
"Lagipula sebentar lagi kalian akan melihat sendiri bagaimana Yang Mulia itu." Katanya yang tentu-nya sudah mengetahui kehadiran Xie Yan.
Jianheeng dan Lian Mei tampak bingung dengan ucapan Mo Gui yang barusan.
"Apa maksud Kakek Mo?" Tanya Jianheeng dan Lian Mei dengan penasaran.
Wush!
Ditengah-tengah Jianheeng, Lian Mei dan Mo Gui muncul Pria tampan dengan rambut hitam-nya yang berkibar, dia ialah Xie Yan.
Melihat itu, Mo Gui langsung berlutut dihadapan Xie Yan. "Selamat datang Yang Mulia." Ucapnya.
Jianheeng dan Lian Mei yang tadi-nya terduduk letih tiba-tiba berdiri mundur beberapa langkah.
Ditempat lain, Xie Ru Feng, Su Lan, Yang Xi, Ruo Lou dan Chu Nan Yu ikut berdiri dari tempat mereka masing-masing saat melihat kedatangan Xie Yan.
Walaupun sangat rindu dengan Xie Yan, mereka mencoba menahan-nya dan melihat apa yang akan dilakukan Xie Yan pada anak-nya.
"Berdirilah Mo Gui, Kerja bagus telah menjaga semua Keluarga ku." Ucap Xie Yan menatap Mo Gui.
Dengan adanya Mo Gui maka semua Keluarganya akan baik baik saja karena semakin Xie Yan kuat maka Kekuatan dari Mo Gui akan terus bertambah dengan sendirinya.
Sekarang Kekuatan Mo Gui satu tingkatan di bawah Xie Yan, Dewa Sejati tingkat Tinggi*3.
Xie Yan kemudian menoleh ke kedua anaknya yang masih bersiaga. Melihat Wajah mereka berdua, Xie Yan merasa Air mata-nya hampir menetes.
"Kenapa kalian malah menjauh? Apa kalian tidak ingin memeluk Ayah kalian yang sudah sangat rindu pada anak-nya?" Kata Xie Yan melebarkan kedua tangannya dengan penuh senyum tapi terdapat kaca-kaca dimatanya.
"A-Ayah..." Ucap Lian Mei dengan bibir gemetar dan sedikit air mata jatuh dari matanya. Dia langsung melompat ke pelukan Xie Yan. Dia tentu tahu Wajah Ayah-nya dari Sketsa yang diberikan Ibunya.
"Hwaa...Ayah, Ayah, ini benar-benar kamu!" Katanya dengan tangisan.
"Hahahaha...Gadis kecilku! Ayah sangat merindukan-mu, Maafkan Ayah baru melihat-mu sekarang." Xie Yan memutar mutar sambil memeluk Lian Mei dan mencium kening anaknya itu.
Lian Mei yang tadinya menangis mulai sedikit ceria lagi. Dia sangat senang saat Xie Yan memutar mutarnya, Dia tampak bahagia dengan kedatangan Xie Yan.
Dia kemudian menatap Jianheeng yang masih diam ditempat.
"Ada apa Jianheeng? Apa kamu tidak merindukan Ayah?" Tanya Xie Yan.
Lian Mei yang masih dipelukan lengan kiri Xie Yan menatap Jianheeng, "Kakak?" Kata Lian Mei dengan pelan saat melihat Kakak-nya masih diam ditempat.
Jianheeng tidak membalas dan dengan gerakan cepat dia melesat ke arah Xie Yan melepaskan sebuah pukulan dan berniat memukul Xie Yan.
"Tuan Muda?!" Mo Gui bingung mengapa Jianheeng ingin memukul Xie Yan.
Disisi lain, Ru Feng, Su Lan, Yang Xi, Ruo Lou dan Chu Nan Yu juga sama bingungnya dengan tindakan Jianheeng yang ingin menyerang Xie Yan.
"Apa yang ingin dilakukan bocah itu?" Tanya Ru Feng.
__ADS_1
Sedangkan Xie Yan yang melihat serangan datang dari Anak-nya sendiri hanya tersenyum dan masih diam ditempat.
Wush!
"Eh?" Jianheeng dibuat bingung pukulan-nya sama sekali tidak mengenai Xie Yan. Dia dengan cepat menyerang terus namun tidak ada dari pukulan-nya itu yang dapat menyentuh Xie Yan dimana dia sama sekali tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya.
"Apa yang terjadi..?" Pikirnya bingung.
Tentu saja yang barusan itu karena tubuh Xie Yan selalu di lindungi oleh Atribut Kehampaan-nya yang dapat membelokkan semua serangan.
Bahkan tanpa Atribut itu, Xie Yan masih dengan mudah menghindar dari serangan anaknya karena perbedaan Kultivasi yang terlalu jauh.
Wajah Lian Mei berubah saat melihat Kakaknya mencoba terus menyerang Xie Yan dan dia langsung turun dari pelukan Xie Yan.
"Lian Mei?" Xie Yan bingung apa yang diinginkan anak gadis kecilnya itu.
BAM! Pukulan datang ke kepala Jianheeng dan mendapatkan sedikit benjolan dikepalanya.
"Ahhh...Adik Mei, itu sakit!" Teriak Jianheeng kepada Lian Mei sambil mengelus-elus kepalanya yang sakit.
"Apa yang kamu lakukan?! Berani-nya kamu mencoba memukul Ayah kamu seperti tadi." Kata Lian Mei marah dengan tangan dipinggangnya.
"I-Itu...Aku hanya ingin melihat apakah Perkataan Kakek Mo benar atau salah kalau Ayah itu kuat." Jawab Jianheeng.
