku juga tidak tahu apa yang sedang terjadi." Balas Xie Yan lalu dia mengangkat Wanita itu untuk membawanya ke dalam Penginapan Sampai menunggu dia siuman.


Xie Yan menatap sepuluh anak anak itu dengan tampilan yang lusuh, tidak mungkin penginapan mau menerimanya dan akhirnya Xie Yan memindahkan anak anak, Yue dan Jendral Besar Hao kedalam penginapan dengan Teleportnya bersama.


Dalam beberapa detik, Mereka semua sudah berada di dalam penginapan Xie Yan. "Apa? Bagaimana bisa kita berada didalam ruangan." Anak anak itu tidak bisa tidak terkejut saat mengetahui mereka sudah berada didalam ruangan yang sangat mewah.


Bukan hanya anak anak itu, bahkan Jendral Besar Hao hampir jatuh ditempat dengan Teknik Xie Yan barusan. "Teknik apa yang barusan itu? Dia dapat memindahkan semua anak anak ini kedalam penginapan dan juga aku?" Batinnya sambil menatap Xie Yan dengan ngeri.


Xie Yan kemudian meletakkan Wanita itu ke kasur untuk menunggu siuman. Dia kemudian kembali menatap Yue, "Jadi...Apa yang terjadi saat aku meninggalkan kamu di penginapan..? Lalu siapa yang menampar Pipi kamu hingga merah..?" Tanya Xie Yan.


Yue menunduk, kemudian Yue menceritakan apa yang terjadi saat Xie Yan meninggalkan penginapan.


...


Didalam Kamar setelah Xie Yan pergi, Yue sangatlah bosan dan melihat lihat keluar jendela dan pada saat itu dia melihat anak anak sedang bermain gang sepi didekat penginapan.


Karena bosan, Yue turun dari penginapan dan ikut bermain dengan mereka untuk menunggu Xie Yan pulang. Selama mereka bermain, Yue mengetahui bahwa anak anak itu ternyata berasal dari panti asuhan.


Walaupun pertama kalinya bermain bersama, Yue dan anak anak dari panti asuhan itu sudah sangat dekat dan mereka memanggil Yue dengan Kakak Yue karena umur Yue lebih tua dari mereka semua.


Saat Wan Yin melihat Yue dengan tampilan cukup mewah bermain dengan anak anak itu, dia kemudian bertanya, "Apakah Adik kecil sedang tersesat?" Katanya dengan lembut.


Yue tentu menggelengkan kepalanya, "Tidak...Yue tinggal di penginapan itu dan bermain dengan mereka sambil menunggu Paman kembali." Balas Yue menunjuk penginapan mewah itu.


Wanita itu mengangguk, dengan tampilan Yue yang cantik dan pakaian bagus tentu saja tahu bahwa Yue pastilah memiliki latar belakang tidak biasa, terutama dia menginap di sebuah penginapan seharga *1.000 Batu energi tingkat atas untuk satu hari.


Setelah Yue dan Wan Yin saling mengenal dimana Yue memanggilnya Kakak Wan sama seperti anak anak lain. Wan Yin dan beberapa anak panti asuhan ingin kembali. "Apakah adik Yue ingin ikut bersama kami?" Wanita itu mengajak Yue untuk ikut ketempat mereka.


"Maaf Kakak Wan, aku sudah berjanji tidak meninggalkan penginapan sampai dia kembali. Mungkin setelah Paman kembali aku akan meminta Paman untuk berkunjung ketempat kalian." Kata Yue.


Wan Yin mengagguk mengerti, dia sangat menyukai Yue yang sangat dewasa, baik dan mau berteman dengan anak anak panti asuhan. "Baiklah...Panti asuhan tidak jauh dengan penginapan adik Yue, Semoga adik Yue berkunjung ketempat kami." Kata Wanita itu.


"Sampai jumpa Kakak Yue..." Anak anak panti asuhan juga melambai kepada Yue.


Saat Wanita itu dan anak anak Panti asuhan ingin pergi mereka dihadang beberapa pria dan dipimpin oleh seorang pria gemuk. "Wang Yin, kamu disini?" Kata pria gemuk itu dengan senyum.


