
Setelah Xie Yan mengembalikan mereka berempat ke dalam Dunia Jiwa.
Xie Yan juga ikut menghilang dan muncul di Dunia Jiwannya.
Dia kemudian langsung memanggil Yanming. "Ada apa Ayah?" Tanya Yanming langsung ke pelukan Xie Yan.
"Kamu akan ikut Ayah ke Dunia Luar, Ayah menemukan tempat latihan yang baik untuk kamu." Kata Xie Yan bermaksud membiarkan Yanming untuk menyerap racun yang berada di Hutan Kematian ke tubuh Yanming.
"Benarkah Ayah!?" Yanming tampak semangat.
Xie Yan mengagguk lalu dia dan Yanming menghilang dari Dunia Jiwa kemudian muncul di Hutan Kematian.
"Hmm...Ayah, Apakah Hutan ini tempat latihan yang sangat cocok untuk Tubuhku?" Tanya Yanming yang berada di pelukan Xie Yan.
"Aku merasakan Hutan ini dipenuhi Racun, Jika aku menyerap Racun itu apakah Kekuatanku akan meningkat?" Tanya Xie Yanming.
"Tentu saja..." Jawab Xie Yan dengan singkat. Lalu dia menurunkan Yanming dari pelukannya. "Apakah kamu siap?" Tanya Xie Yan kepada Yanming.
Yanming mengagguk. "Baiklah...Saat kita masuk bersama tetaplah fokus untuk menyerap Racun tersebut ke dalam tubuh kamu." Kata Xie Yan sambil berjalan dengan mengandeng tangan Yanming.
Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam Hutan Kematian, Yanming juga memfokuskan Tubuhnya untuk menyerap Racun tersebut seperti yang sudah diajarkannya.
Sambil berjalan, Gas Racun yang berada di sekitar Yanming mulai masuk ke dalam Tubuh Yanming dan mengalir ke setiap Tubuh Racun Langit-nya.
Xie Yan yang menggandeng Yanming terus memantaunya dengan mengalirkan Qi-miliknya agar tidak terjadi sesuatu yang buruk saat Yanming menyerap Racunnya terlalu banyak terutama Tubuhnya yang masih kecil.
Racun di Hutan Kematian ini Tentunya tidak berguna di hadapan Xie Yan. Dia bahkan menyerap Racun tersebut dengan Teknik Pelahap Surgawi-nya.
Sudah beberapa menit Xie Yan dan Yanming masuk ke dalam Hutan Kematian tersebut. Berkat Racun yang sudah di serap Yanming, Kekuatanya juga bertambah.
Hanya dalam beberapa menit dari yang awalnya Dewa Bumi Rendah sekarang naik menjadi Dewa Bumi Menengah.
"Kekuatannya meningkat pesat setelah dia masuk ke Hutan yang dipenuhi racun ini." Gumam Xie Yan melihat Anaknya tersebut.
Dia kemudian melihat sebuah batu di Hutan tersebut. Dia membawa Yanming ke arah batu tersebut. "Ming'er...Kamu bermeditasilah di atas batu ini dan teruslah serap Racun disekitar ini." Pinta Xie Yan.
"Baik Ayah." Yanming dengan cepat menuruti-nya. "Apakah Ayah akan pergi?" Tanya Yanming yang merasakan Xie Yan akan pergi.
__ADS_1
Xie Yan mengagguk, "Benar, Ayah akan terus masuk ke dalam hutan tapi kamu tenang saja..." Xie Yan menciptakan Kloning miliknya.
"Wah!" Yanming yang melihat itu tentu saja Kaget. "Bagaimana bisa Ayah ada dua?!" Tanya Yanming keheranan.
"Ini adalah Kloning Ayah dan Kloning Ayah yang akan menjaga kamu disini sambil menyerap Racun disekitar." Kata Xie Yan.
"Jika dijaga dengan Ayah Kembar, Yanming akan tenang." Jawab Yanming.
Xie Yan tersenyum lalu mengusap kepalanya. "Baguslah, Ayah tidak akan lama." Ucapnya.
Yanming mengagguk lalu dia mengejapkan matanya dan mulai bersikap lotus kembali menyerap Racun di Hutan Kematian.
Sedangkan Kloning Xie Yan duduk di belakang Xie Yanming untuk menstabilkan Tubuhnya agar tidak berlebihan.
Untuk meningkatkan keamaannya lagi, Xie Yan membuat Formasi Pelindung jika saja ada Binatang Buas tiba-tiba menyerangnya saat Kloning Xie Yan sedang membantu Yanming menyerap Racun.