"Hahahaha...Tidak apa-apa Mei'er." Xie Yan tertawa melihat perilaku mereka. Hanya dalam sekali lihat, Lian Mei jauh lebih dewasa dari pada Jianheeng yang selalu ingin bertarung.
Xie Yan mendekat ke arah mereka berdua lalu mensejajarkan tinggi-nya dan melebarkan tangannya lagi. "Sekarang apakah kamu percaya kalau Ayah-mu ini kuat?" Tanyanya.
Sekarang di lengan kiri Xie Yan ada Lian Mei dan lengan kanannya ada Jianheeng.
"Ayah, Ayah...Teknik apa yang kamu gunakan itu? Bagaimana bisa pukulanku tidak bisa mengenai tubuhmu." Tanya Jianheeng yang sangat penasaran.
Xie Yan tersenyum, "Hahaha...Itu adalah salah satu kemampuan bawaan Ayah." Balasnya.
"Apakah Ayah bisa mengajari aku?" Jianheeng terus bertanya sampai membuat Lian Mei kembali marah. "Diamlah, Ayah baru saja kembali dan kamu sangat cerewet." Kata Lian Mei dan langsung membuat Jianheeng diam.
Tap...Tap...Suara langkah kaki terdengar, Xie Yan menoleh melihat Keluarganya, Ayah, Ibu dan Istrinya.
Xie Yan menurun kan Kedua anak-nya dari pelukan-nya dan langsung mendekat ke Ibunya. "Ibu, Ayah, Aku pulang." Ucapnya sambil memeluk Su Lan.
"Hmmm, Senang bisa melihat kamu kembali. Ibu sangat merindukanmu." Jawab Su Lan dan Xie Ru Feng membalas mengagguk penuh dengan senyum.
Setelah melepas pelukan dari Ibunya, Xie Yan mendatangi kedua Istrinya, Chu Nan Yu dan Ruo Lou.
Xie Yan langsung memeluk kedua Istrinya itu dan mencium keningnya. "Kalian semakin cantik saja." Kata Xie Yan menggodanya.
Didalam pelukan Xie Yan. Chu Nan Yu dan Ruo Lou memeluk erat Xie Yan yang sangat dirindukan-nya.
"Ahem! Kakak...Kamu sangat cepat dan meninggalkan kami." Suara datang dari arah lain dan itu adalah Xie Ruo bersama dengan Ruo Ro, An Chyu dan Jia Li.
__ADS_1
Ssmua orang langsung tertuju kepada dua orang Wanita cantik yang bersama dengan Xie Ruo.
"Ruo'er, Siapa dua Wanita cantik itu?" Su Lan bertanya.
Dengan mata licik menatap Xie Yan, "Mereka berdua adalah Kekasih Kakak Yan yang dia bawa setelah pulang." Ucapnya dengan lantang.
"A-Apa!?" Orang tua Xie Yan tercengang mendegar perkataan barusan dan menatap Xie Yan dalam dalam.
"S-Salam kenal, Saya An Chyou."
"S-Salam kenal, Saya Jian Jia Li."
Mereka berdua memeperkenalkan diri.
An Chyou dan Jia Li sekarang hanya memerah malu saat Xie Ruo langsung memperkenalkan mereka langsung sebagai Kekasih Xie Yan.
"Ahahaha..." Xie Yan menggaruk kepala-nya yang tidak gatal.
"Aww..." Xie Yan merasakan sedikit cubitan pada perutnya dari Chu Nan Yu.
"Bagus...Bagus...Kamu pergi lalu membawa Wanita lain." Katanya dengan menyipitkan matanya tampak galak.
Xie Yan membuang muka lalu melihat sekelilingnya, "Lou'er...Dimana anak kita?" Tanya Xie Yan.
Wajah mereka semua yang berada disana kembali berubah. "K-Kamu tahu?" Ucap Ruo Lou cukup terkejut karena dia belum mengatakan kepada Xie Yan.
"Tentu saja. Apa yang terjadi?" Tanya Xie Yan mengerutkan alisnya.
"Ayo ikut aku..." Kata Ruo Lou mengajak Xie Yan diikuti yang lainnya.
...
Xie Yan dan yang lainnya sampai disebuah ruangan terpisah. "Apakah sesuatu terjadi dengan anak kita?" Tanya Xie Yan.
Ruo Lou mengagguk, "Aku tidak tahu mengapa, tapi saat umur-nya yang ketiga tubuhnya tiba-tiba dipenuhi racun sehingga tidak ada yang bisa mendekat kecuali Mo Gui dan dia harus terpaksa tinggal di tempat terpisah." Katanya dengan tangis.
"Benar...untuk menjumpai Anaknya, Saudara Lou harus dibantu oleh Mo Gui untuk melindunginya dari racun disekitar." Chu Nan Yu berkata dengan nada sedih.
"Mo Gui, Apa itu benar?" Tanya Xie Yan.
Mo Gui dengan cepat mengagguk, "Benar Yang Mulia, bahkan dengan Qi milikku tidak dapat bertahan lama menahan Racun didalam." Jawab Mo Gui.
"Nak, apa kamu bisa menyembuhkan Cucuku? Dia juga sangat ingin bermain seperti yang lainnya seperti Jianheeng dan Lian Mei." Kata Su Lan.
Xie Yan menagguk sambil memeluk Ruo Lou untuk menenangkan-nya. "Racun ya..." Gumam Xie Yan.
......
......__________________________......
__ADS_1
...LIKE > VOTE > RATE 5...