Wajah Wan Yin menjadi jelek. "Tong Cu...!?" Ucapnya dengan nada Jijik diwajahnya.


Tubuh anak anak panti asuhan bergetar ketakutan saat melihat kedatangan Tong Cu


"Wan Yin, Sebaiknya kamu membayar uang sewa kalian yang seharga 6.000 Batu Energi tingkat Atas. " Kata Pria gemuk itu, Tong Cu.

__ADS_1


"6.000? Bagaimana bisa tiba-tiba harganya naik yang awalnya 3.000!" Wan Yin berteriak dengan marah.


Tong Cu tertawa, "Harga sewa sudah naik. Jika kamu tidak membayarnya dalam tiga hari, aku akan mengusir bocah bocah Sampah ini dari sana!" Kata Tong Cu menatap anak anak panti asuhan itu dengan jijik.


"Diam kau Gendut! Siapa yang kau bilang sampah!" Kata suara Gadis Kecil yang adalah Yue.


Yue yang masih disekitar mereka merasa marah setelah mendengar teman teman pertamanya dibilang sampah tentu membuat dia marah.


Tong Cu yang mendegar hinaan datang dari Gadis kecil itu merasa marah, "Apakah dia adalah anak baru panti asuhanmu? Kenapa pakaiannya cukup mewah?" Tanya Tong Cu kepada Wang Yin berjalan mendekat ke arah Yue.


"Jangan Berani-berani menyentuhnya!" Wan Yin mengeluarkan Aura Ranah Dewa Nirwana Menengahnya untuk menghalangi Tong Cu.


Tong Cu yang merasakan Aura itu bahkan tidak bergeming sedikitpun karena dia lebih kuat. "Tahan dia.." Kata Tong Cu kepada bawahannya untuk menahan Wan Yin.


Beberapa bawahannya langsung menahan Wan Yin hingga tidak bisa bergerak. "Lepaskan aku bajingan!" Wan Yin berusaha untuk lepas dari mereka. "Tong Cu, jangan berani menyentuhnya jika kau tidak ingin mati!" Katanya karena dia tahu bahwa Yue pasti bukan lah orang sembarangan.


Tong Cu tertawa dengan ancaman Wan Yin, "Hahahaha, apakah karena dia memiliki tampilan mewah sehingga kamu mengatakan bahwa dia dari Klan bangsawan? Lagipula aku memiliki Tuan Muda Fang yang mendukungku." Kata Tong Cu.


Yue yang didatangi oleh Tong Cu masih diam ditempat tidak takut sama sekali. "Lari adik Yue, dia akan melukai mu!" Teriak Wan Yin tapi Yue tetap menatap Tong Cu dengan wajah marah.


PLAK!


Tamparan keras ke arah wajah Yue membuatnya terjatuh, "Kakak Yue!" Anak panti asuhan membatu Yue.


"Tong Cu sampah! Bahkan kau memukul anak anak?" Kata Wan Yin berusaha lepas dari orang yang menahannya.


Yue menyentuh pipinya matanya sudah mulai berkaca kaca menahan rasa sakit akibat tamparan barusan. Dia menatap Tong Cu dengan tatapan membunuh.


"Hehehe, Gadis kecil tatapan mu sangat mengerikan..." Ucap Tong Cu mulai mendekat ke Yue lagi.


Wan Yin yang melihat itu mulai melepaskan diri setelah beberapa kali usaha dan langsung mencoba menyerang Tong Cu dari belakang. "Tuan, awas!" Teriak bawahannya.


Tong Cu menghentikan langkahnya, lalu berbalik dengan wajah tersenyum. "Bukankah lebih baik kau diam saja disana?" Kata Tong Cu melepaskan pukulan ke arah perut Wan Yin.


BAM!


Wan Yin langsung terlempar hingga menabrak tembok, "Ugh!" Dia kemudian langsung jatuh pingsan.


"Huh...Dasar bodoh! Ayo kita pergi! Tiga hari lagi kita akan kembali." Kata Tong Cu akhirnya meninggalkan dan melepaskan Yue, anak anak panti asuhan dan Wan Yin yang pingsan.


......


......___________________________......


...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...

__ADS_1


__ADS_2