Setelah itu, Xie Yan pun melanjutkan masuk kedalam Hutan mencari tempat tinggal Klan Shura.
...
Di Aula Klan Shura,
"Matriak!" Teriak Seorang Pria Tua yang merupakan Tetua Klan Shura masuk ke dalam Aula.
"Huh? Bisa kah kau tidak berteriak!" Jawab Wanita itu dengan dingin.
Wanita tersebut adalah Matriak Klan Shura yang tampak Kejam namun tampilan-ny sangat cantik dengan rambut putih dan mata merah-nya.
Jawaban Matriak tersebut membuat Tetua tersebut bergidik ngeri. "Ada apa?" Tanya Matriak itu masih dengan dingin.
Tetua itu mengambil nafas menenangkan dirinya. "S-Seseorang memasuki Hutan Kematian dan..." Belum selesai menjelaskan, Ucapan Tetua tersebut langsung dipotong oleh Matriak tersebut.
"Apakah kau datang hanya untuk mengatakan hal itu? Jika hanya itu kembalilah, aku sudah tahu seseorang beraninya masuk ke dalam hutan kematian!" Katanya menatap tajam Tetua tersebut.
Tubuh Tetua itu bergetar dan dipenuhi keringat dingin merasakan tatapan tersebut, "K-Kalau begitu saya akan mengundurkan diri..." Ucapnya dengan bibir bergetar.
Setelah Tetua itu keluar, dia merasakan lega. "Huuh...Sangat menyeramkan dan mendominasi. Belum lama dia menjadi Matriak namun dibawah kepemimpinan-nya hampir semua Klan Shura tunduk padanya." Gumam Tetua tersebut.
__ADS_1
"Dia sangat berbeda dengan Saudaranya yang sebelumnya juga seorang Patriak." Gumamnya lagi lalu pergi menjauh dari Aula.
...
Kembali Di dalam Aula,
"Siapa yang begitu berani memasuki Hutan Kematian, Aku merasakan dia sudah masuk jauh di dalam Hutan Kematian." Gumam Matriak Klan Shura.
"Aku tidak pernah tahu ada orang di Benua Tianmu yang tahan terhadap Racun di Hutan Kematian selain kami Ras Shura." Kata Wanita tersebut. "Bahkan Raja Langit harus berpikir ulang jika memasuki Hutan Kematian ini." Gumam Wanita tersebut.
"Aku ingin melihat orang yang berani memasuki Hutan Kematian dan bagaimana dia bisa bertahan dari Racun di Hutan Kematian." Wanita itu berkata lalu dia mengejapkan matanya dan terhubung ke salah satu mata Binatang Buas yang ada di Hutan Kematian.
"Ini adalah salah satu Teknik Klan Shura kami, Mata Asura. Dengan Teknik ini kami dapat berbagi penglihatan dengan Binatang Buas yang sejauh beberapa kilometer dariku." Katanya.
Dia kemudian mencari dari atas langit orang yang masuk ke dalam Hutan Kematian dengan mata Binatang Buas yang adalah Kelelawar Racun.
"Itu dia!" Wanita tersebut akhirnya menemukan orang tersebut. "Seorang Pria..." tapi tiba-tiba saja pandangan Wanita tersebut kabur.
"Ugh!" Wanita tersebut merasakan sakit pada matanya. "Sial...Apakah dia mengetahui seseorang mengawasinya. Bagaimana bisa dia tahu kalau seseorang mengawasinya dan membunuh Kelelawar Racun itu!?" Kata Wanita tersebut mengalirkan Qi kematanya untuk meredakan sakitnya.
"Sangat Menarik! Sepertinya orang yang datang kali ini bukan orang biasa." Ujar Wanita tersebut sambil melepaskan Auranya.
Dia kemudian berdiri dari tempat duduknya. "Sudah lama aku tidak bertarung, mungkin kali ini dia dapat membuatku bersemangat!" Kata Wanita tersebut.
Dia kemudian berjalan keluar dari ruangan Aula.
...
"Hmmm..." Xie Yan menatap langit. "Apa barusan itu? Aku merasa seseorang mengawasiku dan tanpa sadar melepaskan Qi milikku ke arah langit." Gumam Xie Yan kebingungan.
"Apapun itu lebih baik aku terus masuk dan bertemu dengan Yue." Ucapnya kembali melangkah.
"Hutan Kematian ini lumayan memiliki banyak Binatang Buas, Semakin dalam semakin banyak yang mencoba menyergapku." Kata Xie Yan tapi dia sama sekali tidak kewalahan menghadapi Binatang Buas di Hutan Kematian.
"Yue, Feng Xia. Tunggulah..."
......
__ADS_1
...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...
...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...